CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.70 Bermain Dengan Nicolas


__ADS_3

Riri membaca hasil DNA itu, lalu dia tersenyum dan tertawa puas, ternyata dugaannya selama ini benar


"dasar jalang licik!! berani sekali kau mengibuli ayahku selama ini", teriak Riri lalu menghentakkan tangan ke meja


Dio berjalan kearah meja Riri dan membaca sendiri hasil tes itu


"Jiah bukan adikmu? lalu untuk apa Alexa melakukan ini?", tanya Dio bingung


"karena Alexa terlibat cinta 1 malam dengan Tio, dan dia jatuh cinta, lalu dengan seribu cara dia membuat Tio percaya dan ada didalam dekapannya, dia melakukan apapun agar Tio mau bersamanya, bahkan dia juga hampir membunuh nona Riri agar Ningsih menyetujui kontrak itu", ucap Harry


"darimana kau tau?", tanya Riri


"saya baru saja tau non, saya mencari tau lebih lanjut tentang itu", ucap Harry


"she's really psycho", ucap Joi


"iya tuan, menurut data, Alexa pernah mengalami gangguan mental saat masih gadis dulu", jawab Geri


"wah", ucap Joi


"lalu siapa ayah Jiah?", tanya Riri


"tidak tau non", jawab Geri


"aaarrghh aku bisa gila, plot twist macam apa ini?", keluh Riri memijat pelipisnya


"sayang jangan gila dulu, kita belum punya anak", ucap Dio


"diamlah mas", ucap Riri kesal


"bagaimana keadaan perusahaan Alexa?", tanya Riri


"sangat kacau non, Alexa juga ingin bertemu dengan nona Riri", jawab Harry


"hahaha dia ingin bertemu denganku? dia ingin kutelan hidup hidup?", tanya Riri


"dia ingin membujuk nona Riri agar membantunya mengurus perusahaannya itu non", jawab Harry


"dia gila", umpat Geri


"baiklah, atur pertemuanku dengannya, lalu malamnya, culik dia dan letakkan bersama dengan dokter cabul itu", ucap Riri


"baik nyonya", jawab Geri tersenyum


"kenapa kau sangat bersemangat Ger?", tanya Rendi


"dia melampiaskan amarahnya kepada Nicolas, makanya dia sangat senang jika disuruh kesana lagi", jawab Varel


"benarkah itu Geri?", tanya Riri


"iya non, maaf belum izin", ucap Geri


"haha tak apa, lanjutkan saja, Rendi, Harry, kalian kalau mau juga boleh, sisakan untukku, dia harus bertenaga saat bertemu denganku", ucap Riri


"baiklah nona Riri, terima kasih", ucap Rendi sangat senang


"kau suka?", tanya Dio


"tentu saja dia suka, dia akan melampiaskan amarahnya karena selama ini bekerja denganmu", jawab Joi


"baiklah lanjutkan saja pekerjaan kalian, kita akan melanjutkan lagi permainan ini setelah aku bertemu dengan Alexa", ucap Riri


"baik nona", jawab Harry


"dan aku ingin bertemu dokter cabul itu hari ini, bawa aku kesana", ucap Riri


"aku ikut ya sayang", ucap Dio


"of course baby, mana mungkin aku pergi tanpa dirimu", ucap Riri


"aku juga", ucap Joi


"iya kak Joi, tunggu, aku mau ganti baju dulu", ucap Riri


"disini?", tanya Rendi terkejut


"tentu saja", jawab Riri


Geri, Rendi, Varel dan Harry terkejut


"aku punya ruang pribadi, mesum sekali otak kalian itu", ucap Riri menekan remote nya dan bergeser lukisan didalam ruangan itu


"wah", ucap Harry


"berarti suara yang waktu itu...", ucap Geri menatap Joi


Joi mengangguk dan tersenyum


"astaga", jawab Geri


"Ruangan ini penuh dengan misteri" ucap Rendi

__ADS_1


Mereka terus berdebat tentang apa saja yang masih tersimpan diruangan ini. Lalu Riri keluar menggunakan dress hitam, membuat mereka semua terpesona



"Tutup mata kalian", ucap Dio kesal


Dio cemburu jika ada orang lain yang terpesona dengan kecantikkan istrinya itu, sangat berbanding terbalik dengan Riri yang justru membiarkan orang lain berhalu tentang suaminya


Mereka lalu pergi dari kantor Riri menuju mansion lama kakek Riri yang berada ditengah hutan.


Setelah 1 jam perjalanan, mereka sampai disebuah mansion mewah yang sudah terbengkalai ditengah hutan


Riri turun dari mobil lalu masuk kedalamnya, diikuti dengan sang suami dan para anggotanya


"Hello welcome to my house", teriak Riri tersenyum dan membentangkan tangannya, membuat sang tawanan menatap dirinya


"ah, siapa namamu?", tanya Riri mendekatinya


"siapa kau?!! apa salahku?! kenapa kau menculikku?!", teriak Nicolas


"tenang lah, aku hanya ingin bermain main dulu", ucap Riri menyentuh dagu Nicolas dan memberikan senyuman manis


"aku tidak punya waktu untukmu", bentak Nicolas


"kenapa kau selalu membentakku? padahal aku bicara lembut denganmu", ucap Riri cemberut


"lepaskan aku dari sini dan hentikan dramamu itu", teriak Nicolas


Riri tertawa puas lalu dia berdiri membelakangi Nicolas, dia lalu memberi kode kepada Varel, lalu Varel membawa seorang gadis dalam keadaan diikat tangan dan kakinya


"Ara?", tanya Joi


"Dia juga menangkap Ara?", tanya Dio ke Geri


"tentu saja, dia sudah bilang tidak akan melepaskan Ara", jawab Geri


"Riri tolong lepasin aku Ri aku minta maaf", teriak Ara dalam tangisnya


"Riri? apakah dia.... ah tidak tidak tidak, anak itu polos dan lugu, mana mungkin dia yang melakukan ini semua", batin Nicolas


Riri tertawa lalu mendekatinya


"aku sudah bilang, tidak akan melepaskanmu", ucap Riri lalu mengedipkan sebelah matanya


Riri lalu melepaskan ikatan Ara, sang tawanan berfikir Riri sudah berubah pikiran, tapi ternyata dia salah. Dia dihajar habis habisan oleh Riri bahkan sampai bajunya robek sana sini


"Ri maafkan aku",, ucap Ara


Suami, kakak, dan para sekretaris Riri melihat itu, sungguh terkejut saat Riri menarik habis baju Ara, mereka memalingkan wajahnya


"astaga, apalagi ini", ucap Geri menutup wajahnya


"apa kau teringat Rara?", bisik Rendi


"dia sangat berbeda dari Rara, lebih menggoda Rara", jawab Geri


"kau gila?", tanya Harry yang tidak tau tentang kejadian malam itu


"tubuhnya sedikit lebih bagus daripada Catrine", bisik Joi


"kau masih sempat ingat Catrine disaat begini kak?", tanya Dio bingung menatap Joi


"heii dokter cabul, apakah kau berselera melihat ini?", tanya Riri kepada Nicolas yang sudah menatap Ara sejak tadi


Riri mendekati Nicolas,


"kau mau?", tanya Riri menggangkat dagu Nicolas


"jawab akuu!!", teriak Riri lalu menampar Nicolas hingga tersungkur kelantai dan menubruk tangga


"jika aku bertanya jawab aku!",, teriak Riri


Dia lalu menarik Nicolas dan melemparkannya kedepan Dio, lalu memberikan kode kepada Dio.


Dio lalu berjongkok dan mengangkat rahang Nicolas dan tersenyum smirk


"kau tidak menerima tawaran istriku?", tanya Dio


"siapa kalian sebenarnya dan apa salahku?!", teriak Nicolas


"kenapa? kau tidak terima?", tanya Dio balik


"kau tau? istrimu itu sangat cantik tubuhnya sangat indah, lebih indah daripada gadis yang ada diseberang sana, aku lebih tertarik dengannya dibandingkan dengan gadis itu", ucap Nicolas yang berhasil menyalakan api amarah dan cemburu dihatinya


"dia belum tau berurusan dengan siapa", ucap Joi


"bisa mati dia", ucap Rendi


Dio tertawa lalu membuka bajunya, dan menghajar Nicolas habis habisan hingga babak belur. Hatinya sungguh tidak terima mendengar kata kata nicolas, Joi hanya tersenyum melihat amukan adiknya itu, sedangkan Riri, baru ini pertama kalinya dia melihat Dio begitu marah dan mengamuk


Dio terus menghajar hingga Nicolar benar benar tidak memiliki tenaga lagi.

__ADS_1


"jangan bermain main denganku, apalagi jika kau menyentuh istriku", ucap Dio lalu melemparkan Nicolas kehadapan Rendi dan Harry


"ikat dia", ucap Riri tersenyum


"Rendi, mana jus spesial yang kuminta tadi?", tanya Riri


Rendi lalu memberikan dua botol jus jeruk kepada Riri, Riri tersenyum, lalu memberikan jus itu kepada Ara


"minumlah, kau butuh tenaga kan? kau pasti haus", ucap Riri


"apa ini?", tanya Ara


"ini? jus, untukmu, supaya kau ada tenaga untuk bertarung lagi nanti", ucap Riri tersenyum


Ara mengambil jus itu lalu menenggaknya sampai habis, membuat Riri tersenyum senang


"apa isi jus nya?", tanya Joi


"nanti juga tuan tau, ada kejutan", bisik Rendi


"Ara, apapun yang terjadi, jangan pernah berani menyentuh suamiku", ucap Riri melihat Ara yang masih menenggak jus itu


"aku... aku tidak akan berani... tidak Riri... sungguh... lepaskan aku, aku tidak akan menganggumu lagi", ucap Ara masih menangis


"nanti akan aku lepaskan", ucap Riri tersenyum


Riri berjalan kearah Nicolas


"bagaimana rasanya menghadapi kemarahan suamiku? apakah kau suka?", tanya Riri tersenyum


"siapa kau sebenarnya?", tanya Nicolas.


"aku? apa kau lupa denganku?", jawab Riri


"aku adalah gadis yang kau beri obat laknat itu dan merusak seluruh ingatanku, dan aku juga gadis yang kau buat telah kehilangan kakeknya akibat dari kerja samamu dengan Alexa", jawab Riri tersenyum


"ja-jadi, kau benar benar gadis itu?", tanya Nicolas terkejut,


"tentu saja, ini aku", jawab Riri


"maafkan aku, maafkan aku, aku minta maaf", teriak Nicolas


Riri berdiri dan memberikan minuman itu kepada Joi


"kakak paksalah dia meminum ini", ucap Riri


Joi tersenyum lalu mendekati Nicolas


"kau sungguh berani memancing amarah adik adikku", ucap Joi lalu menenggakkan minuman itu ke Nicolas


Saat Joi sudah selesai dengan minuman itu, Ara beraksi, tubuhnya menggeliat, hasrat dalam tubuhnya naik dan butuh pelampiasan, Ara mendesah dan mengerang. Dia lalu melihat Dio yang masih bertelanjang dada, dia langsung berlari kearah Dio namun Riri menghadangnya dan menendangnya


"Varel, kau mau?", tanya Riri


"tidak nyonya, terima kasih", jawab Varel


"Geri, bawa dia kedalam kamar, diatas dan juga bawa Nicolas, mungkin mereka akan bertarung sebentar lagi", ucap Riri


Geri melakukan perintah Riri dan menyeret Ara ke atas, sementara Varel membawa Nicolas.


"Rendi, suruh juga beberapa bodyguard masuk kekamar itu, biarkan mereka melakukan permainannya", ucap Riri


"baik non", jawab Rendi


Rendi pergi keatas bersama 5 orang bodyguard, mereka masuk kedalam kamar yang berisikan Ara


"sayang obat apa itu?", tanya Dio


"perangsang", jawab Riri sambil memakaikan baju Dio


"wah sepertinya dia digilir", ucap Joi


"kakak mau juga?", tanya Riri.


"tentu saja tidak, kau gila? aku masih ingin sehat", ucap Joi kesal


"baiklah, permainan hari ini selesai, kita pulang, Harry, kalian uruslah mereka, terserah mau diapakan yang penting masih bernyawa", ucap Riri lalu berjalan keluar bersama dengan Dio dan Joi


Riri, Dio dan Joi keluar dari mansion itu, sementara para bawahan mereka masih disana bersenang senang dengan mainan yang diberikan Riri


"aku sangat lelah hari ini sayang", ucap Dio


"nanti aku beri suntikan semangat", ucap Riri mencium pipi sang suami


"kalian pulanglah kerumah, aku akan kekantor saja, aku bisa ikut menggila jika dekat dengam kalian terus", ucap Joi


"kak, tolong urus perusahaan Alexa ya, serang saja terus", ucap Riri


"baiklah gadis kecilku, tenang aja, aku juga akan bersenang senang", ucap Joi sambil tersenyum


Dio dan istrinya pulang ke mansion, mereka beristirahat disana, dan menghabiskan waktu bersama, dengan Jiah juga tentunya

__ADS_1


__ADS_2