CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.103 Cara Lain Minum Susu


__ADS_3

Sinar matahari sudah masuk kekamar Riri, angin angin berhembusan masuk melalui jendela membuat tidur Riri semakin nyenyak. Dio sengaja mematikan ac dan membuka semua jendela agar udara segar masuk kekamarnya


Istrinya belum bangun padahal ini sudah jam 9 pagi. Pagi pagi sekali tadi, Dio sudah menyuruh pelayan membersihkan kamarnya yang berantakan karena pertengkaran suami istri itu kemarin


Dio juga sudah berbicara dengan Varel dan Koko, dokter Fira juga sudah datang memeriksa Riri tadi, walaupun yang diperiksa tidak membuka matanya


Fira sudah memberikan banyak catatan untuk Dio dan membenarkan ucapan Varel, mereka juga bertemu. Dengan cekatan Dio membeli banyak kebutuhan untuk istrinya yang hamil itu, dibantu oleh Joi, dia tidak mau berdekatan lagi dengan wanita lain, Dio tidak ingin mengulangi lagi kebodohannya


Joi pun ikut membantu adiknya itu, melihat adiknya yang benar benar menyesal dia pun ikut luluh walaupun sebenarnya masih sakit hati karena ulah Dio


"kau beli susu juga?", tanya Joi melihat Dio mengeluarkan belanjaan mereka tadi


"iyaa, susu ibu hamil", jawab Dio menunjukkan susu itu


"apa istrimu sudah bangun?", tanya Joi


"sepertinya belum, dia kelelahan karena pertengkaran tadi malam", ucap Dio


"Dio, tidak mudah menjadi perempuan, kau lihat sendiri bagaimana Riri menangis kesakitan kemarin, dia menahan sakitnya, dia mengandung anakmu, dia akan melahirkan anakmu, menyusui anakmu nanti, dia menuruti mau mu, nafsumu, walaupun itu semua kewajibannya, tapi kau juga harus menghargainya", ucap Joi menatap adiknya itu dengan intens


Dio tertunduk, benar apa yang dibilang abangnya, dia benar benar jahat kepada Riri, padahal istrinya itu sudah cukup membebaskan dirinya dan tidak posesif seperti perempuan lain


"kak, aku benar benar menyesal, saat aku melihat mata Pricilla, aku lupa dengan statusku sebagai suami Riri, saat itu aku menjadi seperti tergila gila dengan Pricilla, ini gila tapi ini terjadi padaku kak", ucap Dio


"lalu dihatimu apakah masih ada wanita itu?", tanya Joi


"tidak kak, hatiku hanya untuk istriku, aku benar benar mencintainya, tapi setiap aku melihat mata Pricilla aku seperti tersihir seakan akan dia adalah wanita pujaan hatiku", ucap Dio menjelaskan kepada abangnya


"apakah dia pake itu, apa tu namanya yang dukun dukun gitu loh", ucap Joi


"pelet maksudmu kak?", tanya Dio


"nah iya itu", ucap Joi


Dio tertawa geli melihat kakaknya


"kakak percaya dengan yang begituan? kakak kan tinggal lama di Belanda", ucap Dio


"tidak ada yang tidak mungkin, kau ingat kata kata Riri 'manusia bisa berubah wataknya sewaktu waktu'", ucap Joi


Mereka lalu terdiam sejenak


"aku akan menyuruh Rendi mencari tau lebih lanjut", ucap Dio


"jangan lagi bertemu dengan gadis itu, suruh saja Rendi untuk memastikan hal itu", ucap Joi


"baiklah", ucap Dio


Dio lalu membuatkan susu dan sarapan untuk istrinya itu, pelayan menawarkan untuk majikannya itu yang tidak biasanya ada didapur, tapi Dio menolaknya karena dia ingin merawat istrinya sendiri


Dio membawa susu dan sarapan itu, sedangkan Joi pergi menjemput Jiah, dia juga membawa hasil pemeriksaan resmi dari Fira dan tespack Riri tadi malam.


Dio meletakkan susu itu diatas nakas, dia melihat istrinya yang masih tidur dengan tubuh polos dan hanya berbalutkan selimut. Dio sengaja membuka semua pakaian Riri dan membersihkan tubuh Riri tadi pagi tanpa sepengetahuan pemilik tubuh itu sendiri


Beberapa menit kemudian, Riri menggeliat dan mengerang, di merenggangkan otot otot tubuhnya yang kaku, tulang tulangnya berbunyi


"Ngg....", erang Riri lalu melemaskan tubuhnya


Riri tidur diantara bantal bantal, karena dia harus tidur berhimpit bantal agar terlelap dengan nyenyak. Riri mengerjapkan matanya, mengedarkan pandangannya, terlihat sang suami berjalan kearahnya


"bangun sayang udah pagi", ucap Dio yang melihat istrinya kembali memejamkan matanya

__ADS_1


"hm... jam berapa ini?", tanya Riri


"jam 9.30 pagi sayang", jawab Dio


Riri langsung membuka matanya dan terduduk diranjangnya dia melihat kearah jam dinding dikamar, dan benar saja, ini sudah jam 9.30, bahkan lewat


"mas ini udah siang bukan pagi lagi", ucap Riri


"gapapa hari ini istirahat saja", ucap Dio mengelus rambut Riri


"nih minum susu, mas belikan susu", ucap Dio memberikan susu kepada Riri


"arghh mas kan tau aku ga suka susu ihh", rengek Riri kembali masuk kedalam selimutnya


Dio meletakkan susu itu lagi dan tersenyum melihat tingkah istrinya itu, dia lalu membuka selimut itu


"mas yang buka bajuku?", tanya Riri


"iyaa, mas tadi pagi bersihkan tubuhmu ini", jawab Dio


"minum dulu susunya sayang, sebelum dingin", ucap Dio


"gamauu", rengek Riri


"ini rasa strawberry sayang, rasa kesukaanmu", ucap Dio membelai leher Riri


"tapi aku gamau minum susuu", rengek Riri


Riri terus merengek menolak susu itu, sementara suaminya terus membujuk agar Riri meminum susunya


"baiklah kalau kamu tidak mau", ucap Dio


"nah gitu dong kan ga cape bujuk terus", ucap Riri tersenyum senang


"loh kok jadi mas yang minum?", tanya Riri yang bingung melihat aksi Dio


Dio lalu menarik tengkuk istrinya lalu mencium bibir istrinya itu, sedangkan Riri menelan sesuatu rasa strawberry yang mengalir di tenggorokannya. Riri menikmati ciuman itu, dia merindukan bibir suaminya itu, begitu juga dengan Dio yang tak kunjung melepas ciuman itu dari istrinya


"manis, rasa strawberry", ucap Dio tersenyum setelah melepas ciumannya


"enak ternyata susunya", ucap Riri lalu mengambil susu itu dan menenggaknya hingga habis


Dio tertawa melihat istrinya itu yang malah ketagihan dengan susu yang tadinya ditolak


"ketagihan susunya atau bibirku?", tanya Dio


"mas aku benar benar masih marah denganmu, tapi anakmu ini tidak bisa menolak sentuhan papanya, ini benar benar membuatku kesal", oceh Riri meletakkan gelas itu diatas nakas


Dio tertawa kecil


"boleh aku menyentuhmu sayang?", tanya Dio


"mana bisa aku menolak, aku istri, akan berdosa jika aku menolak ***** suamiku, tapi jauh didalam hatiku, masih menyimpan amarah atas kesalahan kesalahan yang mas lakukan", ucap Riri


"maafkan aku sayang", ucap Dio memeluk Riri


"mas tetap harus menjalani hukuman atas kesalahan mas, aku tidak bisa memberi maaf begitu saja", ucap Riri


"baiklah, akan mas lakukan, apa pun itu agar aku menerima maaf dari istriku", ucap Dio


Riri hanya mengangguk anggukan kepalanya, dia lalu bergegas kekamar mandi untuk mandi, Dio mengambil beberapa pakaian untuk dipakai istrinya nanti

__ADS_1


Selama menikah dengan Riri, ini pertama kalinya Dio melihat isi lemari istrinya, dia cukup terkejut dengan warna pakaian yang disana


"kenapa dominan gelap ya?", tanya Dio pada diri sendiri


Dio lalu mencari pakaian lain dikoper yang Riri tarik tadi malam, dia mencari warna cerah


"nah ini lebih baik", ucap Dio melihat pakaian itu dari atas kebawah


Riri lalu keluar dari kamar mandi dan melihat Dio membawa pakaiannya


"mas sedang apa?", tanya Riri


"ah ini aku menyiapkan pakaian untukmu", ucap Dio meletakkan pakaian itu di atas ranjang


Riri melihat dengan tatapan aneh ke pakaian itu


"mas ini bukan punyaku", ucap Riri


Dio mengerutkan dahinya dan menatap Riri


"lalu ini punya siapa? ini kan dari kopermu", ucap Dio


"hah? aku tidak merasa pernah beli pakaian seperti ini", ucap Riri melihat pakaian itu dari atas kebawah


"lalu kenapa ini ada dikopermu?", tanya Dio


"tapi ini bukan punyaku" ucap Riri


"coba dipakai dulu, sepertinya cocok untukmu", ucap Dio


Riri lalu memakai pakaian itu, dan benar saja, dia terlihat sangat cantik, bahkan Dio menganga melihat istrinya itu



"sejujurnya aku lebih suka jika melihatmu berpakaian cerah begini", ucap Dio ditelinga Riri dengan nada sensual


"namun jika tak memakai sehelai benangpun, aku lebih suka", ucap Dio menggigit telinga Riri


Riri hanya diam tak bergerak menerima sentuhan sentuhan dari Dio, tangan suaminya itu dengan lihainya bermain didadanya, meremas benda favorit suaminya itu, membuat Riri terbuai. Riri berbalik badan dan ******* bibir Dio dengan sangat lahap


Namun tiba tiba Jiah masuk kedalam kamar Riri dengan Joi yang mengejarnya dari belakang. Jiah dan Joi membelalakkan matanya melihat sepasang suami istri itu


Joi segera menutup mata Jiah dengan kedua tangannya dan menarik Jiah keluar dari sana. Joi menarik Jiah masuk kekamarnya dan meletakkan Jiah diatas ranjangnya


"apa itu tadi?", tanya Jiah masih terkejut


"sudah kubilang nanti saja", ucap Joi


"astagaa, mataku", ucap Jiah menutup wajahnya


"dasar bocil, seperti tidak pernah ciuman saja", ucap Joi yang membuat Jiah mengerucutkan bibirnya


.


.


.


.


Visual Joi

__ADS_1




__ADS_2