CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.29 Rencana


__ADS_3

*Flashback On*


Sebelum berangkat kekantor, Shila menelfon Riri saat Riri masih dikamarnya


"*hallo ma", ucap Riri ramah


"hallo Riri, sudah bangun? gimana keadaanmu? sudah membaik?", tanya Shila


"sudah ma, tapi hari ini Riri ga kerja, Riri mau santai santai dulu, cape banget", ucap Riri manja


"baiklah kalau begitu, kau mau shopping dengan mama?", tanya Shila


"em, sepertinya lain kali aja ma, Riri mau kekantor kak Dio hari ini, ini udah mau berangkat", ucap Riri


"baiklah kalau begitu, hati hati ya sayang, kabari mama kalau kau sudah sampai disana", ucap Shila


"baik ma, babay, muah", ucap Riri menutup telfon*


"Bahkan mama kandungku saja tidak pernah menelfon seperti itu", ucap Riri terharu dengan perhatian Shila


Riri pun berangkat ke kantor Dio. Setelah sampai Riri pun tak lupa memberi kabar ke mama Shila sesuai janjinya tadi. dan ternyata mama Shila dan papa Hardi sudah berada dikantor Dio terlebih dahulu dan mengikuti Riri dari kejauhan


Mereka juga melihat saat Riri dihina oleh Grace. Shila ingin maju tapi ditahan Hardi


"biarkan Riri yang membereskannya, Riri harus melawan itu supaya dia bisa mengendalikan diri terhadap traumanya", ucap Hardi


Dan benar saja, Riri melawannya. itu membuat Hardi dan Shila tersenyum puas. lalu mendatangi Grace dan Rendi saat Dio dan Riri sudah masuk keruangannya


dan...


Plak!


*Flashback off*


"apa kau siapa dia?", tanya Rendi


"walau kau tidak tau siapa dia, harusnya jaga sikap mu dan tau diri!", bentak Rendi


"memang dia siapa?! hanya karena seorang CEO saja berani sekali dia membuatku malu didepan pak Dio!", bentak Grace lalu berdiri menghadap Rendi


Tiba tiba tubuh Grace ditarik, dan...


Plak!


Sebuah tamparan sekali lagi mendarat di pipinya. Dan ternyata tamparan itu berasal dari Shila


"Tuan? Nyonya?", Ucap Rendi terkejut dan menundukkan wajahnya


"Rendi, cepat kau usir hama ini! aku tidak ingin ada kuman seperti ini diperusahaan ku!", Bentak Hardi


"baik tuan", jawab Rendi langsung menarik paksa Grace


"Riri pasti sedang marah, aku yakin hatinya sangat sakit sekarang", ucap Shila yang mendengar suara tangisan dari dalam ruangan Dio


"sudah ada Dio ma, kita pulang aja, nanti saja kita bicara di telfon dengannya, biarkan dia tenang", ucap Hardi. Shila menuruti nya dan mereka pun pulang


Sementara didalam ruangan Dio


Dio memeluk Riri dan meminta maaf atas kejadian itu. Tak lupa sudah menutup semua tirainya. Riri menangis didalam pelukan Dio


"apa wajahku terlihat seperti murahan? apa aku memang serendah itu? kenapa orang orang sering kali meremehkanku?", lirih Riri


"bukan salahmu sayang, itu semua salah dia dan yang diucapkan dia tidaklah benar, maaf kan aku karena terlambat ya sayang, jika saja aku selesaikan meeting itu lebih cepat, ini tidak akan terjadi", ucap Dio memeluk Riri


Dio menggendong Riri kesofa dan meletakkan Riri di pahanya, dia masih memeluk Riri yang masih menangis

__ADS_1


Riri perlahan tenang, karena Dio mengelus rambut Riri, itu adalah salah satu cara jitu yang dia tau untuk menenangkan Riri


"maaf ya sayangku, jangan nangis lagi ya", ucap Dio mengecup kening Riri


"makasih ya udah bikin aku tenang, syukurnya ini kantormu, jika saja kejadian itu dikantorku, sudah ku lempar komputer itu ke wajahnya", ucap Riri


"kau hebat bisa melawan, ada kemajuan, aku suka", ucap Dio menyingkirkan rambut di leher Riri


"kau sangat cantik hari ini sayangku, padahal outfitmu sangatlah simple", ucap Dio


"benarkah? makasih udah atas pujiannya", ucap Riri tersenyum lalu memegang pipinya dan mengedipkan matanya


Dio sangat gemas dengan tingkah kekasihnya itu.


"boleh aku menyerangmu sekarang?", tanya Dio dengan senyum nakal


Riri menggeleng. Tapi Dio justru malah menciumnya


"bukankah aku tadi menggeleng?", tanya Riri


"aku tidak peduli dengan jawabanmu", lirih Dio


Dio kembali menciumi Riri dengan ganas, kecupan demi kecupan terdengar memenuhi isi ruangan.


Suara ketukan pintu membuyarkan mereka berdua..


"aah shitt!! kalau saja tidak penting, ku penggal kepalanya sekarang", umpat Dio


"hahaha pergilah dan buka pintunya", ucap Riri tertawa


Dio berdiri dan membukakan pintu dan ada Rendi disana. Rendi melihat tatapan tajam Dio seperti nya dia melakukan sesuatu


"apakah aku mengganggu waktu mereka lagi?", batin Rendi


"kau sudah bosan bekerja denganku Ren?", ucap Dio dengan nada mengintimidasi


"sangat mengganggu", ucap Dio datar


"ini tuan", ucap Rendi sambil memberikan berkas ke Dio


"letakkan dimeja", ucap Dio


Rendi pun berjalan masuk ruangan kearah meja Dio, terlihat Riri sedang duduk di sofa dengan mata sembab


"nona Riri pasti menangis karena kejadian tadi, tak bisa kubayangkan betapa susah payahnya dia melawan Grace sendirian, benar benar wanita tangguh", batin Rendi


"mata mu mau ku colok?", tanya Dio ketus, Riri menoleh kearah mereka


"tidak tuan", jawab Rendi


"lalu kenapa memandangi Riri begitu?", tanya Dio. Riri mendengarnya dan tertawa


"sayang, apakah kau punya saingan sekarang?", goda Riri


"awas kau sampai berani menjadi sainganku", ucap Dio ketus


"duh nona, jangan deh non, mendingan saya cari yang lain aja non, seriusan deh", batin Rendi


"bukan tuan, saya sekedar kagum melihat nona Riri, betapa tangguhnya dia melawan Grace tadi, itu pasti tidak mudah mengingat traumanya", bisik Rendi


"ah iya, kau benar juga, aku juga salut, sedikit takut tentunya", bisik Dio


"benar tuan, kalau dibiarkan saja, mungkin tangan Grace bisa patah tadi", bisik Rendi


"kau benar Ren", bisik Dio

__ADS_1


"Kalian mengghibahiku?", tanya Riri


"ah tentu tidak sayang, mari kita makan siang, hubungi Geri dan Harry juga jika kau mau, Rendi, siapkan mobil dan carikan tempat yang bagus untuk makan siang bersama kekasihku yang cantik itu", Dio


"baik tuan", Rendi segera keluar ruangan


Mereka pun berangkat dengan mobil terpisah, Dio bersama dengan Riri, sedangkan Rendi bawa mobil sendiri, sementara Geri dan Harry menyusul dari arah kantor Riri


Mereka berkumpul dan memesan makanan. Riri tampak sangat bahagia jika makan bersama dengan mereka semua


Dio mengajak Riri untuk kencan, sementara para sekretarisnya kembali kekantor untuk menghandle tugas dari bos bosnya itu


Riri membawa banyak makanan saat pulang ke apartemen, Dio membelikannya banyak makanan dan juga cemilan agar suasana hatinya membaik


Setelah mengantarkan Riri, Dio pergi kerumah orang tuanya


"Dio? gimana keadaan Riri?", tanya Hardi


"sudah membaik pa, Dia semakin tangguh sekarang, berkat papa dan mama yang datang, bagaikan kekuatan baru untuknya, dia bisa merasakan peluk hangat orang tua", ucap Dio dengan wajah sedih


"kau juga harus kuat yo, kau juga harus bisa mengendalikan dirimu", ucap Shila


"iya ma, aku rasanya ingin sekali mencabut nyawa manusia brengsek itu, kalau saja dia berani mengganggu Riri lagi, tak kan ku biarkan dia", ucap Dio kesal


"papa mendukungmu tenang saja", ucap Hardi


"kita sama sama melindungi Riri ya sayang", ucap Shila


"oiya pa, ma, aku mau melamar Riri 3 hari lagi, tepat dihari ulangtahunnya", ucap Dio


"bukankah kau sudah melamarnya sejak 14 tahun lalu?", ucap Hardi tertawa


"haha dia mau yang resmi pa", ucap Dio tersenyum malu


"baiklah persiapkan acara lamaranmu, kami mendukungmu", ucap Hardi


"terima kasih pa, ma, atas restunya", ucap Dio


"sama sama nak", ucap Shila


"tapi ma, jangan minta cucu dulu ya, aku hanya ingin mengikat Riri supaya dia menjadi milikku, kalau masalah anak, Riri belum mau, terlebih lagi usianya yang masih muda, aku ingin membiarkan dia berkarir dulu dan mengejar impiannya", ucap Dio


"haha kau baru akan melamar tapi sudah membahas anak?", ucap Hardi


"a-aku hanya mem-memberikann i-informasi", ucap Dio gugup menahan malu


"tak apa, kami juga paham, itu semua terserah kalian, kalian yang menjalani, kami hanya mendukung", ucap Shila


Dio tersenyum, antara malu dan senang,


.


.


.


***Udah bahas anak aja si Dio ya haha


nantikan terus episode selanjutnya ya guys


apakah lamarannya lancar? atau ada pelakor?


makasih udah mampir ya manteman :)


jangan lupa bunga mawar untukku :)

__ADS_1


stay safety semuanya :)


bye bye*** >~<


__ADS_2