CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.74 Menghilangnya Alexa


__ADS_3

Keesokan Harinya...


"apa katamu?!!!", teriak Riri diruangannya


"diskotiknya berhasil kami bakar semua nyonya, tapi Alexa menghilang entah kemana, dia menghilang tanpa jejak sedikitpun", jawab Varel


Riri memijat pelipisnya mendengar penjelasan Varel, benar benar kepalanya pusing sekarang. Dia berusaha tenang agar bisa berfikir jernih, dia terus memutar mutar kursinya dengan wajah yang sulit dijelaskan


"kenapa Alexa tiba tiba menghilang?", tanya Riri


"saya tidak tau nyonya, kami mencari disekeliling tempat yang biasanya Alexa kunjungi, namun juga tidak ada dia disana", jawab Varel


"sebentar aku akan telfon ayah", ucap Riri


Riri mencoba menghubungi ayahnya, namun handphone ayahnya mati, dia tidak bisa menghubungi ayahnya. Dia lalu terdiam sejenak, merasa ada sesuatu yang tidak beres


"bagaimana keadaan Nicolas dan Ara?", tanya Riri tiba tiba


"mereka masih hidup non, setiap hari diberi makan jadi tidak akan sakit, setiap malam diberi obat penenang agar tidak memberontak atau mencoba lari", jawab Varel


"perketat penjagaan disana, dimansionku juga, beri mata mata juga, dimansion papa Hardi juga, dan cari keberadaan Ayah secepatnya, aku merasa sepertinya Alexa tidak semudah ekspetasi kita", ucap Riri memijat pelipisnya


"sepertinya feeling suamiku benar soal ini, Alexa benar benar tidak selemah itu", batin Riri


"baik nyonya, saya permisi dulu", jawab Varel


"baik, ah iya, panggilkan Geri dan Harry keruangan ku", ucap Riri


"baik nyonya", jawab Varel lalu keluar dari sana


"apa mungkin Alexa sadar dengan rencana ku? tapi bagaimana bisa? dan juga bagaimana dia bisa menghilang tiba tiba? kemarin saja dia masih ada didepan mataku", ucap Riri mengacak acak rambutnya


Geri dan Harry masuk keruangan Riri, melihat wajah Riri yang panik tercampur khawatir, mereka saling menatap dan duduk didepan Riri.


"non, apa nona sedang khawatir?", tanya Geri


"ayahku tidak ada kabar, apakah rencana kita terbongkar?", ucap Riri


"non, bukankah lebih baik kita selamatkan dulu mama nona? saya takut, jika memang Alexa sadar akan rencana nona, lalu dia menyandera mama dan ayah nona untuk dijadikan senjata, atau hal hal lain yang merugikan nona", ucap Harry dengan sedikit ragu


Riri lalu terdiam, dia menatap Geri dan Harry secara bergantian


"kau benar, kenapa aku lupa soal mama, ayo kita kesana", ucap Riri langsung menyambar jasnya dan melesat keluar dari ruangannya, diikuti Geri dan Harry


...----------------...


Sementara itu dikantor Dio...


Joi berlari kearah ruangan Dio, dia panik saat mendapatkan kabar tidak baik dari rekan bisnis lama Alm. Wahid dulu. Joi masuk keruangan Dio dan berlari ke meja Dio


"ada apa kak? kenapa berlari?",, tanya Dio


"kabar buruk", ucap Joi dengan nafas tersenggal senggal


"ada apa kak? kenapa?", tanya Dio ikut panik


Dio lalu memberikan minum kepada kakaknya itu, Joi segera meminumnya bahkan sampai tumpah tumpah ke jasnya


"pak Jae dan anaknya Ryan, dan semua rekan bisnis lama Alm. kakek Wahid, yang membantu kita melumpuhkan Alexa", ucap Joi


"ah iya, kenapa mereka kak?", tanya Dio


"mereka tewas", ucap Joi menatap Dio dengan wajah panik


"apa maksudmu kak? kenapa bisa?", tanya Dio


"mereka tewas mengenaskan di apartemennya yo, mereka dibunuh, banyak sayatan pisau dapur disekujur tubuhnya dan ada juga ada beberapa peluru menembus masuk dikepala dan dadanya", ucap Joi


"dan itu semua terjadi dalam 1 malam, mereka semua dibantai dalam 1 malam", lanjut Joi


Dio shock mendengar itu, dia terduduk dikursinya dengan pandangan mata yang kosong, pikirannya buntu, begitu juga dengan Joi dia mondar mandir dengan panik dan tidak bisa berfikir


"siapa yang melakukan ini semua?", tanya Joi


"kak, kita harus mengamankan semuanya dulu", ucap Dio panik


"apa maksudmu?", tanya Joi

__ADS_1


"bisa saja musuh tidak terduga, dia menyerang rekan bisnis lama kakek, jadi pasti sasaran berikutnya adalah kita", ucap Dio


"kau ada benarnya juga", ucap Joi


"siapapun pelakunya pasti dia mengincar kita", lanjutnya


Joi lalu berlari keruangan Rendi dan menyuruh Rendi memperketat keamanan disegala tempat dan juga menghubungi Hardi lalu memperjelas situasinya. Jelas saja mereka semua menjadi panik dan segera mengamankan diri.


Sementara Dio menghubungi istrinya, lalu mendapatkan kabar bahwa Alexa dan ayah menghilang, Dio sempat shock, lalu dia juga memberi kabar ke Riri tentang rekan bisnis kakek yang tewas mengenaskan. Riri shock mendengar itu.


"kau tidak bercanda kan sayang?", tanya Riri meyakinkan dirinya


"aku tidak sempat bercanda sayang", jawab Dio


Mereka sedikit demi sedikit menemukan titik terang sekarang, ini pasti berkaitan dengan Alexa, mereka segera mengerahkan seluruh anak buahnya dan melakukan pencarian Alexa secara besar besaran.


...----------------...


Riri panik menerima kabar dari Dio, dia semakin yakin bahwa ini semua adalah rencana Alexa. Dan dia lebih terkejut lagi saat sudah sampai ditempat tujuan, dirumah sakit jiwa yang dimaksud ayahnya


"apa ini? hanya rumah sakit bekas?", tanya Riri terbengong dan memijat pelipisnya


"non, sepertinya kita ditipu", ucap Geri


"antara Alexa? atau tuan Tio", jawab Harry


"aku yakin sih Alexa, karena tuan Tio benar benar tulus saat menangis kemarin, aku tidak yakin kalau ini ulah tuan Tio", jawab Geri


"kau benar Geri, kita kekantor suamiku aja sekarang", ucap Riri


Setelah beberapa menit perjalanan, Riri sampai dikantor Dio, mereka segera berdiskusi tentang semua kejadian hari ini, dan setelah dicari tau lebih lanjut ternyata memang benar ini ulah Alexa


Varel menemukan gelang yang selalu dipakai Alexa di jendela apartemen Ryan. Segera itu diambil polisi dan dijadikan sebagai barang bukti.


"dia meninggalkan jejak?", tanya Riri


"bukan itu yang terpenting, kita harus cari dan tangkap dia segera, sebelum kita kena imbasnya juga", ucap Dio


"dimana Geri dan Harry?", tanya Joi


"mereka pulang kekantor, mengamankan kantor", jawab Riri


"suruh Varel berhati hati sayang, Alexa bisa jadi sangat berbahaya", ucap Dio


...----------------...


Dikantor Riri...


Geri dan Harry masuk keruangannya dan segera berkutik dengan laptop mereka masing masing, mereka juga mengunci pintu agar tidak ada yang sembarangan masuk. Namun tiba tiba...


Dorr!!


Satu tembakan melesat kearah kantor Riri, keruangan Geri dan Harry lebih tepatnya, membuat kaca jendela pecah seketika. Geri dan Harry panik lalu meringkuk dibawah meja untuk mencari aman dan berniat menghubungi polisi


Belum sempat Geri bergerak, tiba tiba sebuah anak panah menancap disofa, disamping meja tempat mereka berlindung.


Geri dan Harry melihat ada sebuah foto diikat di anak panah itu, Geri mengambil itu dan melihat fotonya. Alangkah terkejutnya dia, ternyata itu adalah foto Ningsih dan mama nya Harry yang sedang disekap.


Harry lemas melihat foto itu, dan ada sebuah kalimat dibalik foto itu


" 1-1 aku rasa kita seri sekarang "


Harry marah melihat ini, dia segera berdiri dan berteriak mencari pelakunya, pikirannya berkecamuk, dia marah, sedih, takut, khawatir, semua bercampur aduk.


Geri melihat itu segera berdiri menarik Harry


"Harry, tenang Harry, dia ada disini, dia bersenjata, kita tangan kosong", ucap Geri


"mamaku Ger, mamaku", ucap Harry menangis dan marah


"tenang dulu Ger tenang, kita cari solusinya, kita bisa", ucap Geri memeluk Harry


Namun, sesaat kemudian...


Dorr!!


Dorr!!

__ADS_1


Dua buah peluru mendarat di pundak Geri, Harry langsung terkejut dan melihat Geri yang sudah penuh darah.


"Geri?", tanya Harry gugup


Harry segera menampung tubuh Geri yang sudah tidak berdaya, Geri kesakitan dan mengeluarkan darah dengan sangat banyak dari mulutnya


"Ger, bangun Ger", teriak Harry yang sudah panik


"kau harus bertahan Ger, jangan pergi, maafkan aku Ger", teriak Harry sambil menangis


Harry lalu teriak dan keluar dia menyuruh seseorang memanggil ambulans dan polisi. Fikri segera berlari kearah Harry dan melihat Geri yang sudah bersimbah darah


"mereka sudah dalam perjalanan Har, aku sudah menelfon sejak tadi", ucap Fikri


"ini salah ku, Geri maafkan aku Ger", teriak Harry histeris


Sedangkan Geri memegang tangan Fikri


"jaga...", ucap Geri terputus


"apa Ger ada apa? katakan", ucap Fikri


"Jaga... Rara... dan Riri...", ucap Geri terputus putus


Dia lalu batuk dan mengeluarkan darah dari mulutnya, dan kehilangan kesadaran seketika itu juga


"Bajingan!!!", teriak Harry kearah jendela


"Fikri, kau hubungi Zikri dan suruh dia memperketat seluruh penjagaan dikantor ini, jangan ada yang keluar ataupun masuk kesini, hentikan semua pekerjaan dan segera berlindung", ucap Harry sambil menangis


"baik", ucap Fikri lalu melesat pergi dari sana


"Ger aku minta maaf", teriak Harry dalam tangisnya,


Dia memeluk Geri dan menangis dengan kencang, dia sangat merasa bersalah, jika bukan karena kecerobohan dia sesaat tadi, maka ga akan jadi begini


Ambulans dan polisi datang kesana, mereka membawa Geri dan Harry ke rumah sakit, sedangkan polisi mengamankan TKP dan berjaga jaga disana.


Pikiran Harry sedang kacau, dia sangat khawatir dengan mamanya, begitu juga adik adiknya, bahkan Geri sekarang sedang sekarat karena dirinya, belum lagi Riri yang diluar jangkauannya


Ah iya nona Riri?!


.


.


.


Penasaran ga nih siapa yang nembak?


Apa bener Alexa?


Atau ada orang lain?


Dan kemana Alexa menghilang?


Apa yang bakal terjadi sama Riri?


Apakah bakal ada plot twist lain?


Apa Geri bakal selamat?


Apa reaksi Rara nanti?


Apa kabar dengan mama dan bunda Riri?


Apa mereka beneran disekap?


Atau cuma jadi senjata agar Riri melemah?


Kenapa rencana Riri bisa hancur?


Dimana celahnya?


Siapa pelakunya?


Dimana Jiah?

__ADS_1


Penasaran ya? hahaha mari overthinking bersama sama, karena author sendiri juga ikut mikir 🤣


__ADS_2