CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.16 Luka Lama Riri


__ADS_3

Rendi masuk ke mobil dan melaju kearah rumah sakit yang dikirimkan Harry, dia bisa melihat kepanikan diwajah tuannya itu


"tenangkan dirimu tuan, kau tidak boleh terlihat panik", ucap Rendi


"bagaimana bisa aku tidak panik", ucap Dio kesal


"jika tuan panik dan melemah, siapa yang akan menguatkan nona Riri", ucap Rendi,


"kau benar, aku akan berusaha tidak panik", ucap Dio masih dengan wajah yang sama


Sampailah mereka dirumah sakit, Dio dan Rendi segera berlari ke IGD, mereka berempat berkumpul, Harry segera menceritakan kejadiannya, dan Dio sudah tidak bisa berkata apa apa, dia sendiri juga sangat shock, dan merasa marah atas perlakuan orang tua Riri


"Ren, perintahkan bawahanmu untuk mencari tau segalanya secara detail yang berkaitan dengan semua ini, apapun itu, jangan lewatkan informasi sekecil apapun, sekarang!", ucap Dio yang sedang menahan amarahnya. Rendi langsung menelfon bawahannya sesuai perintah Dio,


"sudah tuan", jawab Rendi


Tiba tiba pintu IGD terbuka


"gimana dok keadaan Riri?", tanya Dio panik


"kondisinya sedikit serius, tapi sekarang sudah tidak apa apa, kami akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut tentang kejadian ini, saya merasa sepertinya pernah terjadi sesuatu ke nona Riri dan itu tidak segera ditangani, sehingga menjadi seperti sekarang, semua akan saya cari tau lebib lanjut lagi", ucap dokter Fira


"dok, lakukan segalanya yang terbaik, saya akan bayar berapapun itu, saya mohon dok", ucap Dio


"iya pak, tenang ya, sekarang bu Riri sudah melewati masa kritisnya, hanya tinggal menunggu siuman", ucap dokter Fira


"kami boleh masuk dok? saya mau liat nona Riri dok", ucap Geri


"tunggu ya pak, setelah dipindahkan nanti baru boleh dijenguk, kalau begitu saya permisi ya pak", ucap dokter Fira undur diri.


Riri pun dipindahkan ke ruangan VVIP sesuai permintaan Dio. Geri dan Harry mengontrol keadaan dikantor melalui laptopnya, Rendi juga sibuk dengan laptopnya dan melakukan perintah Dio tadi. Sementara Dio duduk disamping ranjang Riri, memegang tangan Riri yang dingin, melihat wajah Riri yang sangat pucat, membuat hatinya hancur, Dio menangis melihat Riri terbaring lemah. Tiba tiba dokter Fira masuk ke ruangan Riri


"permisi pak, saya ingin menjelaskan lebih lanjut tentang kondisi bu Riri", ucap Fira


"baik dok, jelaskan saja disini, kami semua walinya", ucap Dio


"baik pak, jadi begini, apakah di kecelakaan sebelum sebelumnya bu Riri ini tidak mendapatkan perawatan?", tanya Fira


Mereka semua terkejut dan bingung, kecelakaan apa yang dimaksud. Dio memandang bingung kearah Geri dan Harry, sementara Geri dan Harry saling menatap mencari jawaban


"kecelakaan apa maksudnya dok?", tanya Geri


"jadi tidak ada yang tau kondisi nona Riri?", tanya Fira. Mereka menggeleng pelan


"jadi begini pak, menurut hasil pemeriksaan, nona Riri telah mengalami sekiranya 2 kali kecelakaan, kecelakaan yang kedua tidaklah serius, hanya menimbulkan luka luar dan mengakibatkan dahinya dijahit", ucap Fira, lalu Dio teringat saat Riri jatuh di tangga sekolah


"ah iya dok, dia pernah jatuh di tangga sekolah, dia pingsan selama 4 jam dan dahinya dijahit, saya yang merawatnya", ucap Dio, lalu Geri dan Harry menatap bingung ke Dio karena mereka sama sekali tidak mengetahui hal ini

__ADS_1


"nah baik, sekarang kita bahas kecelakaan yang pertama pak, kecelakaan yang pertama ini seperti kecelakaan besar yang bisa mengakibatkan pendarahan otak, namun, sesuai pemeriksaan, ini tidak mendapatkan perawatan sama sekali, dan hal ini bisa merusak kondisi otak bu Riri jika terus dibiarkan, padahal luka dalam ini sudah terbilang cukup lama", ucap Fira.


Bagaikan ada petir menyambar dilangit, Keempat lelaki diruangan itu mematung mendengar penjelasan dokter Fira, karena tidak ada yang tau tentang ini


"dok, apa dokter bisa. tau penyebab luka dalam di kepala Riri?", ucap Dio menahan tangis


"85% kemungkinan, penyebabnya adalah benturan keras yang diterima kepalanya bu Riri, ini biasanya mengakibatkan tidak sadarkan diri selama 3 hari paling lama dan 1 hari paling cepat", jelas Fira.


"dan dalam keadaan ini, harusnya bu Riri ini mendapatkan perawatan, tapi justru tidak ada sama sekali, dan inilah yang membuat bu Riri lemah fisiknya, suasana hati cepat berubah ubah, dan juga mudah pingsan, itu semua mempengaruhi luka dalam dikepala bu Riri. Untuk sekarang masih bisa selamat, syukurlah bu Riri ini kuat, namun jika dibiarkan saja, ini bisa mengancam nyawa, dan jika sekali lagi bu Riri terkena benturan keras lagi, dia bisa kritis dan koma dalam jangka waktu yang panjang dengan kemungkinan selamat hanya sekitar 35%, namun itu semua kembali lagi ke bu Riri kuat atau tidaknya menjalani semua ini", ucap Fira


Keempat lelaki itu mematung. Hati Dio seperti tertancap seribu belati. Dia tidak sanggup menahan tangisnya, begitu juga dengan Harry dan Geri, mereka merasa sangat menyesal dan ceroboh dalam menjaga Riri


"sekarang gimana dok? masih bisa disembuhin kan dok? lakuin apa aja dok, saya mohon", ucap Dio sambil menangis


"untuk sekarang sudah baikan pak, tapi saya beri saran agar bu Riri menjalani terapi psikis untuk mencari tau tentang trauma masa lalunya dan juga peringatan untuk bapak, jangan sampai bu Riri mengalami kejadian seperti ini lagi karena akan sangat beresiko, bapak sendiri sudah mendengar akibatnya akan seperti apa", ucap Fira


"baik dok, makasih banyak dok", ucap Geri dan Harry


"kalau begitu saya pamit undur diri ya pak", ucap Fira melangkah keluar dari ruangan Riri


"siapa yang berbuat begitu tega kepadamu sayang?", ucap Dio menangis sambil mengelus kepala Riri


"kita kecolongan lagi, kita gagal lagi dimana celahnya Ger, kenapa bisa begini", ucap Harry marah, dia frustasi rasanya mendengar penjelasan Fira


"kita harus tenang dulu Har, aku tidak bisa berfikir sekarang", ucap Geri menangis


"tuan, saya akan mencari tau masa lalu nona Riri, saya akan berusaha tuan, tuan harus kuat", ucap Rendi mengelus bahu Dio, ini kali pertama dia melihat Dio menangis begini sampai sesegukan.


"em baiklah, kalian hati hati ya", ucap Geri pergi meninggalkan ruangan Riri dan menuju kantor


"ayo Harry, kita harus bergerak cepat", ucap Rendi yang juga pergi meninggalkan ruangan Riri


4 jam kemudian Riri membuka matanya, dia siuman dari pingsannya itu, dan melihat sang kekasih terlelap di samping ranjangnya, menggenggam erat tangannya


Riri mendesah pelan merasakan kepalanya sakit. dan membuat Dio terbangun


"kamu udah siuman sayang? kenapa kenapa? mana yang sakit, tunggu sebentar ya dokter akan datang", ucap Dio memencet emergency bell, tak lama kemudian dokter datang dan memeriksa Riri, sementara Dio keluar dari ruangan.


"kondisinya sudah membaik pak", ucap dokter Fira keluar dari ruangan


"terima kasih dok", ucap Dio, lalu masuk ke ruangan Riri


"kak, kok aku disini?", tanya Riri


"em tadi kamu pingsan jadi dibawa kesini", ucap Dio


"ohya? yasudah kalau gitu kita pulang yok, aku ga betah disini", ucap Riri, tapi setelah kepalanya diangkat, tiba tiba ada suara yang melengking menusuk telinganya, ada sedikit bayangan masa lalu yang muncul dikepalanya

__ADS_1


"ahh, em,", ucap Riri sambil memegang kepalanya


"kamu kenapa sayang?", ucap Dio panik


"a-air", ucap Riri terbata


"ini", ucap Dio sambil menyodorkan air minum, lalu segera diminum Riri. Riri perlahan tenang kembali, dan duduk di ranjangnya dengan bantuan Dio


"kamu jangan gerak tiba tiba gitu sayang, nanti kita pulang ya, tenang aja kita ga lama kok disini", ucap Dio mengelus kepala Riri lalu memeluknya


"aku rindu sama kakak, maafin aku ya belakangan ini sibuk terus jadi kita jarang ketemu", ucap Riri pelan di pelukan Dio, Dio lalu menatap wajah Riri


"jangan drop begini lagi ya, aku khawatir denganmu", ucap Dio sambil mengelus kepala Riri


"em, maaf ya sayangku", ucap sambil mengalungkan tangannya ke leher Dio, lalu tersenyum manja


"kau sedang menggodaku?", tanya Dio tersenyum


"nggaaa", ucap Riri sambil tertawa


🚫Warning 18+ yah guys, skip aja kalau yang masih bocil😂🚫


Dio tidak tahan melihat tingkah kekasihnya itu, lalu mencium lembut bibir Riri, diikuti tangannya yang ada dibelakang leher Riri. Riri tak bisa menghindar karena gerakan Dio sangat cepat. Riri hanya diam tak membalas kecupan itu


Riri ingin melepaskan pelukan Dio tapi justru bukannya lepas malah semakin kuat. Dio juga semakin ganas menikmati bibir Riri yang terasa manis itu. Setelah puas dia melepaskan ciumannya


"manis", ucap Dio tersenyum


"diamlah! ini rumah sakit, bisa bisa nya, ya ih, kalau ada yang liat gimana?!", ucap Riri kesal


"jika kau marah begini aku akan menyerangmu lagi", ucap Dio tersenyum smirk


"kenapa tidak membalas ciumanku?", tanya Dio


"aku tidak tau caranya", jawab Riri


"mau ku ajari?", tanya Dio yang langsung mengecup bibir pink Riri, kali ini Riri memejamkan matanya, dia seperti menikmati permainan Dio. setelah beberapa saat, dia tersenyum dan membuat Dio menghentikan aksinya itu


.


.


.


**Bener bener ya ni dua orang, lagi di rumah sakit juga malah sempet sempetnya kissing


Makasih udah mampir ya guys :)

__ADS_1


stay safety ya semuaa :)


bye bye** >•<


__ADS_2