CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.32 Triple Kill


__ADS_3

Tiba tiba ada yang nyeletuk dari bagian tim marketing


"udah kerja keras, masa hadiahnya cuma 500 ribu, pelit amat jadi bos", suara itu pelan tapi berhasil membuat seisi ruangan terdiam saat mendengarnya


"*gatau diri banget anjg", batin Geri.


"baru ini nona Riri dihina pas ngasih hadiah, ga ngotak banget sih tu orang", batin Harry.


"suara siapa itu? berani beraninya dia", batin Nita


"ini mah namanya bangunin singa yang lagi tidur", batin Yuli


"goblok banget sih tu orang, kalau gamau, kasih aku aja sini woee!!", teriak Batin Adam*


Riri terkejut mendengarnya


"apa kamu kurang terima dengan hadiah itu?", ucap Riri tenang


"iyalah bu, kan uang ibu banyak, kenapa ngasih bonus cuma segini? pelit banget sih jadi bos, dapet jabatan hasil warisan aja bangga amat! ngasih bonus cuma segini!", cetus perempuan itu


Deg!


Jantung Riri seakan berhenti berdetak, bagaikan tersambar petir pagi pagi mendengar kalimat itu


Semua orang itu membelalakkan matanya mendengar itu


"punya mulut dijaga ya!! Gatau diri banget sih jadi orang!", bentak Nita marah


"Tahan Nita, biarkan aku bicara", ucap Riri pelan


"kamu, sini", panggil Riri dengan lembut, dia berusaha mengendalikan emosinya sekarang


Gadis berjalan melenggok tanpa rasa malu sedikitpun


"coba ulangi kalimat terakhirmu tadi", ucap Riri


"jadi bos pelit amat, ngasih bonus cuma 500 ribu, padahalkan uang bu Riri banyak, punya jabatan hasil warisan aja bangga amat!", ucap gadis itu


"siapa namamu?", tanya Riri pelan


"Nadya", jawabnya singkat


"iya Nadya, saya bangga bisa megang jabatan setinggi ini, walaupun hasil warisan kakek saya, saya bangga karena ga semua orang bisa megang jabatan ini apalagi manusia gatau diri seperti kamu", ucap Riri dengan lantang


"walaupun ini warisan, kakek saya ga ngasih jabatan ini kesembarang orang, dan saya bangga bisa megang ini dan membuat suatu peningkatan pesat di perusahaan ini selama saya pegang, bahkan ayah saya sendiripun ga pernah bisa nyentuh perusahaan ini", ucap Riri dengan nada tegas


"dan Nadya, saya juga bangga bisa memimpin perusahaan ini dan berkembang pesat dengan umur saya yang masih akan berumur 18 tahun beberapa hari lagi, lalu kamu? lebih tua dari saya kan? apa kamu bisanya cuma berkomentar jahat ke orang lain?",, tanya Riri mengintimidasi


Nadya terdiam, suasana kembali tegang, tak ada yang berani buka suara


"siapa yang merekrutmu?", tanya Riri pelan tapi tak kunjung dijawab Nadya


"JAWAB!!!", bentak Riri yang berhasil membuat seisi ruangan tersontak kaget, begitu juga dengan Nadya


"kamu kurang dengan bonus yang saya kasih?", tanya Riri dengan nada tegas


"iya bu, harta ibu kan banyak, warisan juga jatuh ke ibu semua, tapi kenapa ngasih bonus ke karyawan cuma segini? pelit banget! pantes aja orang tua ibu pergi ninggalin ibu", cetus Nadya

__ADS_1


Semua orang terkejut mendengarnya, begitu juga Riri, terpasang api amarah dimata Riri


satu..


dua..


tiga..


Plak!


First blood!


Sebuah tamparan dari tangan lembut Riri mendarat di pipi kanan Nadya


"kok saya ditampar sih bu?", bentak Nadya


Plak!


Double kill!


Kali ini di pipi kiri Nadya


Riri menjambak rambut Nadya, namun tak ada yang berani bergerak dari tempat duduknya, karena mereka sudah melihat amarah Riri


"saya paling benci ada manusia lain ikut campur urusan pribadi saya!!", teriak Riri lalu melemparkan Nadya ke lantai


"siapa yang merekrut bajingan seperti ini dikantorku?!! Jawab aku!!!" bentak Riri menghentakkan meja


Zikri pun berdiri


"pak Yudi yang merekrutnya bu, dia masih 2 bulan disini", ucap Zikri gugup


Nadya yang kini nyalinya ciut tak berani berkata apa apa pun berdiri


"kau cam kan baik baik perkataanku, setelah kakimu melangkah keluar dari ruangan ini, saat itu juga semua milikmu akan ku hancurkan!!", ucap Riri pelan


"kau fikir aku bodoh? kau fikir aku tidak tau bahwa kau adalah selingkuhan Yudi?!!", teriak Riri yang berhasil membuat seisi ruangan tersontak kaget


Mata Nadya membelalak mendengar itu, bagaimana bisa Riri tau hubungannya dengan Yudi?


"apa jadinya jika ku beri tau ini ke papamu?", ucap Riri pelan


"beri tau saja, papa ku juga seorang CEO dan punya perusahaan juga, dia pasti akan melawanmu", ucap Nadya melotot ke Riri.


Riri tertawa jahat sekarang


"Geri", ucapnya lembut


"ya nona?", jawab Geri gugup


"berapa persen sahamku diperusahaan Group GD?", tanya Riri lembut


"45% nona", jawab Geri


"tarik semuanya nya dan sita semua asetku yang ada disana, sekarang!!!", teriak Riri menghentakkan tangan ke meja


"ba-baik nona", jawab Geri lalu berlari keluar dari ruang rapat

__ADS_1


Nadya membelalakkan matanya, dia terkejut mendengar kenyataan bahwa Riri mempunyai saham sebanyak itu diperusahaan papanya


"Harry!", panggil Riri


"ya nona?", jawab Harry gugup


"bawa barang barang perempuan ini keluar dari perusahaanku, sekarang!!", teriak Riri


"baik nona", jawab Harry berlari keluar dari ruang rapat


"dan kalian semua disini! aku berbaik hati karena menghargai kalian semua, tapi jika kalian tidak tau terima kasih seperti yang satu ini contohnya, aku ga akan segan segan ngebuat kalian hancur sehancur hancurnya, paham?!", bentak Riri


"baik bu", jawab mereka serentak


"dan kau Zikri!", panggil Riri


"ya bu?", jawab Zikri gugup


"kau handle semua pekerjaanku hari ini atau sampai aku kembali kekantor ini lagi, aku tidak menerima alasan ataupun penolakan, dan perempuan ini, terserah mau kau apakan. aku tidak ingin melihat dia lagi disini", ucap Riri


"baikbu", ucap Zikri


"dan kalian semua, target untuk bulan ini harus meningkat 3 kali lipat dari bulan kemarin, aku gamau tau! bagaimana caranya itu terserah kalian!", teriak Riri lalu pergi meninggalkan ruang rapat


Killa selaku ketua tim marketing berjalan kearah Nadyaa, lalu


Plak!!


Triple kill!!


"kalau saja bukan karna mulut mu itu, kami semua ga kan jadi begini! gara gara kau! kami semua kena imbasnya! bajingan!", teriak Killa menjambak rambut Nadya


semua orang pun melerai pertikaian itu dan menenangkan Killa


Harry datang masuk ke ruang rapat dan membawa barang nadia dan mencampakkannya kedepan nadya yang tersungkur dilantai


"kami sekuat tenaga menjaga nona Riri, tapi mulut mu itu merusak semuanya! dimana sih otakmu?!",, teriak Harry


Dia sangat marah mengingat perkataan Nadya tadi.


"kau ga ada hak untuk mencampuri urusan pribadi nona Riri! kau gatau apa apa! kau gatau apa yang selama ini dia alami!! dan seenak jidat mulutmu itu nyeplos gitu aja!! brengsek!!", bentak Harry lalu pergi meninggalkan nadya


"jika sampai terjadi sesuatu dengan Riri karena ulahmu, kupastikan kau hancur!", ancam Nita lalu pergi keluar dari ruang rapat


Semua orang pergi dari ruang rapat dan memberi umpatan ke Nadya, karena dirinya mereka harus kembali bekerja keras mengejar target 3 kali lipat dan karna dia juga yang membuat Riri tidak mau datang kekantor untuk sementara waktu.


Harry pergi membantu Geri untuk menyelesaikan tugas dari Riri tadi. Sementara Riri menangis diruangannya


Nita, Yuli dan Natali ingin masuk membujuk Riri, tapi pintunya terkunci. Mereka khawatir dengan Riri, setelah 1 jam Riri keluar dari ruangannya dengan bercucuran air mata. Namun Nita dan anggota Riri yang lain tidak melihatnya karena Riri lewat lift khusus CEO yang tidak melewati ruangan departemennya


.


.


.


Ngambek nih si Riri

__ADS_1


nantikan terus episode selanjutnya ya guys


bye bye >•<


__ADS_2