CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.28 Tamparan Mulus


__ADS_3

kring kring!


kring kring!


kring kring!


kring kring!


Suara alarm membangunkan Riri, dia langsung membuka matanya. dan melihat sekitarnya. Ternyata ini kamarnya.


"hah?", ucap Riri terkejut menutup mulutnya


"gilaa, erotis banget mimpiku", ucap Riri pelan


"kok bisa aku mimpi begitu ya tuhan?", Riri menggerutuki hal hal yang dia rasakan yang dianggap sebagai mimpi


Tapi ada satu hal yang Riri tidak sadari, bahwa ada beberapa kissmark dibelakang lehernya😝


Riri segera berlari kekamar mandi dan membawa handphonenya, dia berendam di bathtubnya, jiwanya menjadi tenang sekarang. Riri menghidupkan lagu dari handphonenya dan menikmati mandinya


Tiba tiba lagu nya terhenti dan berubah menjadi dering telfon. Terlihat dilayar ada nama Dio, ya! kekasihnya itu!


"hallo sayang", ucap Riri dengan suara berat dan memejamkan mata


"kau masih tidur sayangku? ini kan hari kerja", tanya Dio


"aku tidak tidur, hanya sedang bersantai, aku berangkat agak siang", ucap Riri masih dengan suaranya yang berat dan manja


"bersantai? dimana?", tanya Dio


"dikamar mandi ku Diovano Putra Wira Anggara", ucap Riri


"benarkah? kalau begitu tunggu disitu, aku akan bergabung denganmu", ucap Dio menggoda Riri


Riri langsung melotot, mengingat mimpinya tadi


"hah? jangan gila, tetap ditempatmu dan jangan bergerak", ucap Riri gugup


"hahaha, kau takut sayangku?", tanya Dio tertawa


"tidak, hanya waspada", jawab Riri


"baiklah baiklah, lanjutkan aktivitasmu, aku ada meeting sebentar lagi", ucap Dio


"mau makan siang bersama nanti?", tanya Riri


"boleh sayang, datanglah kalau kau mau, ruanganku selalu terbuka untukmu", ucap Dio


"baiklah sayangku, aku tutup ya, semangat kerjanya ya, muah", ucap Riri sambil menutup telfon


"*hallo Ger"


"hallo nona"


"hari ini aku ga masuk ya, lagi mau santai, kau handle kantor ya, bye", ucap Riri sambil mematikan telfon*


Geri adalah orang kepercayaan sekaligus sekretaris kakeknya Riri dulu. Sementara Harry adalah sekretaris yang dipersiapkan memang untuk Riri.


Karena kakek Riri sudah meninggal, Riri memperkerjakan dua orang itu untuknya, melihat ketulusan dari mereka membuat Riri nyaman kerja dengan mereka. Riri juga punya 1 lagi sekretaris yang khusus mengurus pekerjaan dikantor saja, sementara Geri dan Harry mengurus kantor dan juga pribadi Riri


Riri menyelesaikan ritual mandinya lalu, bergegas memakai baju santai. Hari ini dia bersantai tanpa beban. memakai baju rajut crop berwarna putih, celana jeans hitam, dan tas hitam ditangannya, juga mempersiapkan masker warna putih untuk dipakai. Ntah kenapa dia tiba tiba ingin memakai masker


Riri memang begitu, dia hanya melakukan sesuatu jika dia ingin.


Dia pun berangkat ke kantor Dio, sesampainya disana dia berjalan kearah ruangan Dio. Tak ada yang mengenalinya karena dia memakai masker


Grace, sekretaris sombong yang sudah lama menyukai Dio, melihat Riri dari kejauhan yang memang mejanya ada didepan ruangan Dio. sama halnya dengan Lia sekretaris Riri yang ketiga, Grace juga sekretaris Dio, hanya saja Grace hanya mengurus bagian kantor

__ADS_1



Riri berjalan melewati departemen Dio, mereka semua menatap biasa saja ke Riri. Saat hampir sampai didepan ruangan Dio, Grace melihat ada seorang gadis dengan pakaian bebas datang kearah ruangan Dio, dia pun berdiri dan menghadangnya


"siapa kau? ada keperluan apa kesini?", tanya Grace tanpa salam atau basa basi


"aku ada urusan dengan Dio", ucap Riri


"pak Dio sedang tidak ada, kembalilah nanti", ucap Grace ketus


"aku akan menunggu diruangannya", ucap Riri berjalan melewati Grace, tapi Grace menarik tangannya dan melempar Riri hingga mundur beberapa langkah


"apa apaan kau ini?", tanya Riri kesal


"sudah ku bilang pak Dio sedang tidak ada", bentak Grace


"aku punya hak keluar masuk ruangannya tanpa harus izin darimu", ucap Riri


"berani sekali kau! gausa kegatelan deh masuk masuk ke ruangan pak Dio, mana pake baju bebas lagi, keluar sana!", bentak Grace


Riri melakukan rolling eyes dan melipat kedua tangannya


"lancang banget sih, dimana sopan santunmu? ga bisa ngomongnya nada pelan? ga harus bentak juga kali, pendengaran ku masih berfungsi dengan baik",, ucap Riri


"berani sekali kau mengaturku!", bentak Grace lalu melayangkan tangan ke Riri, tapi ditepis Riri dan tangan Grace terantuk tertatap meja


"aww!", pekik Grace


"duh? sakit ya? Sorry", ucap Riri dengan nada mengejek dan tertawa kecil


"security!! security!!", teriak Grace. Security pun datang


"bawa perempuan ini keluar, dia cari masalah ke sini", bentak Grace


"baik bu", ucap security itu lalu ingin menarik Riri


Tapi Riri berbalik badan dan menghadap security itu, lalu membuka maskernya. Security itu pun terkejut, karena dia tau Riri adalah wanita spesial Dio, Security ini juga adalah salah satu orang yang memergoki Dio dan Riri di lift saat Riri pertama kali datang kesini


Riri kembali memakai maskernya dan menghadap Grace. Grace yang marah pun melotot ke arah Riri


"beri aku jalan, aku punya hak untuk keluar masuk ruangan Dio", ucap Riri pelan


"apa hak mu? aku pacarnya!", bentak Grace


Riri tersenyum dibalik maskernya itu, dia geli melihat tingkah perempuan satu ini


"kau pacar nya ya?", tanya Riri tertawa kecil


"iya! kenapa?!", bentak Grace


"baiklah kalau begitu, aku pamit dulu", ucap Riri berjalan masuk kearah ruangan Dio


Grace ingin memukulnya dari belakang namun Riri sudah tau terlebih dahulu. mengembalikan serangan yang dibuat Grace hingga akhirnya Grace tersungkur di lantai.


Dio dan Rendi dan beberapa anggota lainnya yang baru selesai meeting dikagetkan dengan melihat Riri yang sedang mengelakkan serangan dari Grace. Dia langsung berlari ke arah Riri. Riri tak hanya diam, kesabarannya sudah habis, dia lalu berjalan kearah Grace dengan tatapan amarah. Grace pun berjalan mundur otomatis



"sudah ku bilang, aku punya hak keluar masuk ruangan Dio, apa hak mu melarangku? berani sekali kau menyentuhku!!", bentak Riri yang membuat nyali Grace menciut


Dio dan Rendi yang sudah sampai didekat Riri pun sadar bahwa Riri sedang marah, Dio hanya diam dan membiarkan Riri mengeluarkan amarahnya, dia yakin Riri punya alasan


"aku masih bisa menerima jika kau menyukai Dio, aku bisa mentoleran itu, karena semua orang berhak mengagumi orang lain, tapi sepertinya kau sudah terlalu lancang karena mengakui Dio sebagai pacarmu dan berani sekali kau menyentuh ku, apa kau tidak tau siapa aku?!", bentak Riri yang semakin kuat. Bahkan Rendi dan Dio ikut terkejut dibuatnya


"aku jadi bertanya tanya, apakah selama ini Dio tidak memasang cctv di kantornya? apakah harus aku memasangkan cctv disini? supaya Dio bisa melihat kelakuan busuk sekretarisnya ini", ucap Riri pelan


"memangnya kau siapa dan apa yang bisa kau lakukan padaku? gausa sok deh, jadi cewe gatelan banget, kalau murahan ya murahan aja, cari target lain selain pak Dio, dia itu punya saya", ucap Grace dengan lantang. Rendi dan Dio melotot mendengar ini, mereka spontan maju ingin mendatangi Grace, tapi...

__ADS_1


Plakk!!


sebuah tamparan mulus mendarat di pipi kiri Grace membuat langkah Dio dan Rendi terhenti


Grace menegakkan wajahnya yang terkena tamparan dari Riri, dan..


Plak!!


Kali ini di pipi kanan


Grace marah dan menegakkan wajahnya lalu mencoba membalas Riri. Namun belum sempat melakukannya, Riri menepis tangan Grace dan memutarnya hingga Grace kesakitan, lalu berjalan mendekat kearah Grace. Riri melayangkan tatapan tajamnya seakan ingin menelan Grace hidup hidup


Plakk!!


Plakk!!


Plakk!!


Riri menampar Grace dengan sangat kuat hingga pipi Grace memerah dan bibirnya mengeluarkan sedikit darah


Riri menjambak rambut Grace dan membuat Grace kesakitan, kini Riri berbalik badan dan melihat Dio dan Rendi ada disitu


"wanita murahan? bukankah kau yang murahan karena mengakui orang lain sebagai pacarmu hanya karna kau terobsesi dengannya? kau ingin tau siapa aku?", tanya Riri pelan, lalu dia mencampakkan Grace hingga tersungkur dilantai, didepan Dio dan Rendi lebih tepatnya


Grace mendongak melihat Riri. Riri membuka maskernya, dan...


Jedor!!


Matanya melotot seakan bola matanya akan keluar, dia sadar bahwa perempuan itu adalah Riri yang merupakan CEO dari perusahaan yang bekerja sama dengan perusahaan Dio


"apa yang kakak pikirkan saat merekrut dia? apakah karena gelar sarjana? jika memang benar, aku akan memberikan kakak sekretaris yang lebih layak dari dia", ucap Riri menghadap Dio yang sedaritadi diam melihat Grace


"maaf kak bukan bermaksud ikut campur dalam urusan kantor kakak, tapi bagaimana jadinya jika orang lain yang ada diposisiku? apa kakak bisa menahan malu akibat perbuatan dia?", ucap Riri


"Ren kosongkan mejanya sekarang, aku tak ingin lagi melihatnya mengganggu kekasihku dan hidupku", ucap Dio berjalan kearah Riri


"tuan saya minta maaf tuan", ucap Grace dengan muka melas


Dio naik pitam melihat Grace lalu melewatinya begitu saja, dia mengelus wajah Riri untuk meredakan amarahnya. "maaf ya sayang", ucap Dio pelan. Lalu membawa Riri masuk ke ruangannya dan mengunci ruangannya


"apa kau siapa dia?", tanya Rendi


"walau kau tidak tau siapa dia, harusnya jaga sikap mu dan tau diri!", bentak Rendi


"memang dia siapa?! hanya karena dia seorang CEO saja berani sekali dia membuatku malu didepan pak Dio!", bentak Grace lalu berdiri menghadap Rendi


Tiba tiba tubuh Grace ditarik, dan...


Plak!


*sebuah tamparan sekali lagi mendarat di pipinya. Tapi kali ini bukan dari Riri. lalu siapa?


.


.


.


Siapa nih kira kira yang nampar Grace?


apa Rendi? atau orang lain?


nantikan terus episode selanjutnya ya guys


makasih udah mampir kesini :)


stay safety ya semua :)

__ADS_1


jangan lupa kasih bunga mawar untukku :(


bye bye* >•<


__ADS_2