CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.98 Bertemu Pricilla


__ADS_3

Hari ini Riri berencana untuk menemui gadis itu, dia ingin mencoba cara baik baik terhadap gadis itu


Riri sengaja berpura menubruknya dan membuat kopi nya tumpah di baju gadis itu


"eh maaf ya, aku tidak sengaja", ucap Riri pura pura merasa bersalah


"iya, tidak apa apa, tapi... ini baju favoritku", ucap Pricilla cemberut


"maafkan aku, em.. begini.. akan aku ganti saja, bagaimana? kau bisa bebas memilih, biar aku yang bayar", ucap Riri


"benarkah?", tanya Pricilla dengan senyun sumringah


"menjijikkan", batin Riri, tapi Riri mengangguk dan tersenyum


"ah tapi tidak usah, masa iya hanya karena kopi kah membelikan ku baru baru, tidak apa apa, ini bisa hilang kok", ucap Pricilla


"tak apa, anggap saja sebagai ganti rugi, ayolah, supaya aku tidak merasa bersalah", ucap Riri berusaha membujuk


"apakah tidak apa apa?", tanya Pricilla


"tentu saja, tidak apa apa", jawab Riri


"baiklah ayo", ucap Pricilla


Mereka lalu berjalan menuju mobil Riri, didalam mobil mereka berkenalan dan mengobrol, Riri berusaha mengendalikan amarahnya. Hati wanita mana yang tidak sakit saat bersama dengan wanita yang bercumbu dengan suaminya


Dari kejauhan, ada Joi dan Jiah yang selalu mengawasi Riri.


"apa rencana kak Karin kali ini?", tanya Jiah


"aku tidak tau, tapi ini seperti dejavu", jawab Joi


"maksud kakak?", tanya Jiah


"bukan Riri juga bersikap manis padamu saat pertama kaliam bertemu? padahal Riri sudah tau semua perbuatanmu kepadanya", ucap Joi


Jiah terdiam dan berfikir


"kakak benar, lalu apa tujuan kak Karin melakukan ini?", tanya Jiah


"untuk melihat, apakah targetnya bisa dikendalikan atau tidak, kalau kau waktu itu, bisa, hingga akhirnya kalian sama sama luluh dan saling jujur. Tapi kalau ini... sepertinya tidak, karena mereka saling mencintai", ucap Joi


"kalau tidak bisa dikendalikan? apa yang terjadi?", tanya Jiah


"seperti mommymu contohnya", jawab Joi agak ragu


"ah... mengerikan", ucap Jiah bergidik takut


...----------------...


Ditempat lain, terlihat Geri dan Harry yang sibuk mengurus surat perceraian Riri dan Dio, mereka harus menunggu 3 jam lagi agar surat itu bisa keluar, sementara kantor dihandle oleh Zikri


"aku benar benar khawatir jika perceraian ini benar benar terjadi", ucap Geri


"aku juga, tapi bagaimana pun, itu adalah kesalahan besar", ucap Harry


"tapi kenapa Riri melepaskan Dio begitu saja tanpa perlawanan? bukankah dia mengatakan bahwa sesuatu yang menjadi miliknya tidak akan dilepaskan begitu saja?", tanya Harry bingung


"kau salah, Riri sudah melakukan perlawanan, dia sedang bersama gadis itu sekarang, entah apa rencananya", jawab Geri


"benarkah?", tanya Harry membelalakkan matanya

__ADS_1


"dan untuk pertanyaanmu yang kedua, alasan Riri melepaskannya karena Dio juga membalas ciuman itu, dari situ terlihat bahwa Dio memberikan pintu masuk bagi Pricilla ke dalam kehidupannya lagi, itulah yang membuat Riri melepaskan Dio", jelas Geri


"ada benarnya juga, jika saja Dio tidak memberikan pintu akses bagi Pricilla, mungkin Riri masih akan memaafkannya", ucap Harry


"kejahatan terjadi bukan karena ada niat, tapi karena ada kesempatan, kalau tidak niat tapi memanfaatkan kesempatan yang ada, ya tetap saja terjadi", ucap Geri


"ah jantungku ikut berdebar, belum lagi karena ini Riri jadi kehilangan calon anak pertamanya, ah yang benar saja", ucap Harry


"aku ikut pusing, baru saja masalah Alexa selesai, malah muncul yang lebih besar lagi", ucap Geri


"tapi apa pihak Dio tau tentang perceraian ini?", tanya Harry


"sepertinya tidak, tapi Riri sudah membuat rencana agar semua keluarga berkumpul dimansionnya dan ingin mengajukan perceraiannya didepan semua keluarga", jawab Geri


"ah jantungku sakit", ucap Harry


"aku juga", ucap Geri


"btw, dimana Dio sekarang?", tanya Geri


"dia dikantornya sedang meeting penting dengan klien luar negeri", jawab Harry


"apakah dia sudah tau dengan rencana Riri?", tanya Geri


"tidak", jawab Harry


"lalu Rendi?", tanya Geri


"ah iya, dia diberitahu Rendi kalau Riri tinggal bersama Nita, dan tidak ingin bertemu dengannya, oleh karena itu dia bisa sedikit lega, dan sedikit tenang", jawab Harry


"aku tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya nanti malam", ucap Geri


"aku juga, jantungku sudah seperti lari maraton, bukan aku yang akan bercerai, tapi kenapa aku yang deg deg'an begini", ucap Harry


...----------------...


Riri dan Pricilla sampai di butik milik Dio, Pricilla sendiri tidak tau kalau butik ini milik Dio, karena dulu, dia dan Dio sama sama sibuk dengan pekerjaan mereka masing masing, sehingga sangat jarang menghabiskan waktu bersama


Para pegawai disana menyambut hangat kedatangan Riri dan Pricilla, Vio juga ada disana dan menyambut nyonya nya itu


"Vio, pilihkan beberapa baju untuknya", ucap Riri kepada Vio


"baik nyonya, mari nona", jawab Vio mempersilahkan Pricilla


"apa tidak apa apa jika aku memilih beberapa baju?", tanya Pricilla


"ambil saja, ini butik milik suamiku", ucap Riri tersenyum


"ah begitu", ucap Pricilla


Pricilla lalu memilih beberapa baju, sedangkan Riri hanya duduk diruang ganti. Beberapa saat kemudian dia menerima kabar dari Geri bahwa surat cerainya sudah selesai


"temui aku dibutik yang biasa", ucap Riri lalu mematikan telfonnya


Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya Geri tiba dibutik itu. Riri meminjam ruangan Vio sebentar


"Pricilla, aku tinggal sebentar ya, kau tetap disini dan jangan kemana mana", ucap Riri


"ah iya baiklah", ucap Pricilla mengangguk dam tersenyum


Riri, Geri dan Harry masuk keruangan Vio lalu mengunci pintu nya. Geri menyerahkan surat cerai itu kepada Riri

__ADS_1


Riri membaca dengan seksama isi surat itu, dengan mata merah berlinang air mata, dia menandatangi surat itu


"non, apa nona yakin? pernikahan ini bukanlah hubungan yang bisa putus nyambung seperti pacaran", ucap Geri


"kau benar, karena itu hubungan sakral ini tidak boleh dipermainkan, jika dia sebagai kepala rumah tangga sudah mempermainkan hubungan ini, bagaimana bisa aku menerimanya dan bertahan didalam hubungan ini?", jawab Riri


"apa gadis itu sudah tau non? bahwa nona adalah istrinya", tanya Harry


"belum, akan aku buat kejutan nanti", ucap Riri


"terima kasih atas kerja kalian hari ini", ucap Riri menghapus air matanya


"lanjutkan pekerjaan kalian yang lain, pindahkan perusahaan Alexa dulu atas nama ayahku, dan bagian saham Alexa, berikan ke Basree, itu sudah janjiku kepada mereka, dan tolong handle perusahaan ku untuk beberapa waktu kedepan, aku harus memulihkan diri", ucap Riri


"dan berikan fasilitas lengkap kepada mama dan ayahku, beserta uang tabungan sebesar 500jt, dan juga kalian bayarlah tagihan rumah sakit atas nama kalian yang sudah kubawa kesana, termasuk aku sendiri juga, bayar pakai uang perusahaan", ucap Riri


"baik non", jawab Harry


"nona baik baik ya, hubungi kami jika ada apa apa", ucap Geri


"tenang saja", ucap Riri tersenyum


Geri dan Harry lalu pergi dari butik itu dan melakukan tugas yang diberikan Riri, sedangkan Riri kembali bersama dengan Pricilla


Setelah selesai berbelanja, Riri lalu mengantar Pricilla pulang keapartemennya, didalam mobil mereka mengobrol..


"kau sudah punya suami?", tanya Pricilla


"iyaa, suamiku sangat tampan dan perhatian denganku, dia juga sangat menyayangiku", jawab Riri sambil tersenyum


"apakah rumah tangga kalian baik baik saja? apakah kalian bahagia?", tanya Pricilla


"tentu saja kami bahagia, aku sangat senang memiliki suami seperti suamiku, dia selalu memberikan semua yang aku mau, bahkan tidak diminta saja dia sudah memberikannya lebih dulu", ucap Riri


"ah begitu...", ucap Pricilla mengangguk anggukkan kepalanya


"apapun tentangnya adalah sebuah candu bagiku, wanginya, suaranya, tubuhnya, haha dia sangat menggemaskan saat bersama ku, tapi akan sangat dingin jika bersama orang lain", ucap Riri tertawa


"apa kau tidak takut jika suami direbut wanita lain?", tanya Pricilla


"sepertinya tidak, karena suamiku sangat mencintaiku, dulu memang pernah ada yang ingin merebut suamiku saat kami baru menikah", ucap Riri


"lalu? apa yang terjadi?", tanya Pricilla penasaran


"aku memberinya pelajaran yang tidak akan pernah dia lupakan seumur hidupnya, aku bahkan menghajarnya habis habisan, bahkan suamiku sendiri ikut jijik melihat nya", ucap Riri


"kau cemburu?", tanya Pricilla


"tidak, selama suamiku tidak tersentuh olehnya, nyawanya masih selamat dan dia masih bisa kumaafkan", jawab Riri


"lalu bagaimana jika suamimu disentuh wanita lain?", tanya Pricilla


"tentu saja aku akan membunuhnya, bila perlu aku akan membuat bola matanya menjadi sourvenir dikantorku", ucap Riri tertawa


"hahaha kau sangat lucu, itu sebuah ancaman yang sangat mengerikan", ucap Pricilla tersenyum kecut


"haha tapi itu bukan ancaman, aku bisa saja melakukannya jika aku mau", ucap Riri tersenyum


"mana mungkin, kau terlihat seperti wanita baik baik dan sangat cantik, mana mungkin kau menjadi psikopat seperti itu", ucap Pricilla tertawa kecut


Riri lalu meminggirkan mobilnya ditepi jalan, dia menatap Pricilla

__ADS_1


"Pricilla, dengar, manusia bisa berubah wataknya sewaktu waktu dalam kondisi tertentu, tidak ada yang tau kan?", ucap Riri


Riri menatap bola mata Pricilla, terlihat dari mata itu ada rasa takut menyelimutinya, Riri merasa bahwa gadis ini sudah mengetahui tentang dia dan Dio. Riri tersenyum lalu kembali melajukan mobilnya


__ADS_2