CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.83 Mulai Aman


__ADS_3

Dimobil....


Wanita yang dibawa Fikri yang sebelumnya diduga adalah Siti, ternyata bukan. Dia juga merupakan musuh Alexa yang sudah lama disandera, dan dia juga mendengar semua tentang Riri melalui cerita Alexa, oleh karena itu dia langsung mengetahui Riri saat dia diselamatkan tadi


Wanita itu ingin melarikan diri, dia berfikir bahwa Riri akan melukainya, jadi dia memutuskan untuk menyerang Fikri dan berusaha menjebak Fikri. Namun Fikri tidaklah sebodoh itu, dia mengetahui bahwa wanita ini bukanlah mama Harry


Kok bisa? Karena Fikri melihat pakaian yang dipakai wanita ini sangatlah berbeda dengan pakaian Siti yang ada didalam foto yang dikirim Alexa ke Geri dan Harry.


Saat wanita itu berusaha memberontak Fikri segera menangkis serangannya, mereka cukup lihai berkelahi hingga pada akhirnya Fikri berhasil menyuntikkan obat bius ke wanita itu, dan berakhir pingsan


"siapa dia sebenarnya", ucap Fikri ngos ngos an


Anak buah Herman lalu menghampiri Fikri yang terlihat berkelahi


"ada apa tuan?", tanya mereka


"tolong jaga dan ikat dia, dia bukan orang yang kita cari", ucap Fikri sambil mengatur nafasnya


"baik tuan", jawab anak buah Herman langsung mengerjakan perintah Fikri


"ah shitt!! siapa dia ini?", ucap Fikri kesal


Setelah wanita itu diikat, Fikri meletakkannya dimobil dan berjaga dari luar. Sekian lama berjaga Fikri akhirnya memutuskan untuk masuk kemarkas dan menyusul Riri, namun langkahnya terhenti


"apakah harus kubawa wanita ini masuk kedalam?", tanya Fikri


"tapi Riri menyuruhku menjaga dia disini", ucap Fikri lagi


"tapi dia kan bukan bunda yang dimaksud Riri", ucap Fikri lagi


Fikri cukup bimbang dan sedikit bingung dengan pilihan apa yang harus diambilnya, dia mondar mandir diluar mobil seperti setrika.


"ah sudahlah", ucap Fikri langsung pergi meninggalkan mobil


Namun dia kembali lagi, dan memerintahkan anak buah Herman untuk membawa wanita itu masuk kedalam markas


Sesampainya didalam markas, Fikri mendengar suara teriakan amarah Riri dan juga suara pistol yang menggelegar, diiringi oleh jeritan seorang wanita, yang membuat wanita yang disekap itu terbangun


Belum sempat wanita itu bertanya, dia juga ikut mendengar apa yang didengar oleh Fikri


"wah Riri benar benar marah", ucap Fikri


"itu siapa? ada apa?", tanya wanita itu panik


"tutup mulutmu sebelum kau jadi sasaran berikutnya", ucap Fikri


"apa maksudmu?", tanya wanita itu

__ADS_1


"maksudku adalah jangan berani melawan Riri, jika kau berani, maka aku tidak bisa menjamin nyawamu akan bertahan dalam 24 jam kemudian", ucap Fikri sambil menyiapkan pistolnya


Wanita itu hanya menelan ludah mendengar ucapan Fikri


"sepertinya ucapan lelaki ini benar, aku cari aman saja", batinnya


Setelah cukup lama menunggu diruang tengah, akhirnya Riri dan yang lain pun datang. Namun mata Fikri dan wanita itu membelalak ketika melihat seorang gadis menyeret seolah wanita ditangannya


"a apa i ini?", ucap wanita itu gugup dan takut melihat kedatangan Riri


.


...----------------...


Riri terus menyeret Alexa, darah Alexa meninggalkan jejak dilantai yang mereka lalui. Ini sungguh pemandangan yang menyeramkan, dan Riri, sekarang dia sedang dalam mode 'tidak memiliki perasaan', hati dan matanya dipenuhi amarah dan dendam


Riri akhirnya sampai diruang tengah bersama dengan yang lainnya, didepannya dia melihat wanita itu diikat oleh Fikri, dan tangan Fikri yang terluka. Riri menatap mata wanita itu dengan tatapan mematikan, membuat nyali mereka semua ciut.


Alexa terus berteriak kesakitan saat diseret Riri, terlebih lagi dia melihat tawanannya yang lain sudah ada ditangan Riri. Kini Alexa menyadari kebodohannya karena telah mengusik Riri


"jika aku tau akan seperti ini, seharusnya aku tidak mengganggunya, sialan", umpat Alexa


Riri mencampakkan Alexa kedepan mama dan ayahnya


"minta maaf kepada mama dan ayahku, sekarang", ucap Riri pelan dengan pistol yang ditodongkan kekepala Alexa


Belum sempat Ningsih dam Tio menjawab ucapan Alexa. Riri langsung menarik rambut Alexa dan mencampakkannya kehadapan bundanya


"minta maaf dengan bunda", ucap Riri


"Siti a-aku minta maaf", ucap Alexa gugup


Siti hanya diam dan tidak menjawab Alexa, lalu beberapa saat kemudian Riri menarik lagi rambut Alexa dan mencampakkannya kehadapan Nicolas


"ikat dan jaga dia, aku akan mengurusnya nanti", ucap Riri


"baik nyonya", jawab Nicolas


"Nicolas lepaskan aku, kau tidak bisa melakukan ini kepadaku, kau mencintaiku, jangan begini, lepaskan aku!!!", teriak Aelxa berusaha memberontak


Tapi Nicolas tidak mendengarkannya dan terus melakukan apa yang diperintahkan Riri.


"Kak Joi, Fikri, kalian bawa mama, ayah dan bunda kerumah sakit tempat Geri dirawat, aku akan disini untuk menyelesaikan ini", ucap Riri


"kau tidak apa apa jika kutinggal disini?", tanya Joi ragu


"aku tidak apa apa kak, pergilah, kalian hati hati dijalan, bawa beberapa bodyguard juga", ucap Riri

__ADS_1


"baiklah kalau begitu, hati hati disini ya, aku akan kembali secepatnya", ucap Joi memeluk Riri


"kakak tenang saja, aku baik baik saja", ucap Riri menepuk nepuk pundak Joi


"ayah akan bersamamu saja Ri, ayah tidak akan meninggalkanmu", ucap Tio


"no ayah, ayah juga terluka dan harus dirawat, aku tidak ingin ayah terluka lagi", ucap Riri


"aku juga tidak ingin membuatmu berada dalam bahaya lagi Ri", ucap Tio


"ayah tolong dengarkan aku, Jiah akan menyusul kerumah sakit, ayah tenang saja, pergilah", ucap Riri


"baiklah kalau begitu, kau hati hati ya", ucap Tio pasrah, dia tidak ingin membuat Riri marah lagi


"Ri, hati hati ya, aku dan kak Joi akan segera kembali", ucap Fikri


"em, baiklah", jawab Riri


Joi dan Fikri akhirnya pergi meninggalkan markas Alexa, dan membawa beberapa bodyguard bersama mereka. Mereka melaju menuju rumah sakit untuk memberikan perawatan kepada orang tua Riri


Didalam mobil...


"apakah Riri benar benar menjadi gadis yang mengerikan seperti tadi?", tanya Ningsih membuyarkan keheningan dimobil itu


"Riri menjadi seperti itu saat dia marah, dia selalu memendam amarahnya selama ini", ucap Joi


"jika sudah saatnya, Riri akan mengeluarkan semua amarah dihatinya dan melampiaskannya ke mangsanya, ya... seperti tadi contohnya", ucap Joi


"jadi dia tidak selalu seperti itu saat marah, hanya saja tadi itu adalah waktu yang baik untuk melampiaskan amarahnya", ucap Joi


"dan sayangnya tante dan om harus melihat amarah Riri tadi, itu benar benar sangat mengerikan, bahkan ini kedua kali bagiku melihat amarah Riri", sambung Fikri


"em kau benar, sekali lagi kau melihatnya, akan kuberikan kulkas atau piring cantik", ucap Joi tersenyum


"terima kasih akan kutunggu piring cantik itu", ucap Fikri


Ningsih, Siti, dan Tio hanya mendengarkan ucapan Joi dan Fikri, tidak ada yang berani bertanya. Ningsih dan Tio kini sadar dengan maksud dari ucapan Siti sebelumnya tentang kondisi mental Riri


"maafkan aku Ri", gumam Ningsih lalu menangis


"aku yang harus minta maaf ma, maafkan aku", ucap Tio memeluk Ningsih


"ini salah kalian berdua kalian harus minta maaf kepada putri kalian itu", ucap Siti marah


"kau benar Sit, aku yang salah", ucap Tio


Ningsih dan Tio menangis berpelukan, begitu juga Siti, dia ikut menangis. Siti sedih karena dia harus melihat amarah Riri seperti tadi, itu sungguh pemandangan paling menyeramkan yang pernah dia saksikan dengan mata kepalanya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2