
Dimarkas Alexa...
Alexa sedang bersantai menikmati permainannya hari ini, dia berpesta didalam markasnya
"akhirnya Riri, aku berhasil menyerangmu, aku yakin, kau pasti drop sekarang karena orang orang yang kau sayang, perlahan lahan menghilang dari hidupmu hahaha", ucap Alexa tertawa jahat
Alexa berfikir bahwa Riri sekarang sedang drop dan menangis ataupun pingsan karena orang orang yang disayanginya pergi meninggalkannya. Dia sama sekali tidak berfikir bahwa Riri akan membalaskan dendam kepadanya hari itu juga.
"ah iya, tidak perlu memantau Riri lagi, aku yakin anak itu pasti sedang pingsan sekarang, kita lanjutkan besok, besok aku akan mengakhiri hidupnya, bersama dengan orang tuanya juga", ucap Alexa kepada anak buahnya
"baik nyonya", jawab anak buahnya
"mari berpesta bersamaku, kita harus menikmati hari ini, hahaha", ucap Alexa tertawa puas
Dia benar benar tidak menyadari bahwa nyawanya sudah berada dalam zona bahaya, karena markasnya sudah dikepung oleh bawahan Riri dan Herman.
Alexa berpesta didalam markasnya, dia bersenang senang hingga sedikit mabuk. Dia menuju kekamarnya untuk beristirahat sejenak dan membiarkan anak buahnya yang lain berpesta di ruang tengah markas mereka,
Sementara Tio, Ningsih, dan Siti yang sedang disekap digudang, disalah satu ruangan dekat ruang tengah, mereka menangis saat mendengar ucapan Alexa tadi, namun tidak bisa berbuat apa apa
"aku benar benar mama yang bodoh, tidak bisa menjaga anakku, maafkan aku Riri", ucap Ningsih menangis
"ini semua bukan salahmu, ini salahku sejak awal, maafkan aku", ucap Tio
"kalian berdua sama sama bersalah atas semua ini, bahkan kalian tidak tau kesulitan apa yang dilalui Riri karena perbuatan kalian, dia bahkan menangis sendirian saat malam, batinnya selalu tersayat jika mengingat perbuatan kalian kepadanya", ucap Siti
Siti sangat marah dengan Ningsih dan Tio, sama seperti Hardi, dia juga sangat menyayangi Riri seperti putrinya sendiri, hatinya sangat sakit jika melihat kembali kehidupan Riri sebelum bertemu dengan Dio
"sekarang justru, kalian juga ikut menambah bebannya lagi karena ini semua! kalian tidak pantas menjadi orang tua!",, ucap Siti
"aku tidak bisa membayangkan bagaimana kondisi Riri sekarang setelah mendengar semua kenyataan ini, hatiku sangat sakit rasanya", ucap Siti menangis
Siti juga berfikir sama seperti Alexa, dia berfikir Riri pasti drop sekarang. Karena Siti sudah sering mendengar setiap kondisi Riri dari Harry, jadi dia juga paham dengan yang Riri rasakan
Bedanya adalah Siti merasa khawatir dengan Riri, sedangkan Alexa merasa senang karena membuat Riri mengalami ini semua
...----------------...
Dilain tempat, Rendi kembali kekantornya bersama dengan Dio, mereka berencana membantu Riri dengan semua bukti bukti yang sudah dikumpulkan Riri, Nita juga ikut membantu mereka berdua.
Sementara Rara dan Harry berjaga di rumah sakit menunggu Geri siuman, dan Herman pergi ke mansion Hardi dan Shila untuk memastikan keadaan mereka semua sesuai dengan yang dipesankan Dio, Herman juga membawa Jiah bersama mereka.
__ADS_1
Herman menceritakan semua kejadian itu kepada Jiah di mansion Hardi
Jiah bagaikan tersambar petir mendengar semua cerita Herman, dia lalu menutup wajahnya dan menangis, dia berlutut dihadapan Hardi dan Shila
"maafkan aku papa, maafkan aku", ucap Jiah
"kenapa kau yang meminta maaf Jiah? ini bukan salahmu, tenang ya tenang", ucap Shila membangkitkan Jiah dan duduk bersamanya disofa
"benar yang diucapkan istriku, kau jangan minta maaf, ini semua bukan salahmu", ucap Hardi
"tenanglah nak, ini bukan salahmu", ucap Herman
"aku anak dari penjahat itu, tapi mama papa justru melindungiku, mommy ku telah membuat semuanya menjadi kacau, tapi kalian semua sangat baik kepadaku, bahkan menjagaku seperti ini, aku sungguh... sungguh minta maaf... aku merasa bersalah... hatiku sangat sakit ma", ucap Jiah menangis dan sesegukan
"ma, maafkan Jiah, maafkan Jiah, karena mommy sudah sangat melewati batas, kalian boleh hukum Jiah sebagai gantinya. Aku ini anaknya, aku akan menerima hukuman dari kalian atas kesalahannya mommy", ucap Jiah terbata bata dia merasa bahwa dia harus dihukum karena perbuatan Alexa
"hei nak, Jiah, sini dengarkan papa, walaupun kau anak dari Alexa, tetapi kau berbeda darinya, jangan pernah berfikir jika kau dan dia adalah sama, kalian itu berbeda, paham?", ucap Hardi memegang tangan Jiah dan menatap mata Jiah
"benar sayang, walaupun kau itu anaknya Alexa, kau harus buktikan kekami semua, ke Geri, ke Riri, ke Dio, ke mama dan papa, bahwa kau dan Alexa itu berbeda, kalian itu berbeda, kau manusia, sedangkan dia iblis", ucap Shila mengelus pundak Jiah
Jiah hanya bisa menangis dipelukan Shila, dia sungguh malu dan meras abersalah dengan semua perbuatan mommynya, belum lagi dia tau kalau sekarang Riri sedang bersiap untuk berperang dengan mommynya
"ma kak Karin dimana?", tanya Jiah menatap Shila
Shila tidak menjawab, hanya dia lalu menatap ke Hardi dan ke Herman secara bergantian, Jiah pun merasa aneh
"ma, jawab Jiah, kak Karin dimana? kenapa dia ga kesini juga?", tanya Jiah
"kakakmu...", ucap Hardi menggantung
"kenapa kakak? kemana kakak?", tanya Jiah panik
"dia sedang bersiap untuk menyerang balik Alexa, dan sekarang mungkin dia sudah memulainya", lanjut Herman
Jiah lemas mendengar itu, dia terduduk dilantai dengan pandangan kosong dan air mata mengalir, dia tidak ingin kehilangan Riri, namun kenyataannya adalah Riri sedang dalam bahaya dan ingin balas dendam. Sungguh pikiran Jiah menjadi kacau balau, perasaannya bercampur aduk sekarang
...----------------...
Dikantor Dio...
Dio dan Rendi berusaha membantu Riri dengan caranya sendiri, mereka menyebarkan ke publik tentang semua kebusukan Alexa, dari mulai jual beli anak dibawah umur, diskotik ilegal, pembunuhan, penculikan, percobaan pembunuhan, pelecahan seksual, penipuan dan masih banyak lagi.
__ADS_1
Dio tidak berencana untuk menyerahkan semua bukti bukti ini ke polisi, dia sengaja menyebarkannya di medsos karena teringat dengan kata kata Riri
Sementara Rendi berusaha untuk menghilangkan jejak semua yang buruk tentang Riri, dan membuat Riri sebagai korban Alexa. Agar jika kasus ini tercium oleh polisi, mereka tidak akan memberikan Riri hukuman juga
Rendi dan Dio terus berusaha untuk memanipulasi semua keadaan dan membuat Riri sebagai korbannya
Ya walaupun Riri memang korban, tetapi beberapa hal yang dilakukannya juga melanggar hukum, dan Dio tidak ingin Riri ikut terjerat hukum.
"tuan, apakah tidak apa apa jika begini?", tanya Rendi
"kita ini sedang melawan iblis, dan iblis harus dilawan oleh iblis juga, tidak boleh dimanusiawikan", ucap Dio
"baik tuan, tugas kita sebentar lagi selesai, sesudah itu, kita harus bagaimana lagi?", tanya Rendi
"kita akan turun membantu Riri, aku tidak bisa membiarkan istriku begitu saja", ucap Dio
"tuan jangan kesana", ucap Rendi cepat
"kenapa? apa maksudmu?", tanya Dio kesal
"dengar tuan, disana sudah banyak yang menjaga nona Riri, jika tuan juga ikut turun tangan, bisa saja terjadi hal hal yang tidak diinginkan", ucap Rendi
"maksudnya? gimana sih ga paham", ucap Dio bingung
"misalkan disana, mereka sudah memiliki potensi untuk menang, lalu tiba tiba tuan muncul di tengah tengah mereka, bisa saja tuan dijadikan senjata agar nona Riri menyerah, atau menjadi lengah, lalu terjadi hal hal yang lebih buruk, itu memiliki kemungkinan besar", ucap Rendi menjelaskan kepada Dio
Dio terdiam sejenak dan berfikir, apa yang diucapkan Rendi benar, dia juga harus mengontrol keadaan disini, dia tidak boleh meninggalkan Rendi sendirian. Akan sangat merepotkan Rendi jika harus mengurus semuanya sendirian dalam kondisi seperti ini
Tapi disisi lain, Dio juga khawatir dengan istrinya, tapi dia mencoba berfikir positif dan terus berdoa agar Riri menang dan berhasil membunuh ****** iblis itu.
.
...----------------...
.
Mulai besok udah mulai normal lagi ya jadwal up nya guys😗
Thank you for reading
jangan lupa like dan bunga mawar nya ya😗
__ADS_1