CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.71 Permintaan Maaf Sang Ayah


__ADS_3

Hari ini Riri akan bertemu dengan Alexa, setelah tadi malam dia membakar habis seluruh diskotik yang dimiliki Alexa dan sudah menghancurkan anak perusahaan Alexa. Kini mereka berdua akan bertemu


Riri dan suaminya sudah bersiap dan akan segera berangkat kekantor induk milik Alexa. Dia turun kebawah untuk sarapan bersama dengan Jiah dan Joi


"morning kakak, cantik banget hari ini kakak", ucap Jiah dengan roti yang masih didalam mulutnya


"habiskan makananmu dulu Jiah", ucap Riri tersenyum


"kak, Jiah masih boleh tinggal disini kan? Jiah gamau pulang", rengek Jiah


"tentu saja boleh", jawab Riri tersenyum


"ah ini, aku ingin mengembalikan ini, aku tidak memakainya kak, yang kakak berikan kepadaku disini sudah lebih dari cukup untukku", ucap Jiah mengembalikan black card milik Riri


Selama dirumah Riri, Jiah tidak pernah keluar dari mansion, dia hanya berkeliling didalam mansion atau dihalamannya saja, dia menikmati semua waktunya dan bersenang senang dengan beberapa pelayan disana.


Riri sedikit bingung karena Jiah tidak membelanjakan apapun dengan blackcard miliknya itu, padahal Jiah sangat senang berbelanja


"kenapa mengembalikannya Jiah? kakak ikhlas memberikan itu padamu", ucap Riri


"kenapa kakak memberikannya padaku? apa kakak tidak takut jika suatu hari aku berbohong atau berbuat nakal?", tanya Jiah


"Jiah, jika kau melakukan sesuatu yang jahat, jujurlah kepadaku, aku akan memaafkannya jika kau sendiri yang mengakuinya, namun aku akan sangat marah jika mendengarnya dari orang lain", ucap Riri lembut


Jiah ingin menangis rasanya, mengingat semua hal hal jahat yang dia lakukan kepada Riri dulu, bahkan membuat Riri menangis karena tidak mendapat kasih sayang ayahnya


*Flashback on*


Tadi malam Jiah ingin mengajak Riri ngedance bareng, tapi saat dikamar Riri, dia mendengar suara tangisan Riri


"mas, aku benar benar merindukan ayah", ucap Riri dalam tangisnya

__ADS_1


"apa mas tau? saat ayah memelukku kemarin, aku sangat bahagia, aku sangat sangat bahagia, itu adalah pelukan yang aku inginkan sejak dulu", ucap Riri yang menangis di pelukan Dio


"ayah bilang dia merindukanku dan menyayangiku, aku sekuat tenaga menahan tangis didepannya, mas aku ingin hidup bersama dengan ayah dan mama, aku ingin seperti anak anak lain yang bermanja dengan orang tuanya", ucap Riri dengan tangisnya semakin kuat


"mas akan berusaha supaya keinginanmu terwujud ya sayang, kamu harus kuat, jangan lemah ya", ucap Dio memeluk Riri


Jiah mendengar itu semua lalu menutup pintu kamar Riri secara perlahan, dia kembali kekamarnya dengan perasaan bersalah


"ternyata aku sejahat itu dengannya, tapi dia sebaik ini denganku, dia percaya penuh denganku, tapi aku sangat jahat", ucap Jiah


Dadanya sesak mendengar semua perkataan Riri, dia menangis didalam kamarnya dengan rasa bersalah yang menyelimuti hatinya


"kenapa mommy sejahat ini? mengikat kontrak dengan ayah hingga membuat ayah mengorbankan putrinya, hanya demi aku? aku sungguh tidak tahan dengan semua ini, bahkan kak Karin sendiri percaya penuh denganku dan memanjakanku, maafkan aku kak", ucap Jiah dalam tangisnya


*Flashback off*


"benarkah itu kak? aku ingin jujur dengan kakak", ucap Jiah dengan nada serius


"boleh, setelah pekerjaan kakak selesai, kakak akan kembali ke mansion dan mendengarkan ceritamu", ucap Riri tersenyum


Setelah sarapan selesai, Riri dan Dio pergi keperusahaan induk milik Alexa, terlihat dari kejauhan ada seorang wanita yang dengan wajah yang sudah sangat kusut sedang duduk dan memijat pelipisnya


Tentu saja Riri tersenyum melihat pemandangan itu, memang ini yang dia mau, Riri lalu duduk didepannya, Alexa menyambut Riri dengan baik, dia juga langsung to the point untuk meminta bantuan Riri


"aku akan membantu, tapi dengan syarat pindahkan nama saham ini menjadi namaku", ucap Riri


"kenapa begitu nyonya? itu sama saja seperti aku menyerahkan perusahaan ini padamu", ucap Alexa


"kau akan tetap mendapatkan keuntungan dari sisa saham yang kau punya, dan aku akan mengurus perusahaanmu, hanya itu syarat dariku, jika tidak ingin tidak apa apa", ucap Riri lalu berdiri hendak pergi tapi Alexa menahan nya


"baik nyonya saja setuju, akan saya pindahkan atas nama anda, dan juga semua kuasa saya akan saya serahkan kepada anda", ucap Alexa

__ADS_1


Tentu saja Riri tersenyum, bahkan Dio tidak menyangka wanita itu menjadi sepasrah itu, dia fikir wanita itu akan berontak.


Alexa hanya bisa pasrah menerima tawaran Riri karena tidak punya pilihan lain, semua diskotiknya sudah terbakar habis, orang orang kepercayaannya juga meninggalkannya, kini hanya perusahaan ini harapannya.


Dia mengurus semua perpindahan itu dan mengalihkannya menjadi nama Riri, kini Riri adalah CEO disana, setelah serah terima dan menyelesaikan semua surat suratnya, Riri langsung mengatur kembali tatanan perusahaan, dia benar benar sibuk, Dio membantunya dengan senang hati


"kau benar benar hebat sayang, dia tidak memiliki harapan apapun sekarang", ucap Dio mencium bibir Riri


"tentu saja, ini lebih baik daripada membunuhnya. secara langsung", ucap Riri


Riri lalu duduk diatas pangkuan Dio, dia bergelayut manja dengan suami tercintanya. Dia juga menelfon sang ayah agar datang ke perusahaan induk, dia berencana akan memberikan perusahaan ini kepada sang ayah dan membantu ayahnya untuk mengembangkan ini lagi, dengan beberapa syarat tentunya.


"ayah, aku akan memberikan lebih dari yang ayah mau, tapi aku memiliki beberapa syarat", ucap Riri


"baiklah, ayah akan melakukan apapun katamu Ri", ucap Tio


"tapi sebelum itu, ayah ingin bertanya", lanjutnya


"silahkan ayah", jawab Riri


"apakah ini semua ulahmu? sejak awal? sampai dengan kebakaran yang terjadi di seluruh diskotik milik Alexa? apakah kamu mengetahui semuanya?", tanya Tio


Riri tersenyum dia hanya diam dan tidak menjawab pertanyaan sang ayah, tiba tiba Tio bertekuk lutut didepannya dan menangis


"Ri maafkan ayah, maafkan ayahmu yang bejad ini, aku bersungguh sungguh Ri, maafkan semua kesalahanku", ucap Tio menangis memegang kaki Riri


Riri dan Dio terkejut, Dio langsung membangkitkan sang ayah mertua dan membawanya kesofa


"ayah kenapa bertekuk lutut begitu? jangan begitu yah, jelaskan semua kepadanya secara baik baik, dia akan mengerti", ucap Dio ikut sedih bisa dilihat dari mata Tio bahwa dia tidak sedang berbohong


Riri berjalan mendekati ayahnya, dia berjongkok didepan ayahnya dan memegang tangannya, dia melihat wajah ayahnya benar benar bersedih, tidak ada kebohongan disana

__ADS_1


"maaf Ri, maafkan aku... maafkan aku Riri, aku sungguh bersalah kepadamu", ucap Tio didalam tangisnya, dia memeluk Riri dengan erat


Dio bahkan ikut menangis juga melihat pemandangan ini, walaupun mereka belum tau apa yang membuat Tio menjadi seperti ini, tapi bisa dirasakan bahwa Tio benar benar hancur dari segi apapun.


__ADS_2