
Setelah kepergian Joi dan Fikri yang membawa orangtua Riri dan juga bundanya, kini tersisa Ara, Nicolas, dan Varel dimarkas Alexa. Riri
Tentu saja mereka bersama dengan para tawanannya itu yang sudah diikat dan dikumpulkan diruang tengah sesuai dengan perintah Riri. Bahkan para bodyguard itu pun tak luput dari amarah Riri
"sekarang aku akan memberikan 2 pilihan kekalian, pertama kalian harus berpihak padaku, dan menuruti semua perintahku tanpa ada bantahan sedikitpun, dan setia denganku selamanya", ucap Riri
"bagaimana jika kami menolak?", tanya salah satu orang kepercayaan Alexa yang selama ini mencari tau seluk beluk Riri dan mengawasi Riri dibawah perintah Alexa
"jika kalian menolak, maka aku akan menggantung kepala kalian diruangan ini sebagai sourvenir", ucap Riri sambil mengeluarkan pisaunya
Tentu saja mereka semua panik dan ketakutan, terlebih lagi setelah melihat boss mereka menjadi sangat mengenaskan karena Riri. Tidak ada yang berani berkutik
"kami setuju, kami akan tunduk denganmu nyonya", teriak orang kepercayaan Alexa
"benar nyonya kami... kami akan menuruti semua perintahmu, apapun itu, tapi... tapi tolong jangan jadikan kepala kami sebagai sourvenir nyonya", ucap salah satu bodyguard yang sudah panik dan ketakutan
Kemudian Varel dan Nicolas datang menyeret paara bodyguard yang sudah mati tadi, dan di bariskan dihadapan para tawanan Riri. Mereka semua ketakutan dan panik tak karuan, sungguh tidak disangka ternyata musuh dari bos mereka sangatlah mengerikan
"siapa namamu?", tanya Riri kepada orang kepercayaan Alexa yang sudah menggigil ketakutan
"ko-koko nyonya", jawabnya terbata bata
"ah koko, apakah kau yang selama ini mengawasiku?", tanya Riri sambil memaikan pistolnya mengarah kekepala Koko
"i-iya nyonya, saya diperintahkan nyonya Alexa untuk mengawasi anda. Saya hanyalah suruhan nyonya", jawab Koko ketakutan
"lalu? apakah kau mau beralih kepadaku? dan setia denganku?", tanya Riri
"mau nyonya, saya akan menuruti semua perintah anda, saya akan setia dengan anda, saya berjanji nyonya, saya mohon jangan bunuh saya", ucap Koko memohon kepada Riri
"em benarkah itu?", tanya Riri sambil berfikir dan menatap tajam kearah Koko
"benar nyonya", ucap Koko
Riri lalu menghampiri Varel dan berdiskusi
"apakah dia akan berguna?", tanya Riri
"iya nyonya, dia mengetahui semua rahasia Alexa, itu akan sangat berguna", jawab Varel
"bagaimana kau tau?", tanya Riri
"dia sendiri yang bilang padaku tadi", jawab Varel
"baiklah", ucap Riri
"Ara, pisahkan Koko dari yang lainnya, letakkan dia disana", ucap Riri menunjuk ke arah sofa didekat mereka
__ADS_1
"baik nyonya", jawab Ara langsung melakukan perintah Riri
Koko bisa bernafas sedikit lega sekarang, walaupun dia masih khawatir dengan apa yang akan dilakukan Riri kepada dirinya nanti
"lalu kalian? apakah mau kepala kalian ku jadikan sourvenir disini?", tanya Riri
"ti-tidak nyonya, ampuni kami nyonya", teriak mereka
"saya akan menuruti semua perintahmu nyonya, saya mohon", teriak mereka beramai ramai
"ah baiklah kalau begitu", ucap Riri mengangguk-anggukan kepalanya
"akalu begitu aku akan melakukan penyambutan untuk kalian semua, anggap saja ini hadiah ucapan selamat dariku", ucap Riri
"ah Koko, sini mendekat denganku", ucap Riri
Ara lalu melepaskan ikatan tali dikaki Koko, dan membantu Koko berjalan mendekat ke Riri. Setelah Koko sampai didekatnya, Riri tersenyum smirk
"ready? let's go", ucap Riri
Riri lalu menarik lagi rambut Alexa dan mencampakkannya didepan para bodyguard yang masih diikat itu. Riri mengambil pisau dan memotong rambut kesayangan Alexa dengan cepat
Mata mereka semua membalalak saat melihat aksi Riri, namun tidak ada yang berani menghentikannya.
Tanpa basa basi Riri mencabik cabik tubuh Alexa yang masih hidup itu dengan pisaunya, membuat darah Alexa bercipratan kemana mana.
Darah Alexa terus mengalir dan bercipratan kemana mana, diiringi dengan teriakan histeris dari sang pemilik tubuh, membuat Riri tertawa senang dan terus melanjutkan aksinya
"nikmatilah hadiahku ini, karena apapun yang aku lakukan denganku sekarang, sama sekali tidak ada apa apanya jika dibandingkan semua perbuatanmu kepada keluargaku, bajingan!", ucap Riri
Riri terus melakukan aksinya itu, hingga Alexa perlahan lahan melemas tak berdaya karena kehilangan banyak darah. Riri lalu mengambil kotak hitam dari tasnya, didalam kotak itu terdapat suntikan berisi obat penghenti detak jantung yang telah disiapkan Rendi jauh sebelum hari ini.
"Nicolas, lakukan ini untukku", ucap Riri memberikan suntikan itu kepada Nicolas
"ja-jangan aku mo-mohon", ucap Alexa lemah dan terbata bata
Nicolas segera melakukan perintah Riri, dia tidak berani membantah, dan memilih mengamankan nyawanya sendiri.
"Alexa, hari kemarin adalah terakhir kali kau bisa melihat matahari, sekarang ini sudah jam 3 pagi, dan sangat disayangkan aku tidak akan memberimu kesempatan untum melihat sinar mentari lagi", ucap Riri
"a-aku mo-mohon....", ucap Alexa yang semakin melemah
"stop", ucap Riri kepada Nicolas
"kenapa nyonya?", tanya Nicolas
Riri mengambil kembali suntikan itu dan menyimpannya dengan baik ditasnya. Dia mengambil sesuatu ditasnya lalu mendekati Alexa dan membuka paksa mata Alexa, lalu Riri mengscaning iris mata Alexa. Riri juga mengambil Sidik jari Alexa dan juga telapak tangannya.
__ADS_1
"suntikan itu tidak akan kuberikan padanya, itu terlalu ringan", ucap Riri
"lalu kau akan berbuat apa Ri?", tanya Ara
Riri melirik kearah Ara dan menyeringai, dia mengeluarkan pisaunya yang baru, lalu memegang tangan Alexa. Riri langsung memotong Jari Alexa satu persatu, membuat teriakan Alexa kembali menggelegar diruangan itu
Darah Alexa terus mengalir dan bercipratan kemana mana, sedangkan manusia lain diruangan itu memalingkan pandangan mereka dan memejamkan mata saat melihat aksi Riri.
"*psikopat", batin Ara
"ini gila", batin Varel
"aku tidak akan berani mencari masalah dengannya jika tau dia adalah psikopat begini", batin Koko*
"aku sangat ngilu melihat dan mendengar ini semua", batin Nicolas
Sedangkan para bodyguard itu menggigil ketakutan, namun tak berani berbuat apapun, bahkan ada yang pingsan.
Setelah beberapa jari Alexa terputus, Riri memasukkan nya ke plastik klip secara terpisah,. Dia mengambil jempol kiri dan kanan dan juga jari telunjuk, sedangkan jari yang lain masih menempel ditangan Alexa.
"haha ini bisa aku jadikan koleksi, atau sourvenir diruanganku", ucap Riri melihat jari jari itu didalam plastik klip miliknya
"dia tidak bercanda soal sourvenir? ini sangat mengerikan", batin Koko
Riri menyimpan Jari jari itu ditasnya. Lalu dia mengambil pisaunya lagi dan mengarahkannya kearah mata Alexa. Namun dia menghentikan aksinya
"Ara, apkah harus bola mata ini ku congkel juga dan kujadikan untuk sarapanku besok pagi? ini akan sangat renyah", ucap Riri menatap Ara
"ja-jangan nyo...nyaa...", ucap Ara gugup
"kenapa?", tanya Riri cemberut
"apa kau mau menggantikan posisi Alexa?", tanya Riri
"ti- tidak nyonya, tentu saja ti-tidak", ucap Ara panik
"si-silahkan lakukan apapun yang ka-kau mau kepadanya nyonya, aku ti-tidak akan mengentikanmu", ucap Ara panik
"aku tidak mau mati seperti itu", batin Ara
Jantungnya kini berdegup kencang setelah Riri menawarkannya menggantikan posisi Alexa, dia ketakutan setengah mati.
Riri hanya tersenyum, lalu menusukkan pisau nya diperut Alexa, sang pemilik tubuh muntah darah akibat serangan Riri. Riri lalu mencabut lagi pisaunya dan menusuk lagi ke tubuh Alexa berulang kali hingga akhirnya Alexa merenggangkan nyawanya.
"sudah mati? padahal aku masih ingin bersenang senang", ucap Riri cemberut
Alexa mati mengenaskan ditangan psikopat cantik seperti Riri, akibat ulahnya sendiri yang selama ini menganggu kehidupan Riri dan keluarganya. Darah Alexa mengalir kemana mana diruangan itu, itulah akhir dari hidup Alexa
__ADS_1
Sungguh mengenaskan...