
Dikediaman Hardi
Hardi yang tengah sibuk berdebat dengan Shila tentang masalah tas branded yang di beli Shila, menurut Hardi harganya terlalu murah, karena biasanya Shila sangatlah suka dengam barang barang mahal
"sayang apakah kau sedang marah kepadaku?", tanya Hardi
"tidak, kenapa sayang?", tanya Shila
"lalu kenapa kau membeli tas dengan harga yang murah? biasanya kau sangat suka dengan barang barang mahal", tanya Hardi sambil mengamati tas yang ada diatas meja
"ah, hanya ingin saja sayang, tiba tiba aku tertarik dengan tas itu", jawab Shila
"benarkah? kau benar tidak marah kan sayang?", tanya Hardi sambil memeluk istrinya itu dari belakang
"sayang jangan menggodaku", jawab Shila
"aku juga ingin berlibur seperti Dio dan Riri, pasti mereka sedang bersenang senang sekarang", jawab Hardi
"kau ini, sudah tua masih saja iri dengan anak mu", omel Shila
Hardi tertawa mendengar omelan istrinya itu, lalu tiba tiba handphone Hardi berdering, tertulis nama Dio dilayar handphonr itu
"panjang umurnya", jawab Hardi tertawa
"siapa sayang?", tanya Shila
"ini anakmu sayang, yang barusan aku ceritakan", jawab Hardi
"Dio? angkatlah cepat lalu speakerkan, aku ingin dengar",, jawab Shila
Dio melakukan perintah istrinya itu,
"hallo Dio, gimana liburanmu?", tanya Hardi
"ah, baik pa, berjalan sangat lancar dan menyenangkan tentunya", jawab Dio
"gimana Riri? dia bahagia kan?", tanya Shila
"tentu saja ma, jangan khawatir tentangnya",
"baguslah, kau jaga dia ya jangan sampai kenapa kenapa", ucap Shila
"ah iya ma, pa, aku ingin menyampaikan kabar baik untuk kalian semua",, ucap Dio
"apa itu?", tanya Hardi
"Riri dan aku akan menikah minggu depan", ucap Dio
"hah?! kau serius?", tanya Hardi dan Shila serentak
"aku serius ma, tolong mama dan papa bantu ya persiapan nya, hanya akad saja dulu, resepsinya nanti saja sesudah pekerjaan ku dan Riri melonggar", ucap Dio
"baiklah akan kami siapkan semuanya, kau nikmati saja liburanmu itu", jawab Shila tersenyum bahagia
"terima kasih ma, pa, maaf kalau merepotkan, nanti aku akan suruh Rendi juga", ucap Dio
"tidak repot yo, kau tenang saja, kalian nikmatilah liburan kalian, papa dan bawahan papa akan mengurus semuanya, kau tidak perlu berkutik", jawab Hardi juga ikut senang
__ADS_1
"baiklah mama papa, i love you muah", ucap Dio
Lalu tiba tiba terdengar suara Riri yang sedang mengomel memarahi Dio
"sayangg, turun dari situ", teriak Riri
"ah pa, nanti aku hubungi lagi", ucap Dio
"aku sudah membereskan ini semua tapi malah seenak jidat diberantakin lagi?", teriak Riri kesal dan mengejar Dio
"ah mereka seperti tom and jerry ternyata", ucap Hardi
"jelas saja Dio membuat kesalahan, kalau tidak bagaimana mungkin Riri memarahinya seperti itu", ucap Shila memukul lengan Hardi
"sayang maaf, aku akan membereskannya", ucap Dio sambil berlari
"sayang maaf", ucap Dio terus berlari
"aku ga peduli, bereskan itu", teriak Riri ngambek
"iyaiya iya sayang iyaaa, aduh sayang iyaa ini aku bereskan", ucap Dio lalu menutup telfonnya
"Dia mematikannya", ucap Hardi
"biarkan mereka dengan kegaduhannya itu, msri kita siapkan pernikahannya", ucap Shila yang tersenyum bahagia mendengar kabar pernikahan anaknya itu
Hardi juga ikut bahagia dan segera memanggil bawahannya agar ikut membantu segala persiapannya
-_-_-_-_-_-_-_-
Terik matahari di sore hari menyengat masuk kedalam kamar Riri. Riri terbangun dari tidurnya dan merasakan aroma maskulin dari tubuh Dio.
"tidurlah lagi sayang", ucap Dio dengan suaranya yang berat itu
"ah, aromamu, suaramu, dada bidangmu, sifatmu, semuanya menjadi canduku", ucap Riri sambil mengelus lembut dada Dio menggunakan kukunya
"itu bagus, berarti kau mencintaiku", jawab Dio masih dengan mata terpejam
Riri memeluk Dio dengan tangan dan kakinya, lalu menaiki tubuh Dio, dia memeluk erat tubuh Dio dan tidur diatas dada bidang milik calon suaminya itu
"sayang, jangan pernah tinggalin Riri ya, gimana jadinya aku kalau ga ada kakak disamping Riri, kakak adalah segalanya untuk Riri, jangan kecewain Riri ya", lirih Riri
Dio kembali memeluk erat kekasihnya itu, dia paham, sepertinya Riri sedang sensitif hatinya
"aku selalu mencintaimu sayang, aku ga akan pernah melepaskanmu apapun yang terjadi, tenang saja sayangku", ucap Dio sambil mengelus lembut rambut Riri
Riri memajukan wajahnya tepat diatas wajah Dio. dan mengelus lembut wajah tunangannya itu, mengecup bibirnya pelan lalu kembali merebahkan diri disamping leher Dio
"ah aku masih ingin bermanja manja disini", rengek Riri
"tak ada yang melarangmu sayangku", jawab Dio
"tapi kita harus bersiap sayang, ini sudah jam 6, anak anak yang lain pasti udah bangun", jawab Riri
"sayang, berapa hari kita liburan?", tanya Dio
"em, 3 hari sayang, hari ketiga hanya tinggal istirahat dan packing, setelah itu besoknya pulang, begitu", jawab Riri yang masih terus memainkan kukunya di dada Dio
__ADS_1
"aku ingin berlama lama bersama mu disini", ucap Dio
"baiklah, kita akan pulang akan berlibur ekstra selama 2 hari, gimana?", tanya Riri
"tentu saja aku setuju sayang", jawab Dio tertawa kecil
"tapi persiapan pernikahannya gimana kak?", tanya Riri
"sudah disiapin mama dan papa, tenang saja, akan kusuruh Rendi mengurusnya juga", jawab Dio
"ah, bawa saja Geri juga, biar Harry mengurus kantor", jawab Riri
"baiklah sayangku, akan ku beri tau mereka nanti", jawab Dio
"baiklah, aku mau mandi, kembali kekamarmu sana", ucap Riri bangkit dari ranjangnya
"mana mungkin aku keluar kamar dengan tubuh masih terlilit handuk begini sayang, tega sekali dirimu ini", jawab Dio
"em, aku tadi membelikan beberapa baju, untukmu, ini, pakailah", jawab Riri menyerahkan hoodie ke Dio
"bukankah tadi kau teriak menyuruh ku memakai piyama? kenapa berubah jadi hoodie?", tanya Dio heran
"aku beli banyak bukan hanya 1, kenapa malah tanya tanya aja, pakai ini, lalu keluar darikamarku", ucap Riri
"kau mengusirku?", tanya Dio tersenyum nakal
"maybe", jawab Riri lalu berlari kekamar mandi
Dio tertawa melihatnya, lalu memakai pakaian yang sudah diberikan Riri tadi dan kembali kekamarnya. Setelah itu dia turun kebawah, ternyata mereka semua sudah bangun dan sedang sibuk dilantai bawah, ada yang didapur, diruang tv, atau bahkan sedang santai santai di sofa
Dio memanggil Rendi, Geri dan Harry ke ruang kerja milik Riri untuk memberi tau tentang pernikahannya dengan Riri
"hah?!", teriak ketiga orang itu terkejut mendengar pernyataan dari Dio
"kalian mau ku lempar berkas ini hah?! berani sekali berteriak kepadaku",, ucap Dio kesal
"maaf tuan, tapi apakah itu benar?", tanya Rendi
"tentu saja benar, kau fikir aku berbohong Ren?", jawab Dio ketus
"tuan, maaf kalau saya mengatakan ini, tapi saya benar benar serius, jika memang tuan benar benar mencintai nona Riri, tolong jaga dirinya tuan, dan jangan buat dia menangis, nona Riri sudah saya anggap seperti adik saya sendiri", ucap Geri
"kau tenang saja Ger, aku akan melindungi Riri, sama seperti kalian melindunginya selama ini", ucap Dio
"terima kasih tuan, kalau begitu kami semua akan bantu mempersiapkannya", jawab Geri dan Harry
"ah, iya, Rendi dan Geri akan mempersiapkannya, dan Harry kau fokuskan diri saja keurusan kantor, itu yang dibilang Riri tadi, soalnya Riri bilang dia kurang percaya dengan Lia dan direktur baru itu", ucap Dio
"baiklah tuan",, jawab Harry
"saya akan mempersiapkan berkas berkasnya tuan", ucap Rendi
"ah iya boleh, tapi ga perlu urus semuanya dulu, orang tuaku juga sudah mengurusnya sesudah pulang dari sini barulah kalian bekerja lebih keras, selama disini nikmati saja liburannya dulu, itu tadi yang dibilang Riri, dia akan marah jika tau kalian tetap bekerja saat liburan ini", ucap Dio
"baik tuan", jawab Rendi
"baiklah itu saja, silahkan kembali lagi ke kegiatan kalian masing masing", ucap Dio
__ADS_1
"baiklah tuan", jawab mereka bertiga
Lalu mereka pun bubar dari ruang kerja itu. Saat tiba di lantai bawah, terlihat Riri dan yang lain sudah ada juga disana dan sedang membantu pelayan untuk mempersiapkan segalanya ke rooftop.