CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.44 Logo 'K'


__ADS_3

Setelah perjalanan ±15 menit, tiba lah mereka ditujuannya. Sebuah tempat Sauna dan Spa yang sangat mewah terbaik, dan terkenal dikota ini.


Mereka disambut dengan sangat sopan oleh para pekerja disana. dibawa masuk ke ruang VVIP seperti yang sudah diperintahkan Riri


Mereka dimanjakan dengan segala fasilitas yang mewah, merasa sangat nyaman dan melepas segala penat saat bekerja, setelah 3 jam akhirnya selesai,. berpenampilan berbeda dari saat datang, terlihat lebih fresh, tampan dan juga cantik, Riri juga sudah menyediakan pakaian untuk mereka pakai saat sudah selesai


Setelah selesai dari sana, Riri membawa mereka semua kesebuah restoran mewah, ada logo K diatasnya


"K?", tanya Fikri


"K? karina?", ucap Hafiz


"K?", tanya Nita


"Karina?", jawab Natali


"ah iya, Karina", jawab Yuli


"K?", tanya Rara


"K? kenapa bukan R?", gumam Dio


Setelah masuk dan memesan makanan, mereka semua sudah duduk disebuah ruangan mewah yang hanya terisi oleh orang orang Riri, dan dibonusi dengan pemandangan indah diluar jendela. Dan berbagai makanan mewah dan lezat pun datang tanpa harus menunggu lama, karena memang sudah dipersiapkan oleh Riri sejak awal


"K? Karina?", tanya Rara


"em, ya?", jawab Riri spontan


"apa ini milikmu sayang?", tanya Dio


"semua tempat yang kita kunjungi hari ini, adalah milikku sayang", ucap Riri


Semua tersontak kaget, kecuali Geri, Harry, dan Dio.


"benarkah bu Riri?", tanya Yuli


"kau serius Ri?", tanya Rara


"aku sungguh tidak menyangka", ucap Fikri


"sayang, kau hebat, semua yang ada ditanganmu menjadi berkembang dan sukses", ucap Dio tersenyum bahagia, lalu mencium kening Riri


"bahkan baju yang kami sekarang sedang pakai juga dari milikmu bu Riri?", tanya Nita


"iyaa, nikmatilah semuanya, aku akan memanjakan kalian semua", ucap Riri tersenyum


Natali lalu memeriksa bajunya, dan ternyata ini merk chanell, dia tersontak dan menutup mulutnya


"berapa harga baju ini bu?", tanya Natali


Riri menjawab dengan menunjukkan jari telunjuknya


"1?", beo Natali


"juta?", tanya Yuli


"ribu?", jawab Nita


Riri mengangguk pelan dan tersenyum


Natali dan Yuli bernafas lega lalu meminum air putih didepannya.


"dolar", ucap Riri.


Sontak membuat para anggotanya itu tersedak kaget mendengar harga fantastis untk sepotong baju saja


"bukankah dia suka dengan diskon? kenapa tiba tiba menjadi sangat boros?", batin Dio


Riri hanya tersenyum melihat reaksi mereka semua. Dio juga ikut tertawa melihat reaksi mereka dan juga ekspresi Riri.


"sayang, kau sendiri suka beli baju dengan harga diskonan, tapi justru membelikan baju baju mewah untuk anggotamu", ucap Dio tertawa

__ADS_1


"aku ingin memanjakannya sesekali sayangku, kali ini aku tidak membeli harga diskon", jawab Riri lalu mencium pipi Dio


"setelah sampai dirumah, akan ku meseumkan baju ini", ucap Adam


"ini bahkan lebih mahal daripada handphoneku bu Riri", rengek Yuli


Dio dan Riri tertawa melihat reaksi mereka semua.


"sayang setelah ini kita kemana lagi?", tanya Dio


"kakak mau kemana? haruskah kita berbelanja dulu untuk party nanti malam?", tanya Riri


"party?", tanya Yuli


"em, party, di roof top", jawab Riri


"baiklah, mari kita berbelanja nanti, aku akan membeli soju", ucap Yuli


"kalian suka soju?", tanya Riri, mereka sempat terdiam dan saling menatap, lalu mengangguk pelan


"kakak mau soju juga?", tanya Riri menatap Dio,


Sontak membuat Dio tersedak, Riri lalu memberikan air putih kepada Dio


"apakah boleh? bukankah kau sendiri yang melarangku untuk minum wine, soju, dan teman temannya itu lagi sayang?", tanya Dio menatap Riri


"benarkah? bukankah selama ini kakak sering minum wine dibelakangku? bahkan hingga mabuk? kakak fikir aku gatau? I know that baby, this is me, Riri ", ucap Riri lalu melanjutkan makannya, sedangkan Dio terdiam mendengar ucapan Riri tadi


"habislah aku", batin Dio


"*mampus ga tuh?", batin Yuli


"sepertinya ada yang tercyduk", batin Adam


"tajem banget feeling perempuan ya", batin Geri


"dia tau darimana ya? aku aja gatau", batin Rendi


"apa bakal ada perang dunia ketiga?", batin Natali*


"sayang, maaf", ucap Dio


"gapapa, tapi lebih baik kakak jujur ke aku kalo emang masih mau minum, aku izinin kok", ucap Riri sambil tersenyum


"benarkah sayang?", tanya Dio ragu


"he'em, benar, nanti kalau kalian mau beli, beli aja gapapa, wine atau soju atau apalah itu, silahkan", ucap Riri


"tapi ingat, aku hanya kasih izin selama liburan ini aja ya", ucap Riri


"oke bu aman", jawab mereka serentak


Mereka pun bersorak gembira setelah mendapat izin dari big bos nya itu


Mereka melanjutkan makannya lagi hingga habis. Setelah selesai mereka pun diajak Riri untuk berbelanja ke Mall termewah dikota itu.


"beli apapun yang kalian mau, aku kasih waktu 30 menit lalu berkumpul lagi nanti disini ya", ucap Riri memberi arahan, lalu mereka semua bubar dan menyambar troli dan mengambil barang barang yang mau dibeli


Sedangkan Dio masih setia berada disamping Riri yang sedang sibuk berbelanja


"sayang, kenapa hari ini kamu boros sekali? bukankah biasanya sangat hemat?", tanya Dio bingung


"bukankah kakak suka dengan sifat ku yang boros?", tanya Riri sambil terus memilih belanjaan


"sayang kamu sedikit berbeda hari ini", ucap Dio


"iya sayangku, aku ingin menikmati diri sebagai Karina yang boros dan bebas tanpa kekangan apapun, bukankah semua tempat yang kita kunjungi hari ini berlogo K?", ucap Riri


"dia benar, K, Karina", batin Dio


"jadi semua usaha mu yang dikota ini atas nama Karina sayang?", tanya Dio, Riri mengganguk pelan

__ADS_1


"Karina adalah nama ku yang aku publish, sedangkan Riri adalah panggilan kesayangan dari orang orang terdekat saja", ucap Riri


"jadi itu sebabnya dirimu sangat sulit ditemukan media massa, karena nama panggilanmu berbeda?", tanya Dio


Riri tertawa dan mengangguk


"kenapa kamu menutup diri sayang?", tanya Dio


"aku nyaman seperti ini sayang, aku akan publish wajahku hanya saat pernikahan kita nanti", ucap Riri mengelus lembut wajah Dio


"baiklah sayangku, terima kasih jawabannya, lain kali aku juga akan mengajakmu liburan dengan versiku", ucap Dio memeluk Riri dari belakang


"baiklah sayangku, aku tunggu ya", ucap Riri tersenyum


Setelah 30 menit berbelanja, mereka semua kembali berkumpul ke titik yang ditentukan tadi. Hanya dalam 30menit, troli yang tadinya kosong, kini sudah hampir penuh dan terisi berbagai macam barang. Riri mendatangi kasir terlebih dahulu lalu berbicara dengan kasir tersebut


"mba, belanjaan mereka semua ini, saya yang bayar, jadi mba hitung aja ya", ucap Riri


"baik nona", jawab kasir tersebut


Mereka satu persatu maju kekasir lalu menghitung belanjaannya, setelah ditotal semuanya, mereka membelalakkan matanya dan menutup mulutnya. Mereka sangat terkejut melihat jumlah angka fantastis dari hasil belanja mereka


" 105jt?", ucap Nita


"kita gila, bisa bisa gaji kita dipotong bu Riri gini caranya", ucap Adam


"itu gaji berapa bulan ya?", tanya Fikri


Riri menyerahkan black card miliknya kekasir dan menyelesaikan pembayarannya


"kamu juga punya black card sayang?",, tanya Dio, Riri hanya tersenyum dan mengangguk


"lalu mengapa waktu itu meminta black card milikku?", tanya Dio


"hanya ingin menantangmu sayang", jawab Riri menatap Dio


Dio tertawa mendengar jawaban dari kekasihnya itu dan mengacak acak rambutnya


Setelah selesai, merekapun kembali pulang ke villanya dengan membawa begitu banyak belanjaan


Setelah sampai di Villa, waktu sudah menunjukkan pukul 4 sore


"kalian istirahatlah dulu kekamar kalian, jam 8 malam nanti, naiklah ke roof top, kita akan mulai acara partynya",, ucap Riri


"baiklah bu Riri, makasih ya bu atas semuanya untuk hari ini",, ucap Yuli


"iya bu, makasih banget", sambung Natali


"Ri, kau ga akan motong gaji kami kan?", tanya Fikri


Riri tertawa mendengarnya


"kenapa pikiranmu bisa sampai kesana Fik? aku ga akan motong gajimu, ataupun kalian semua, nikmati saja apa yang aku berikan, anggaplah kalian sedang dapat jackpot", ucap Riri tersenyum


Mereka semua tertawa mendengar jawaban Riri, lalu naik kelantai 2 dan masuk kekamarnya masing masing.


Begitu juga dengan Dio dan Riri yang sudah sangat lelah. Riri merebahkan tubuhnya diatas ranjang empuknya itu, mengelus lembut sprei putih yang wangi dan bersih, lalu menatap kearah jendela sejenak.


"i miss you baby, sudah lama aku ga golek golek seperti ini semenjak menyandang jabatan CEO", ucap Riri pada ranjangnya yang empuk itu


Tiba tiba ada suara ketukan dari pintu kamarnya


.


.


.


.


Siapa ya kira kira?

__ADS_1


__ADS_2