CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
2.1 Baby Twins


__ADS_3

Tak terasa waktu telah berlalu begitu cepat, bahkan anak Riri kini sudah berusia 7 bulan, rumah tangga Riri dan Dio juga selalu adem ayem selama setahun ini. Tak jauh berbeda dengan rumah tangganya, perusahaan Riri dan Dio juga berkembang pesat dan sudah menjalar hingga ke negara tetangga.


Mall Stain-G yang merupakan hasil dari kerja sama antara Wirangga Group dan GK Group, kini sudah bertebaran dibeberapa kota besar di Indonesia. Bahkan sudah ada juga di beberapa negara tetangga


Seiring dengan berkembang pesatnya perusahaan Riri dan Dio, tak jarang pula ada yang berniat jahat kepada dua perusahaan milik suami istri ini. Tak hanya sering pansos, ada juga beberapa oknum lain yang berusaha menjatuhkan perusahaan Riri dan Dio, bahkan pernah ada yang hampir mencelakai Riri secara terang terangan


Namun Riri tetaplah Riri, tidak peduli berapa lama waktu berlalu, setahun dua tahun atau tiga tahun atau sampai kapanpn itu, Riri tetaplah Riri. Tidak ada yang bisa menyentuhnya, selain memiliki suami yang juga berkuasa, dia juga memiliki banyak bawahan yang kompetetif, baik yang secara terang terangan, ataupun yang rahasia


Berbagai jenis rumor yang tersebar tentang Riri dan perusahaannya, karena setiap kali ada yang berusaha mencelakai Riri, makanya bisa dipastikan nyawa manusia itu tidak akan bertahan selama 48 jam


Namun kali ini bukan Riri pelakunya, bahkan Riri sibuk mengurus babynya, dia tidak sempat berurusan dengan manusia manusia kotor itu. Lalu siapa pelakunya? Ntahlah bung, authorpun gatau!


Hari ini, Riri dan keluarga besarnya sedang berkumpul mempersiapkan barang barang mereka, mereka berlibur bersama, semua orang orang terdekat Riri sudah berkumpul di mansion Riri dengan koper mereka masing masing. Tujuan liburan kali ini adalah Pulau Jeju!


Hardi sudah menyiapkan beberapa Villa besar disana untuk mereka menikmati liburannya, bahkan orang tua Riri juga ikut berlibur. Awalnya Riri menolak, namun Dio dan Shila terus membujuknya secara halus, ditambah lagi dengan baby Riri yang sangat suka jika berada dipelukan Ningsih, membuat Riri akhirnya merubah keputusannya


"tidak perlu membawa banyak barang Rara, kita akan beli langsung saja disana nanti", ucap Hardi saat melihat Rara membawa koper uany cukup besar


"ya om? oh ini om, ini bukan punya ku om, kan aku ga ikut", ucap Rara


"loh kamu ga ikut? kenapa?", tanya Hardi yang sedikit terkejut


"minggu depan Rara wisuda om, jadi ga bisa ikut, maaf ya om", jawab Rara


"oh ya? tidak tidak kenapa minta maaf? harusnya om yang minta maaf karena memilih waktu yang tidak tepat begini", ucap Hardi


"tidak masalah om, Riri juga udah lama banget ga liburan, Rara liat dia ketawa aja udh seneng", ucap Rara


"selamat atas wisudanya ya, maaf om ga bisa ngucapin langsung minggu depan, jadi sekarang aja, semoga wisudamu lancar ya", ucap Hardi


"haha iya om, makasih banyak ya om", ucap Rara lalu menyalim tangan Hardi


"oh jadi ini alasannya Riri ga ngajak si Geri, ternyata calon istrinya mau wisuda", ucap Tio yang tiba tiba nongol ntah darimana


"eh om Tio, gimana kabarnya om? sehat kan om?", tanya Rara menyalim Tio


"alhamdulillah sehat Ra, kamu sendiri gimana kabarnya? sehat kan?", jawab Tio


"alhamdulillah sehat om", jawab Rara

__ADS_1


"semoga wisudamu minggu depan lancar ya Ra", ucap Tio


"iya om, makasih banyak ya om", jawab Rara


"kamu dan Geri, baik baik disini ya", ucap Hardi


"tentu saja baik baik, kan mereka akan menikah bulan depan", ucap Tio


"benarkah?"


"tentu saja, apa kau tidak tahu?"


"tidak, aku tempe"


"aku serius Har!"


"aku tujuhrius Tio!"


Rara tertawa geli melihat perdebatan dua bapak bapak itu, ah tidak! Bahkan sekarang mereka sudah menjadi kakek kakek.


Disisi lain terlihat Shila yang sedang menggendong baby Riri yang diberi nama lengkap Baby Flowree Wira Anggara.


Shila menggendong baby Flow yang suka sekali tertawa riang dan mengajak bermain dengan siapapun yang menggendongnya, sangat berbeda jauh dengan kembarannya yang kini berada didalam pangkuan Ningsih


Baby Icezy Wira Anggara, yang memiliki sifat pendiam dan dingin sejak lahir ini sangat melambangkan kepribadian Dio, dengan baby Flow melambangkan Riri


"dia terus menatapku begitu seakan akan sedang marah, tapi dia sangat imut dan menggemaskan", ucap Ningsih yang tertawa melihat baby Icezy yang terus menatapnya


"Icezy benar benar mirip Dio, tapi untuk kadar kelucuannya, lebih lucu baby Icezy daripasa daddynya", ucap Shila tertawa


"namanya juga anakku ma, jelas saja mirip denganku",, sambar Dio yang tiba tiba sudah ada didepan Shila dan Ningsih


"yakan sayang? kamu mirip daddy kan?", tanya Dio ke Icezy


Namun tidak disangka, bayi mungil yang sejak tadi hanya diam dan menatap ningsih itu, tiba tiba tertawa saat Dio mengajaknya mengobrol dan mengangkat tangannya sebagai kode minta diangkat daddynya


"tuhkan, dia tersenyum, sudah jelas dia adalah anakku", ucap Dio lalu menggendong Icezy dengan sangat hati hati dan menimang nimangnya


Sedangkan Ningsih dan Shila masih terkejut dengan respon Icezy yang langsung sumringah melihat Dio

__ADS_1


"dia tau yang mana daddynya", ucap Ningsih tertawa


"kenapa sayang? kamu didiemin nenekmu iya?", tanya Dio sambil mencolek colek pipi Icezy


Icezy tertawa dan menatap Dio seakan memberi jawaban


"ya ampun dia sudah pintar mengadu dengan daddynya bahkan sejak bayi", ucap Shila


"itu persis seperti Riri dulu", ucap Ningsih


"oh jadi kamu begini karena mommymu iya?", tanya Dio menguyel nguyel wajahnya diperut Icezy


Icezy tertawa geli saat diajak bermain dengan daddynya, Flow yang melihat daddynya juga ikut tertawa.


Lalu ntah darimana datanglah Joi


"helloo my keponakan!! Baby Icezyy helloo babyy", teriak Joi yang berhasil membuat Icezy terkejut lalu terdiam


"kau menakutinya kak", omel Dio


"aku hanya menyapanya, yakan Icezy?", tanya Joi


Namun hanya tatapan dingin dari wajah baby Icezy yang didapatkan Joi


"ga mamanya ga bapaknya ga anaknya, galaknya sama", sindir Joy lalu duduk disamping Shila


"hello baby Flow!! keponakan om yang manis ini", sapa Joy lalu dijawab dengan suara tawa dari Flow


"nah begini nih yang namanya bayi", ucap Joi


"lalu ini apa kak? boneka?", tanya Dio


Joi menggendong Flow dengan sangat hati hati, namun baby Flow tampaknya sangat senang dan lincah jika bersama dengan Joy, dia terus bergerak kegirangan membuat Dio dan Shila merasa ngeri


"hati hati kak", pekik Dio


"ya ampun Flow sepertinya kau sangat menyukaiku ya", ucap Joy


Flow memang sangat menyukai Joy sejak lahir, bahkan terkadang dia tidur bersama dengan Joy saat mommy dan daddynya sibuk

__ADS_1


__ADS_2