CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.25 Kilasan Balik Masa Lalu


__ADS_3

Setelah sampai dirumah sakit, dokter Fira yang kini sudah menjadi dokter pribadi Riri pun ikut panik melihat Riri, dan segera menangani Riri. Orang tua Dio datang dan ikut panik, terutama Shila, dia menangis melihat Riri drop tiba tiba


"kenapa ini pak Dio? ada apa?", tanya Fira panik


"saya gatau dok tiba tiba Riri meringis kesakitan lalu drop begitu", ucap Dio panik


"hah? tiba tiba? apa membahas traumanya bu Riri lagi? bukankah saya sudah ingatkan jangan dibahas pak", ucap Fira panik lalu masuk ke ruang IGD


Dio mematung mendengar ucapan Fira.


"ada apa Dio? Riri kenapa?", tanya Shila


"apa mama papa pernah ada hubungan di masa lalu dengan Riri?", tanya Dio


"yaa! memang ada, aku akan menceritakan semuanya", ucap Hardi


"kenapa papa ga bilang ke aku?", tanya Dio


"apa pernah kau bercerita ke kami tentang pacarmu?", tanya Hardi


Dio terdiam, memang benar kalau dia ga pernah cerita ke orang tua tentang Riri


"tuan, nyonya, kita fokus doa dulu ya semoga nona Riri baik baik aja", ucap Rendi


Lalu Fira keluar dan beberapa perawat lainnya membawa Riri untuk dipindahkan ke ruang VVIP


"dok kenapa dok ada apa?", tanya Dio


"mari kita bicara diruangan saya", ucap Fira


"jangan dok, kami semua keluarganya, kami juga mau tau kondisi Riri", ucap Shila


"baiklah nyonya, kalau begitu kita ke ruangan bu Riri", ucap Fira


Mereka semua mengikuti Fira dan sampai di ruangan Riri. Setelah perawat selesai memasang infus, mereka keluar dari ruangan


"pak Dio saya sudah pernah bilang sebelumnya mengenai trauma bu Riri, walaupun sudah menjalani terapi, tapi kepala bu Riri sangatlah sensitif, seperti nya masih ada luka luka lama yang belum terungkap", ucap Fira


"trauma?", ucap Shila, dia shock rasanya


"jadi gimana kondisi Riri dok?", tanya Dio


"syukurlah baik baik saja, reaksi ini adalah reaksi alami tubuhnya karena luka dalam bu Riri dan saya sarankan agar bu Riri istirahat", ucap Fira

__ADS_1


"dan pak Dio sebaiknya segera mencari tau semua luka masa lalu bu Riri, dan segeralah selesaikan agar bu Riri bisa berdamai dengan dirinya sendiri. dan saya akan panggilkan psikolog bu Riri kesini agar dapat memeriksa kondisi bu Riri juga", ucap Fira lalu keluar dari ruangan


"pa jelasin, apa hubungan papa dengan Riri?", ucap Dio lemah, dia tak sanggup marah lagi karena lemas melihat kekasihnya terbaring


"papa dan kakek Riri dulu adalah rekan kerja", ucap Hardi


Geri dan Harry menatap bingung tapi tak berani bertanya


"kalian waktu itu tidak tau apa apa, karena saya dan pak wahid sendiri yang mengurus semuanya", ucap Hardi yang mengerti ekspresi itu


"saya dan pak wahid sudah menjodohkan Riri dan Dio semenjak Riri lahir karena permintaan Dio sendiri", ucap Hardi


"hah?!", tanya Dio, Geri, Harry, Dan Rendi terkejut


"iyaa, dulu, Tio tercyduk memiliki anak dengan wanita lain bernama Alexa yang sudah berumur 5 bulan kehamilannya, sementara Ningsih sudah melahirkan dan Riri sudah berumur 9 bulan", ucap Shila


"pak wahid sangat shock mendengar kabar ini, dan menyuruh Tio meninggalkan Alexa. Tapi Alexa sangatlah cinta dengan Tii dan gamau berpisah, lalu dia membuat kontrak dengan Tio. Alexa memberikan jabatannya sebagai CEO ke Tio dengan syarat Tio dan Ningsih harus merawat Jiah, memberikan waktu dan kasih sayang mereka sepenuhnya untuk Jiah dan mengganggap Jiah sebagai anak kandung mereka",


Ucapan Hardi ini berhasil membuat semua orang diruangan itu shock. Tanpa sadar Riri sudah terbangun sejak tadi, hanya saja tidak bergerak dan tidak ada yang memperhatikan karena terfokus ke Hardi dan Shila


"Tio karena nama nya sudah dicoret dari daftar ahli waris keluarga Wahid pun setuju dengan kontrak Alexa, dan kontra ini bersifat seumur hidup dan tidak bisa dibatalkan", ucap Hardi


"Ningsih... dia menentang keputusan Tio, tapi Tio mengurungnya digudang sampai Ningsih mau setuju dengan keputusan itu. Sampai seminggu Ningsih masih gudang karena tetap dengan pendiriannya, tapi Tio tak kehabisan akal, dia merebut Riri dari tangan Ningsih lalu mengancam akan membuang Riri ke tepi jurang", ucap Shila


"Ningsih pun segera setuju dan langsung menandatangi berkas itu, dengan syarat Riri harus hidup mewah tanpa kekurangan apapun dalam materi, jika mereka berani melanggar perjanjian, Ningsih mengancam akan membunuh Jiah", ucap Shila


"Alexa setuju dan memberikan beberapa aset untuk ditinggali Riri, dan pak Wahid mengurus Riri karena Tio dan Ningsih harus menjaga Jiah. Riri sering dibawa pak Wahid kerumah kami dan bermain dengan Dio, pak Wahid meminta bantuanku mengurus Riri, aku mengurusnya dengan senang hati, lalu suatu hari saat berkumpul, Dio bicara sesuatu yang tidak terduga oleh kami semua", ucap Shila


"apa itu ma?", tanya Dio yang sedaritadi menyimak


"'kakek, aku ingin melamar Riri, aku mau menikah dengannya, dia sangat cantik, aku menyukainya', itulah yang diucapkan Dio ke pak Wahid", ucap Hardi


"udah dibidik dari bayi ternyata", ucap Geri


Dio dengan wajah bingungnya ikut memerah pipinya


"tanpa diduga, pak Wahid menyetujui nya, 'baiklah, kau boleh menikah dengan cucuku, tapi jangan buat dia nangis ya', ucap pak Wahid begitu, Dio tersenyum senang, dia terud menciumi pipi Riri, Riri biasanya sangatlah bawel dan tidak suka dicium, tapi saat bersama Dio, dia tidak pernah menangis, justru tertawa senang", ucap Shila


"udah mesum dari kecil ternyata", ucap Rendi menahan tawa, terkena lemparan pulpen dari Dio


"Namun sepekan setelahnya Tio tak mengizinkan lagi Riri dibawa oleh pak Wahid dan hanya bisa bertemu sebulan sekali. Riri dirawat oleh pembantu dirumahnya. Sejak itulah Dio dan Riri tak pernah bertemu lagi", ucap Shila


"setelah berpuluh tahun tak bertemu Riri, suatu hari, tepatnya 2 tahun lalu saat Riri masih kelas 1 SMA, pak Wahid tiba tiba datang kerumah kami dan meminta pertolongan, dia membawa 2 bodyguard bersamanya, dan mengatakan bahwa Riri sedang dalam bahaya", ucap Hardi

__ADS_1


"pak Wahid meninggalkan dia bodyguardnya agar menjaga Shila, sementara aku dan pak Wahid membawa 1 bodyguardku, kami berangkat kerumah Tio, setelah sampai disana ternyata rumah Tio sudah berantakan dan terlihat darah di dinding, kami panik lalu naik ke lantai 2 tempat kamar Riri berada, dan terdengar keributan dari sana", ucap Hardi


"pak Wahid berlari da masuk kedalam kamar Riri, ternyata Riri sudah penuh dengan darah hampir di sekujur tubuhnya, sementara di belakang Tio berdiri seorang gadis sambil tertawa melihat Riri disiksa dan itu adalah Jiah", ucap Hardi


Kepala Riri kembali sakit mendengar nama Jiah, dia juga perlahan melihat kilasan balik kejadian hari itu


"saat Tio ingin membunuh Riri dengan vas bunga, pak Wahid menendang Tio hingga tersungkur ke lantai, lalu menampar Jiah sekuatnya hingga ikut jatuh kelantai, lalu menariknya kembali berdiri dan berkata


'jangan pernah lagi berani menyentuh cucuku!!', teriak pak Wahid,


Tio teriak 'jangan sentuh putriku!',


'kau marah saat aku menyentuh anak haram ini?!', ucap Pak wahid


'dia anakku!', teriak Tio


'lalu Riri? dia juga anakmu Tio!', teriakku begitu


lalu Tio berjalan kearah Riri, dia menarik Riri dan berkata


'mulai sekarang hanya Jiah anakku satu satunya, dan kau bukan lagi anakku!! dan jangan pernah berani menyentuh putriku Jiah!!',", ucap Hardi begitu


"pak Wahid marah dan menampar Tio


'mulai sekarang, namamu tidak akan ada lagi didaftar ahli waris keluargaku, dan hanya ada nama Riri jangan pernah berharap apapun lagi dari hartaku dan Riri karena kau juga bukan lagi anakku!', ucap pak Wahid lalu menarik lengan Riri dan memeluknya


Tapi Tio ga terima saat mendengar itu lalu menarik kembali lengan Riri dan melempar Riri hingga terhantam ke dinding dan pingsan, Riri bersimbah darah di sekujur tubuhnya, pak Wahid yang melihat itu merasakan sakit di dadanya, aku panik lalu menyuruh bodyguardku membawa pak wahid, lalu aku berjalan ke arah Riri, aku mau membawa Riri pergi, tapi kepalaku di pukul dari belakang oleh Tio dan aku diseret keluar dari rumahnya, bodyguardku langsung membawa kami kerumah sakit karena ga ada waktu untuk melawan Tio, dan disitu lah pak Wahid terkena serangan jantung", ucap Hardi


Riri mendengar itu langsung bangkit, dan mencabut selang infusnya, semua orang terkejut melihat Riri yang bangkit dari ranjangnya, karena tak ada yang tau bahwa Riri sudah siuman dan mendengar kan cerita pak Hardi sejak tadi


.


.


.


Gila ya, dakjal sekali si Tio ini, cuma gara gara harta sampai segitunya


Makasih ya udah mampir guys, nantikan terus episode selanjutnya ya :)


stay safety semuanya :)


bye bye >•<

__ADS_1


__ADS_2