
Dio pergi kekantor Riri, dia berlari kearah ruangan Riri, namun ruangan itu kosong, Dio lalu berlari lagi kearah departemen Riri
"apakah Riri tadi kesini?", mereka tidak menjawab dan hanya menggeleng pelan karena sudah diperintahkan Riri untuk tutup mulut
Dio mengatur nafasnya yang ngos ngos-an, dia benar benar frustasi dan memukul mukul dinding. Fikri tidak tega melihat Dio seperti itu, dia lalu menghampiri Dio
"maaf pak, ada yang ingin aku katakan", ucap Fikri
"apa?", tanya Dio
"tadi Riri memang datang kesini, tapi dia menyuruh mereka semua tutup mulut, lalu setelah itu Riri masuk keruangannya, tapi tidak keluar lagi, saat saya masuk kesana, dia sudah tidak ada", ucap Fikri
"ah yang benar saja", ucap Dio mengacak acak rambutnya
Dio lalu berjalan masuk keruangan Riri, dia melihat handphone Riri terletak dimeja kerja Riri, dia mengambil handphone Riri dan terduduk dikursi,
Dio memijat pelipisnya karena sikap istrinya yang seperti ini, dia yakin dia melakukan kesalahan besar, Riri tidak akan seperti ini hanya karena kesalahan kecil
Dio lalu melihat foto yang terjatuh terbalik dilantai, dia mengambil foto itu, dan melihatnya. Sungguh Dio terkejut bukan main saat melihat fotonya ada disana, foto tadi malam saat dia bertemu dengan seorang wanita yang merupakan cinta pertamanya
*Flashback*
Wanita yang pergi meninggalkannya 5 tahun lalu saat dia sedang sayang sayangnya, dan dia bertemu lagi dengan wanita itu malam ini, di sebuah cafe
Pertemuan itu memang tidak disengaja, Dio memang bertemu dengan teman lamanya, dia juga bersama dengan Rendi, namun saat ingin pulang, Dio tak sengaja bertemu dengan Pricilla, mantan kekasihnya dulu sekaligus cinta pertamanya
"Dio?", panggil Pricilla
Dio menoleh kearah suara itu, dia lalu melihat gadis yang dulu dia cintai, jantungnya kembali berdebar saat melihat gadis itu
"Pricilla? kau disini?", tanya Dio gugup
Pricilla berlari dan memeluk Dio, dia sangat merindukan Dio, sudah lama dia mencari Dio, tapi dia tidak menemukannya, dan juga tidak tahu kalau Dio sudah menikah
"aku sangat merindukanmu, maafkan aku karena pergi begitu saja, apakah kau pindah rumah? aku mencarimu kerumahmu, tapi kau tidak ada disana", ucap Pricilla menangis
Dio masih mematung, jantungnya berdebar kencang saat Pricilla memeluknya, dia juga sangat rindu rasanya, Dio membalas pelukan itu. Dio benar benar lupa kalau dia sudah memiliki istri, dan sudah menyandang status sebagai suami Riri
Pricilla melepas pelukannya dan menangis, Dio menghapus air mata gadis itu
"maafkan aku pergi begitu saja, ada sesuatu yang mendesak yang harus aku urus disana, aku pergi tanpa meninggalkan kabar untukmu, maaf", ucap Pricilla lalu bersandar dipundak Dio
"bagaimana kondisimu? apakah baik?", tanya Dio
"aku baik", jawab Pricilla tersenyum
"baguslah, pulanglah ini sudah malam", ucap Dio
"aku merindukanmu", ucap Pricilla
Tanpa permisi Pricilla langsung mengecup bibir Dio, dia sangat rindu dengan bibir lembut milik Dio. Dio yang belum sadar akhirnya membalas ciuman Pricilla, mereka bercumbu sebagai tanda melepas rindu. Dio memperdalam ciumannya dengan mendorong tengkuk Pricilla, mereka berciuman cukup lama
Tanpa sadar, aksi mereka dilihat oleh Rendi dari dalam mobil
"oh tidak, ini akan menjadi masalah besar, kenapa tuan Dio justru membalasnya? apakah dia lupa bahwa dia sudah beristri?", tanya Rendi
"nona Riri akan marah besar jika mengetahui ini, aku harus bagaimana? harusnya aku tidak tau apa apa daripada begini", ucap Rendi mengacak acak rambutnya
__ADS_1
Sementara dari kejauhan, terlihat Jiah yang ikut mengintip melihat aksi Dio dan gadis yang tidak dikenalnya itu
"kak Dio?!", pekik Jiah terkejut
"bajingan! berani sekali dia berbuat seperti ini dibelakang kakakku", umpat Jiah kesal
Jiah sangat marah rasanya melihat ini, mata Jiah lalu menelusuri sekitar tempat itu, dia melihat Rendi didalam mobil yang juga melihat adegan panas itu
"kak Rendi?", tanya Jiah
"oh jadi ini rencana mereka? mereka mengibuli kakakku?", ucap Jiah geram
Jiah langsung pergi meninggalkan tempat itu, dia pulang dengan perasaan marah bercampur sedih, memikirkan perasaan kakaknya saat mengetahui ini semua
"bagaimana hubungan kita? tidak pernah ada kata putus terucap diantara kita berdua, aku harap hubungan kita masih berlanjut", ucap Pricilla setelah melepaskan ciuman itu
Saat itu Dio baru tersadar akan keberadaan Riri sebagai istrinya, Dio membelalakkan matanya dan menepuk jidat
"pulanglah, aku tidak mengantarmu", ucap Dio langsung pergi meninggalkan Pricilla
Pricilla terdiam dan cemberut, dia fikir Dio masih marah karena ditinggalkan begitu saja tanpa kabar. Sedangkan Dio masuk kemobil, Rendi langsung melajukan mobil itu
Rendi tidak membuka suara, dia hanya diam dan sedikit kecewa dengan tuannya itu. Begitu juga dengan Dio yang memijat pelipisnya, dia tidak sadar telah berbuat kesalahan besar yang akan merusak rumah tangganya
*Flashback off*
Dio terduduk dilantai melihat foto itu dan mengingat kejadian tadi malam hingga detik ini. Dia sangat yakin Riri marah besar akan hal ini, terlebih lagi mengingat kejadian besar hari ini, membuat Dio tak sanggup lagi menangis
"aku sudah berbuat kesalahan besar", ucap Dio terduduk dilantai
"sialan",, umpat Dio merutuki kebodohannya
Dilain sisi lain, diapartemen Nita...
"aku ingin tau siapa yang mengambil foto ini, lalu mengirimkannya ke aku", ucap Riri melihat foto itu
"akan saya cari tau nyonya", jawab Koko
"kalian pulanglah dan kabari aku lewat telfon nanti, ini nomorku", ucap Riri memberikan secarik kertas kepada Koko
Koko dan Varel akhirnya pamit pergi dari sana, sementara Riri masih termenung disofa
"Ri, makanlah dulu", ucap Nita
"gausa repot repot Nit, aku hanya ingin numpang tidur disini", ucap Riri
Tiba tiba bel rumah Nita berbunyi, Nita segera membuka pintunya, terlihat Joi dan Jiah diluar
"sedang apa kalian disini?", tanya Nita
"kakakku ada didalam kan? aku mau masuk, permisi", ucap Jiah langsung menerobos masuk
"heii ini rumahku, dasar bocil, lepaskan sepatumu itu", teriak Nita
"ah iya maaf", ucap Jiah melepaskan sepatunya
"ada apa ini?", tanya Nita ke Joi
__ADS_1
"mari kita bahas didalam", jawab Joi
Jiah berlari menghampiri Riri yang sedang termenung, Riri terkejut melihat kehadiran Jiah disini
"Jiah, bagaimana kau tau kakak disini?", tanya Riri
"kakak sudah mengajari ku banyak hal, termasuk melacak keberadaan kakak", ucap Jiah
"bagaimana bisa kau melacakku?, handphone ku saja dikantor", ucap Riri
"aku melacak kak Nita, karena kak Nita dan kakak menghilang begitu saja dari kantor", ucap Jiah
"dia sangat cerdik, seperti mu", ucap Nita tersenyum
"lalu, kenapa kau kesini?", tanya Riri
"aku khawatir dengan kakak, aku juga membawakan obat kakak yang harusnya kakak minum", ucap Jiah mengeluarkan obat yang diberikan dokter Fira
Joi berlutut dihadapan Riri, dia memegang tangan Riri
"Ri, maafkan adikku, aku tidak tau jika dia berani berbuat kesalahan sebesar itu", ucap Joi
"kakak tau?", tanya Riri
"Jiah menceritakan padaku", ucap Joi
"Jiah tau?", tanya Riri menatap Jiah
"aku tidak sengaja melihatnya kak, tapi aku tidak ingin merusak dan mencampuri rumah tangga kakak, tapi karena kakak sudah tau, sepertinya aku harus membantu", ucap Jiah
Riri lemas, kali ini dia menangis
"Ri aku tidak akan membela adikku, aku tau itu adalah kesalahan besar, aku datang kesini untuk menemanimu, aku khawatir denganmu", ucap Joi
Riri menangis sejadi jadinya, dia menunjukkan foto itu kepada Joi
"kakak kenal dia?", tanya Riri
Joi melihat itu dan terkejut
"ini... wah, benar benar anak ini gila", ucap Joi marah
"kakak kenal?", tanya Nita
"ini mantan Dio, cinta pertama Dio sebelum bertemu Riri, namanya Pricilla, dia dulu meninggalkan Dio dan pergi begitu saja, tapi aku tidak menyangka dia kembali lagi ke Indonesia dan membuat kekacauan ini", ucap Joi
Riri tertawa kecil
"ah, cinta pertama ya", ucap Riri
"cinta pertama? yang benar saja dia! dia sangat marah saat Zidan mengajak Riri untuk balikan hari itu, tapi sekarang? justru dia bercumbu dengan cinta pertamanya?!! bajingan!!", ucap Nita marah
"aku tidak tau apa apa, tapi... ini gila", ucap Jiah pelan
"terima kasih karena sudah menutup mulutmu dan berusaha menjaga perasaanku, tidak sia sia aku menyayangimu", ucap Riri memeluk Jiah
"aku akan bersama kakak apapun keadaannya, tolong kakak bawa aku kemanapun kakak pergi, aku tidak mau jauh dari kakak, aku khawatir", ucap Jiah
__ADS_1
"baiklah, terima kasih ya", ucap Riri
Joi sangat marah karena ulah Dio, dia tidak menyangka Dio akan sebodoh ini, begitu juga dengan Nita, dia ikut geram melihat tingkah suami Riri itu.