
Joi dan Ara saling menatap dan ikut berfikir dengan maksud ucapan Riri
"jika mereka memang tidak menemukan apapun, harusnya mereka sudah kembali sejak tadi, atau setidaknya bertemu dengan kita ditengah jalan", ucap Ara sambil berfikir
"apa mungkin?....", ucap Joi terpotong
Mereka bertiga menutup mulut dan membelalakkan matanya, terdiam dengan pikiran mereka masing masing
Namun tiba tiba Dio mengucapkan sesuatu melalui mic nya.
"sayang, cepat selamatkan Varel dan Nicolas, mereka dalam bahaya", ucap Dio
"dijebak? apa maksudmu sayang?",tanya Riri terkejut
Joi dan Ara lebih terkejut lagi, karena mereka tidak tau apa apa tentang alat penyadap yang digunakan Riri
"sayang?", gumam Ara
"pergi kelorong sebelah kiri tempat Varel dan Nicolas, mereka sedang dikeroyok anak buah Alexa disana", ucap Dio
"baik", jawab Riri
"hati hati sayang, aku akan memantau terus dari sini", ucap Dio
"oke sayang", jawab Riri
Joi dan Ara hanya menatap bingung kearah Riri, banyak pertanyaan dibenak mereka, namun mereka tidak punya waktu untuk itu
"ayo jalan Varel dan Nicolas dalam bahaya, siapkan pistol kalian", ucap Riri
Riri, Joi dan Ara mempersiapkan pistolnya masing masing, Ara melirik jam tangannya, ternyata waktu berlalu begitu cepat, mereka sudah 2 jam disana
"kita sudah 2 jam disini?", gumam Ara
"benarkah? cepat sekali?", tanya Joi
"cukup lama juga karena kita mengurus para bodyguard didepan", jawab Riri
Mereka bertiga melanjutkan langkahnya dengan sangat hati hati. Namun tiba tiba terdengar suara tembakan dari arah tujuan mereka
"sayang hati hati disana ada Alexa, dan disana tidak ada mama, itu hanya jebakan", ucap Dio
"lalu bagaimana? dimana mama? dan bagaimana dengan Varel? aku harus bagaimana?", bisik Riri panik
"jangan kesana sayang, aku takut kamu terluka", ucap Dio
Riri tidak memperdulikan ucapan suaminya itu, dia terus melanjutkan langkahnya.
"kenapa?", bisik Joi
"mamaku tidak ada disana, Varel dan Nicolas sedang dalam bahaya, Alexa ada disana", jawab Riri
"what?!!", pekik Ara pelan
Dari tikungan di lorong, terlihat Varel dan Nicolas yang sudah ditodong pistol oleh para bodyguard itu
Varel dan Nicolas melihat Riri dari kejauhan, Riri lalu mengisyaratkan mereka berdua untuk menunduk, mereka pun mengikuti arahan Riri dan...
"ready?", bisik Joi
"sekarang!", bisik Riri
__ADS_1
**Dor!!
Dor!!
Dor!!
Dor!!
Dor!!
Dor**!!
Peluru peluru itu ditembakkan oleh Riri dan Joi ke kepala para bodyguard yang sedang berjaga disana, sementara Ara berjaga jaga dibelakang mereka
Para bodyguard itu mati seketika, Riri dan Joi segera berlari menghampiri temannya itu, Riri mencolek Ara
"ayo", bisik Riri
"em", jawab Ara mengangguk
"nyyonya maafkan kami jadi merepotkan kalian", ucap Varel
"jangan minta maaf, dimana ruangan Alexa? kenapa kalian lama sekali?", tanya Riri
"sebelah kanan ini adalah ruangannya, kami terjebak saat berbelok kesini tadi", jawab Nicolas
"ayo", ucap Riri
Riri memimpin, mereka menyiapkan pistol ditangannya masing masing, lalu terdengar suara Dio di mic nya, dan mengatakan sesuatu
"sayang, selamatkan Fikri, dia dijebak juga, wanita itu bukan bunda, itu adalah wanita yang juga disekap Alexa, dia berfikir Fikri adalah bawahan Alexa" ucap Dio
Riri tidak memperdulikan ucapan Dio, dia melepas mic nya dan menginjak injak benda itu dengan perasaan marah
Namun Riri tidak menjawab dan malah berlari kearah ruangan Alexa dia mendobrak ruangan itu dan langsung menembaki begitu saja. Joi dan yang lainnya panik, mereka segera menyusul Riri, sementara Ara dan Varel berjaga jaga dibelakang mereka
Ternyata benar, Alexa ada didalam ruangan itu. Namun karena Riri menembakinya, dia sudah berlumuran darah sekarang
Riri bergegas masuk kedalam sana dan menembak lagi kaki tangan Alexa, dan sekitaran sofa dengan sangat marah, dia seperti membabi buta
Dia sengaja tidak menembak Alexa secara langsung dan membunuhnya, dia ingin menyiksa Alexa terlebih dahulu.
Sedangkan Alexa sudah tidak bisa bergerak, dia terus berteriak saat peluru peluru itu menembus tubuhnya
"apakah sakit? bajiangan kau!!", teriak Riri
Riri lalu mengambil pisau yang ada dimeja, dia lalu merobak baju yang dipakai Alexa, dan langsung mensayat sayat tubuh Alexa tanpa ampun
Joi dan yang lain hanya bisa menutup mata dan mengalihkan pandangan mereka saat melihat Riri yang sedang marah
"dimana mama dan ayahku?!! dimana bundaku?!!", teriak Riri terus melayang pisau yang mensayat sayat tubuh Alexa
"apa kau dikir aku akan memberi tahu mu? hahaha", ucap Alexa tertawa jahat
Riri marah dan mencabik wajah Alexa, membuat Alexa menjerit sekuat kuatnya, banyak darah bercucuran dari tubuhnya dan mengenai tubuh Riri
Joi, Nicolas, Varel dan Ara juga terkena cipratan darah itu
"ini sungguh mengerikan", ucap Ara
"aku tidak akan lagi bermain main denganmu, jawab aku atau ku penggal kepalamu sekarang juga", ucap Riri
__ADS_1
"ba-baiklah", ucap Alexa yang sudah kehilangan semua tenaganya
"dimana mama dan ayahku? dan juga bundaku?", tanya Riri
"mereka ada di ruang samping sana", ucap Alexa
Riri mengalihkan pistolnya ketangan kiri, lalu tangan kanannya menarik rambut Alexa dan menyeretnya kearah ruangan yang dimaksud
Alexa langsung membuka ruangan itu, dan terlihat ada mama, ayah, dan bundanya didalam sana
"Riri?", tanya mereka bertiga serentak dan terkejut dengan apa yang ada didepan mata mereka
Didepan mata mereka sendiri, melihat Riri dengan fashion mix hitam dan putih. Ada darah bercipratan dimana mana ditubuh Riri
"lepaskan!! sakit bajingan!!", teriak Alexa
Riri marah dan menendang Alexa hingga tersungkur dihadapan orangtuanya dan bundanya. Dia lalu menarik kembali rambut Alexa dan menodongkan pistol ke kepala Alexa
"Kak lepaskan mama, ayah dan bunda", ucap Riri yang langsung dikerjakan oleh Joi, Varel dan Nicolas
"aku sudah melepaskan bundamu, mamamu dan juga ayahmu, apalagi mau mu sekarang?!", teriak Alexa
Riri menarik pelatuk dipistolnya namun arahnya sedikit digeserkan ke lain tempat, dengan tujuan menggertak Alexa
"jika kau berteriak sekali lagi, akan kupenggal kepalamu disini, didepan mama dan ayahku, lalu menjadikan kepala itu sourvenir dikantor polisi", ucap Riri
"kau tidak akan bisa melakukannya didepan orangtuamu", ucap Alexa masih tidak percaya
"kak, bawa mama, ayah dan bunda, jaga mereka baik baik dan berjalan dibelakangku", ucap Riri
Joi membawa Tio, Varel membawa Ningsih, dan Nicolas membawa Siti.
"Ara, kau berjaga jaga disampingku, jangan berniat untuk macam macam atau kau juga akan menjadi sasaranku", ucap Riri
"baik", jawab Ara
"dia saja sudah menyiksa Alexa seperti itu, tidak menutupi kemungkinan jika dia bisa melakukan lebih dari itu kepadaku", batin Ara
Riri menarik rambut Alexa dan menyeretnya menuju ruang tengah, sedangkan Alexa terus berteriak kesakitan. Dia tidak menyangka akan menghadapi amarah Riri seperti ini
Sedangkan Ningsih, Tio, dan Siti masih terkejut melihat Riri yang penuh amarah, sangat berbeda saat terakhir kali bertemu dengan mereka
"apakah itu... benar benar... Riri?", tanya Ningsih
"apakah dia... benar benar putriku Riri?...", tanya nya lagi
"itu benar benar Riri", jawab Tio
"aku... aku tidak menyangka...", ucap Ningsih menangis
"Riri akan menjadi sangat mengerikan jika marah, itu sudah melekat didalam dirinya", jawab Joi
"apakah... ini salah satu efek dari masa lalunya yang gelap itu? aku mendengarnya dari Harry", ucap Siti mulai bersuara
"iya nyonya", jawab Varel
"ya ampun Riri...", ucap Siti menutup mulutnya dan menangis
"ini adalah salah satu akibat dari trauma yang dialaminya jika dia memang punya trauma, aku tidak tau kondisi Riri, tetapi sikap seperti ini sangatlah jelas menunjukkan bahwa ini akibat dari traumanya", ucap Nicolas
"maafkan aku Ri..", gumam Tio menangis
__ADS_1
"dan alangkah lebih baik jika kalian tidak berisik, atau akan ada singa liar yang mengamuk lagi, aku sungguh takut sekarang", bisik Ara kearah mereka
Riri terus menyeret Alexa, darah Alexa meninggalkan jejak dilantai yang mereka lalui. Ini sungguh pemandangan yang menyeramkan, dan Riri sekarang, dia tidak lagi memiliki perasaan, hati dan matanya dipenuhi amarah dan dendam