CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.76 Surat Cinta Dari Alexa


__ADS_3

Hari dimana Geri ditembak...


Pagi pagi sekali, Alexa sudah mempersiapkan diri untuk memberi kejutan kepada Riri, dia mencuci foto Ningsih dan Siti yang sedang disekap, dia juga menculik Tio dan meletakkannya ditempat yang sama dengan Ningsih dan Siti.


"hari ini aku bakal ngasih kejutan untuk anak kesayangan kalian", ucap Alexa mendekati 3 orang yang diikat itu


"iya Riri, anak semata wayang kalian yang kalian telantarkan itu, hahahaha", ucap Alexa tertawa jahat melihat ekspresi Tio dan Ningsih yang sudah panik


"dan juga sekretarisnya yang selalu setia dengannya, Harry haha", ucap Alexa menatap Siti


"okeh kalau begitu, tunggu disini ya, aku bakal bekerja dulu untuk hari ini, aku tau kalian sangat merindukan anak anak kalian itu kan? tenang saja, aku akan bawa mereka kesini, lalu membakarnya bersama dengan orang tuanya", ucap Alexa tertawa lalu menutup pintu ruangan itu dengan keras


Dia berjalan mendekati bodyguardnya yang sudah siap sedia


"sudah kau siapkan segalanya?", tanya Alexa


"sudah Nyonya", jawabnya


"baiklah kalau begitu, capcus", ucap Alexa berjalan masuk ke mobilnya


Mereka melaju menuju daerah dekat kantor Riri dan mencari tempat yang cocok untuk membidik mangsanya itu. Namun ternyata tidak ada tempat yang cocok untuk membidik kearah ruangan Riri, jadi dia memutuskan untuk membidik keruangan Geri dan Harry


"sialan! kemana mereka? ini sudah hampir tengah hari tapi mereka tidak ada dikantor?", ucap Alexa yang sudah kesal menunggu


"sepertinya mereka sedang ada diluar nyonya, karena memang ruangannya kosong", ucap anak buah Alexa


Alexa hanya mendengus kesal. Beberapa saat kemudian, dia melihat Geri dan Harry masuk ke ruangannya.


"nah ini dia", ucap Alexa langsung membidik, dan...


Dor!!


Satu tembakan melesat kearah ruangan Geri dan Harry, terlihat kedua manusia langsung langsung meringkuk ketakutan, membuat tawa Alexa pecah


"lihat mereka, mereka fikir ini apa? petak umpet? hahaha", ucap Alexa tertawa


"luncurkan panahnya", perintah Alexa


Anak buah Alexa langsung meluncurkan anak panah yang sudah diikat foto foto Ningsih dan Siti.


Alexa tersenyum melihat pemandangan disaat Harry teriak teriak karena foto itu, dia pun langsung membidik Harry, namun ternyata di halangi oleh Geri


"sialan! dia mau cari mati?", ucap Alexa kesal


Alexa terus berusaha membidik Harry, namun dihalangi oleh tubuh Geri,


"baiklah jika itu maumu", ucap Alexa


Dor!!


Dor!!


Dua peluru melesat dari pistol milik Alexa, dia tidak peduli apakah pelurunya kena sasaran atau tidak, dia hanya langsung pergi dari sana menuju markasnya.


"ah iya, kirimkan surat yang sama berisi foto Ningsih, Siti dan Tio kepada Dio, aku yakin Riri sedang ada disana saat ini", ucap Alexa didalam mobil

__ADS_1


"baik nyonya", jawab anak buah Alexa


...----------------...


Dikantor Dio...


Riri yang sedang sibuk mencari keberadaan Alexa, tiba tiba menerima telfon dari Fikri.


"hallo Fik ada apa?", tanya Riri


"Ri, Geri Ri, Geri", ucap Fikri dengan nafas tersengal-sengal


"kenapa Geri? apa maksudmu?", tanya Riri bingung


"Geri ditembak, dia sudah menuju rumah sakit sekarang, cepat kesana aku akan menyusul dan menjelaskan semuanya kepadamu", ucap Fikri lalu mematikan telfon


"Hah? Geri? Hallo Fik... Fikri? ah shitt!!!", teriak Riri langsung mengambil jasnya


"ada apa sayang?", tanya Dio yang baru masuk ruangannya melihat Riri bersiap siap ingin pergi


"Geri ditembak, aku kerumah sakit sekarang", ucap Riri


Jelas saja Dio langsung bergegas pergi dan memanggil Rendi dan Joi. Mereka berempat langsung bergegas menuju rumah sakit, Rendi juga sudah mengamankan kantor Dio


Namun, sebelum mereka berangkat, sekretaris Dio yang satu lagi, berlari menyusul kearah Dio sambil membawa amplop coklat


"pak Dio, tunggu pak!", teriak nya


"ada apa?", tanya Dio


"ada surat penting untuk bapak", jawab Fany


"bapak harus lihat ini, sepertinya ini juga penting,", ucap Fany menyerahkan amplop itu


Ada tulisan didepannya


"surat cinta dari Alexa untuk Riri"


Tanpa babibu tatitu Riri merampas amplop itu dan merobeknya, dia sangat penasaran dengan isi amplop itu


Deg!


Jantung Riri bagaikan tersambar petir melihat isi amplop itu, kakinya lemas terasa seperti tidak bertulang, dia terduduk dilantai melihat foto mama, bunda dan ayahnya diikat


Dio, Joi, dan Rendi juga ikut terkejut melihat itu, Dio segera memeriksa foto foto itu dan ada sebuah kalimat dibalik foto itu


"bagaimana dengan kejutanku? apakah kau suka? nikmatilah"


Begitulah isi surat itu


Riri menangis, pandangannya kosong, pikirannya buyar sekarang, dia tidak bisa berfikir. Dio langsung menggendong Riri dan membawanya masuk kemobil, diikuti dengan Joi dan Rendi


Didalam perjalanan menuju rumah sakit, Riri menangis, dia benar benar khawatir dengan semua ini,


"Alexa bajingan, tunggu saja, berani sekali dia bermain denganku", ucap Riri mengepalkan tangannya

__ADS_1


Dio segera menelfon seluruh bawahannya untuk mencari Alexa, sedangkan Joi menghubungi mama dan papanya agar tidak keluar dari mansion. Rendi menghubungi Rara dan pak Herman, Riri menghubungi Varel untuk mencari Alexa


Setelah beberapa menit perjalanan mereka pun sampai dirumah sakit, mereka melihat Harry yang sedang terduduk lemas memegang lembaran foto mama nya dan mama Riri


"Harryy!!", teriak Riri membuyarkan lamunan Harry


"nona Riri? non maafkan aku", ucap Harry memeluk Riri dan menangis


"jangan minta maaf Har, aku yang harus minta maaf, karena diriku kalian semua terlibat begini, maafkan aku Harry", ucap Riri menangis memeluk Harry dengan erat


"Harry, jaga Geri ya, jangan lakukan apapun dan tetap ada di sisi Geri, biar aku selamatkan bunda, okey, percaya denganku", ucap Riri memegang wajah Harry yang sedang menangis


"non, maafkan aku, kalau bukan karena kecerobohanku, Geri ga akan seperti ini, harusnya aku yang ada diposisi dia sekarang, maafkan aku non Riri", ucap Harry berlutut didepan Riri


Dio langsung memeluk Harry


"tenang Harry, tenang, ini bukan salahmu, ini salah ****** itu, tenang okey? kita akan menyelesaikan semuanya", ucap Dio


"mamaku tuan, mamaku", ucap Harry dalam tangisnya


"iya tenang ya tenang, kami akan menyelamatkan bundamu, dan juga mertuaku, kau tenang saja", ucap Dio


Harry hanya bisa menangis di kursi menunggu operasi Geri. Tidak lama kemudian, Fikri dan Nita datang kesana, Nita langsung memeluk Rendi, dia takut kalau Rendi juga terkena tembakan seperti Geri


"kau tidak apa apa kan?", tanya Nita panik melihat Rendi dari ujung kepala hingga ujung kaki


"aku baik baik saja, tenanglah", ucap Rendi lalu memeluk Nita, dia tau akan kekhawatiran yang dirasakan Nita


"syukurlah, jaga dirimu, aku benar benar takut", ucap Nita dalam peluknya


Rendi memeluk erat Nita dan mengelus kepalanya agar membuat Nita tenang. Sementara Fikri menjelaskan kepada Riri kejadiannya tadi, Riri sangat marah mendengar itu semua


"Fik, karena Harry dan Geri tidak bisa ikut, maka kau yang ikut aku", ucap Riri


"kemana?", tanya Fikri bingung


"kau tau cara berperang kan?", tanya Riri


"maksudmu?", tanya Fikri berfikir sejenak


"ah iyaa, baiklah", ucap Fikri


"bagus, ikut aku nanti", ucap Riri


"sayang, kalau sudah dapat kabar tentang keberadaan Alexa, telfon aku ya, aku pamit dulu", ucap Riri kepada Dio


"mau kemana sayang?", tanya Dio


"mansion kakek, kita harus manfaatkan apapun yang ada", ucap Riri


"hati hati sayang, aku akan berjaga disini, kak Joi akan bersamamu", ucap Dio


"baiklah, ayo Fik, ayo kak", ucap Riri lalu pergi dari sana, mereka melaju menuju mansion kakek


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2