
Joi dan Fikri sudah sampai dirumah sakit sejak jam 4 pagi tadi dan orang tua Riri juga sudah diberikan perawatan untuk luka luka mereka, begitu juga dengan Siti. Dio dan Rendi segera kerumah sakit setelah mendengar kabar bahwa Joi dan Fikri sudah kembali.
"kak Joi", panggil Dio
"Dio?", tanya Joi
Mereka bertemu dan berpelukan,, Dio lalu memeriksa tubuh kakaknya itu dari ujung kepala sampai ujung kaki dan memutar mutar badan Joi
"sedang apa kau ini", ucap Joi kesal
"kau tidak apa apa kan kak? kau terluka?", tanya Dio
"aku tidak apa apa, hanya sedikit tergores pisau", ucap Joi menunjukkan tangannya
"gantilah bajumu kak, setelah itu kau juga harus dirawat dan diberi vitamin", ucap Dio
"tidak, aku harus kembali kesana lagi, aku sudah berjanji pada Riri", ucap Joi
"tidak kak, kau dan Fikri tetap disini agar mendapat perawatan, biar aku yang kesana", ucap Dio
"maaf tuan sebelumnya, memang nya pak Dio tu lokasinya?", tanya Fikri agak ragu
"tentu saja aku tau, aku selalu mengawasi kalian sejak awal kalian berperang", ucap Dio
"benarkah?", tanya Fikri
"benar, dia dan Riri selalu berkomunikasi, namun Riri kemudian marah dan merusak alat komunikasi mereka", ucap Joi
"bagaimana kakak tau?", tanya Dio bingung
"aku melihat Riri marah dan menginjak injak air buds miliknya, dari situ aku paham", jawab Joi
"ah begitu", ucap Dio
"sebaiknya kau jangan kesana, aku yakin istrimu akan segera kembali setelah fajar tiba, sekarang ini dia sangat tempramental", ucap Joi
"tapi aku khawatir kak", ucap Dio
"pak, sebaiknya pak Dio dengarkan saran kak Joi, karena kami sudah melihat dengan mata kepala kami sendiri saat Riri sedang mengamuk tadi", ucap Fikri
Dio pun akhirnya menuruti ucapan Joi dan Fikri untuk tidak menjemput Riri, dia juga menghubungi ayah dan mama nya agar segera datang kerumah sakit, karena keadaan juga sudah aman.
Sementara itu Joi dan Fikri mendapat perawatan intensif dan diletakkan didalam 1 ruangan yang cukup besar untuk mereka berkumpul.
Namun tiba tiba, Nita berteriak dan berlari memanggil dokter, tentu saja 4 lelaki itu dibuat terkejut oleh teriakan Nita dan langsung bangkit dari tempatnya masing masing
"ada apa sayang?", tanya Rendi panik
"Dokter!! Gerii!! Geri siuman!", ucap Nita
"benarkah?!", tanya mereka berempat serentak
Nita hanya mengangguk cepat
"aku akan mencari dokter", ucap Dio berlari mencari dokter
Sementara Nita dan yang lainnya pergi kearah ruang ICU untuk melihat keadaan Geri. Terlihat Rara dan Harry menangis didepan jendela ruang ICU dan sedang menatap Geri, namun ternyata Geri melihatnya dan tersenyum
"aku merindukanmu", ucap Rara pelan
"terima kasih sudah bangun Ger, maafkan aku", gumam Harry pelan
__ADS_1
Tak butuh waktu lama, dokter akhirnya datang dan mengecek kondisi Geri
"alhamdulillah", ucap Joi dan yang lainnya setelah melihat Geri akhirnya siuman
Beberapa menit kemudian, Geri dipindahkan keruangan yang sama bersama dengan Joi dan Fikri, kini mereka semua berkumpul diruangan itu dan menceritakan semua kejadiannya dari awal sampai akhir.
"Riri benar benar membunuh wanita itu?", tanya Rara agak ngilu mendengar cerita Joi
"bukan hanya dibunuh, Riri bahkan menyiksanya dengan sangat sangat mengerikan", ucap Fikri
"kau lihat baju ku itu, yang putih itu", ucap Joi menunjukkan bajunya yang diletakkan dilantai
"darah itu, milik Alexa, dan darah yang ada diwajah kami tadi, milik Alexa", sambung Joi
Rara dan Nita menutup mulut mendengar itu, sedang Dio, Rendi, Geri dan Harry menganga mendengarnya. Tentu saja mereka semua terkejut dan ingin tau kelanjutan dari perang ini dan apa yang akan dilakukan Riri selanjutnya
"i-itu sangat mengerikan", ucap Nita
"sangat sangat mengerikan", jawab Joi
"ah baiklah, aku akan memindahkan mama, ayah dan bunda kesini, kalian tolong jangan cerita macam macam lagi", ucap Dio gugup
"baiklah", jawab Nita
"lalu Riri dimana sekarang? kenapa dia belum kembali juga?", tanya Rara
Tak ada yang menjawab, mereka hanya saling menatap satu sama lain.
...----------------...
Dimarkas Alexa....
Riri membuka brankas Alexa yang ada dibawah tanah, dengan bantuan sidik jari milik Alexa. Riri benar benar memegang jari tanpa tubuh itu ditangannya
Setelah pintu brankas terbuka, mereka masuk kedalam, dan terlihatlah tumpukan emas didalam sana.
"whoa", ucap Ara
"wah ini asli?", tanya Varel
"tentu saja asli", jawab Koko
"baiklah, pindahkan ini semua kebrankas milikku dimasion kakek", ucap Riri
Setelah itu, para bodyguard yang telah dipersiapkan Riri pun melakukan perintah nyonya mereka itu. Mereka juga memindahkan semua senjata yang ada digudang senjata
Riri juga menyikat semua harta yang ada disana tanpa tersisa sedikitpun, dia tidak berniat menyia-nyiakan kesempatan ini
Riri juga ikut turun tangan dalam memindahkan emas itu ke brankas miliknya dimansion kakeknya. Setelah beberapa jam mengurus itu semua, mereka kembali lagi ke markas Alexa
Riri akhirnya melirik kewanita yang sedang disandera yang sebelumnya mengaku sebagai bundanya Riri
"siapa kau ini?", tanya Riri
"aku ditipu Alexa saat jual beli saham miliknya diperusahaan induk yang sekarang menjadi milikmu, karena aku memberontak, dia membawaku kesini dan menghajarku habis habis seperti ini", ucapnya
"siapa namamu?", tanya Riri
"Basree", ucapnya
"ah Basree, apakah kau ingin hidup dibawah perintahku dan tidak memiliki niat untuk berkhianat sekalipun, atau kau ingin mati detik ini juga?", ucap Riri menyiapkan pistolnya
__ADS_1
"a-aku ingin hidup, biarkan aku hidup nyonya, walaupun aku harus hidup dibawah perintahmu, aku akan menuruti semua mau mu, aku akan setia denganmu, tolong jangan bunuh aku", ucap Basree cepat, dia sungguh takut dengan Riri setelah melihat keganasan Riri tadi
"baiklah, Varel ambilkan kontraknya", ucap Riri
Varel pun memberikan sebuah kontrak kepada Basree untuk ditanda tangani. Setelah meneken kontrak, Basree dibebaskan
"kau ikut denganku nanti kerumah sakit, kau harus mendapatkan perawatan, dan untuk sahammu, dan semua fasilitasmu, akan kupulihkan nanti, tapi ingat, jangan pernah berfikir untuk menghianatiku, atau jari jari mu itu akan kubuat menjadi sourvenir juga", ucap Riri
"ba-baik nyonya", jawab Basree.
"dan untuk kalian, bodyguard ku, hiduplah normal seperti biasanya, dan jika sewaktu waktu aku membutuhkan kalian, kalian harus datang dan melaksanakan perintahku", ucap Riri
"baik nyonya", jawab mereka serentak
Varel dan yang lainnya masuk kemobil, dan para bodyguard itu juga sudah ada dimobil, namun Riri masih disana.
"hei, vidiokan aku", ucap Riri kepada Ara
"hah?", tanya Ara bingung namun tetap melakukan perintah Riri
Sebelum mereka masuk kemobil Riri sudah menyuruh bodyguard itu untuk menyiram markas itu dengan bensin. Dan kini Riri berdiri dikejauhan, dia membidik mobil Alexa, lalu menembakinya hingga akhirnya mobil itu meledak dan terbakar
Api dari mobil itu menyambar bensin ditanah dengan cepat yang kemudian membakar seluruh markas beserta isinya.
Riri tertawa senang melihat itu, sedangkan Ara juga terkagum dengan pemandangan itu, kini dia sudah mulai terbiasa dengan sikap psikopat Riri.
"Whoaaa", ucap Ara
"perfecto!!", ucap Varel
"waw", ucap Basree
"ini seperti drama mafia", ucap Koko terkagum
"kuy pulang", ucap Riri masuk kemobil
Mereka pergi meninggalkan markas yang masih marak dengan api itu. Kini Alexa sudah hancur sepenuhnya, sungguh ini memuaskan hati Riri
Setelah beberapa menit perjalanan, Riri akhirnya tiba di mansion kakek Riri. Riri mengabdikan jari jari Alexa dan menyimpannya dengan baik dibrankasnya. Setelah itu mereka pergi dari sana dan meninggalkan mansion kakek Riri
Para bodyguard itu juga pulang kerumah mereka masing masing, sementara Riri dan yang lain pergi kerumah sakit
"Ri apa tidak apa apa jika kau datang kerumah sakit dengan baju penuh darah seperti itu", tanya Ara
"tak apa, aku ingin menunjukkan ini kepada semua orang", ucap Riri
"ah begitu, baiklah baiklah", ucap Ara
"kalian semua harus dirawat nanti, dan jangan membantah, aku akan segera mengurus fasilitas untuk kalian, termasuk kau Basree, dan kau Ara", ucap Riri
"terima kasih nyonya", jawab Basree
"terima kasih Ri", ucap Ara
"untuk Koko, kau tinggallah bersama Varel, aku juga memberikan kalian fasilitas yang sama seperti Ara dan Basree
"tapi kenapa kami tinggal bersama nyonya? sedangkan Ara dan Basree punya fasilitas masing masing", tanya Koko
"siapa bilang? kalian akan tinggal bersama, aku akan menyiapkan rumah bersebelahan untuk kalian, tapi kalian tetap akan memiliki privasi masing masing", ucap Riri
"ah begitu, baiklah nyonya", jawab Koko
__ADS_1
"apapun itu aku terima, yang penting aku masih bisa bernafas", ucap Ara
"aku juga", ucap Basree