CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.20 Salah Cari Mangsa


__ADS_3

Namun saat baru saja masuk ke resto, Riri bertemu dengan seorang gadis yang sangat dia kenal.


"Kau? Riri kan?", ucap gadis itu


"kau? Ara?", ucap Riri melihat gadis itu


Para karyawan Riri berhenti dibelakang Riri, mereka memiliki perasaan tidak enak dengan gadis ini


"hahaha, kau mendapat rekomendasi lulus lebih cepat karena kau sangat pintar, tapi ternyata? hanya untuk menjadi karyawan kantor? haha bodoh", ucap Ara


Semua karyawan Riri marah mendengar ucapan Ara, berani sekali gadis itu melecehkan boss nya. Nita ingin maju dan menampar mulut gadis itu, namun tangannya di genggam Riri.


"lihatlah, bahkan sekarang kau sudah memiliki teman, apakah kau tidak dibully dikantormu?", ucap Ara tertawa jahat dengan tangan disilangkan di dada


Riri masih diam ditempat, dia berusaha menahan amarahnya dan berbalik badan menghadap karyawannya


"kalian masuklah dulu ke ruangan yang biasanya ya, pesankan makanan untukku juga, oke?", ucap Riri


"tapi bu, dia...", ucap Nita yang belum selesai langsung terhenti


"dia jatahku, kalian masuklah, aku tak apa", ucap Riri pelan


"ingin sekali ku sobek mulutnya itu", gumam Nita


Mereka pun menuruti perintah Riri dan berjalan masuk ke ruangan VIP, dari dalam ruangan mereka bisa melihat Riri dan Ara


"apa mau mu?", tanya Riri


"hahaha apa yang bisa kudapatkan darimu?", ucap Ara


"kalau begitu pergilah", ucap Riri ingin berjalan namun lengan nya di tarik dan dilempar Ara sehingga dia jatuh ke lantai dan kakinya menabrak meja


Anggota Riri yang melihat ini pun marah dan keluar dari ruangan.


Plakk!!!


Sebuah tamparan mulus mendarat di pipi Ara. Ara yang terkejut ingin membalas tapi tangannya ditarik Yuli dan...


Plakk!!!


Double kill!


Ara terdiam dan mengehela nafas kasar. Dia melayangkan tangan ke Yuli tapi tertahan oleh tangan Hafiz dan dihempaskan hingga Ara mundur beberapa langkah


Sementara Nita dan Natali membantu Riri berdiri


"bu Riri ada yang luka bu? kita kerumah sakit ya bu?", ucap Nita,


"ga perlu Nit, makasih udah bantu aku berdiri", ucap Riri


"hahaha, kau sekarang punya anak buah Ri? lihat lah mereka melindungi anak buangan seperti mu", ucap Ara tertawa yang berhasil membuat api amarah di mata Riri


Para karyawan Riri sedikit takut melihat mata Riri, mereka sangat hafal sikap bosnya itu


"bu...", ucap nita berusaha menyadarkan Riri


"minggir, ini urusanku", ucap Riri melepaskan tangan Nita, Riri berjalan mendatangi Ara


"ulangi", ucap Riri


"haha kau ingin aku mengulangi kalimatku? kau dan temanmu itu hanyalah karyawan rendahan, papaku direktur diperusahaan kalian, akan ku buat kalian semua kehilangan pekerjaan", ucap Ara marah

__ADS_1


Riri tersenyum smirk


"apa kau fikir lucu? hidup mu dan otakmu yang sangat pintar itu hanyalah sia sia saja Ri, pantas saja orang tua mu lebih memilih meninggalkan dirimu, ternyata seperti ini kau, pantas menjadi anak buangan, harusnya kau masih di sekolah jadi akan ku bully setiap hari, setidaknya dirimu berguna dan menjadi hiburan untukku", ucap Ara tertawa jahat


Riri mengambil sup ayam yang panas yang dibawa pelayan lalu menyiramnya ke Ara


"aaargghhh!! panas, kau gila haa?!", teriak Ara merasakan panas di lengannya


"apakah panas? baiklah akan ku bantu untuk mendinginkan nya", ucap Riri tersenyum lalu mengambil sup buah lalu menyiramkan nya ke wajah Ara


Byurr


sup itu mengenai wajah Ara dan beberapa potong buah masuk kedalam bajunya


"berani sekali kau", ucap Ara lalu melayangkan tangannya tapi ditepis oleh Riri dan di balas tamparan dari Riri dengan sangat kuat hingga Ara terjatuh ke lantai


"sakit? panas? Atau dingin? jawablah Ara, aku ingin tau", ucap Riri pelan dan mengembalikan mangkok sup itu kepada pelayan


Ara berdiri lalu melotot kearah Riri dan anggota Riri


"tunggu disini aku akan memanggil papaku dan memecat kalian semua", ucap Ara,


Pelayan itu mendengarnya dan ingin mengatakan sesuatu tapi mata Riri melirik yang menandakan dia harus diam


"baiklah Ara cantik, panggillah papamu itu, aku ada diruangan itu, aku tunggu kau disana bersama dengan papamu", ucap Riri tersenyum lalu pergi meninggalkan Ara dan diikuti juga oleh para karyawannya


Para pengunjung disitu tidak merasa iba kepada Ara, justru malah menertawakannya dan berbisik bisik


"dia salah mangsa",


"dasar gadis tidak tau malu"


"dia fikir dia siapa?"


"sebentar lagi akan tamat seluruh hidupnya"


Begitu lah yang dibicarakan pengunjung disitu, karena mereka semua tau bahwa Riri adalah pemilik dari restoran mewah tersebut dan juga seorang CEO dari perusahaan ternama


Ara menelfon papanya, dan papanya sudah berangkat ke alamat yang dikirim Ara


"Bu Riri apakah sakit? kita kedokter ya bu", ucap Yuli gugup melihat mata Riri yang masih menahan amarah


"bu minum dulu bu, kendalikan diri bu Riri", ucap Nita menyodorkan segelas air.


Riri mengambil pemberian Nita. Riri tidak menjawab, dia sangat marah, Riri paling benci jika hal hal yang menjadi privasinya diumbar ke publik


"kita kerumah sakit ya bu", ucap Adam


"tutup tirai itu", ucap Riri datar


Tirai pun ditutup, ruangan itu menjadi sangat dingin rasanya, tidak ada yang berani membuka suara.


Setelah menunggu beberapa menit, pintu ruangan itu terbuka dan datangla seorang lelaki yang merupakan direktur diperusahaan Riri dan juga papa dari gadis yang selalu membully nya semasa sekolah


"dimana gadis yang berani menyiramkan sup panas ke putriku?!", teriak Yudi


Riri yang duduk membelakangi pintu pun bersuara, tapi tidak membalikkan badannya


"aku", ucap Riri


"siapa kau? berani sekali kau memperlakukan putriku seperti itu?! aku direkturmu!! ku pecat kalian semua!", teriak Yudi

__ADS_1


"majulah beberapa langkah sehingga kau bisa melihat wajah gadis yang menyiramkan sup ke putrimu itu", ucap Riri dingin


"berani sekali kau memerintahku?!!", teriak Yudi


"jangan teriak, atau akan ku sobek mulutmu itu", ucap Riri datar


Yudi yang masih merasa marah pun melangkah beberapa langkah kedepan untuk melihat wajah gadis itu. Mata nya membalalak kaget, bercampur ketakutan melihat wajah dingin Riri dan mata elang Riri yang sedang menatapnya


"kau sudah liat wajahku?", ucap Riri


"kau ingin memecatku? karena kau direktur?", ucap Riri pelan sambil menuangkan air kedalam gelas didepannya


" kau marah ke orang lain tanpa mendengarkan penjelasan orang lain terlebih dahulu dan menelan mentah mentah ucapan putrimu?!", teriak Riri berdiri dan melemparkan gelas ke dinding


Semua orang di ruangan itu gemetar ketakutan, tapi tak berani menundukkan wajahnya karena Riri sangat tidak suka melihat orang menundukkan wajah saat bersamanya, mereka hanya menelan ludah dan berharap tidak menjadi sasaran amarah Riri


"Adam tutup pintu!", ucap Riri yang segera dilakukan Adam


"beginikah sikapmu sebagai direktur? kau sangat anggar dengan jabatanmu itu?!", teriak Riri menghentakkan tangan ke meja


Pak Yudi, dan yang lainnya terkejut dan hanya bisa diam


"apakah kau tau perbuatan busuk putrimu itu?! harusnya kau bertanya apa yang dia lakukan sehingga membuat sup panas mendarat dilengannya! bukannya malah langsung marah ke orang lain!!", teriak Riri


"papa kenapa? lawan dia, kenapa malah takut begitu, dia adalah anak yang selalu ku bully disekolah, papa sangat mendukungku, tapi kenapa sekarang malah ciut begitu", ucap Ara.


Semua orang diruangan kaget dan menatap Yudi, Riri tersenyum smirk. Yudi melotot ke Ara mendengar kenyataan yang keluar dari mulut Ara


plakk!!


Sebuah tamparan mendarat di pipi Ara


"kenapa papa menamparku!", teriak Ara


"kau sudah membawa mala petaka bagiku! tidakkah kau tau bahwa dia adalah CEO diperusahaan tempatku bekerja!", ucap Yudi


Ara terkejut bukan main bagaikan tertusuk belati di dadanya


"selesaikan urusanmu dengan anakmu itu, dan temui aku diruangan ku jam 2 sore, jika kau terlambat semenit saja, kupastikan meja mu kosong detik itu juga", ucap Riri melotot ke arah Yudi


"b-baik bu", ucap Yudi terbata bata dan menarik tangan Ara keluar dari ruangan Itu


Riri mengatur nafasnya, amarahnya perlahan hilang


"maafkan aku, karena amarahku makan siang kita batal", ucap Riri pelan, kini amarahnya sudah hilang dan merasa bersalah kepada anggotanya


"bu Riri jangan minta maaf bu", ucap Adam


"iya bu, jangan pikirkan kami", ucap Nita


"kalian makanlah disini ya, aku akan kembali kekantor, aku tidak memiliki ***** sekarang", ucap Riri


"apa tidak apa apa bu? ibu yang mengajak kami kesini", ucap Yuli


"tak apa, makanlah sepuas kalian, tidak perlu bayar, ini restoran milikku jadi makanlah sampai kalian puas lalu kembali bekerja", ucap Riri


Para anggota Riri terkejut mendengarnya, mereka sama sekali tidak tau bahwa restoran ini adalah milik Riri, padahal mereka hampir setiap hari makan disini


"bu mau saya antar?", tanya Hafiz


"ga perlu fiz, aku bisa sendiri kok, tenang saja, kalian makan ya, aku pamit dulu", ucap Riri tersenyum

__ADS_1


Riri pergi dari restorannya dan kembali kekantornya. Dia berjalan keruangannya dengan sedikit pincang karena kakinya sakit terbentur meja saat didorong Ara tadi


__ADS_2