CEO Cantik Pengidap Bipolar

CEO Cantik Pengidap Bipolar
1.8 Kesalahpahaman


__ADS_3

brakk!!


Pintu terbuka, mereka melihat barang barang berserakan, pecahan kaca ada dimana mana, saat lampu dihidupkan ada darah bercecer di jendela yang pecah, dan juga di dinding. Riri tidak terlihat, namun samar samar terdengar suara tangisan yang berasal dari balik meja besar. Dio pun berlari ke sumber tangisan tersebut dan disusul oleh temannya yang lain.


Namun saat melihat pemandangan dibalik meja, dia sangat terkejut melihat Riri melipat kedua tangan dan kaki, lalu menunduk kebawah, terlihat dengan jelas ada darah mengalir dari tangan kanannya


"Riri...?", ucap Dio pelan dan melangkah perlahan mendekati Riri. Tidak ada respon dari Riri. Dio melihat Riri menggenggam kuat pecahan kaca


"ambil kotak P3K", ucapnya pada Raina


Raina segera berlari pergi mencari kotak P3K


"Riri, dengerin kakak, kita bicara baik baik ya, lepas genggaman mu Ri, kau hanya melukai diri sendiri", bujuk Dio pelan.


Dio melepas genggaman tangan Riri dan membuang pecahan kaca itu.


"Riri kita bicara dulu yuk baik baik Ri", bujuk Raini. Tangisan Riri terhenti, Riri melihat Raini, dan menatapnya sebentar. Semua orang kaget


"suara ini, yang ku dengar saat malam itu", ucap Riri pelan


"hah?", ucap kak Dio yang belum mengerti


"suara ini yang ku dengar saat malam dimana aku dikunci dikamar mandi!!!", teriak Riri sambil berdiri


Raini terkejut dan terjatuh ke lantai


"kau!! kau sudah mendengar aku meminta tolong, tapi kenapa kau tidak membukakan pintu untukku!!", teriak Riri sambil menarik baju Raini


"aku berfikir purna tidak tau apa apa, sebab itulah tidak ada yang bertindak, tapi ternyata, ada yang tau, dan kalian semua diam saja!!", teriak Riri yang mendorong Raini hingga terjatuh ke lantai


Dio dan Vino pun menahan Riri yang mengejar Raini, Riri terus memberontak dan terus berteriak, Dio dan Vino hampir kewalahan, tenaga amarah Riri sangat kuat


"Ri berhenti Ri kami bisa jelasin semuanya Ri, kau hanya salah paham", ucap Fauzan berusaha membujuk dan menghentikan Riri


"apa maksudmu?!


Semua yang ku terima selama ini hanya salah paham?! begitu?!, Kalian semua tidak ada yang pantas menjadi manusia!! bajingann!!!", teriak Riri yang semakin menjadi jadi amarahnya

__ADS_1


"kalian semua keluar dari sini!", ucap Dio


Mereka semua menuruti perintah Dio, karena jika berbicara dengan Riri yang sedang mengamuk, juga percuma, yang ada malah mereka yang di serang


Dio terus memeluk Riri dengan erat, dia tidak peduli walaupun Riri memberontak, Dio masih terus memeluknya. Perlahan lahan tangisan Riri berhenti, tidak ada pemberontakan lagi.


Dio membujuk Riri untuk duduk, lalu mengobati luka Riri dengan sangat perlahan. Dio tau Riri merasakan sakit yang sangat sakit baik mental maupun fisik, hampir di seluruh tubuhnya ada darah, bahkan aula juga dimana mana ada darah Riri


"sakit?", tanya Dio sambil mengusap darah dikepala Riri.


Tidak ada respon dari Riri, dia duduk terdiam, pandangannya kosong.


Dio melanjutkan mengobati Riri, memakaikan perban di tangan Riri, dia juga menutupi luka di wajah Riri.


"istighfar Riri, ingat Allah, tenangkan hatimu, kita pulang sekarang ya", bujuk kak Dio sambil menggenggam tangan Riri dan membawanya ke ruangan lain.


"kamu disini dulu ya, jangan kemana mana, aku hanya keluar sebentar", ucap kak Dio sambil menutup pintu


Riri masih tidak merespon, pandangannya masih kosong, dia masih shock dengan kejadian tadi


scene berpindah ke lapangan


"kau terluka?", tanya Dio ke Raini


"aku tidak apa apa, aku harus menjelaskan semuanya ke Riri, dia salah paham denganku", jawab Raini


"nanti saja sampai benar benar tenang, aku tidak yakin kau akan keluar hidup hidup jika datang ke Riri sekarang, dengan keadaan seperti sekarang dia bisa sana membunuh orang lain ditangannya", ucap Dio


"aku yang salah, harusnya aku lebih memperhatikan Riri, jika aku lebih berani dan teliti, tidak akan ada kejadian seperti", Ucap Raini yang sedang menangis, dia sangat sedih dan sangat bersalah karena tidak menolong Riri malam itu,


"bukan sepenuhnya salahmu Rai, kau tenang saja, Riri seperti itu hanya karena dia sedang marah", ucap Vino menenangkan Raini


"Vino benar, kita semua tau kalau Riri tidak pernah marah, dia selalu menurut dengan perintah kita, tidak pernah membantah sekalipun", ucap Fauzan


"kita harus menghukum pelakunya!", ucap Riana marah dan berjalan ke arah Zakki yang ada di tengah lapangan


Dia menarik baju Zakki dan menamparnya

__ADS_1


"sudah puas kalian semua!!", teriak Riana


Vino berlari menenangkan Riana


"tahan tahan kita harus bisa mengontrol emosi kita", ucap Vino pelan


"apalagi yang ditahan Vin?! kau sendiri sudah lihat kalau kita semua gagal! kita gagal jadi senior! kita selalu menegaskan bahwa kita semua keluarga, tapi ternyata sesuatu terjadi didepan kita dan kita tidak tau sama sekali Vin!", ucap Riana yang sudah tidak sanggup menahan tangisnya


"kalian semuaa, lihat akibat dari perbuatan kalian ini! tidak akan ada perlombaan untuk kalian lagi!! semuanya bubar! jangan pernah ada latihan lagi!", teriak Riana lalu dia pergi ke pinggir lapangan menemui Raini


Hati para senior sangat terluka mendengar kejadian yang dialami Riri. Mereka merasa gagal karena tidak pernah tau apapun tentang ini. Mereka berjalan keruangan Riri dengan maksud ingin meminta maaf dan menenangkan hati Riri. Tapi lagi lagi mereka terkejut.


Riri tidak ada di ruangan yang tadi


"loh? Riri kemana?!", tanya Dio panik


"kau yakin meninggalkannya disini yo?", tanya Fauzan


"sangat yakin, aku tidak salah ruangan kok", jawab Dio. Saat sedang panik mereka semua mendengar sesuatu dari arah aula


"suara apa itu?", tanya Vino melihat keluar pintu


"itu dari arah aula", Ucap Raini


"Riri?!", jawab mereka semua serentak lalu berlari ke aula. Tapi sekali lagi, mereka terkejut dengan pemandangan yang mereka lihat


"Riri?!", tanya Dio pelan, dia tidak percaya dengan yang matanya lihat


"kau kah itu Riri?", tanya Raini bingung


Ada apa lagi ya kira kira?


Ngapai lagi nih si Riri?


Sampai jumpa di episode selanjutnya manteman


terima kasih sudah mampir

__ADS_1


bye bye >~<


__ADS_2