Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Pernikahan


__ADS_3

Hari bahagia pun akhirnya tiba.


Kita merayakan pernikahan kita di sebuah ballrom hotel besar Jakarta seperti apa yang sudah Papa siapkan.


Aku masih belum bisa percaya, akhirnya aku dan Nicko bisa ada di titik ini. Setelah sekian banyak nya masalah yang menghadang cinta kami, tapi ternyata kami bisa melalui nya. Tentu semua ini karena kerja keras Nicko yang masih mau mempertahan kan perasaan nya kepadaku walaupun wujud ku tidak ada selama 5 tahun tapi dia percaya bahwa aku akan kembali kepadanya, bukan kah itu luar biasa ?


Ballroom begitu mewah dan indah dengan tema berwarna putih, dekorasi yang begitu menakjubkan seperti di film dongeng yang sering aku bacakan untuk Kara, juga dengan lampu besar dan megah di langit-langit membuat ruangan itu seakan kian luas menjulang ke atas.


Karpet merah dari pintu sudah di siapkan untuk aku berjalan menuju althar dimana NIcko sudah berdiri menunggu kehadiran ku. Aku berdiri di depan pintu ballroom yang masih tertutup,dengan menggunakan ball gown ku yang mengembang berwarna putih, bermodel boat neck yang memperlihatkan kedua bahu dan dada mulus ku, wajah ku pun di tutup dengan kain tile yang menerawang ,juga memakai hiasan rambut yang begitu sederhana namun elegant.


Aku begitu gugup walaupun baru berdiri di depan pintu ballroom. Perasaan seperti ini tentu tidak aku rasakan ketika aku menikah dengan Ben. Aku merasa jika pernikahan ku dulu dengan Ben hanyalah main-main dan berlangsung tidak menyenangkan, dengan tamu-tamu yang sama sekali tidak ku kenal, dengan suasana hati yang begitu pilu karena tidak ada pihak keluarga ku yang menemani selain Keysa, juga karena kenyataan jika pernikahan itu hanya sebatas saling membantu antara aku dan Ben, jadi aku selalu merasa pernikahan dengan Ben hanya main-main, dan inilah pernikahan ku yang sesungguhnya.


“Mama cantik” ucap Kara meluluhkan hati ku.


Aku sampai lupa jika Kara berada di samping ku untuk menemani ku.


Dia memakai gaun berwarna peach, dengan rok mengembang selututnya, baju berlengan dua jari. Rambut di ikat setengah dengan hiasan tangkai bunga di ikat rambut nya, dan dia juga memegang sebucket bunga dengan kedua tangan nya, untuk dia bawa ke dalam ballrom nanti.


Aku menatap nya dengan haru.


“Kara juga cantik”


Kara tersenyum kepadaku seolah senyuman nya menyiratkan kata terimakasih kepadaku,lalu dia kembali menatap ke pintu di hadapan nya ikut menunggu pintu itu di buka.


Lalu tidak lama pintu itu di buka dengan lebar. Semua tamu undangan berdiri berjajar dengan rapih dan menatap ke arah ku juga Kara. Seketika jantung ku kembali berdebar dengan kencang, seakan jantung ku akan keluar karena begitu gugup nya aku saat itu.


Aku menghela nafasku dengan begitu dalam, menutup mata, berdoa di dalam hati lalu membuka mata ku dengan tersenyum manis menyambut masa depan ku yang baru.


Kara di perintahkan untuk maju oleh bagian WO, dan aku langsung mengangkat kedua sisi ball gown ku yang mengembang agar mempermudah langkah kaki ku menuju althar. Aku menatap Nicko yang telah berdiri di atas sana dengan menggunakan jas berwarna hitam.dasi kupu-kupu, rambut yang rapih , dan terlihat begitu jauh lebih tampan dari sebelumnya, dia seperti lebih berkarismatik dengan senyuman haru di wajahnya. Nicko memang tidak bisa melihat wajah ku yang jelas karena kain yang menutupi wajah ku, namun dengan gownpengantin yang aku kenakan sudah membuat dia begitu terharu dan terpuaku.

__ADS_1


Kara berjalan begitu pelan di depan ku, dengan terus tersenyum menyapa semua orang di kanan kirinya. Oma dan Opa nya sangat bahagia melihat aku dan Kara berjalan di althar begitupun dengan Keysa dia terlihat begitu sedih ketika aku melewatinya dia ingin menahan tangis namun terlihat sulit sekali untuk dia menyimpan kesedihan nya. Lalu aku kembali menatap lurus kedepan,menatap Nicko yang terus memandangku tanpa berkedip sedikitpun.


Tidak terasa ternyata aku sudah sampai depan althar dan aku menaiki anak tangga yang begitu kecil untuk sampai di hadapan Nicko.


Nicko pun sepertinya tidak bisa menyembunyikan rasa sedih bahagianya melihat ku dengan gaun pengantin dan berdiri di hadapan nya. Dia menatapku dengan haru, dan mata nya mulai basah kembali, dia menyembunyikan wajahnya dari ku lalu menghapus air matanya, dia kembali menatap ku dengan berusaha tenang. Namun seperti nya sulit sekali untuk Nicko menyembunyikan kebahagiaan yang selalu dia impikan selama ini.


Acara pun di mulai, aku dan Nicko terus saling tatap di depan althar dan mulai mengikrarkan janji pernikahan kita dengan penuh keyakinan dan penuh kejujuran.


Ikrar janji sudah kami ucapkan, Nicko di minta untuk membuka kain tile yang menutupi wajah ku. Dengan perlahan dia membuka kain itu dengan kedua tangan nya, aku terus menatap Nicko dengan begitu dalam. Ketika kain itu sudah di singkapkan Nicko ke belakang rambut ku, Nicko semakin haru melihat kecantikan ku malam itu, dia menggelengkan kepala nya begitu pelan dan kembali berair mata.


“Kamu sangat cantik” ujar Nicko begitu tulus.


Aku tersenyum kepadanya.


“Kamu terlihat jauh lebih tampan” balas ku dengan terus menatap ketampanan nya.


“I Love You, and alawys Love You” ujar Nicko.


Lalu dia menarik leher ku dengan pelan, danmencium bibir ku dengan lembut.


Suara riuh tepuk tangan dari tamu undangan begitu meriah di sekitar kami. Mama dan Papa terlihat menangis dengan pecah karena akhirnya melihat Nicko berbahagia dengan wanita pilihan nya. Keysa juga bertepuk tangan dengan begitu semangat, masih dengan tangisan yang sepertinya tidak bisa dia hentikan, Keysa pasti merasa ikut bahagia melihat aku akhirnya menikah dengan Nicko. Dan Kara juga ikut bertepuk tangan untuk ku, dia menatap kami dengan senyuman yang menggemaskan, dan dia terlihat begitu bahagia.


Aku dan Nicko melambaikan tangan kami kepada seluruh tamu undangan yang hadir dengan ekspresi bahagia kami. Kami terus melirik kanan kiri untuk menunjukan kepada semua tamu undangan betapa bahagia nya kami sekarang yang sudah berstatus suami istri. Beberapa orang ada yang sibuk memotret kami, dan yang lain nya masih saja bertepuk tangan untuk kebahagiaan kami. Aku dan Nicko kembali saling tatap, lalu kami berciuman kembali di atas pelaminan sana.


Acara ini di gelar hanya mengundang orang-orang terdekat saja dan kolega kolega kerja perusahaan kami. Karena waktu itu Mama dan Papa bilang acara ini hanya intimate party saja sehingga yang di undang hanya orang-prang penting dan saudara dari keluarga Nicko. Lalu telah selesai, aku dan Nicko segera turun dari althar dan menemui keluarga kami di bawah sana.


Mama dan Papa langsung memeluk ku dengan lembut. Mereka menangis di kedua bahu ku.


“Nak kami bahagia akhirnya kalian menikah” ujar Mama setelah melepaskan pelukan nya.

__ADS_1


Aku menganggukan kepala ku.


“Kamu akan selama nya menjadi keluarga kami,dan akan selalu seperti itu” ujar Mama dengan tegas.


Aku tersenyum mendengar nya,begitu terharu dengan kebaikan Mama. Aku menatap Nicko yang tengah memeluk Papa nya dengan begitu erat dan juga sedih. Nicko menangis di bahu Papa nya, dan Papa mengelus rambut Nicko dengan perlahan.


“Nak. Akhirnya kamu bisa menikah dengan wanita pilihan kamu yang kamu cintai. Maafkan Papa, karena Papa sempat egois” ucap Papa.


Aku hanya bisa diam menguping pembicaraan mereka.


“Aku tahu Pa. Maafkan aku juga selama ini aku selalu menenatang Papa dan sempat enggan berbicara dengan Papa”


Papa nya menepuk bahu Nicko.


“Papa sudah maafkan mu. Dan sekarang status mu sudah menjadi seorang suami dan Ayah yang sah untuk Kara, Papa harap kamu bisa menjaga keluarga kecil kamu dan bisa bertanggung jawab menjaga mereka” ujar Papa memberi petuah kepada Nicko.


Papa langsung menggendong Kara yang sejak tadi hanya bisa memeluk kaki Opanya. Aku langsung mencium pipi Kara dan memeluk nya.


“Mama kenapa menangis?” Tanya Kara terdengar khawatir.


Aku mengangkat halis ku menatap nya. Nicko mama dan Papa pun terlihat tersenyum menatap kepolosan Kara.


“Mama sedang menangis bahagia sayang” ucap ku menjelaskan kepadanya.


Lalu giliran Nicko yang menggendong Kara.


“Papa tampan sekali” puji Kara seperti biasa membuat luluh hati orang lain.


“Anak Papa juga cantik” balas Nicko.

__ADS_1


Lalu kami tersenyum bersama disana dengan penuh kebahagiaan dan keceriaan.


__ADS_2