Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Introgasi tentang masa lalu


__ADS_3

Setelah beberapa jam berlalu Kara akhirnya tertidur di sofa dan Nicko memindahkan nya ke kamar. Aku pergi ke pantry untuk membuat kan nya minuman hangat terlebih dahulu sebelum dia pergi,aku membuat kan susu caramel untuk ku dan untuk nya.


Nicko keluar dari kamar dan menghampiriku, lalu dia duduk di kursi pantry.


“Minum lah dulu,baru kamu boleh pergi” ucap ku dengan sinis.


“Kamu coba mengusir ku ?” Tanya nya.


“Ya” jawab ku dingin.


“Baiklah” lalu dia meneguk minuman panas nya,dan aku memikirkan sesuatu tentang kejadian kemarin di rumah nya.


“Apa kamu sudah tidak tinggal di rumah Mama dan Papa?” Tanya ku sambil bersender di meja pantry tanpa menatap nya dan terus memegang cangkir panas ku,untuk pengalihan pandangan ku.


Karena jujur saja, sampai saat ini sebenarnya aku masih merasa gugup jika harus membicarakan hal di luar pekerjaan ku dengan nya.


“Iya”


“Kenapa?”


“Karena aku tidak ingin tinggal disana”


“Sejak kapan?” Tanya ku mulai menatap matanya.


Nicko balas menatap ku dengan dingin.


“Sejak kamu meninggalkan rumah itu” jawab Nicko membuat ku menatap nya merasa bersalah.


“Lalu dimana kamu tinggal?” Tanya ku lagi kembali memalingkan wajah ku.


“Kenapa?” Tanya nya sinis.


“Kamu mau meminta aku untuk kembali ke rumah itu?” Tanya Nicko yang selalu bisa membaca fikiran ku.


“Aku hanya bingung. Kenapa kamu mau meninggalkan orang tua kamu di sana”


“Bisa tidak pertanyaan itu berbalik untuk mu?” Sindir nya dengan nada sedikit naik membahas kepergian ku.


“Kenapa bisa kamu meninggalkan orang tua ku disana dengan seenak nya?” Tanya Nicko memojokan ku dengan nada yang begitu kesal.


“Kenapa jadi membahas tentangku? Aku kan tentang kamu” sinis ku tak ingin semua malah berbalik kepadaku.


Lalu Nicko menaruh gelas nya dan dia menatap ku dengan kesal.


“Dengar. Aku sudah bukan lagi anak kecil yang bisa menuruti segala keinginan orang tua ku. Aku punya jalan sendiri untuk melanjutkan hidup tanpa harus mengikuti ke egoisan mereka”


“Tapi mereka hanya mau yang terbaik untuk kamu Nicko”


“Apa kita akan kembali membahas masalah itu lagi?” Ujar Nicko dengan nada yang kesal dan tidak terlihat tertarik dengan pembahasanku.


Aku terdiam dan mengunci mulutku, tak lagi menjawab nya. Karena aku tidak sadar jika pembahasan ini akan membawa masa lalu kami.


“Oke. Kamu yang meminta,kita akan membahas semua nya kembali” ujar Nicko sambil bangun dari duduk nya mendekati ku.


Aku masih bersandar di meja pantry ku dan Nicko menghampiri ku, dia berdiri tepat di hadapan ku begitu dekat,lalu dia meletakan kedua tangan nya di meja di kedua sisi ku mengurungku sehingga aku begitu bisa melihat wajah nya dengan jelas di posisi seperti ini. Aku melihat setiap lekukan wajah Nicko yang begitu ku rindukan selama ini. Mata coklat nya,hidung mancung nya,kulit putih dan bibir yang tipis membuat dia masih saja terlihat tampan seperti ini. Namun raut wajah nya kini terlihat begitu dingin dan kesal. Aku mencengkram cangkir yang ku genggam untuk menahan rasa takut ku. Jantungku tiba-tiba berdegup semakin kencang dan nafas ku semakin tidak karuan.


“Kemana saja kamu selama ini?” Tanya nya mulai mengintrogasi ku.


Aku masih diam.

__ADS_1


“Kenapa kamu menghilang? Kenapa kamu tidak kembali? Apa yang membuat kamu pergi? Kenapa kamu begitu kejam meninggalkan kami?” Tanya nya begitu tajam dengan berbagai pertanyaan yang sangat sulit sekali untuk ku jawab.


Aku terus menatap mata coklat nya yang begitu indah dengan kecemasan yang menyerangku.


“Apa kamu bisa menjawab nya?” Tanya Nicko.


Lalu dia diam menunggu ku untuk bicara.


“Aku.. aku belum bisa menjawab nya Nicko” ucap ku dengan gugup.


“Kenapa? Ada suatu rahasia besar yang kamu sembunyikan dariku?” Tanya nya membaca fikiran ku.


Aku malah semakin cemas dengan pertanyaan nya yang seperti menyudutkan tentang rahasia Kara.


“Nicko, aku tidak ingin membahasnya”


“Kamu yang memulai nya Fawnia!” ujar nya dengan kesal.


“Aku berusaha untuk melupakan semua masalah itu dan kamu malah menggali lagi semua pertanyaan yang sudah aku kubur sejak lama”


“Sekarang aku ingin tahu jawaban nya, dan kamu berhak untuk menjawab” aku begitu takut menatap Nicko yang sudah seperti ini.


Dia begitu menyeramkan,dan aku tidak bisa mengatasi situasi jika sudah seperti ini. Mulutku masih saja terkunci,namun Nicko masih saja menatap ku menunggu ku untuk menjawab.


“Aku rasa kita memang harus membahas ini” aku masih terus terdiam tak menjawab.


“Kamu tahu?”


“Kepergian yang kamu lakukan membuat aku frustasi,membuat aku membenci kedua orang tua ku. Baru kali ini aku merasa telah membenci orang tua ku sendiri Fawnia,itu semua karena kamu!”


Aku menatap kedua mata Nicko dengan pilu. Dia memang sudah benar-benar marah.


“Aku..” aku ingin sekali berbicara dan menjawab pertanyaan Nicko,tapi rasanya begitu berat dan aku tidak bisa jujur kepadanya saat ini.


“5 tahun aku mencari kamu Fawnia, 5 tahun aku berusaha mencari mu kemana-mana. Aku sempat putus asa, aku hampir menyerah, tapi hati ku tidak. Hati ku meminta aku untuk terus bertahan dengan perasaan yang aku miliki Faw. Tapi ternyata selama ini kamu menghilang dan menikah dengan pria lain” ujar nya dengan penuh kekecewaan yang begitu terpancar di wajah nya.


“Nick..” ingin sekali aku menjelaskan semuanya kepada Nicko, tapi mulutku benar-benar terkunci.


“Harusnya aku membenci mu saat ini” ucap Nicko sambil mulai melingkarkan tangan nya di tubuh ku dengan erat seperti dia takut jika aku akan kabur darinya.


“Harusnya aku bisa membenci mu saat tahu kalau kamu sudah pernah menikah dan memiliki anak dari pria lain”


Bagai tersambar petir, hatiku begitu terluka mendengar Nicko menyebut Kara adalah anak orang lain.


“Nicko” lirih ku mulai menangis.


“Aku tidak pernah tau, kalau kamu menolak perjodohan orang tua mu saat itu. Aku juga tidak pernah tau kalau kamu masih terus mencari ku selama ini. Aku kira kamu sudah bahagia dengan orang lain,aku kira kamu sudah menjalani kehidupan yang baru Nick, sampai aku bertemu Ben” ucap ku memberikan dia sedikit pengertian agar dia tidak salah paham dan menganggap ku melupakan nya begitu saja.


Nicko menggelengkan kepalanya dengan tegas dan kembali menatap mataku dengan air mata yang begitu tertahan di bola mata nya.


“Apakah kamu masih belum mengerti? aku hanya ingin kamu,aku hanya butuh kamu di sampingku,yang aku percaya hanya kamu yang bisa mendampingi aku bukan orang lain atau pilihan orang tuaku”


“Nicko..” lirih ku dengan begitu sedih mendengar pengakuan nya.


Tidak lama suara pintu apartemen ku terbuka.


“Fawniaaa..!!” Seru suara seorang wanita yang tiba-tiba saja masuk ke dalam apartemen dan berteriak seenak nya tidak terdengar dia sudah menekan kode pintu Apartemen ku karena begitu menegangkan nya pembicaraan ini.


Keysa. Dia terkejut melihat ku dan Nicko yang sedang berduaan di pantry dengan berhadapan begitu dekat. Aku tak berani membalikan badan ku,aku terus terdiam di posisi ku,tapi Nicko sudah menatap tajam Keysa di belakang ku.

__ADS_1


“Ops. Sorry,gue ganggu?” Tanya Keysa dengan kikuk dan terus menatap kami berdua secara bergantian.


Nicko dengan raut wajah kesal dia menjauh dari ku,dia berjalan menuju meja ruang tamu dengan santai meninggalkan aku yang masih terpatung di pantry menyembunyikan rasa sedih ku.


“Hay Key. Apa kabar?” Tanya Nicko sambil membereskan barang bawaan nya seperti handphone,kunci mobil dan topi.


Ini adalah kali pertama lagi Nicko dan Keysa bertemu setelah sekian lamanya.


“Gue baik” kikuk Keysa,dia benar-benar bingung dan merasa bersalah datang di waktu yang dia rasa tidak tepat.


“Lo apa kabar?” Tanya Keysa balik dengan senyuman yang terlihat begitu di paksakan.


“Gue gak pernah merasa baik” jawab nya dengan begitu datar,membuat Keysa menatap nya bingung.


“Gue pulang dulu” ujar Nicko sambil berjalan keluar Apartemen melewati Keysa yang masih saja bingung melihat kehadiran Nicko di apartemen ku.


Setelah mendengar suara langkah kaki Nicko keluar dan pintu tertutup rapat,aku bisa bernafas dengan lega dan bersandar di meja dengan lemas. Keysa langsung berlari ke arah ku dengan cepat.


“Nicko ngapain kesini Faw? Dia nanya-nanya soal Kara?” Tanya Keysa penasaran.


Aku menyimpan cangkir ku di meja dan membenamkan wajah ku di kedua telapak tangan ku lalu aku menumpahkan air mataku disana.


“Faw…” panggil Keysa. Dia tampak khawatir karena melihat ku menangis seperti ini.


“Nicko belum tau apa-apa tentang Kara” jawab ku dengan fikiran masih tidak menentu.


“Terus tadi kalian bahas apa?”


“Dia bahas tentang masa lalu,dia nanya gue kemana aja? Apa alasan gue pergi? Dan kenapa gue bisa berbuat sejahat itu dengan menikahi pria lain?”


“Terus lo jawab apa?”


“Gue ga berani jawab Key. Gue juga ga bisa bohong sama dia,dia selalu tau kalo gue lagi sembunyiin sesuatu. Dia selalu bisa baca fikiran gue”


Keysa menarik nafas nya mendengar aku yang masih saja menyembunyikan rahasia besar ini kepada Nicko.


“Lo bakalan terus sembunyiin ini dari Nicko?”


Aku menatap Keysa dengan bimbang.


“Gue ga tau Key. Gue juga bingung”


“Suatu saat Nicko akan tau tentang kebenaran Kara Faw. Dan lo harus siap menerima semua nya”


“Gue tau. Tapi gue belom siap menerima reaksi dari keluarga nya”


“Emang lo pikir reaksi keluarga nya bakalan gimana? Mereka bakalan caci elo sama seperti keluarga Ben?” Tanya Keysa yang aku pun saja ragu untuk menjawab nya.


“Keluarga Nicko ga kaya keluarga Ben Faw. Mereka beda, gue yakin keluarga Nicko pasti bakalan lebih menerima elo dan semua kebenaran nya. Apalagi Kara benar-benar anak kandung Nicko”


“Tapi gue takut bikin mereka kecewa karena ga bisa jaga diri gue”


“Faw. Jangan pernah berfikir negatif. Itu kan yang sering lo bilang sama gue?” Ucap Keysa mengutip kata-kata yang selalu dia dengar dari mulutku.


“Semakin lo berfikir negatif semakin lo akan ketakutan dan hal buruk bisa saja terjadi, tapi kalo lo berfikir positif semua akan berjalan baik seperti apa yang lo harapkan. Lo ingat itu kan Faw?”


Aku diam membenarkan ucapan Keysa. Belum tentu keluarga Nicko akan mencaci ku seperti keluarga Ben. Aku mengenal betul keluarga Nicko,dan aku yakin mereka pasti akan menerima semua masalah yang sudah terjadi dengan baik. Namun pasti mereka akan merasa sedikit kekecewaan karena kelakuan ku dan Nicko yang sudah terlalu jauh sehingga menyebabkan aku dan Nicko memiliki anak di luar nikah. Dan sekarang anak itu malah semakin membesar.


“Gue mau lo fikirin ini baik-baik. Agar lo tenang dan ga terus di hantui dengan masalah ini” ujar Keysa lalu dia meninggalkan ku sendiri di pantry untuk berfikir.

__ADS_1


Aku takut harus terus menyembunyikan masalah ini sampai Kara besar nanti. Aku tidak mau Kara semakin mengerti tentang situasi nya, dan dia malah membenci ku karena aku menyembunyikan status ayah kandung nya. Dan aku pun ingin Nicko tahu jika Kara adalah anak nya.


__ADS_2