Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Memantau Kara dan aku


__ADS_3

Kami bertiga mulai bermain ular tangga di meja ruang tamu. Kami bermain dengan begitu gembira,dan Nicko terlihat begitu bahagia sekali bisa bermain dengan anaknya. Lalu Nicko terlihat memainkan ponsel nya dengan serius dan menerima telepon entah dari siapa. Aku hanya bisa melirik nya dari jauh dan menerka nerka dengan siapa dia berkomunikasi,karena jika ku ingat dia sedang tidak memiliki project besar yang membuat dia begitu sibuk seperti ini.


Dia kembali bersama kami dan menyimpan ponselnya di kursi. Aku melirik Nicko,dia masih saja bersikap dingin kepada ku sementara kepada Kara dia terus tersenyum. Mungkin dia masih merasa kesal dengan kunjungan Bima ke apartemen ku. Namun aku membiarkan dia mengekspresikan kekesalan nya seperti itu,karena aku tahu persis seperti apa watak nya.


Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu apartemen ku. Aku dan Kara langsung melirik arah pintu. Dan aku langsung beranjak dari duduk ku untuk membuka pintu.


“Biar aku saja” ucap Nicko dengan santai.


Dia mendekati pintu dan membukanya. Terlihat ada beberapa orang yang berdiri di balik pintu dengan berpakaian sama seperti seorang teknisi. Mereka memegang beberapa box di tangan nya dan peralatan perkakas. Aku terkejut melihat kedatangan mereka yang di biarkan masuk oleh Nicko.


Mereka bertiga langsung duduk di lantai dan tampak mulai bekerja mengeluarkan alat-alatnya.


Aku langsung mendekati Nicko.


“Mereka siapa?” Tanya ku dengan pelan.


“Teknisi cctv” jawab nya dingin.


Aku mengkerutkan kening ku mendengar jawaban Nicko.


“Teknisi cctv? Untuk apa?”


“Aku mau pasang cctv di sini”


“Nicko!”


“Tidak ada complaint !”


Aku menggelengkan kepala dengan kesal dan terus mengekori nya yang sedang memperhatikan teknisi cctv dan mengarahkan dimana cctv harus terpasang.


“Aku minta maaf tentang Bima. Tapi apa perlu kamu memasang cctv seperti ini dirumah ku?”


“Bukan perlu tapi harus” jawab nya.


“Nick kita bisa bicarakan dulu ini,sekali lagi aku minta maaf tentang Bima”


Nicko sama sekali tidak mengindahkan permintaan maaf ku dan dia malah terus sibuk mengarahkan orang-orang teknisi itu.


Aku hanya bisa menghela nafasku melihat dia melakukan keinginan hal konyol seperti ini dan aku hanya bisa terdiam kembali duduk dengan Kara. Mungkin Kara pun heran kenapa bisa Om Nicko nya ini memasang banyak sekali cctv di apartemen nya,namun Kara tidak mengutarakan pertanyaan nya dia malah melanjutkan bermain nya.


Teknisi cctv mulai memasang beberapa cctv di beberapa titik sudut ruangan ku. Di luar pintu,di dalam ruang tamu dan di pantry dapur. Nicko membantu teknisi mengarahkan cctv ke arah yang benar dengan melihat tangkapan layarnya lewat laptop milik teknisi.


Aku terus bermain dengan Kara membiarkan Nicko dan orang-orang itu sibuk dengan pekerjaan nya.

__ADS_1


“Di kamar mau pasang sebelah mana?” Tanya teknisi itu kepada Nicko.


Aku terkejut mendengar pertanyaan teknisi itu,membuat ku langsung berdiri dan menghalangi Nicko untuk masuk ke dalam kamar ku.


“Kamar juga mau di pasang cctv?” Tanya ku dengan terkejut.


“Kenapa tidak?” Tanya Nicko dengan bingung.


“Ya itu kan kamar Nicko,suatu hal yang privacy,untuk apa memasang cctv?”


Nicko tiba-tiba terlihat salah tingkah dia membenarkan ucapan ku. Teknisi di belakang nya pun hanya bisa diam dan pura-pura tidak mendengarkan kami.


“Kamar tidak perlu” ujar Nicko kepada teknisi itu.


Aku menatap mata Nicko dengan kesal dan kembali kepada Kara.


Setelah semua pekerjaan teknisi itu selesai mereka pun membereskan barang-barang dan langsung pulang. Nicko langsung mengotak atik ponsel nya untuk melihat hasil cctv yang telah tersambung ke ponsel pribadinya. Dia terlihat begitu puas dengan hasil nya,karena akhirnya dia bisa mengecek aku dan Kara di apartemen walaupun dia tidak mengunjungi kami. Aku melirik Nicko yang masih berdiri di belakang sofa. Dia langsung memperlihatkan ponsel nya kepadaku dan menunjukan tangkapan layar cctv yang ada di handphone nya.


“Kamu tidak bisa lagi menyembunyikan apapun dariku” ucap Nicko dengan puas.


“Ya. Aku tidak bisa menyembunyikan apapun lagi darimu,tapi kamu ? bisa saja banyak menyembunyikan sesuatu dariku kan?” Ucap ku dengan ketus.


“Aku bahkan tidak pernah tahu dimana kamu tinggal sekarang” aku merasa jika dia memang tidak adil saja.


Nicko berjalan ke arah ku dan dia mengambil ponsel ku yang tergeletak di meja tanpa permisi. Aku mau merebutnya namun Nicko berhasil mengambil ponsel ku.


“Mau apa?” Tanya ku.


“Berapa passwordnya?” Tanya Nicko yang tidak berhasil membuka kunci ponsel ku.


“Sini aku yang buka” ucap ku,namun Nicko menghindarkan ponsel itu dariku.


“Mau di buka atau tidak ?” Tanya ku dengan kesal.


“Ya biar aku yang buka,memang nya kenapa? Takut chattingan kamu dengan orang lain terbuka?”


“Apa sih Nick? Jangan suka berpikir yang aneh-aneh deh. Coba berpikir yang baik tentang aku bisa ?”


“Ya kalau begitu biar aku yang membuka handphone kamu,agar aku bisa berpikir yang baik-baik tentang kamu”


Aku berdecak begitu kesal,dan menatap nya tajam.


“Passwordnya?” Tanya Nicko menunggu.

__ADS_1


“1409” jawab ku.


“Angka apa itu?” Tanya nya dengan kembali curiga.


“Kara” jawab ku dengan singkat.


Itu adalah tanggal lahir Kara tanggal 14 bulan September.


Aku melihat Nicko seperti sedang menghitung sesuatu.


“Oh benar. Dia anak ku” ucap nya begitu konyol.


Aku langsung memukul lengan Nicko dengan begitu kesal,karena bisa-bisa nya dia masih tidak percaya tentang Kara.


“Aw” dia meringis mengusap lengan nya.


“Sakit” ucap Nicko.


“Kamu masih tidak percaya dengan Kara? Perlu tes DNA untuk memastikan nya?”


“Aku hanya bercanda Fawnia”


“Bercanda kamu tidak lucu Nicko!”


Dia lalu menatapku dengan tersenyum.


“Kapan aku tidak percaya kepadamu?” Tanya Nicko dengan senyuman manis nya.


Aku diam menatap nya masih dengan kesal.


“Apapun yang kamu katakan aku selalu percaya. Bahkan ketika aku tahu kamu sedang berbohong pun,aku selalu pura-pura untuk percaya”


“Kalau kamu percaya dengan aku, kamu tidak mungkin memasang cctv sebanyak ini di rumah ku kan?” Ucap ku menunjuk setiap cctv yang berada di langit-langit rumah ku.


“Ini hanya untuk berjaga-jaga jika ada tamu tak di undang datang kerumah mu”


Aku mendelikan mata ku.


Sebegitu takut nya Nicko ada orang lain yang datang ke kehidupan ku juga Kara. Dia begitu khawatir jika ada orang lain yang masuk kedalam kebahagiaan kami.


Dia masih belum menyadari, jika rasa sayang yang aku miliki untuk nya sama besar nya dengan rasa sayang yang dia miliki untuk ku.


Walaupun Nicko selalu terlihat dingin, tapi aku paling bisa menyembunyikan perasaan ku kepada nya. Bahkan menahan rasa cemburu pun aku bisa,beda dengan Nicko yang selalu tidak tahan melihat ku dengan orang lain.

__ADS_1


__ADS_2