Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Kali ini Nicko bersamaku


__ADS_3

Keesokan harinya Bima tidak bekerja,dia pergi cuti selama 3 hari. Aku meminta izin kepada Nicko untuk menggeledah ruangan Bima yang ada di sebrang ruangan kami demi menemukan petunjuk tentang perusahaan MFP yang sudah mengganggu fikiran kami.


Sebelum aku masuk ke ruangan Bima aku melihat dulu sekitar memastikan tidak ada orang yang melihat ku masuk ke dalam sana,walaupun sebenarnya aku memiliki banyak alasan untuk masuk kesana tanpa ada Bima,tapi kali ini aku merasa ingin lebih hati-hati dan tidak ada orang yang tahu aku masuk ke dalam ruangan Bima. Lalu setelah memastikan semua nya aman aku langsung masuk ke dalam ruangan Bima dan menutup pintu nya dengan rapat. Ruangan Bima sama luasnya dengan ruangan ku,namun ruangan Bima sedikit lebih berantakan dari ku,karena dia laki-laki ya begitulah gendre di jadikan alasan.


Aku mulai menyisir rak-rak berkas yang ada di meja belakang Bima tanpa membuatnya berantakan sama sekali,karena aku tidak ingin meninggalkan sebuah jejak disini. Aku tidak menemukan apapun tentang perusahaan MFP berada di antara berkas-berkas itu. Lalu aku beralih ke atas meja kerja Bima,mencari di setiap kertas yang ada di atas meja nya,dan lagi-lagi tidak ada. Aku melihat ada sebuah laci di sebuah meja kerja nya,lalu aku juga mencoba membuka laci yang ada di bawah meja nya. Laci itu terkunci aku tentu tidak bisa membobol nya. Lalu aku mencari di laci-laci lain yang masih ada di bawah meja nya,aku masih tidak menemukan satupun petunjuk dari perusahaan itu. Namun sebuah sobekan kertas terlihat di kolong meja samping tempat sampah Bima. Mungkin sebelum nya Bima mencoba membuang sobekan kertas kecil itu namun tidak tepat masuk ke tempat sampah.


Aku mengambil sobekan kertas itu dan melihat ada seperti sebuah kode yang dia tulis di kertas itu.


Aku langsung keluar dari ruangan Bima dan langsung menghampiri Nicko di ruangan nya.


“Lihat apa yang aku temukan” ucap ku begitu aku masuk ke dalam ruangan Nicko.


Nicko hanya menatap ku di balik meja kerja nya.


Aku berjalan menghampiri Nicko,berdiri di samping nya dan memberikan sobekan kertas kecil itu.


“Ini seperti sebuah kode”


Aku menganggukan kepala ku menandakan aku pun tahu itu.


“Tapi kode apa?” Tanya Nicko


“Mungkin resi pengiriman?” Tebak ku yang sering sekali mengirimkan barang dengan ekspedisi,dan selalu ada kode yang muncul berupa angka dan hurup yang di acak.


Nicko langsung membuka website nya dan mengetik kode itu di kolom pencarian. Namun nihil,kode itu tidak di temukan di sebuah ekspedisi jas pengiriman apapun.


“Apa kode perusahaan?” Tebak ku dengan begitu saja menyebutkan apa yang terlintas di fikiranku.


Nicko menggelengkan kepala nya untuk yang itu,karena tidak mungkin suatu perusahaan memiliki sebuah kode seperti ini.


Nicko terus membaca kode mencurigakan itu di tangan nya dengan berusah berfikir keras.


“Aku tahu” ucap Nicko sambil mulai lagi mengotak atik komputernya.

__ADS_1


Dia membuka sebuah website tiket pesawat dan segera mengetikan kode itu di kolom pencarian.


Dan, gotcha. Kami menemukan nya.


Itu adalah kode tiket pesawat Bima. Mungkin dia sempat menuliskan kode tiket itu di secarik kertas untuk menyimpan nya namun akhirnya tidak berguna dan dia buang ke tempat sampah.


Tiket itu adalah tiket pesawat dari Bandara International Soekarno-Hatta menuju Bandara Supadio.


“Supadio? Dimana itu?” Tanya ku dengan pengetahuan ku tentang nama-nama daerah memang begitu minim.


“Kalimantan” jawab Nicko dengan terus menatap layar komputernya.


Aku sedikit tersentak mendengar daerah kalimantan di sebutkan lagi. Mengingatkan ku kepada Ben yang sempat meninggalkan ku disana.


“Untuk apa dia pergi kesana?”


“Ya memang untuk apa?” Tanya Nicko dengan terus berfikir menatap layar komputernya.


“Setiap bulan dia selalu rutin mengambil cuti untuk pergi ke luar kota,dan aku tidak pernah di beri tahu kemana tujuan sebenarnya” lanjut Nicko lagi.


“Tidak. Tiket ini hanya untuk satu orang” ucap Nicko.


Aku ikut berfikir di samping Nicko.


“Apa selama Bima disini dia pernah membuat masalah?”


Nicko menggelengkan kepala nya dengan bingung.


“Tapi apa hubungan dia dengan perusahaan MFP?” Tanya Nicko dengan rasa penasaran yang sama dengan ku.


“Entahlah”


“Kita berdua harus tetap mencari tahu tentang ini” ujar Nicko.

__ADS_1


Aku jadi teringat dengan Keysa. Aku harus memberi tahu dia tentang hal yang aku curigai.


“Ada satu hal lagi” ucap ku kepada Nicko dengan memperlihatkan wajah ku yang panik.


“Sebenarnya aku di ajak Keysa untuk melihat proyek baru nya beberapa minggu yang lalu. Proyek itu kebetulan di bangun di tanah tempat tinggal ku dulu yang sekarang sudah menjadi tanah luas”


Nicko terus menengadahkan kepala nya mendengarkan ceritaku.


“Ada sesuatu disana yang perlu kita cari tahu Nick. Aku baru mengatakan ini,karena kemarin aku masih terlalu di sibukan dengan rencana ku untuk mengungkap kebusukan Ben, dan sekarang aku ingin mengungkap kematian kedua orang tua ku”


Terlihat sekali raut wajah bingung Nicko mendengar cerita ku.


“Kenapa perlu di cari tahu? Bukan-nya kebakaran rumah mu sudah di katakan akibat korsleng listrik?” Tanya Nicko dengan pandangan yang sudah pasti sama dengan setiap orang yang berada disana pada saat malam kejadian itu.


“Memang seperti itu yang kita tahu,tetapi seseorang mematahkan pandangan keyakinan ku tentang hal itu Nick” ucap ku.


Lalu aku menceritakan kepada Nicko tentang apa yang di ceritakan Keysa kepada ku tempo hari. Aku menceritakan semua yang aku dengar kepadanya,dan aku menceritakan tentang kecurigaan ku juga dengan orang yang membawa jerigen di malam itu.


Nicko kembali berfikir di tempat duduk nya.


“Kenapa bisa kita baru mengetahui ini?”


“Karena kita tidak pernah mencari tahu. Yang melihat hanya security komplek kita dulu,dia tidak berbicara kepada siapapun karena mungkin dia takut terbawa dengan kasus itu,dan kasus itu semakin di perpanjang kalau sampai dia speak up tentang hal yang hanya di ketahui nya. Bukan kah itu masuk akal?” Tanya ku kepada Nicko.


“Ya. Kamu benar”


Aku menatap Nicko dengan begitu dalam.


“Aku tahu tidak seharusnya aku membuka kembali masalah yang sudah terkubur terlalu lama. Tapi aku tidak akan pernah merasa tenang jika rasa curiga ku belum ada jawaban nya, apalagi jika ini ada kaitan nya dengan kematian orang tua ku. Aku harus mencari tahu,dengan atau tanpa kamu”


Nicko masih terdiam menatap ku dengan semu.


“Hubungi Keysa, minta tolong kepadanya untuk mempertemukan kita dengan security itu secepatnya” pinta Nicko membuat ku tersenyum dengan bahagia.

__ADS_1


“Oke” jawab ku.


__ADS_2