Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Makan malam dengan Bima


__ADS_3

Kembali di tempat kerja ku. Aku kira hari ini aku akan bisa melupakan sejenak masalah yang sedang ku alami,namun aku lupa, ternyata masih ada masalah lain yang harus ku hadapi. Kirana. Hari ini dia datang ke kantor dengan wajah yang begitu ketus.


“Katakan pada Nicko aku mau bertemu dengan nya” ujar Kirana bersandar dengan jutek di depan meja kerja ku.


“Baik Mbak di tunggu sebentar” jawab ku dengan senyuman yang begitu manis namun palsu.


“Hallo Pak Ferdy,di luar ada Mbak Kirana” ucap ku ketika Nicko mengangkat telepon nya.


“Mau apa dia kesini?” Tanya Nicko dengan nada yang tidak senang.


Aku menatap Kirana dan bingung menjawab pertanyaan Nicko,karena akan semakin bodoh jika aku langsung bertanya kepada Kirana apa alasan dia datang ke kantor tunangan nya sendiri.


“Katakan pada Nicko, aku ingin membahas pernikahan kita yang sebentar lagi di gelar” ujar Kirana seolah mendengar pertanyaan Nicko.


Aku diam sejenak mendengar ucapan Kirana yang menyayat hatiku,namun aku kembali tersenyum ramah kepadanya.


“Mbak Kirana datang untuk membahas pernikahan kalian Pak” jawab ku kepada Nicko di telepon dengan terdengar begitu lembut namun menyeramkan.


“Pernikahaan?..” aku menutup telepon Nicko sebelum dia sempat berbicara lagi.


“Pak Ferdy sudah menunggu di dalam Mbak silahkan” ucap ku berbohong.


Kirana melirik ku dengan sinis lalu dia memutarkan bola mata nya dengan ketus. Namun aku terus tersenyum kepadanya hingga dia menghilang dari pandangan ku. Lalu raut wajah ku berubah seketika menjadi kesal kepadanya.


Menyebalkan sekali dia,terlihat sekali dia tidak menyukai ku. Dan tentang pernikahan itu? Apakah akan benar terjadi? Aku semakin cemas memikirkan mereka,aku takut Nicko akan benar-benar melaksanakan pernikahaan itu.


Aku terus melirik ruangan Nicko, namun tidak terdengar apa yang sedang mereka bicarakan. Aku terus mengintip mereka yang terlihat begitu serius sekali berbincang. Hatiku terasa panas, aku mulai bisa merasakan cemburu melihat mereka bersama.


“Hey!!” Sapa seorang mengagetkan ku.


“Bimaaaa” ucap ku sambil memegang dada karena begitu terkejut dengan kehadiran nya yang selalu tiba-tiba.


Bima tertawa melihat ekspresi wajah ku yang ketakutan.


“Apa yang sedang kamu perhatikan?” Tanya Bima sambil tersenyum menertawakan ku.


“Hah? Bukan apa-apa” jawab ku sambil mengotak atik komputerku mengalihkan perhatian kepada pekerjaan ku.


“Mbak Kirana ada di dalam ya?” Tanya Bima sambil mengintip ruangan Nicko.


“Iya dia baru saja datang” jawab ku.


“Faw” panggil Bima membuat ku melirik nya.


“Untuk makan malam yang aku janjikan,bisakah malam ini kita keluar?” Tanya nya.


Aku mengangkat kedua halis ku. Aku harus memikirkan tawaran Bima dengan matang. Karena saat ini posisi ku sudah berbeda, aku telah kembali menjaliln hubungan dengan Nicko. Dan aku tidak ingin Nicko marah kearena Bima yang terus berusaha mendekatiku.


Aku melirik ruangan Nicko lewat jendela. Nicko dan Kirana masih berbicara begitu serius di meja nya. Aku berfikir sekali lagi. Nicko saja bisa sedekat itu dengan Kirana dan kenapa aku tidak bisa kalau hanya sekedar makan malam.


“Seperti nya bisa” jawab ku akhirnya tanpa tahu akibat nya.


“Benarkah?” Tanya nya dengan raut wajah bahagia.


“Iya sepertinya aku dan Kara bisa keluar malam ini”


“Baguslah,nanti malam aku akan menjemput mu”


“Oh tidak usah. Aku dan Kara akan pergi sendiri dengan mobil ku,kamu tinggal tentukan saja akan mengajak kami makan dimana?”


“Loh kenapa begitu? Aku kan yang mengajak kalian untuk makan,dan aku juga yang harus mengantar jemput kalian kan?”

__ADS_1


Aku mengerutkan kening ku mendengar ucapan nya.


“Memang harus seperti itu? Aturan dari mana?” Tanya ku sambil tersenyum.


“Aturan yang aku buat sendiri” jawab nya lalu kita tertawa bersama-sama.


Tiba-tiba Nicko dan Kirana keluar di tengah tertawa kami. Aku langsung berdiri melihat kehadiran Nicko. Nicko dan Kirana pun menatap kami berdua secara bergantian. Tatapan Nicko terlihat begitu tidak nyaman melihat kehadiran Bima di ruangan ku.


“Bima. Ikuti saya,saya ada keperluan” ujar Nicko dengan sinis.


“Baik Pak” jawab Bima. Lalu Bima mempersilahkan Nicko dan Kirana keluar lebih dulu,namun dia melirik ku sebelum keluar.


“Nanti malam aku kabari ya” ujar Bima.


“Oke” jawab ku.


Aku melihat Nicko di jendela kaca ku, dia sempat mendengarkan ucapan Bima dan dia melirik Bima kebelakang dengan tatapan yang bingung dan tajam. Aku melirik Nicko dengan ketus lalu kembali memalingkan wajah ku. Biarlah Nicko pun merasakan hal yang sama seperti ku, biar dia tahu, cemburu itu adalah salah satu hal yang tidak menyenangkan.


Malam pun tiba. Aku dan Kara bersiap untuk pergi dengan pakaian kami yang begitu casual. Kara menggunakan baby doll berwarna ocean,rambut nya di gerai dan memakai bandana biru. Sedangkan aku memakai baju berlengan panjang dengan model boat neck toop biru,yang bisa memperlihatkan kedua bahu ku dengan indah, dan memakai jeans berwarna biru muda. Rambut ku pun ikut di gerai sama seperti Kara, namun aku mengikat setengah rambut dengan jepitan berwarna biru agar senada dengan tema baju kami.


“Kita akan pergi dengan siapa Ma?” Tanya Kara.


“Kita akan pergi dengan teman Mama,namanya Om Bima. Dia teman kerja Mama”


“Sama seperti Om Nicko? Om Nicko kok ga di ajak” tanya Kara membuat ku menatap nya sejenak.


Lalu aku mengelus kedua lengan nya.


“Om Nicko sedang kerja sayang,dia sibuk” jawab ku berbohong.


“Ayo kita pergi” ajak ku.


“Ayo” jawab Kara dengan senang.


“Hallo Bim?”


“Hay Faw. Aku di depan apartemen mu,cepat ya, satpam disini terlihat galak” ucap Bima membuatku menurunkan halis ku.


“Aku kan sudah bilang,aku bisa membawa mobil sendiri”


“Cepat Faw. Satpam mu sudah mau mengusir ku” ujar Bima tanpa mengacuhkan ocehan ku.


“Oke tunggu sebentar” jawab ku.


Dan dengan cepat aku dan Kara berlari ke lobby utama apartemen. Dan benar saja mobil Bima sudah berhenti di depan apartemen di lahan yang bertuliskan drop off. Aku menggelengkan kepala ku ketika melihat Bima yang sudah menunggu di dalam mobil nya dan menatap ku dengan tersenyum manis. Bima memakai kaos oversize berlengan pendek berwarna hitam dan memakai celana cargo berwarna hijau tua. Bima tampak lebih keren dengan pakaian nya yang casual. Rambut nya pun tampak cool seperti sekarang tanpa dia memakai gel rambut seperti yang biasa aku lihat di tempat kerja. Ya, Bima memang tampan,namun tetap tidak bisa mengalahkan ke tampanan Nicko.


Aku dan Kara segera berlari ke dalam mobil dan menyapa dulu satpam yang bertugas disana.


“Hay Pa”


“Hallo Mbak Fawnia” jawab satpam baik itu.


Lalu Bima langsung menancapkan gas mobil nya menuju luar apartemen. Aku duduk di samping Bima dan Kara duduk sendiri di belakang.


“Kita mau makan dimana?” Tanya ku.


“Kamu mau makan apa ?” Tanya balik Bima.


“Kan kamu yang ajak aku makan Bim”


Bima diam tak menjawab,lalu dia melirik Kara di kaca spion dalam mobil nya.

__ADS_1


“Hai Kara” sapa Bima dengan manis.


“Hai Om” balas Kara dengan malu-malu.


“Kara mau makan apa?” Tanya Bima kepada Kara.


Aku melirik Bima dengan mengerutkan kening ku, lalu menatap Kara yang sedang berfikir.


“Mmmm Kara mauuu…” ucap Kara masih berfikir.


“Maa, boleh Kara makan spaghetti?” Tanya Kara kepadaku.


“Boleh dong” jawab Bima mewakili ku.


“Boleh kan Ma?” Tanya Bima meledek ku.


Aku mencubit lengan Bima dengan gemas,karena dia memanggilku dengan sebutan Mama. Dan Bima tertawa melihat ku yang terlihat kesal.


“Iya boleh sayang” jawab ku sambil melirik Kara ke belakang.


“Yeee” seru Kara begitu bahagia.


“sepertinya aku tahu spaghetti yang enak untuk Kara”


“Dimana?”


“Di Restaurant langganan ku, disana juga banyak makanan lain nya yang enak-enak,dan ada makanan jepang juga”


“Ya sudah,kita kesana saja”


“Oke”


Lalu Bima melajukan mobil nya ke Restaurant yang di ceritakan nya, dia melaju begitu cepat dan hati-hati. Tidak lama kemudian, kami melewati sebuah lapangan yang begitu megah dan terlihat begitu ramai sekali di sekitar sana. Itu pasar malam,dari jauh sudah terlihat ada kincir angin yang begitu tinggi, dan lampu-lampu warna warni yang menarik perhatian siapapun yang melewati nya.


“Pasar malam!” Seru Kara.


“Kara mau bermain di sini?” Tanya Bima.


“Mau Om”


“Oke. Kita makan dulu,lalu kita bermain disini. Boleh kan Ma?” Tanya Bima lagi-lagi memanggil ku dengan Mama.


“Bimaaa” panggil ku memperingatinya. Karena begitu geli mendengar Bima memanggil ku seperti itu.


Lalu Bima tertawa melihat tatapan ku yang tajam.


“Boleh ya Ma?” Tanya Kara di belakang ku.


“Tapi,makan nya harus habis,dan Mama ga izinin Kara makan ice cream,Kara kan lagi batuk”


“Baik Ma” jawab Kara sambil tersenyum bahagia.


Aku menatap Bima,yang masih mencuri curi pandang kepadaku sambil tersenyum manis,entah apa yang membuat dia tersenyum,namun itu membuat ku malu.


Kami sampai di Restaurant langganan Bima, dan Restaurant itu cukup besar,menyajikan banyak ragam macam makanan,seperti makanan italia,makanan jepang, dan makanan lokal pun ada. Namun aku dan Bima memilih untuk memesan sushi menu favorit di Restaurant ini dan memesan spaghetti bolognese untuk Kara.


Lalu tidak lama makanan pun datang. Kami segera menyantap makanan itu dengan lahap nya,terutama Kara, dia begitu bersemangat untuk makan dan ingin segera menghabiskan makanan nya,agar cepat menuju teman bermain dia di pasar malam.


“Pelan-pelan makan nya sayang” ujar ku membantu Kara untuk menggulung spaghetti nya.


Bima membantu membawakan tissue untuk membersihkan mulut Kara yang belepotan. Aku tersenyum manis melihat kebaikan Bima. Dan Bima pun tersenyum ketika melihat ku.

__ADS_1


Sebenarnya aku merasa ada yang memperhatikan ku sejak awal masuk restaurant ini. Namun aku tak melihat orang-orang yang mencurigakan, aku rasa itu hanya perasaan ku saja.


__ADS_2