Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Bukan pembohong yang baik


__ADS_3

Keesokan hari nya aku menjalani hari-hari ku seperti biasa di tempat kerja tanpa adanya kendala dan masalah sedikitpun. Pekerjaan ku pun terasa begitu ringan,karena mungkin hari ini tidak ada pekerjaan yang begitu menyulitkanku,dan membuat ku akhirnya bisa pulang lebih awal.


Aku membereskan barang-barang ku di atas meja,mematikan komputer dan memastikan tidak ada yang tertinggal. Tiba-tiba Nicko keluar dari ruangan.


“Kamu langsung pulang kan?” Tanya nya.


Lalu aku menganggukan kepala ku dengan bingung mendengar pertanyaan nya.


“Aku ke apartemen mu sekarang,aku mau bertemu dengan Kara”


“Oke” jawab ku.


“Kamu pergi sendiri ?” Tanya ku karena mungkin saja dia ingin pergi bersamaku.


“Kenapa?” Tanya nya sedikit menyelidiki.


“Kamu berharap aku pergi dengan Bima?”


Aku hanya mendelikan mata ku karena lagi-lagi Nicko bersikap seperti itu.


“Pekerjaan nya sudah selesai,aku sudah memintanya pulang” lanjut Nicko terdengar begitu tidak senang.


Aku kembali membereskaan meja kerja ku.


“Aku hanya bertanya Nicko” ujar ku dengan malas lalu pergi meninggalkan nya sendiri dan berjalan cepat untuk keluar dari kantor ini.


Beberapa saat kemudian aku sampai di parkiran apartemen ,aku menunggu mobil Nicko datang menyusul namun ternyata tidak ada. Tadi di jalan,aku masih melihat mobil Nicko mengikuti ku di belakang,namun ketika di jalanan yang macet,mobil nya menghilang. Beberapa menit lamanya aku menunggu di parkiran mobil Nicko tak kunjung terlihat. Dengan berdecak kesal aku naik ke apartemen dan masuk ke dalam nya. Kara langsung senang ketika melihat ku datang.


“Mama”


“Hay sayang”


“Selamat sore Bu” sapa Mbak susi.


“Sore Mba”


“Bu untuk barang-barang De Kara dan mainan nya sudah saya bereskan,PR dari sekolah pun sudah saya bantu untuk menyelesaikan”


“Oh iya makasih banyak yang Mbak”


“Iya Bu,jadi sekarang saya bole pulang?”


“Oh boleh Mbak silahkan. Terimakasih ya”


“Sama-sama Bu” lalu Mbak Susi membawa tas dan jaket nya yang sudah dia siapkan di kursi lalu berpamitan pulang kepadaku dan Kara.


Aku duduk di sofa dan menggendong Kara ke dalam lahunanku.


“Mama kok udah pulang?” Tanya Kara.


“Iya. Pekerjaan Mama sudah selesai,jadi Mama bisa cepet pulang buat main sama Kara”


Lalu Kara pun tersenyum bahagia memeluk ku.


“Ma. Kara rindu Om Nicko” ujar Kara dengan nada yang begitu sedih.


Aku tersenyum begitu bahagia menatap Kara.


“Coba tebak,Om Nicko kapan kesini nya?” Tanya ku kepada Kara.


“Kapan?” Tanya nya dengan raut wajah yang masih sedih.

__ADS_1


“Om Nicko kesini sekarang untuk ketemu Kara,karena dia juga kangeeennn sama Kara” ucap ku membuat dia bahagia.


“O ya?” Seru nya dengan wajah yang mulai berseri seri.


“Iya”


“Yee Om Nicko kesini!!”


Aku melirik pintu berharap Nicko segera datang,namun pintu masih saja tertutup rapat.


Aku merogoh ponsel yang ada di dalam tas ku, dan segera menelepon Nicko. Telepon nya tersambung,namun dia tidak mengangkat telepon ku. Aku mulai khawatir,aku jadi berfikir yang aneh-aneh tentang Nicko. Bagaimana kalau dia kecelakaan ? Bagaimana kalau dia menabrak orang lain di jalan dan di hajar masa? Bagaimana kalau dia di rampok?


Hal tidak masuk akal mulai menyerang fikiran ku,dan malah semakin membuat ku khawatir. Setelah beberapa kali aku berusaha menelepon nya,akhirnya telepon nya di jawab.


“Kamu kemana sih? Kenapa telepon ku baru di angkat?!” Tanya ku langsung menodong nya dengan emosi.


“Maaf,Aku lupa mengaktifkan dering di handphone ku”


“Terus sekarang dimana? Kara udah nanyain kamu” ucap ku masih saja dengan nada yang kesal.


“Aku di depan” jawab nya bersamaan dengan pintu apartemen ku terbuka.


Nicko datang langsung membuka pintu karena dia sudah mengetahui kode keamanan pintu apartemen ku. Ponsel pun masih dia tempel di telinga nya sambil menenteng sebuah brown bag di tangan nya.


“Om Nicko!” Teriak Kara yang langsung turun dari pangkuan ku dan berlari menghampiri Nicko.


Nicko langsung menggendong Kara dengan senyuman bahagia nya.


“Hay Sayang”


“Hai Om Nicko”


“Kara lagi apa?”


“Sekolah nya gimana?”


“Sekolahnya juga Kara pinter kok,Kara juga baik sama temen Kara”


“O ya?”


“Iya. Kara pinjemin temen Kara crayon untuk gambar”


“Pinter”


Setelah selesai perbincangan antara Ayah dan Anak ini selesai di depan pintu,Nicko membawa Kara menghampiri ku dan duduk di samping ku. Aku masih menatap Nicko dengan kesal.


“Kenapa?” Tanya nya dengan dingin kepadaku.


“Tidak ada” jawab ku.


Sebenarnya ingin sekali aku memarahi nya karena sudah membuat ku khawatir,namun aku terlalu gensi mengakuinya.


“Aku belikan dulu makanan untuk Kara tadi” ucap Nicko seolah tahu jika aku ingin bertanya kenapa dia tiba-tiba menghilang di jalan.


Dia mengeluarkan isi makanan dari brown bag yang dia bawa. Dia membawakan spaghetti untuk Kara dan juga cheesecake strawberry mini kesukaanku.


“Ini untuk mu” ucap Nicko menyodorkan cheesecake kecil itu.


Dia masih ingat dengan makanan kesukaan ku.


“Terimakasih” ucap ku sambil mengambil alih cheescake di tangan nya.

__ADS_1


“Kara ucapin apa sama Om Nicko?” Tanya ku kepada Kara yang sudah mulai sibuk membuka makanan nya di meja.


“Terimakasih Om Nicko”


“Sama-sama”


“Kemarin juga Kara dapet Spaghetti dari Om Bima” ucap Kara dengan polos dan enteng, dia benar-benar lupa dengan janji nya kemarin.


Nicko tiba-tiba terdiam dan raut wajah nya berubah dingin mendengarkan apa yang di ucapkan Kara. Anak ini tidak tahu bahwa ucapan nya sudah membawa perang bapak dan Ibu nya. Aku menelan ludah ku dengan panik.


“Dari Om Bima?” Tanya Nicko berusaha mencari tahu lebih jauh kepada Kara.


Ya aku tahu jika Kara tidak bisa berbohong,tapi aku benar-benar tidak siap untuk mendapatkan kemarahan dari Nicko tentang ini.


“Iya Om. Tadi malam Om Bima dateng ke sini terus kasih Kara spaghetti juga” Kara menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari makanan nya.


Nicko mulai membenarkan posisi duduk nya untuk mendekati Kara yang sedang makan dan terus berusaha mengajak Kara berbicara. Aku semakin panik karena aku tidak bisa membungkam mulut Kara.


“Tadi malam Om Bima kesini? Mau apa?” Tanya Nicko dengan lembut kepada Kara.


“Mau ketemu Mama dan Kara, terus ngobrol sampai malem. Kata Mama jangan bilang Om Nicko,karena nanti Om Nicko marah ke Om Bima”


Aku memejamkan mata ku mendengar Kara dengan mudah mengatakan yang sejujurnya sekali kepada Nicko.


Dengan mata yang mulai tajam Nicko melirik ku. Aku begitu takut dan gugup di tatap nya seperti itu.


“Mau apa Bima datang kesini?” Tanya nya sinis.


Aku masih memikirkan alasan yang tepat untuk di berikan kepada Nicko.


Baru saja aku mau membuka mulut ku untuk menjawab, tiba-tiba Nicko berdiri.


“Ikut aku” pinta Nicko sambil menggenggam tangan ku.


“Kara tunggu disini sebentar,Mama dan Om mau bicara” ucap Nicko lalu dia menarik tangan ku ke dalam kamar dan dia menutupnya.


Aku di tarik dekat jendela, lalu Nicko melepaskan genggaman tangan nya. Dia menatap ku begitu tajam dan menyeramkan, sementara aku hanya bisa memperlihatkan wajah bersalah ku kepadanya.


“Kenapa bisa sampai ada Bima? Kenapa kamu menerima laki-laki lain di apartemen mu? Apa yang kalian lakukan hingga malam hari?” Tanya Nicko membuat ku menurunkan halis ku mendengar pertanyaan-pertanyaan nya yang tidak logis seolah menuduhku melakukan hal yang tidak-tidak.


“Maksud kamu melakukan apa?” Tanya ku dengan berusaha tenang.


“Ya justru aku bertanya,karena aku tidak tahu”


“Bima kesini hanya untuk memberikan Kara makanan saja ga lebih”


“Dalam rangka apa?”


“Ya mana aku tahu”


“Terus kenapa bisa sampai kamu undang ke dalam sini kalo hanya untuk beri makanan kepada Kara”


“Ya aku cuma bersikap baik,aku tidak mungkin membiarkan dia merasa jadi kurir makanan yang hanya mengantarakan makanan lalu pulang,aku juga tahu etika Nicko. Lagian ada Keysa kemarin,Keysa menginap di sini saat Bima datang,aku tidak cuma berdua di sini,ada Kara juga” jawab ku kesal.


Nicko melipat kedua tangan nya di dada dan masih saja menatap ku dengan curiga.


“Kenapa ? masih tidak percaya? Mau tanya langsung ke Keysa? Atau mau cek cctv gedung apartemen aku biar kamu lihat siapa saja yang sudah masuk ke apartemen ku?”


Nicko memalingkan wajahnya. Dia berusaha untuk menerima jawaban ku,namun raut wajah nya tidak bisa berbohong jika dia masih terlihat tidak senang dengan kehadiran Bima disini.


“Aku hanya tidak mau,Kara mulai dekat dengan laki-laki lain termasuk Bima. Aku hanya takut,dia jadi jauh dengan ku” ucap Nicko membuat ku terenyuh.

__ADS_1


Kini giliran aku yang diam,dan merenungkan ucapan nya. Nicko langsung keluar dari kamar meninggalkan ku yang masih terfikirkan dengan perkataan nya yang menusuk kehatiku.


Nicko hanya takut kehilangan Kara,sama seperti Kara yang takut kehilangan Nicko, namun aku malah membiarkan orang lain masuk ke dalam kehidupan ku tanpa berfikir panjang. Aku menghela nafasku dengan panjang dan keluar menyusul Nicko yang sudah berada dengan Kara di ruang tamu. Aku jadi merasa bersalah kepadanya,namun aku tidak bisa meminta maaf saat ini,aku masih merasa malu.


__ADS_2