
Nicko langsung memijat kening nya dengan menahan diri.
“Iya kan Nick ? Ini pasti ada kaitan nya dengan masalah pribadi ku”
Nicko berusaha memikirkan memikirkan sesuatu.
“Ini yang tidak aku inginkan jika kamu tahu yang sebenarnya” ujar Nicko.
Zayden terlihat bingung di belakang Nicko.
“Mmmm seperti nya aku harus keluar dulu, nanti kita bicarakan ini lagi Nick” ucap Zayden merasa tidak nyaman melihat pertengkaran ku dengan Nicko.
Nicko hanya menganggukan kepala nya, lalu kembali menatap ku. Dia memegang tangan ku dengan lembut seolah hal itu bisa menenangkanku.
“Fawnia. Semua ini tidak ada kaitan nya dengan mu, kelurga Ben hanya tidak memiliki sifat profesional yang baik dan etika yang bagus dalam menjalani sebuah kerja sama dengan perusahaan lain”
“Tapi Nick..”
“Sssttt” Nicko berusaha membungkan mu tapi aku tidak bisa diam.
“Proyek kita sedang berjalan, dan proyek itu sangat besar, bahkan iklan nya pun sudah menyebar ke seluruh Negri ini. Aku tidak ingin tiba-tiba proyek itu di hentikan dan membuat perusahaan kita malu”
Nicko terus menenangkan ku dengan memegang lembut pipi ku.
“Aku tidak akan membatalkan proyek besar ini, aku akan terus mencari perusahaan lain untuk bekerja sama. Dan ternyata aku membutuhkan mu” ujar Nicko sempat lupa dengan keahlian ku berbicara kepada client, dan mencari partner terbaik lain untuk perusahaan kami.
“Aku minta maaf karena telah menyembunyikan hal ini. Tadinya aku hanya khawatir kamu akan pusing dengan masalah yang keluarga Ben perbuat. Tapi aku lupa, jika kamu juga pasti akan bisa membereskan semua masalah ini”
Aku diam medengarkan ucapan Nicko.
“Kita akan bekerja sama dengan baik. Kamu mempercayai ku kan?” ujar nya lagi dengan masih memegang kedua pipi ku dengan lembut.
Dengan sedih aku menatap kedua mata Nicko. Aku tidak menyangka Ben akan melakukan hal yang keterlaluan seperti ini. Dengan tega dia bisa menghancurkan perusahaan kami, aku harus memperbaiki nya.
“Aku juga ingin kamu mempercayai ku” ucap ku dengan begitu sedih.
“Aku juga harus menyelamatkan perusahaan ini, aku tidak ingin kamu berjuang sendiri untuk menyelesaikan semua nya. Bagaimana pun, semua ini tetap salah ku, aku harus bisa mengembalikan keadaan seperti semula, aku ingin kamu mempercayai aku”
Nicko menatap ku dengan bingung.
“Apa yang akan kamu lakukan?”
Aku menatap Nicko dengan pilu.
__ADS_1
“Aku harus bertemu dengan Ben” ucap ku dengan begitu terpaksa.
Nicko menggelengkan kepala nya dengan raut wajah tidak terima dengan permintaan ku.
“Tidak. Aku tidak mengizinkan nya”
“Aku tidak meminta persetujuan mu, ini masalah pribadi ku, aku harus bicara dengan nya” ucap ku memaksa.
Lalu aku berbalik dan melangkah menuju luar ruangan nya dengan cepat, namun Nicko menghadang ku. Dia menatap mata ku dengan begitu khawatir.
“Aku tidak mau kamu bertemu berdua dengan nya”
“Nick. Tidak ada jalan lain aku harus bertemu dengan nya”
“Pasti ada jalan lain”
“Jalan apa?”
“Ya aku sedang memikirkan nya Fawnia”
“Sampai kapan?” Nada ku sedikit tinggi kepada nya.
“Aku tidak tahu. Aku hanya tidak ingin kamu bertemu dengan nya seperti ini”
Tiba-tiba seseorang masuk ke dalam ruangan Nicko tanpa mengetuk pintu. Papa,Dia masuk dengan seseorang yang sudah mengantar dia hingga depan pintu ruangan Nicko, dan Papa terkejut melihat aku ada di dalam ruangan Nicko.
Aku menghampiri Papa dengan kecewa.
“Kenapa Papa tidak bilang dengan masalah ini?” Tanya ku langsung tanpa basa basi membuat Papa menatap ku sedih.
“Papa harusnya bilang Pah, ini masalah kita bersama, aku juga bagian dari perusahaan ini seharusnya aku di beri tahu bukan malah di rahasiakan seperti ini”
Papa memalingkan wajah nya, dia berusaha untuk tenang namun begitu terlihat sekali ke resahan yang tengah di alami nya saat ini.
“Pt. Prawira memiliki suatu alasan kuat untuk membatalkan kerja sama besar kita. Papa tidak bisa mencegah nya lagi walaupun Papa sudah membujuk mereka dengan segala cara, tetapi mereka bersikeras untuk membatalkan kerja sama nya dan menarik semua saham mereka. Papa tidak bisa menuntut mereka, bahkan perjanjian hitam di atas putih pun tidak mempan untuk meminta mereka menarik kembali semua keputusan mereka. Papa tidak tahu harus bagaimana” ujar Papa bercerita dengan sedih.
“Dan kalian pun sedang berlibur, Papa tidak mau kalian membatalkan acara liburan kalian hanya karena masalah ini” jawab Papa dengan wajah yang masih saja cemas.
“Tapi ini masalah besar Pah, ini menyangkut proyek besar yang sedang kita bangun, dan jika proyek ini gagal, perusahaan kita bisa hancur” rasa kesal ku sudah tidak bisa tertahan lagi.
“Liburan,bisa kita tunda hingga masalah ini selesai, tetapi kerja sama dengan client besar,tidak akan bisa kita tunda, seharusnya Papa mengerti itu”
“Kalian terlalu penting untuk Papa. Papa lebih baik kehilangan proyek besar itu di bandingkan harus melihat kalian bersedih”
__ADS_1
Aku menghela nafas ku dan menggelengkan kepala ku dengan begitu tidak percaya dengan apa yang di ucapkan Papa.
“Tapi perusahaan ini lebih untuk aku Pah. Perusahaan ini adalah perusahaan pertama yang di bangun Papah aku dan membantu aku masih bisa bersama kalian hingga saat ini. Aku tidak mau kehilangan perusahaan ini Pah”
Papa diam menatap ku dengan begitu pilu. Dia pun pasti bingung dengan masalah yang tengah dia hadapi. Dia tahu masalah yang datang ini semua berawal dariku, tetapi Papa tidak mau menyalahkan aku dan memilih untuk diam tidak bertindak apapun.
“Aku harus bicara dengan Ben” ucap ku lagi dengan melirik Nicko yang masih berdiri di samping ku.
“Fawnia. Kita bisa bicarakan dulu masalah ini, kita cari jalan keluar lain dengan kepala dingin, tidak perlu kamu memaksa untuk bertemu dengan dia” ucap Nicko masih tidak mengizinkan ku untuk pergi menemui Ben.
“Tapi ini cara satu-satu nya tercepat agar aku tahu apa yang di inginkan mereka sampai-sampai mereka dengan sengaja mau menjatuhkan kita, aku akan tanya apa mau mereka ?!” Aku bersikeras untuk mengambil jalan pintas ku.
Nicko terlihat gundah, dia pasti masih ingin mencega ku namun dia tidak tahu lagi harus bagaimana. Akhirnya Nicko menatap Papa.
“Pah. Tolong lah, katakan pada Fawnia jika semua akan baik-baik saja, dia tidak perlu menemui Ben. Aku takut akan terjadi sesuatu kepadanya” ujar Nicko meminta bantuan Papa nya.
Tetapi Papa nya hanya bisa diam tak menjawab, dia seperti sedang berfikir.
“Pah!” Panggil Nicko karena Papa nya tidak menggubris permintaan nya.
“Fawnia benar. Ini adalah satu-satu nya cara untuk tahu apa yang di inginkan keluarga Ben sebenarnya sampai mereka memutuskan kerja sama mereka” jawab Papa akhirnya membuat Nicko menjadi tambah kesal.
“Tapi Pah. Ben itu selama ini mengganggu Fawnia, dia tidak henti-henti nya meminta Fawnia untuk kembali kepada dia, aku tidak mau Fawnia terhasut dan malah melakukan apa yang di inginkan Ben”
Akhirnya aku mendengar apa yang di takutkan oleh Nicko.
“Jika dia meminta hal yang berlebihan yang akan membuat Fawnia pergi lagi..” ucap Papa menggantung, lalu menatap ku dengan serius.
“Fawnia tidak boleh menyetujui nya, dan Papah akan secara gamblang menutup proyek besar kita. Keluarga Papah lebih utama, Papah tidak ingin mengorbankan seorang anak hanya demi kepentingan perusahaan” ujar Papa memperingati ku.
Papa mendekati ku dan memegang kedua bahu ku.
“Berjanjilah, kamu tidak akan menuruti keinginan bodoh nya, dan akan terus bersama keluarga mu” pinta Papa dengan tajam.
Aku menatap Papah dengan sedih dan terharu, lalu aku menganggukan kepala ku.
Aku menatap Nicko yang masih terlihat kesal di samping ku, dia memalingkan wajah nya tidak ingin menatap ku ataupun Papa, lalu aku mendekati nya dan memegang kedua pipi nya dengan lembut agar dia mau menatap ku.
“Dengarkan aku”
“Aku tidak akan pernah meninggalkan mu. Aku dan Kara akan selalu ada di samping mu, tidak akan ada lagi sesuatu yang bisa merenggut kebersamaan kita. Percaya padaku”
Lalu aku mengecup pipi Nicko di hadapan Papah. Nicko tidak menjawab ku, dia hanya menatap ku dengan rasa takut, tetapi aku terus menatap nya seolah aku akan baik-baik saja.
__ADS_1
Lalu aku pergi dari ruangan Nicko.