Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Kebohongan pertama untuk Kara


__ADS_3

Ketika malam tiba. Aku,Kara dan Keysa sedang bermain di tengah rumah.


Keysa akan bermalam di rumah ku karena besok dia dapat cuti kerja. Dia ingin menemani Kara selama aku kerja,karena kemarin-kemarin dia begitu sibuk bekerja di luar kota sampai dia begitu merindukan anak kecil kami.


Jadi malam ini kami bermain di sofa ruang tamu sebelum pergi tidur.


Keysa memakai piyama baby doll berwarna pink dan bercorak bintang putih,rambut nya di pakai bando agar tidak menghalangi wajahnya. Kara juga sudah memakai baju piyama panjang nya yang berwarna biru,rambut nya aku buat gulung agar dia leluasa untuk melirik kesana sini,sedangkan aku memakai baju kaos oversize berwarna hitam putih dan ikut menggulung rambut ku seperti Kara. Sebenarnya aku memakai celana pendek,tetapi baju ku yang besar menutup celana pendek ku.


Handphone ku berdering di atas sofa,ketika aku tengah bermain ular tangga dengan Keysa dan Kara di meja.


Bima. Aku mengkerutkan kening ku melihat Bima menelepon ku malam-malam begini.


“Hallo” sapa ku.


“Hai. Apa kamu di apartemen?” Tanya Bima.


“Iya. Aku di apartemen,kenapa?”


“Aku di lobby”


Aku mengangkat halis ku mendengar dia telah berada di apartemenku.


“Kamu di lobby apartemen ku?” Tanya ku membuat Keysa menatap ku dengan penasaran.


“Iya”


“Ada perlu apa?”


“Aku membawakan makanan untuk Kara”


Aku memegang kening ku karena bingung dengan kelakuan Bima yang tiba-tiba saja ada di apartemen.


“Apa kamu keberatan aku membawa makanan untuk Kara?” Tanya nya seolah tahu fikiran ku,karena aku langsung diam tak menjawab nya.


“Oh bukan seperti itu. Oke aku ke bawah sekarang” ujar ku lalu menutup telepon nya.


“Siapa?” Tanya Keysa dengan wajah nya yang penasaran.


“Bima”


“Hah! Bima?!” Teriak Keysa.


“Duh gimana dong?” Tanya ku bingung.


Entah apa yang aku khawatirkan,namun aku begitu enggan untuk bertemu dengan nya.


“Ya lo temuin sana lah,kasian tau dia disana nungguin” ujar Keysa malah menjurung ku untuk menghampiri Bima.


Aku diam dulu sejenak untuk mempertimbangkan bertemu dengan nya,namun memang tidak ada alasan lain,mau tidak mau aku harus turun menemuinya.


Dengan begitu terpaksa. Aku menuju lobby untuk menemui Bima. Dan benar saja,dia sudah duduk di ruang tunggu apartemen ku dengan berpakaian begitu rapih dan tampan sekali.


“Hay Bim” sapa ku ketika aku sudah berdiri di hadapan nya.


“Hay” balas nya sambil ikut berdiri dan tersenyum begitu manis kepadaku.


“Aku mengganggu?” Tanya nya terdengar nada yang begitu takut jawaban ku adalah iya.


“Oh tidak. Aku hanya sedang bermain dengan Kara dan Keysa teman ku” jawab ku sambil ikut tersenyum dengan manis.


“Ada apa?” Tanya ku mempercepat perbincangan kami tanpa basa basi.


“Oh iya. Aku membawakan ini untuk Kara”


Bima mengangkat sebuah kantung makanan yang besar yang ada di atas meja.


“Waaww spaghetti dan pizza” seru ku sambil mengambil alih bingkisan itu yang sudah pasti akan membuat Kara bahagia.


“Thank you Bim”


“It’s Ok” jawab nya sambil terus tersenyum.


“Kalau begitu aku pergi dulu ya” ujar Bima.


Namun aku merasa tidak enak jika membiarkan Bima kesini hanya untuk memberikan Kara makanan saja,dia terlihat seperti driver makanan.

__ADS_1


“Kamu tidak mau mampir?” Tanya ku menahan nya.


“Oh tidak. Aku tidak mau mengganggu acara kalian”


“Tentu saja tidak,kami bertiga hanya bermain” ujar ku.


Dia melirik jam di tangan nya.


“Baiklah. Mungkin sebentar saja”


Aku tersenyum dan berjalan mengajak Bima menuju apartemen ku. Sebenarnya aku masih khawatir jika Nicko tahu jika Bima telah berkunjung ke apartemen ku dan menemui Kara,tetapi selama Nicko tidak tahu mungkin semua nya akan aman.


Aku dan Bima sampai ke apartemen ku,dan aku membuka pintu untuk mempersilahkan dia masuk ke dalam nya.


Keysa dan Kara melihat Bima dengan terkejut.


“Om Bima!” Seru Kara.


Lalu dia berlari ke arah Bima dan berdiri di hadapan nya.


Bima berjongkok untuk men sejajarkan tingginya dengan Kara.


“Hallo Kara. Apa kabar ?”


“Kara baik Om” jawab Kara dengan manis.


“Liat. Om Bima bawa apa?” Ujar ku kepada Kara.


“Apa ini?” Tanya Kara penasaran sambil memegang kantung makanan yang aku tenteng.


“Ini spaghetti,kesukaan Kara”


“Waaa spaghetti! Boleh Kara makan ini sekarang Ma?” Tanya Kara meminta izin dengan baik.


Aku tersenyum dan menganggukan kepalaku.


“Boleh sayang”


“Yeee”


“Oh iya kenalin. Ini Keysa temen aku” ucap ku menunjuk Keysa.


“Hey. Bima”


“Keysa” mereka berjabat tangan dengan tersenyum dan saling menatap.


Aku jadi memikirkan sesuatu tentang mereka, tiba-tiba saja sebuah fikiran tak masuk akal melintas di fikiranku. Aku melihat Bima dan Keysa begitu cocok,dan serasi sekali,melihat sikap Bima yang calm, dan sifat Keysa yang banyak bicara,sepertinya mereka bisa saling melengkapi.


Keysa dan Bima langsung duduk dan segera menyantap makanan yang di bawakan oleh Bima. Kami bertiga berbincang bersama dan menceritakan pengalaman pekerjaan kami,Keysa juga menceritakan tentang pekerjaan di sebuah perusahaan property juga namun status nya yang sebagai Kepala Divisi Perencanaan Konstruksi membuat dia banyak sekali bekerja di luar kota. Dan Bima juga menceritakan hal yang sama dengan pekerjaan dia yang selalu ke luar kota mengikuti Nicko.


“Aku bekerja di perusahaan Pak Ferdy sudah begitu lama sekali,semenjak perusahaan masih di pegang Pak Rio dulu”


“Boleh tidak panggil nya Nicko saja,kita kan sedang di luar kantor dan aku begitu asing mendengar nama Nicko dengan Pak Ferdy itu” ucap ku keberatan dengan Bima yang terus saja memanggil Nicko dengan Pak Ferdy.


Bima dan Keysa tersenyum menertawakan ku.


“Oke Nicko” jawab Bima dengan masih saja tersenyum,karena mungkin menurut dia merasa aneh memanggil atasan nya dengan sebutan Nicko.


“Dan semenjak Nicko di utus menjadi Direktur Utama, semua bisnis dan operasional perusahaan seratus persen berubah. Nicko sangat terlihat sekali tidak bersemangat untuk menjalankan bisnis orang tua nya,dia sering sekali menelantarkan kewajiban nya sebagai direktur,dan membuat kita pun bingung akan bagaimana ini perusahaan berjalan. Semua itu sudah berjalan kurang lebih 1 tahun perusahaan terbengkalai. Namun semenjak Fawnia datang ke kantor kami..” ujar Bima menyebut nama ku membuat ku menatap nya dengan serius.


“Perusahaan itu kini kembali bangkit sedikit demi sedikit. Nicko mulai terlihat bersemangat untuk bekerja,bahkan yang biasanya Nicko datang selalu siang atau bahkan tidak datang sama sekali,kini dia selalu datang pagi sekali,membuat aku dan seluruh karyawan pun heran dengan kehadiran nya sepagi itu” ucap Bima sambil menatap ku kagum.


“Kita sudah pernah membahas ini Bim”


“Ya aku tahu. Namun aku merasa kehadiran kamu di kantor adalah suatu keajaiban untuk kantor kami,dan juga untuk ku” ucap nya menatap ku begitu dalam.


Lagi-lagi Bima menggoda ku dengan menyelipkan kalimat yang membuat ku tidak enak. Dia menatap ku begitu dalam,sedangkan aku menatap nya dengan penuh kebingungan.


“Yah sudah malam,Kara juga sudah ngantuk kan?” Ucap Keysa dengan kencang,membuyarkan tatapan kami.


Bima langsung salah tingkah,sementara aku masih saja bingung dengan sikap nya.


“Baiklah. Kalau begitu aku pulang ya,terimakasih untuk jamuan nya”


“Kamu malah yang menjamu kami dengan makanan yang kamu bawa” ucap ku kembali tersenyum menyembunyikan perasaan kacau ku.

__ADS_1


“Itu tidak seberapa Faw”


Bima berdiri di ikuti aku dan Keysa yang menemani nya keluar apartemen.


“Bye Key,bye Kara,bye Fawnia sampai bertemu di kantor besok” ucap Bima melambaikan tangan kepada kami satu persatu.


Lalu Bima pergi menjauh dari lorong,dan aku langsung menutup pintu dengan kesal.


“Bahaya nih” ucap Keysa sambil memicingkan matanya.


“Bahaya,pokoknya bahaya” ujar Keysa terus saja berkata seperti itu sambil kembali duduk di sofa menghampiri Kara yang kembali mengeluarkan mainan nya dengan tidak mempedulikan kepanikan Keysa.


“Apanya yang bahaya?” Tanya ku yang ikut duduk di sofa di hadapan nya.


“Dari tatapan Bima,dia keliatan banget naksir sama lo”


“Iya gue kan udah pernah bilang masalah itu”


“Iya tapi dia keliatan banget kalo dia itu berjuang buat dapetin lo dan hati Kara”


“Itu ga mungkin terjadi Key” ucap ku walaupun mulai terasa tidak yakin.


“Ini makin bahaya kalo Nicko sampai tahu tentang kehadiran Bima kesini”


“Iya makanya,gue juga takut sampai Nicko tau. Gue kan pernah cerita juga,gimana Nicko cemburu nya sama Bima,iihhh bikin rese pokoknya”ucap ku mengingat betapa menyebalkan nya dia ketika tahu aku jalan dengan Bima.


“Jangan sampe ada yang kasih tahu Nicko. Pokok nya”


Aku menatap Keysa.


“lo ga mungkin kan cerita yang aneh-aneh sama Nicko?” Tanya ku memperingati Keysa.


“Ya iyalah mana berani gue cerita sama Nicko tentang Bima kesini sih,bisa-bisa gue juga ikut di gorok kali Faw” ucap Keysa membuat ku terlihat bodoh telah menanyakan hal seperti itu.


“Oke bagus”


“Kalo gue sih masih bisa di tutup mulutnya secara gratis ya Faw,kalo yang ini??” Tanya Keysa menunjuk Kara dengan lirikan matanya.


Kara terus saja bermain dengan serius tidak menyadari jika Keysa tengah membicarakan nya.


“Yang ini harus di sogok kaya nya. Bisa aja kan mulut dia keceplosan bilang ke Bapak nya kalo ada cowo main kesini”


“Aduh jangan sampe Key” ucap ku begitu takut hal itu terjadi.


Lalu aku menarik nafas ku dan menyentuh lembut lengan Kara.


“Kara” panggil ku dengan manis.


“Iya Ma” jawab nya sambil menatap ku.


“Kara anak baik kan ? Kara pasti nurut sama Mama?” Tanya ku dengan lembut dan berhati-hati.


Dia mengangguk dengan bingung.


“Kalau gitu Kara ga boleh bilang sama Om Nicko ya kalau Om Bima main kesini” pinta ku sambil tersenyum.


“Kenapa?”


“Ya karena..” ucap ku memikirkan alasan yang pas untuk nya.


“Karena nanti Om Bima di marahin sama Om Nicko”


“kenapa di marahin?” Tanya nya lagi membuat ku semakin sulit mencari alasan.


“Karena Om Bima nakal sama Om Nicko,nanti kalau Om Nicko tau Om Bima kesini,bisa di marahin Om Bima,nanti Om Bima ga bisa main lagi kesini” ucap ku berbohong.


Semoga saja Kara tidak lagi bertanya begitu panjang kepadaku,karena selama ini aku tidak pernah sekalipun berbohong kepadanya. Aku ingin mengajarkan Kara hal baik,namun untuk saat ini,aku harus berbohong kepadanya demi kebaikan kami berdua.


“Oke Ma” jawab nya.


Aku dan Keysa saling melempar pandang.


“Lo yakin?” Tanya Keysa meyakinkan ku, dengan apa yang sudah aku pinta kepada Kara.


“Ngga sih” jawab ku ragu.

__ADS_1


__ADS_2