
Kita sudah sampai di bandara dan segera check in untuk menaiki pesawat. Kara terlihat begitu senang naik pesawat untuk pertama kalinya. Dia meminta untuk duduk di dekat jendela agar bisa melihat pemandangan di bawah sana,sementara aku duduk di tengah di antara Nicko dan Kara.
“Ini tidak di sebut honeymoon, tapi ini adalah acara keluarga” ujar Nicko sambil tersenyum menatap ku.
“Memang ada beda nya?” Tanya ku, lalu kami berdua tertawa bersama.
Nicko menggenggam tangan ku dan mencium punggung tangan ku dengan lembut, lalu dia mengelus lengan ku yang di genggam nya seakan aku sudah tidak bisa lagi pergi kemana pun sekarang, dan aku bahagia dengan itu.
Perjalanan kami sangat lancar, pesawat kami mendarat dengan selamat. Kami sampai di bandara Ngurahrai dan segera membawa barang-barang kami juga Kara ke mobil yang telah menunggu kami di depan loby bandara. Mobil itu adalah mobil yang di sewa oleh Nicko selama kita di Bali.
Nicko langsung memasukan koper dan tas kami ke dalam bagasi mobil. Kara duduk manis memakai seatbelt di kursi belakang sedangkan aku duduk di samping Nicko yang menyetir mobil. Nicko melajukan mobil nya menuju Villa di Jimbaran.
Kami sampai di sebuah Villa yang besar dan indah. Aku langsung berlari masuk bersama Kara melihat isi villa itu sementara Nicko menurunkan barang-barang kami. Begitu terpukau nya kami melihat dalam nya Villa yang megah itu.
“Waaww” ucap ku tidak bisa menyembunyikan rasa kagum ku.
“Kolam renang” seru Kara sambil melepas genggaman tangan ku dan berlari menuju kolam renang yang di lihat nya.
“Kara, jangan lari Nak” seru ku sambil mengejar Kara.
Dan aku kembali terpatung melihat private pool jeng menyuguhkan pemandang laut lepas yang sangat indah dengan matahari yang masih begitu cerah di atas nya. Villa ini tepat berada di atas tebing pantai yang menyuguhkan samudra hindia di hadapan kami.
Aku menjatuhkan tas jinjing ku dan secara perlahan berjalan menuju pemandangan di hadapan ku. Kara ikut berjalan di samping ku dan dia juga terus tersenyum tanpa henti melihat pantai yang selalu ingin di lihat nya.
“Bagus ya Ma” ujar Kara.
“Iya sayang, sangat bagus” ujar ku dengan tatapan yang tak henti melihat indah nya laut biru di hadapan ku.
Aku sudah memakaikan Kara baju berwarna merah tanpa lengan dan celana pendek berwarna pink. Rambut Kara aku ikat kepang agar dia lebih leluasa. Aku sendiri memakai kemeja putih longgar dengan singlet di dalam nya,aku juga memakai celana pendek agar bisa merasakan panas nya pantai sore ini. Dan Nicko juga memakai baju oversize warna putih juga boxer bergambar pantai di dalam nya.
Kami sampai di pantai dan Kara langsung berlari di pesisir pantai menarik tangan ku. Nicko duduk di bawah payung besar yang di tancapkan ke dalam pasir untuk melindungi diri nya dari panas. Nicko terus menonton kami yang sedang bermain air pantai yang begitu tenang itu.
Kara juga begitu bahagia bisa berenang di dalam air pantai yang dia terus keluhkan bahwa rasanya begitu asin.
Setelah cukup lelah aku menghampiri Nicko yang masih duduk di tempat nya dan membiarkan Kara bermain sendiri bermain pasir di pesisir pantai.
Pantai itu begitu sepi, sehingga kami bisa dengan mudah mengawasi Kara.
Aku duduk di samping Nicko ikut berteduh di bawah payung dan menatap anak gadis kami.
“Dia begitu bahagia” ujar Nicko sambil terus memandangi Kara.
“Ya. Ini pertama kalinya aku membawa Kara ke pantai”
__ADS_1
“Apa sesibuk itu sampai kamu tidak pernah menyempatkan waktu menemani nya berlibur?” Tanya Nicko dengan enteng nya.
Aku menghela nafas ku begitu dalam tanpa memalingkan pandangan ku dari Kara. Aku menyingkapkan kacamatu ku atas kepala dan memeluk lutut ku.
“Jangankan mengajak Kara berlibur,seperti nya aku sudah lupa bagaimana cara memanjakan diri sendiri. Aku terlalu sibuk. Sibuk menghadapi masalah yang tengah aku hadapi”
Lalu aku menatap Nicko.
“Tapi aku beruntung, dia bisa berlibur ke pantai impian bersama Papa nya”
Nicko tersenyum.
“Tapi hal ini tidak akan pernah terjadi jika Ben tidak pura-pura mati dan meninggalkan kalian” ucap Nicko mulai kembali membuat perdebatan.
Aku berdecak kesal.
“Sudah lah Nick,bisa kah kita tidak membahas itu lagi?”
“Ya aku kan hanya membayangkan”
“Bisa lupakan bayangan bodoh mu itu?” Tanya ku dengan tegas menatap mata nya.
“Apa kamu juga tidak membayangkan, bagaimana jika aku tidak kembali,dan kamu masih harus terpaksa menikahi Kirana”
“Ya karena kamu pun terus terusan membahas Ben”
“Tapi kan aku sudah katakan, kalau pernikahan ku dan Kirana tidak akan pernah terjadi walaupun kamu tidak kembali”
“O ya?” Tanya ku sangat tidak yakin.
“Ya” jawab nya begitu yakin.
Aku menatap nya dengan kesal.
“Mama… Papa..” teriak Kara dari jauh dengan skoop di tangan nya dia melambaikan nya kepada kami berdua.
Aku dan Nicko langsung menatap Kara secara bersamaan.
“Dengar Nicko. Aku sudah tidak ingin membahas tentang ini lagi, apalagi sekarang kita sedang liburan, aku tidak mau kamu merusak acara liburan kita. Mengerti?!” Ucap ku begitu tajam kepadanya.
“Iya. Maafkan aku” ujar nya dengan wajah yang bersalah.
“Maa. Paa” teriak Kara lagi meminta kami untuk menemani nya.
__ADS_1
“Iya sayang Mama datang” teriak ku kepada Kara.
Lalu aku menatap Nicko sekali lagi dengan tatapan ancaman,dan pergi menghampiri Kara.
Aku ikut bermain pasir dengan Kara, dan terus pura-pura tersenyum kepada anak kecil ini. Aku tidak ingin dia tahu jika aku dan Nicko sudah bertengkar.
Aku dan Kara terus bermain dengan bahagia. Dia sedang berusaha membuat gunung dengan pasir pantai yang basah, namun dia kesulitan untuk membuat gundukan itu kokoh, aku membantu Kara dengan menekan nekan gundukan itu sambil terus tersenyum kepada Kara lalu tiba-tiba sebuah tangan membantu ku untuk menekan nekan gundukan pasir itu.
Itu tangan Nicko. Dia ikut bergabung dengan kami,dia duduk di samping ku dan terus membantu ku dan Kara membuat gedung yang besar dengan pasir ini.
“Aku minta maaf” ujar Nicko sambil menatap ku.
Aku hanya diam menatap Nicko, sementara Kara masih terus bermain di hadapan kami tanpa menghiraukan kami.
“Seharusnya aku tidak merusak acara liburan kita. Aku berjanji agar lebih berhati-hati dalam berbicara” ujar Nicko membuat ku menatap nya dengan haru.
Aku menganggukan kepala ku. Lalu Nicko mengecup bibir ku dan tersenyum kepadaku.
“Ayo Pa, pegang lagi gunung nya” ujar Kara meminta Nicko untuk fokus bermain dengan nya.
“O iya maaf” ujar Nicko,sambil langsung sigap membantu Kara membuat gunung yang besar seperti khayalan nya.
Aku melihat dua orang yang aku sayangi di hadapan ku begitu bahagia. Mereka adalah kekuatan ku, mereka adalah tujuan ku masih ada di dunia ini. Aku begitu bahagia bisa memiliki mereka di hidup ku.
Aku menyingkirkan segala permasalahan hidup ku sekarang demi Nicko dan Kara. Walaupun sebenarnya kebenaran tentang kebakaran rumah ku masih membuat ku penasaran. Aku tidak sabar untuk bisa mengetahui nya langsung dari saksi yang melihat kejadian malam mengenaskan itu. Belum lagi tentang Sheilla. Aku juga harus bisa membuat Sheilla membuka mulut nya, dan kembali mengatakan tentang yang sesungguhnya bagaimana perusahaan Ben bisa hancur begitu saja saat itu. Namun aku harus melupakan semua itu untuk Kara dan Nicko saat ini. Aku ingin liburan kita bisa lancar tanpa adanya gangguan.
Hari mulai senja, saatnya kami bersitirahat dan kembali ke Villa. Kami bertiga mandi di jacuzzi dan saling membersihkan badan kami dengan busa yang ada di dalam jacuzzi . Kara membuat bola busa dan menaruh nya di atas kepala Nicko lalu tertawa. Nicko hanya bisa pasrah atas kejahilan anak nya. Aku juga membantu Kara untuk membuat bola-bola busa dan menyimpan nya di wajah Nicko. Kami berdua tertawa dengan menjadikan Nicko boneka busa, dan Nicko hanya terus diam menatap kami berdua dengan tersenyum. Lalu Kara membersihkan wajah Nicko dengan kran di samping nya.
Tiba-tiba Kara mencium pipi Nickpo.
“I Love You Papa” ucap Kara kepada Nicko dengan manis.
Nicko langsung balas mencium pipi Kara.
“Love You Too Karamelnya Papa”
Aku mengerucutkan bibir ku dengan cemberut menatap keromantisan mereka.
“Ga ada yang sayang Mama?” Tanya ku dengan membuat raut wajah sedih.
Lalu mereka berdua saling bertatapan dan menghampiri ku secara bersama, dan mereka mencium kedua pipi ku dengan mesra. .Aku tersenyum dan memeluk Kara dengan erat, lalu Nicko ikut memeluk kami berdua.
Aku sangat mencintai mereka berdua.
__ADS_1