Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Pekerjaan ganda


__ADS_3

Aku kembali menjadi sekretaris Nicko di perusahaan yang dia pegang. Tugas ku sudah selesai,aku sudah mengungkap kan satu persatu masalah yang sudah merusak kebahagiaan ku. Tinggal selangkah lagi. Aku masih harus membereskan satu hal lagi untuk bisa merasa tenang dan bebas.


Pagi hari aku dan seluruh keluarga dengan tenang sarapan di meja makan.


“Oh iya. Besok Kara kembali sekolah kan ?” Tanya Mama menatap Kara yang ada di samping nya.


“Iya Oma. Kata Mama besok Kara sudah boleh sekolah lagi” jawab anak menggemaskan itu sambil menghabiskan buah jeruk nya.


“Kalau begitu besok Oma antar ya” ucap Mama sambil tersenyum kepada Kara.


“Bener Oma?” Tanya Kara dengan wajah yang begitu sumringah.


“Iya sayang” jawab lagi Mama.


“Tapi takut nya nanti Mama ke lelahan Ma, masih ada Mbak Susi kok besok kesini jemput Kara untuk sekolah” ujar ku mengingat Mama yang kemarin sempat tidak enak badan.


“Oh tidak. Oma tidak akan kelelahan kalau untuk mengantar Kara sekolah. Malah Oma pasti akan cepat sehat kalau bisa menemani Kara” ujar Mama dengan terus tersenyum kepada cucu kesayangan nya.


Aku hanya bisa tersenyum melihat Mama yang bersikeras ingin mengantarkan Kara. Aku melirik Nicko di depan ku,dia juga hanya bisa mengangkat bahu nya untuk menandakan dia tidak ingin ikut campur untuk hal itu.


Aku kembali menghabiskan makanan di hadapan ku.


Papa terlihat menyimpan dulu kedua alat makan nya di atas piring yang masih ada tersisa sedikit lagi makanan nya,lalu menatap ku.


“Fawnia” panggil Papa.


“Iya Pa” saut ku sambil berusaha segera menelan makanan yang ada di mulutku.


“Besok Papa mau ziarah ke makam orang tua kamu,kamu mau ikut?” Tanya Papa.


Aku terdiam menatap Papa. Karena seperti nya aku sudah lama sekali tidak mengunjungi makam orang tua ku setelah Kara besar seperti ini. Terakhir kali aku pergi kesana saat aku baru saja melahirkan,dan pergi ke makam orang tua ku untuk menceritakan segala permasalahan ku kepada mereka,aku berharap mereka bisa mendengarkan ku di surga sana dan bisa merasa kasihan kepada ku. Dan setelah itu aku tidak pernah lagi mengunjungi makam orang tua ku,karena pada saat aku takut tidak sengaja bertemu dengan orang tua Nicko.


Aku mengangguk dengan perlahan sambil menatap Papa. Nicko dan Mama juga ikut melirik ku.


“Aku ikut Pa”


“Baiklah kita akan berangkat pagi ya”


“Baik Pa”


Lalu aku kembali melirik makanan ku dengan fikiran yang kemana-mana. Aku kembali mengingat tentang misteri kematian Papa kandung ku. Aku jadi ingin segera mencari tahu tentang itu.


Siang hari di kantor. Aku dan Nicko akan bersiap untuk pertemuan meeting kami di sana. Aku yang sekarang sudah berstatus istri Pak Ferdyan Nickolas sekaligus sekretaris nya ini,jadi bekerja ganda tidak seperti biasanya. Di sisi lain aku harus memperhatikan pekerjaan Nicko di kantor,membantu dia untuk bekerja,dan menyiapkan segala sesuatu yang dia butuhkan untuk bertemu client,dan di sisi lain aku harus berperan seperti istri dia juga di kantor. Harus memperhatikan keadaan dia, mengingatkan dia tentang makan,merapikan pakaian nya,dan tentu harus terus selalu menyemangati nya. Namun aku bahagia dengan pekerjaan ganda ku.

__ADS_1


“Hallo bu Bos” sapa Bima membuat ku terkejut.


Seperti biasa,aku tidak pernah tahu kapan Bima masuk ke dalam ruangan ku dan berdiri di hadapan ku dengan menenteng sebuah tas hitam yang sepertinya berisikan berkas.


Bima selalu datang di saat aku sedang serius menatap layar komputer ku,sampai aku tidak menyadari kehadiran nya.


“Ck. Apa sih Bim” ketus ku merasa risih mendengar panggilan ku sebagai ‘Bu Bos’.


“Kenapa? Itu kan fakta,sekarang kamu sudah menjadi Bu Bos” sindir nya dengan terus menggoda ku.


“Sudahlah Bim. Panggilan itu masih terlalu asing di telinga aku”


Bima tertawa dengan bahagia nya.


“Baik,baik. Ibu Nickolas,bagaimana dengan jadwal pertemuan meeting kita hari ini” aku kembali memicingkan mata ku kepada nya,karena tak henti-henti nya Bima terus menggoda ku seperti itu.


Aku langsung mendelikan mata ku dan kembali menatap layar komputer ku dengan tangan sibuk mengetik keyboard.


“Aku sudah mempersiapkan semua nya,tinggal tunggu Pak Ferdy”


“Oke”


Lalu Bima diam untuk beberapa saat.


“Apa aku boleh masuk? Ada yang perlu aku bicarakan dengan Pak Ferdy” ujar Bima.


“Ada perlu apa?”


“Tentang cuti ku” jawab Bima singkat.


Aku melirik Nicko di balik jendela ku. Sepertinya dia sedang tidak sibuk,dia hanya sedang membaca berkas tentang perusahaan yang baru saja mengajukan kerja sama dengan nya.


Aku langsung menelepon Nicko dengan telepon kantor,dan terus menatap nya di balik jendela.


Nicko langsung mengangkat telepon ku.


“Iya?”


“Ada Bima ingin bertemu”


Nicko balas menatap ku di balik jendela nya.


“Biarkan dia masuk”

__ADS_1


“Baiklah” lalu aku hendak menutup telepon nya namun terdengar suara Nicko menahan ku.


“Tunggu sebentar”


“Ada apa?”


Kami masih saling bertatapan di balik jendela kaca kami.


“I Love You Fawnia”


Aku menghel nafasku dan memicingkan mata menatap nya dengan kesal.


“Nick” panggil ku karena bisa-bisa nya dia ingin mempermalukan ku di hadapan Bima.


“I just wanna say I Love You”


“Oke” jawab ku dengan ketus.


“Oke?” Tanya Nicko dengan nada kesal,karena bukan seperti itu seharusnya aku menjawab.


Aku melirik Bima yang masih berdiri di hadapan ku, dan hanya menonton ku dengan bingung.


Tentu aku tidak bisa membalas ucapan ‘I Love You’ di hadapan Bima. Aku terlalu malu.


“Kamu di minta Pak Nicko masuk ke ruangan nya” ucap ku kepada Bima dengan telepon masih menempel di telinga ku karena masih tersambung.


“Oke terimakasih” jawab Bima,lalu dia masuk ke dalam ruangan Nicko dan menutup kembali pintu ruangan Nicko rapat-rapat.


Aku menoleh tas Bima yang tertinggal di atas meja ku. Aku melirik tas yang berisi berkas berkas Bima di dalam nya. Aku membaca sebuah tulisan ‘PT. Mitra Falcon Property’ di dalam tas yang tidak dia resleting.


“Bim” panggil ku sebelum Bima masuk ke dalam ruangan Nikco.


“Ya” jawab Bima sambil memegang handle pintu yang hampir tertutup kembali.


“Tas berkas kamu” ucap ku sambil menunjuk dengan mata tas Bima yang tertinggal di atas meja ku.


Lalu Bima tersenyum,dia kembali mengambil tas ku dan langsung masuk ke ruangan Nicko.


“I Love You Too Nicko” jawab ku dengan tersenyum manis kepada nya setelah memastikan Bima benar-benar sudah ada di ruangan Nicko.


Nicko hanya menatap ku dengan datar. Karena dia pasti kesal karena aku tidak berani menjawab itu di hadapan Bima. Dia masih saja selalu merasa cemburu kepada Bima,walaupun kami sudah menikah seperti ini. Dia masih selalu khawatir jika Bima masih menaruh perasaan nya kepadaku.


Lalu aku menutup sambungan telepon nya.

__ADS_1


Aku kembali diam menatap layar komputer ku. Aku melirik Bima dan Nicko yang sedang berbicara di dalam sana,dan sedikit berfikir tentang Bima.


Kenapa aku tidak pernah tahu latar belakang Bima? Aku tidak pernah tahu dimana dia berasal? Apa dia punya kaka atau adik ? Lalu apakah orang tua nya masih ada atau tidak?


__ADS_2