Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Pesta lajang berujung pertengkaran


__ADS_3

Bima langsung membalikan ponsel nya dan berusaha menghindarkan ponsel nya dari ku.


“Euuhh” gagu Bima dengan panik.


Bima terlihat menyembunyikan sesuatu dan malah membuat ku penasaran.


“Sini aku lihat”


Aku berusa merampas ponsel Bima dari tangan nya.


“Tidak Faw, itu bukan Pak Nicko, kamu salah lihat”


“Tidak, jelas-jelas aku melihat wajah Nicko di sana”


“Bukan Faw..”


“Sini Bim, aku pinjam dulu handphone nya” aku terus berusaha mengambil ponsel nya dan berhasil.


Aku menyalakan kembali ponsel Bima dan langsung terlihat lah fhoto unggahan seseorang di media sosial. Itu adalah fhoto Nicko dan teman-teman nya di sebuah caffe yang besar di outdoor. Semua orang di dalam fhoto itu terlihat memegang sebuah minuman dan memakai baju serba biru ocean. Aku terus menggeser fhoto-fhoto itu, dan aku di buat terkejut dengan salah satu fhoto yang menunjukan fhoto Nicko yang sedang minum di gelas wine dengan 2 orang wanita di kanan kiri nya yang sedang tertawa menertawakan Nicko begitu bahagia. Aku ingat dengan Zayden yang mengatakan jika ini hanya pesta lajang, dan tidak ada wanita yang boleh ikut, lalu ini apa?


Aku langsung mengeluarkan ponsel ku dan memotret bukti fhoto itu, untuk aku simpan yang akan aku pakai sebagai senjata kepada Nicko.


“Faw jangan!” Pinta Bima dengan panik dan berusaha mencegah ku untuk memotret fhoto itu.


“Diam!” ucap ku.


“Faw wanita itu hanya teman dekat Pak Nicko, aku juga mengenal nya”


“Tapi aku tidak mengenal mereka, dan Zayden bilang tidak ada wanita di pesta mereka”


Bima terlihat begitu panik, dan aku mengembalikan ponsel nya.


“Fawnia please. Aku tidak mau Pak Nicko menyalahkan ku tentang ini” Bima begitu terlihat khawatir dan takut.


“Tidak akan ada yang menyalahkan mu,ini semua salah mereka bukan kesalahan mu”


Lalu tidak lama suara mobil terdengar mendekat. Itu Nicko, dia baru datang dan dia menghentikan mobil nya tepat di hadapan aku dan Bima. Nicko turun dari mobil dan dia sudah mengerutkan kening melihat keberadaa Bima yang telah duduk di samping ku.

__ADS_1


Aku langsung menatap Nicko dengan tajam dan dengan penuh emosi. Nicko berjalan menghampiri kami, dan Bima dengan sigap berdiri untuk menyapa Nicko.


“Malam Pak” sapa Nicko dengan sopan.


“Sedang apa kamu disini?” Tanya Nicko dengan penuh curiga.


Bima terlihat bingung untuk menjawab. Aku langsung berdiri dengan cepat untuk membantu nya.


“Bima aku minta menemani ku disini menunggu Bos nya yang tidak kunjung datang” jawab ku dengan sinis.


Nicko hanya diam menatap ku, raut wajah nya berubah menjadi merasa bersalah.


“Kamu tidak membaca pesan kita berdua? Kamu juga tidak mengangkat telepon ku? Kamu tidak lihat ini jam berapa? Apa kamu akan membiarkan aku sendiri disini menunggu kabar kamu hingga pagi hari?” Tanya ku dengan mencecer semua pertanyaan tajam kepada nya.


“Aku minta maaf, ponsel ku di sita dan..”


“Dan kamu mabuk?” Ucap ku memotong ucapan Nicko.


“Aku tidak memperbolehkan kamu untuk pergi ke club bukan berarti aku membolehkan kamu mabuk-mabuk an di tempat lain. Kita mau menikah, dan bukan berarti kamu harus menghabiskan masa lajang mu dengan liar seperti ini” ucap ku dengan begitu tajam.


“Faw aku minta maaf” ucap Nicko dengan memelas.


“Antar aku pulang Bim” ucap ku kepada Bima yang berdidi di belakang ku.


Aku terus menatap Nicko dengan ketus.


Bima terlihat terkejut dan dia tampak bingung.


“Tapi Faw..” ucap Bima merasa takut melihat Nicko ada di hadapan nya.


“Kita pulang bersama, aku sudah disini” ujar Nicko dengan nada yang baik.


“Bima antarkan aku pulang, atau aku pergi sendiri” ancam ku dengan kesal.


Bima menatap Nicko untuk meminta jawaban atas keinginan ku, karena bagaimana pun Bima harus meminta izin Nicko dan menghargai Nicko.


“Turuti saja keinginan nya” ucap Nicko dengan dingin kepada Bima.

__ADS_1


“Baik Pak”


Aku berjalan dengan kesal menuju mobil Bima, dan langsung masuk ke dalam mobil nya tanpa menoleh Nicko sedikit pun. Bima ikut masuk di samping ku dan dia segera mengendarai mobil nya menuju rumah.


“Faw. Maafkan saja Pak Nicko, aku merasa tidak enak jika kamu marah kepada dia dan ada aku menyaksikan nya. Aku takut Pak Nicko jadi berfikir yang tidak-tidak tentang ku” ujar Bima di balik setir nya.


“Aku sudah bilang jangan khawatirkan itu” ucap ku dengan terus menatap lurus ke depan dengan masih saja merasa kesal.


Dan Bima kembali diam dengan menghela nafas nya begitu berat.


Sesampai nya di rumah aku langsung turun dari mobil Bima dan langsung masuk ke gerbang kecil rumah kami. Sementara Nicko menunggu security untuk membuka kan gerbang mobil. Aku mendengar Nicko berteriak kepada security agar memasukan mobil nya ke dalam garasi dan dia berlari mengejar ku. Dengan cepat aku masuk ke dalam rumah dan tidak menghiraukan Nicko.


“Fawnia tunggu!” Nicko berhasil menarik tangan ku di tangga.


Aku berusaha menghempaskan tangan ku namun dia terus memegang nya dengan kuat.


“Aku minta maaf, aku mengaku aku salah”


“Lepaskan!” Pinta ku dengan kesal dan tidak ingin mendengarkan nya.


“Fawnia, aku tidak sadar jika aku sudah terlalu lama disana, aku mengaku aku salah”


Aku malas sekali mendengar alasan nya dan berhasil melepaskan diri ku dan kembali berjalan di tangga.


“Faw..”


Akhirnya aku mencapai pintu kamar ku, lalu aku berbalik menghadapi Nicko sebelum aku masuk kamar. Baru saja dia akan kembali bicara ,aku sudah mendahului nya.


“Kara sedang tertidur di dalam, dan aku tidak ingin dia terbangun karena mu. Pergi ke kamar mu!” Pinta ku.


“Tapi aku mau bicara, aku tidak ingin kamu terus marah seperti ini”


“Seharusnya kamu mengkhawatirkan itu sejak awal” ucap ku dengan sinis.


Lalu aku membuka pintu dan Nicko menahan pintu nya.


“Faw tolong. Jangan seperti ini” pinta Nicko terus menahan pintu nya.

__ADS_1


Terdengar suara tubuh Kara yang seperti nya terbangun menggeliatkan dan melirik ke arah ku juga Nicko dengan mata nya yang masih terlihat berat sekali. Seketika aku dan Nicko terdiam mematung agar Kara kembali tidur, dan ternyata berhasil, Kara kembali menutup mata nya dan tertidur.


Nicko menatap ku dengan sayu namun aku segera menutup pintu membiarkan dia di luar kamar lalu mengunci nya. Aku menyandarkan punggung ku di pintu untuk berfikir sejenak dan menenangkan fikiran ku dari rasa marah ku kepada Nicko lalu aku segera ke kamar mandi mencuci muka dan mengganti pakaian ku lalu tertidur di samping Kara dengan memeluk nya. Melihat Kara dan memeluk nya seperti ini sudah begitu bisa menenangkan ku dan membuat ku bisa melupakan masalah ku untuk sejenak. Lalu aku tertidur dengan lelap di samping nya.


__ADS_2