
Aku berjalan menuju ruangan ku dengan melamun dan aku tidak sadar jika Pak Zayden sudah berdiri di hadapan ku menghalangi jalan masuk ke ruangan ku. Aku menatap nya dengan terkejut dan langsung tersenyum manis kepada nya.
“Hay Pak” sapa ku sambil menunjukan sederet gigi ku seperti kuda tersenyum.
Dia menertawakan ku.
“Kamu kenapa? Kok ngelamun”
“Hehe. Bapak mau bertemu Pak Ferdy?” Tanya ku mengalihkan perhatian nya.
“Iya Nicko ada ?”
“Ada Pak. Tunggu sebentar”
Lalu aku masuk ke ruangan ku lebih dulu dan menahan pintu untuk mempersilahkan Pak Zayden juga masuk.
“Sebentar Pak. Saya coba hubungi Pak Ferdy”
Aku langsung masuk ke meja kerja ku dan segera menghubungi Nicko dengan telepon kantor.
“Kamu dari mana ?” Tanya Nicko setelah dia mengangkat telepon nya.
“Ada Pak Zayden ingin bertemu” jawab ku tak mengindahkan pertanyaan nya.
“Suruh dia masuk”
Lalu aku menutup telepon nya lalu kembali tersenyum kepada Pak Zayden.
“Silahkan Pak. Pak Ferdy sudah menunggu”
Zayden hanya tersenyum lalu dia masuk ke ruangan Nicko.
Ponsel ku berdering aku melihat nama Keysa di layar ponsel ku. Aku langsung mengangkat telepon nya dan menempelkan ponsel di telinga ku.
“Hallo”
“Hallo Faw”
“Iya ada apa Key?”
“Lo lagi sibuk?”
“Ngga sih, kenapa?”
“Bisa kita ketemu”
“Ada apa”
“Ini penting, gue ga bisa sampein lewat telepon” ucap Keysa begitu meyakinkan.
“Malem ini selesai gue fitting baju di rumah”
“Oke. Kita ketemu di caffe seperti biasa”
“Oke”
“Euh Faw. Kalau bisa jangan ajak Nicko”
Aku mengerutkan kening ku, karena akan sulit mengelabui dia untuk pergi sendiri.
“Oke”
Lalu aku menutup telepon nya dan berfikir bagaimana cara nya aku pergi sendiri tanpa Nicko mengikuti ku. Aku harus mencari alasan yang kuat kepadanya agar dia tidak membuntuti ku.
__ADS_1
Tidak lama Zayden dan Nicko keluar dari ruangan. Aku langsung tersenyum dengan ramah melihat mereka yang menghampiri ku.
“Faw. Malam ini aku mau ajak Nicko buat pesta lajang bareng temen-temen yang lain, bolehkan?”
Aku mengangkat kedua halis ku menatap Zayden. Aku terpatung sejenak dengan bahagia karena merasa tertolong oleh acara nya.
“Oh Oke. Boleh silahkan” ucap ku tanpa keberatan dan tanpa banyak pertanyaan.
“Kamu tidak akan ikut?” Tanya Nicko menatap ku bingung.
“Heh!” Timpal Zayden sambil menyenggol perut Nicko dengan lengan nya.
“Ini kan pesta lajang. Kita ga ada undang cewe ke pesta lajang. Tidak masalah kan kamu tidak ikut?” Tanya Zayden kepadaku.
Aku langsung membulatkan mata dengan semangat.
“Oh it’s Ok. Pak Zayden benar, itu kan pesta lajang mana mungkin aku ikut” ucap ku meyakinkan nya.
Nicko menatap ku dengan curiga. Namun aku memberikan senyuman terbaik ku kepada nya agar menutupi rasa grogi ku.
“Oke kalau gitu” jawab nya.
“Euh tapi. Kita fitting baju dulu dirumah kan?” Ucap ku mengingatkan nya.
“Iya hari ini kita pulang lebih cepat”
Lalu Zayden terlihat begitu bahagia mendapatkan izin dariku. Lalu Zayden menepuk nepuk punggung Nicko dengan kencang.
“Kalau begitu sampai bertemu di club malam ini”
“Di club?!” Tanya ku sambil memelototi mereka.
Zayden tampak terkejut melihat ku yang memelototi nya.
“Iya tapi kan biar seru Faw, biar ada musik, biar bisa sambil joged” ujar Zayden dengan meyakinkan ku.
“Tidak. Jika di club,aku tidak mengizinkan” ucap ku meniru gaya Nicko jika dia sudah menolak keinginan ku seperti semalam.
“Ayolah Faw”
Aku diam tak menjawab nya.
“Lalu dimana kita boleh bawa Nicko pesta lajang?”
“Ya dimana saja. Di tempat karaoke ? Itu juga kan ada musik nya, atau di Caffe kan suka ada live music juga” ujar ku memberikan ide.
“Kenapa tidak boleh di club?” Tanya Zayden menatap ku dengan memelas.
“Kamu takut Nicko di goda wanita lain di club?” ledek Zayden dengan menatap ku jahil.
Aku mengerutkan kening ku dan membuat ekspresi seolah itu tidak mungkin.
“Mengaku saja Faw”
Aku terus diam tak menjawab nya dan terus pura-pura mengotak atik komputer ku.
Nicko hanya menatap ku sambil tersenyum, seolah dia tahu jika aku memang khawatir dengan wanita-wanita penggoda yang sudah pasti ada di tempat club.
“Baiklah. Kita tidak bertemu di club malam ini. Kita pergi ke caffe dan me reservasi ulang tempat nya” ujar Zayden akhirnya menyerah.
“Pokok nya lo harus bersiap. Nanti gue kabarin lagi” ujar Zayden sambil berpamitan kepada Nicko.
Aku melirik Zayden dengan tajam.
__ADS_1
“Bye Nyonya Madhava” pamit Zayden dengan menyindir ku memakai nama belakang Nicko.
Aku memberikan dia senyum ketus ku dan kembali menatap nya dengan sinis. Zayden keluar dari ruangan ku dan tersisa Nicko yang terus berdiri di depan ku dengan menatap ku dingin.
“Kenapa? Tidak terima aku melarang mu untuk pergi ke club?” Tanya ku dengan ketus.
Nicko mengerutkan kening nya.
“Aku tidak berkata apapun. Aku hanya mau melihat m seperti ini” ujar nya berusaha menggoda ku.
“Kalo begitu nanti malam aku mau bertemu dengan Keysa”
“Dimana?”
“Di caffe biasa”
“Ajak Kara?”
“Kalau dia mau aku akan mengajak nya”
“Baiklah”
Lalu Nicko masuk ke ruangan nya. Aku langsung menghela nafas ku dengan lega karena akhirnya aku bisa bertemu dengan Keysa tanpa Nicko.
Sore hari aku dan Nicko pulang lebih awal, dan ternyata di rumah sudah ada tamu dari Weeding Organizer. Kami langsung di sambut hangat oleh mereka, Mama langsung menghampiri ku dan Nicko.
“Fawnia” sapa Mama sambil tersenyum bahagia.
“Mama” seru Kara sambil menghampiri ku dan Nicko. Lalu Nicko menggendong Kara.
“Kalian segera fitting baju dan mengukur badan kalian ya. Mama sudah langsung datangkan pemilik boutique ternama di Jakarta”
Aku langsung tersenyum menyapa nya.
“Sini, kalian boleh lihat lihat dulu gaun pengantin nya” ujar laki-laki yang bertubuh besar dan bulat namun modis ini.
Ternyata sudah ada beberapa manequin di hadapan ku, dan menaquin itu telah memakai gaun gaun pengantin berwarna putih yang begitu indah dan mewah.
“Ini adalah gaun pengantin terbaik yang pernah saya miliki. Dan ini semua belum pernah ada yang memakai nya,karena gaun ini baru saya rilis baru baru ini”
Aku mendekati dengan takjub gaun pengantin putih yang amat sangat mewah dan bagus berkilauan. Semua gaun itu memiliki ball gown yang lebar melingkar dan ada juga yang memakai brukat lebih sederhana namun tetap terlihat anggun.
“Ayo coba gaun nya” ujar designer itu meminta ku segera mencoba satu persatu gaun itu.
Lalu menunjukan nya kepada Mama,Nicko dan Kara yang telah duduk menunggu di sofa ruang tamu.
Gaun pertama memiliki ball gown yang begitu meriah dengan banyak nya tile pada rok nya. Ball gown nya tampak begitu mengembang dan lengan nya yang pendek,membuat ku seperti putri cinderella yang ada di dalam dongeng.
Nicko menatap ku dengan takjub, Mama juga melihat ku dengan haru.
“Waw bagus sekali” puji Mama.
Aku hanya tersenyum dan designer itu memotret ku untuk pertimbangan nanti gaun mana yang akan aku pilih.
Lalu dress kedua dan ke tiga tampak sama saja terlihat anggun dan cantik namun yang kedua ketiga tampak nya tidak di setujui Nicko karena gaun yang kedua bagian atas nya tidak berlengan tampak begitu terbuka memperlihatkan dada bagian intim ku dan juga yang ketiga memperlihatkan seluruh punggung ku yang mulus dan indah. Dia tidak mau tubuh ku di lihat orang banyak.
Lalu aku memakai gaun yang terakhir. Gaun yang berlengan pendek dan memiliki motif yang simple dengan tile yang berlapis lapis di gown ball nya. Bagian atas nya pun tidak terlalu seksi karena hanya memperlihatkan dada bidang ku saja dengan sedikit butiran seperti berlian di sekitar pinggang ku. Dan gown ini seperti gown yang di pakai oleh putri di negri dongeng. Sangat indah.
Mama dan Nicko tidak berhenti menatap ku dengan takjub.
“Waawww Mama cantik sekali” ucap Kara dengan takjub.
Mama menatap ku dengan tersenyum senang, dan Nicko hanya menatap ku dengan tatapan yang tak biasa nya. Aku hanya bisa tersenyum malu karena mereka begitu melihat ku dengan takjub.
__ADS_1