Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Aku menemukan nya


__ADS_3

Beberapa hari lalu di kantor.


Setelah aku menemani Nicko meeting,aku duduk dengan santai di meja kerjaku,karena aku hanya tinggal menunggu waktu pulang ku dengan Nicko. Nicko pun tampak sedang membereskan pekerjaan nya di dalam ruangan nya. Lalu aku mengambil ponsel dan mulai memainkan nya. Aku membuka sosial media ku dan melilhat-lihat fhoto yang di unggah oleh orang-orang yang berteman dengan ku di Instagram ,lalu aku melihat permintaan pertemanan ku. Aku melihat ada nama Riri terpampang di antara orang-orang yang meminta pertemanan dengan ku. Aku menerima pertemanan dia di sosial media dan seketika fhoto-fhoto dia muncul di layar ponsel ku.


Aku melihat ada unggahan terakhir yang ada di profilnya. Fhoto itu seperti fhoto reuni besar dengan puluhan orang di dalam nya dan memakai tema berbaju putih. Aku melihat fhoto itu dan melihat begitu banyak nya orang di dalam fhoto itu, aku melihat fhoto Riri yang berada di paling depan tengah tersenyum begitu bahagia dengan wine di tangan nya, lalu tidak sengaja aku melihat salah satu fhoto seorang wanita di paling ujung dengan tersenyum senang dengan dress dia yang juga berwarna putih. Sheilla, dia adalah orang terpercaya Ben yang sudah menghancurkan perusahaan kecil ku dulu, dia yang dulu telah mengkambing hitam kan aku, dan membuat semua orang berprasangka jika aku telah melakukan korupsi.


Aku langsung beranjak dari duduk ku dan segera mendatangi ruangan Riri. Aku mengetuk pintu ruangan nya, dan langsung masuk.


“Fawnia?” Panggil Riri dengan bingung melihat aku yang sudah ter engah engah di hadapan nya.


Aku berjalan dengan cepat kehadapan Riri.


“Ada yang mau gue tanyain” ucap ku dengan begitu risau.


Aku langsung menunjukan fhoto reuni dia yang ada di laman sosial media nya dan memperbesar fhoto Sheilla.


“Lo kenal dia?” Tanya ku dengan serius.


Dia memicingkan mata nya untuk melihat jelas siapa orang yang sedang aku pertanyakan. Lalu dia mengingat-ingat lagi orang itu.


“Dia temen SMA gue dulu”


“Lo temanan sama dia?” Tanya ku dengan tidak sabar.


“Ngga, kita cuma satu sekolah aja, dia kakak kelas gue”


Aku menghela nafas ku dengan begitu kecewa.


“Tapi cowo gue temen suami nya kalau ga salah, soalnya pas kemarin reuni cowo gue sempet ngobrol bentar sama suami nya”


“Denis?” Tanya ku mengingat nama suami dari Sheilla yang selalu menjemput nya di kantor saat dulu.

__ADS_1


“Iya. Lo kenal?” Tanya Riri membuat ku menatap nya dan berfikir.


Apa Riri bisa aku percaya? Karena selama ini di kantor dia selalu bersikap buruk. Tetapi jika aku ingat, walaupun Riri selalu bertingkah dengan buruk ,aku juga melihat Riri pun memiliki sisi baik. Aku melihat dia sama sekali tidak suka dengan Vionna yang selalu seenak nya kepada karyawan,malah aku sering sekali melihat dia bertengkar dengan Devina dan selalu mencaci nya dengan menyebut Devina bermuka dua.


Walaupun Riri selalu senang sekali bergosip, tetapi sebenarnya Riri adalah orang baik, dan aku berusaha untuk memanfaatkan nya.


“Gue mau minta tolong”


Riri langsung mengerutkan kening nya, dia bingung dengan sikap ku yang tiba-tiba saja meminta pertolongan nya.


Lalu aku menceritakan tentang Sheilla kepadanya, aku menceritakan cerita ku dengan Ben dulu dan bagaimana perusahaan ku hancur. Aku pun menceritakan bagaimana baik nya Sheilla sampai Ben pun memepercayakan semua nya kepada Sheilla,tetapi setelah kepergian Ben sikap dia berubah drastis.


“Lalu apa yang harus gue lakuin?” Tanya Riri dengan serius dan dia terlihat begitu kasihan mendengar cerita ku.


“Gue mau lo cari tahu dimana dia sekarang, dan apa pekerjaan nya”


Riri tampak berfikir lalu dia mengangguk.


“Faw. Walaupun gue seneng banget urusin hidup orang lain, tapi gue paling ga bisa matahin kepercayaan orang lain. Ya mungkin bergosip itu cuma salah satu hobi gue, tapi gue ga pernah mau bertindak jauh” ujar Riri dengan serius.


Aku menganggukan kepala ku berusaha mempercayai nya.


“Oke. Kabari gue kalau lo udah dapet kabar dari dia, inget Ri ini hanya kita berdua”


“Iya, bawel banget sih lo. Gue juga masih mau kerja disini kali” ledek Riri dengan tetap saja masih terlihat sinis,namun akhirnya dia tersenyum kepada ku.


Besok lusa nya Riri mengirimi ku pesan dan memberikan kabar jika dia sudah mengetahui dimana Sheilla sekarang. Aku langsung menemui Riri di ruangan nya dengan segera. Aku masuk ke dalam ruangan nya dan melihat Riri yang sedang serius menatap komputer di hadapan nya.


“Lihat ini” pinta nya ketika melihat aku masuk ke ruangan dia.


Aku berjalan cepat menghampiri Riri dan berdiri di samping nya, melihat apa yang di tunjukan Riri. Aku menopang diriku dengan kedua tangan di meja kerja Riri dan melihat jelas apa yang di tunjukan Riri.

__ADS_1


Itu adalah fhoto di dalam sosial medi Denis suami nya Sheilla. Aku melihat Denis dan Sheilla berhoto bersama di depan sebuah gedung kantor dengan beberapa karyawan nya. Dan itu sepertinya perusahaan yang di miliki mereka berdua. Perusahaan itu seperti perusahaan furniture yang cukup besar dan juga sukses. Karena di laman sosial media nya mereka sering sekali mengunggah aktifitas perusahaan nya.


“Dan lo harus lihat ini”


Lalu Riri kembali mencari sesuatu di laman sosial media Sheilla.


Sebuah fhoto yang menunjukan jika Sheilla sedang berjabat tangan dengan Papa Nicko.


“Papa?” Ucap ku dengan mengerutkan kening ku.


“Iya ternyata perusahaan si Sheilla ini kerja sama, sama perusahaan Pak Rio di tangerang”


Aku mengingat tawaran Papa beberapa waktu lalu, jika aku mau Papa mengijinkan aku untuk memegang perusahaan dia yang berada di Tangerang. Karena Papa bilang Papa sudah mulai kewalahan dan dia sedang mencari orang terpercaya untuk memegang perusahaan nya itu.


Perusahaan Papa di Tangerang bergerak di bidang konstruksi. Dan pasti banyak perusahaan furniture yang ingin bekerja sama dengan perusahaan Papa di sana.


“Dia tinggal disana ternyata” ucap ku dengan langsung berdiri tegap.


Riri menatap ku dengan bingung.


“Terus lo mau ngapain? Mau samperin dia?” Tanya nya.


“Buat apa? Kalau cuma sekedar labrak dia, dari dulu gue udah lakuin itu” ujar ku dengan sinis.


“Terus?”


“Gue mau dia buka mulut dengan sendirinya, gue mau denger semua penjelasan dia. Gue yakin ada yang dia sembunyiin”


“Caranya?”


Aku memikirkan sesuatu cara yang terlintas di dalam fikiran ku. Riri menatap ku dengan penasaran dan aku balas menatap nya dengan tersenyum sinis. Aku memiliki sebuah rencana yang cukup bagus, dan untuk memulai rencana ku, aku harus bisa bekerja di perusahaan Papa yang berada di Tangerang, agar aku bisa lebih dekat dengan Sheilla.

__ADS_1


__ADS_2