
Akhirnya aku bisa menceritakan semua rahasia besar ku kepada Keysa. Dia benar, dia adalah satu-satunya sahabat yang ku miliki, tidak sepatutnya aku menyembunyikan apapun lagi darinya. Dan persis seperti apa yang aku bayangkan, reaksi Keysa pasti terkejut mendengar semua rahasia terbesar yang telah aku sembunyikan. Terlebih lagi tentang Kara,dia akhirnya tahu jika Kara adalah darah daging Nicko. Aku sedikit merasa lega, karena akhirnya setidak nya ada yang tahu tentang semua ini, aku jadi bisa membagi semua nya dengan Keysa tanpa beban sedikitpun.
Om Rio atau Papa Nicko selalu mencari ku lewat internet atau sosial media ku,namun aku selalu bersembunyi dan tidak pernah muncul di hadapan keluarga itu lagi. Bukan nya aku tidak tahu diri, hanya saja aku takut mereka akan tahu tentang Kara. Tapi sekarang, aku malah kembali bertemu dengan Nicko dan bekerja sebagai sekertaris nya. Bukan kah itu takdir ? Atau hanya kebetulan ?
Hari ini aku kembali kepada kehidupan ku di tempat kerja. Pagi sekali aku sudah sampai di kantor dan segera mengecek e-mail yang masuk di dalam komputer di meja kerja ku. Karena kemarin Bima lah yang mengganti kan ku untuk memberikan jadwal meeting kepada Nicko. Untunglah kemarin tidak terlalu sibuk, akhirnya aku tidak begitu merepotkan Bima.
Aku segera menyalin pekerjaan kemarin kedalam arsip ku. Lalu beberapa saat kemudian Nicko dan Bima masuk ke dalam ruangan ku. Aku langsung berdiri dengan sigap.
“Siang Pak” ujar ku menyapa Nicko. Nicko sedikit terkejut melihat ku yang sudah kembali ke tempat kerja. Dia tak menjawab ku hanya menatap ku dengan diam lalu dia pergi masuk ke dalam ruangan nya.
Bima mengantarkan dulu Nicko ke dalam ruangan nya lalu kembali ke ruanganku. Dia berdiri di hadapanku.
“Hay Bim” sapa ku dengan manis.
“Hay” balas nya dengan tersenyum,menatap ku yang duduk di hadapan nya.
“Thank ya sudah mau aku repotkan kemarin”
“Tidak apa Faw. Kemarin juga di kantor tidak terlalu sibuk”
“Syukurlah” jawab ku melirik Nicko yang sudah duduk di kursi kerja nya.
“Urusan mu sudah selesai?” Tanya nya.
“Sudah” jawab ku dengan tersenyum bahagia.
“Urusan mu sangat penting sepertinya sampai mempertaruhkan pekerjaan mu yang baru terhitung beberapa hari ini?” Tanya Bima membuat ku teringat kejadian kemarin.
“Ini soal anak ku Bim. Aku sedang merebutkan hak asuh anak dengan mantan mertuaku” jawab ku dengan menjelaskan garis besar nya saja.
“Lalu? Hak asuh anak mu jatuh kepada siapa?” Tanya nya begitu ingin tahu.
“Akhirnya hak asuh anak ku jatuh kepada ku, karena aku kan Ibu kandung nya” aku tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya kepada Bima.
“Oh syukurlah” dia turut ikut bahagia dengan kebahagiaan ku.
“Aku menghadap dulu Pak Ferdy ya,ada berkas yang harus segera Pak Ferdy tanda tangani”
“Oke” jawab Bima.
Lalu aku membawa beberapa berkas masuk ke dalam ruangan Nicko.
Aku berjalan mendekati meja kerja Nicko, dia tampak sedang serius menatap meja komputer nya,tanpa menghiarukan ku yang masuk ke dalam ruangan nya.
“Permisi Pak”
“Iya” jawab Nicko yang hanya melirik ku sebentar lalu kembali menatap komputernya.
__ADS_1
“Maaf Pak ada beberapa berkas yang harus segera Bapak tanda tangani” pinta ku ketika telah berdiri di hadapan nya.
“Silahkan” aku menyimpan berkas itu di meja nya. Dan Nicko langsung menarik berkas itu dan membaca dahulu isi nya.
“Bagaimana persidangan mu?” Tanya Nicko dengan terus membulak balikan berkas yang baru saja ku berikan.
“Berjalan baik” jawab ku singkat.
“Hak asuh Karamel jatuh kepadamu?” Tanya nya lagi menyebut nama Kara dengan lengkap nya.
“Ya” jawab ku menahan rasa pedih yang selalu aku sembunyikan.
Begitu berat rasanya menyembunyikan hal besar ini dari Nicko. Dan aku tidak pernah tau akan berapa lama lagi ku simpan rahasia ini darinya.
“Baguslah” jawab nya sambil kembali memberikan berkas yang sudah di tanda tangani nya kepadaku.
“Terimakasih Pak” ucap ku dan langsung berjalan menjauhi meja kerja Nicko.
“Faw” panggil nya membuat ku berbalik dan berdiri di tempat ku menatap nya menunggu dia berbicara.
“Jangan dulu ada yang mengganggu ku, aku ada pekerjaan yang penting yang harus aku kerjakan hari ini. Mungkin sampai jam makan siang” pinta Nicko dengan dingin.
“Baik Pak” lalu aku kembali melangkah pergi dan keluar dari ruangan Nicko.
Aku duduk di tempat kerja ku dan kembali mengerjakan tugas yang kemarin sempat tertinggal. Aku menelepon sebuah perusahaan untuk membuat janji kepadanya, mencatat daily untuk Nicko dan menjadwal kan waktu istirahat untuk nya. Begitulah pekerjaan ku, dengan ilmu yang aku miliki lewat internet maupun ketika aku memiliki usaha sendiri,setidak nya saat aku menjadi atasan di perusahaan ku, aku tahu apa yang akan aku kerjakan dan tugas apa saja yang harus aku lakukan sebagai Bos.
“Permisi Mbak. Ada yang bisa saya bantu?” Tanya ku sambil berdiri menghentikan langkah nya yang hampir saja memegang handle pintu ruangan Nicko.
Dia berdiri dengan ketus dan menatap ku bingung. Dia berjalan dengan perlahan menghampiri ku.
“Kamu sekretaris baru Ferdy?” Tanya nya dengan tangan yang di sandarkan di meja kerja ku begitu sinis nya.
“Betul Mbak” jawab ku dengan begitu ramah nya.
“Oh kenalin” dia menjulurkan tangan nya.
“Kirana. Tunangan nya Ferdyan” ujar nya membuat ku tersentak menatap nya terkejut untuk sekejap, namun aku berusaha untuk tak menghilangkan senyuman di wajah ku agar tetap terlihat ramah.
“Fawnia. Sekretaris baru Pak Ferdy” jawab ku menjabat tangan nya.
“Saya mau bertemu Ferdy. Dan biasanya saya tidak perlu melewati sekretaris nya dulu untuk masuk ke dalam ruangan nya” ujar nya begitu sombong.
“Maaf Mbak. Tapi Pak Ferdy berpesan untuk tidak ada yang mengganggunya dulu sampai jam makan siang” aku masih begitu profesional untuk mengatakan pesan dari Nicko kepadanya.
“Tapi saya tunangan nya” ujar nya mengingatkan akan hal itu.
“Maaf Mbak,Pak Ferdy bilang siapapun tidak boleh mengganggunya terlebih dahulu tanpa terkecuali ,ada hal penting yang harus dia kerjakan. Mbak Kirana bisa tunggu sampai jam makan siang”
__ADS_1
“Sampai siang?” Tanya nya terejut dengan ucapan ku.
“Terus saya harus tunggu Ferdy disini selama itu?” Tanya nya dengan kesal.
“Oh tidak Mbak. Mbak bisa menunggu nya di ruang tunggu” jawab ku menujuk pintu keluar untuk nya.
Dia mulai tampak kesal menatap ku. Dia memelotoiku,dan wajah nya sudah sangat merah.
“Saya ini tunangan nya! Kamu jangan samakan saya dengan tamu kerja nya !” Dia sudah begitu terpancing emosi. Namun aku pun tetap melakukan pekerjaan ku dengan tenang dan tidak ikut panas seperti dia.
“Maaf Mbak. Tapi ini pesan yang di sampaikan oleh Pak Ferdy, saya hanya menjalankan tugas”
“Kamu pekerja baru disini kan? dan kamu tidak tahu bagaimana penting nya saya untuk Ferdy ?. Biar saya beri tahu,sesibuk apapun Ferdy, dia pasti akan menyambut saya dengan hangat di ruangan nya”
“Maaf Mbak. Saya hanya mematuhi perintah” ucap ku dengan bersikeras tanpa menghiarukan ucapan nya.
“Awas ya kamu!” Ancam nya sambil mengambil ponsel yang ada di tas jinjing nya.
Pakaian nya begitu modis, dengan kedua bahu nya yang begitu mulus terlihat,paha nya yang juga putih dan berkaki panjang membuat dia tampak sempurna. Dia terlihat seperti model korea,namun wajah nya begitu jutek.
“Issshhh Ferdyyy” kesal nya dengan terus berusaha menelepon Nicko beberapa kali.
“Saya minta kamu hubungi Ferdy dan katakan saya sudah berada di depan ruangan nya untuk membahas hal penting”
“Tidak bisa Mbak. Pak Ferdy meminta untuk tidak bisa di ganggu” jawab ku dengan kesal,dan tetap pada pendirian ku untuk memegang amanat Nicko.
“Dengar ya sekretaris baru. Kamu tidak tahu siapa saya, dan kamu sudah begitu tidak sopan memperlakukan saya di kantor ini. Jangan harap besok kamu bisa kembali bekerja di perusahaan ini” ancam nya berteriak dengan membuat kegaduhan juga membuat beberapa pekerja kantor yang melewat ke ruangan ku melirik kami di dalam ruangan ku lewat iendela kaca.
Mereka memang tidak bisa mendengar percakapan kami, Tapi mereka bisa melihat jika wanita ini sedang memarahi ku dengan menunjuk nunjuk wajah ku.
Tidak lama akhirnya Nicko keluar dari ruangan nya.
“Ada apa ini?!” Tanya Nicko dengan mengkerutkan kening nya dengan kesal.
Wanita itu langsung saja menghampiri Nicko dan melingkarkan tangan di lengan Nicko dengan manja nya.
“Ferdyy. Sekretaris kamu kurang ajar sama aku. Dia tidak memperbolehkan aku masuk, aku udah berdiri dari tadi disini”
Wanita itu memang seperti ular berbisa. Sudah jelas aku mengatakan pesan Nicko dengan begitu baik nya, malah dia lah yang berteriak kepadaku.
Aku menatap Nicko dengan dingin. Nicko pun terlihat panik menatap ku. Dia menarik tangan wanita menyebalkan itu masuk ke dalam ruangan nya. Aku dengan kesal duduk kembali di kursi ku dan menatap mereka begitu tajam di balik jendela.
Kenapa aku begitu panas. Badan ku terasa gerah sekali melihat wanita itu mengatakan jika dia adalah tunangan Nicko. Kenapa aku harus merasa kesal?
Namun aku kembali memikirkan sesuatu,Jika wanita itu adalah tunangan Nicko. Maka wanita yang dulu bernama Clarisa yang akan di nikahkan dengan Nicko, dia kemana ? Apa Nicko tidak melakukan pernikahan nya ? Apa pernikahan nya batal? Atau mereka sudah bercerai? Aku jadi penasaran dengan hal itu. Karena awal alasan ku dan Nicko kabur dari rumah bersama,karena dia akan di jodohkan orang tuanya dengan wanita pilihan mereka. Aku kembali teringat orang tua Nicko.
Bagaimana kabar Mama dan Papa Nicko?
__ADS_1