Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Flashback ‘first kiss’


__ADS_3

Aku mulai menganggap orang tua Nicko sebagai orang tua ku juga. Aku kerap berkelahi dengan Nicko di meja makan dan Nicko selalu mengusili ku seolah dia sedang mengerjai adik nya sendiri.


Di SMA, kami pun masih di tempatkan di satu sekolah yang sama namun kali ini kami berbeda kelas. Syukurlah, aku tidak akan bosan karena harus selalu melihat nya.


Saat SMA pun, Nicko selalu di anggap bintang sekolah karena semakin dewasa dia memang semakin tampan, dan sikap dingin nya tidak pernah hilang,namun para wanita tetap saja menyukainya. Semua siswa bilang jika Nicko seperti artis Korea, yang benar saja. Aku memang menyadari jika Nicko tampan dan nyaris sempurna, tapi mungkin karena setiap hari aku melihat wajah nya, aku menjadi melihat dia tidak terlalu istimewa.


Para siswi di sekolah juga tidak sedikit yang mendekat ku hanya karena ingin tahu informasi tentang Nicko. Mereka tahu jika aku dan Nicko tinggal dalam satu rumah, dan kami sudah di anggap seluruh sekolah sebagai sepasang Kakak adik. Ya tentu lah mereka memanfaatkan ku untuk tahu tentang Nicko. begitu menyebalkan bukan?


Dan ketika SMA pun, di saat aku akhirnya bisa merasakan menyukai seorang pria, kedekatan ku dengan siswa di sekolah selalu di gagalkan oleh Nicko. Dia selalu menggangguku ketika aku sedang menjalani pendekatan dengan siswa lain,dia tidak mengizinkan ku untuk berpacaran, alasan nya karena dia pun tidak berpacaran,dia ingin aku fokus untuk sekolah dan memiliki nilai bagus seperti dia, tapi aku yakin, alasan nya bukan hanya itu.


Sifat dia di sekolah sama saja begitu menyebalkan kepadaku, dia sering menjahili ku atau membuat ku marah sampai membentak nya. Tapi di sisi lain, dia selalu menjaga ku di sekolah, selalu ada di sekitarku memastikan aku baik-baik saja, bahkan dia selalu memaksa untuk belajar di kelas yang sama dengan ku,alasan nya agar dia ada yang membantu unuk mencatat tugas nya,namun sudah pasti Guru-Guru yang menyadari itu akan langsung mengusir Nicko.


Aku berjalan di lorong sekolah,hendak menyusul Keysa dan yang lain nya di kantin.


“Hay Faw” sapa seorang siswa laki-laki yang tiba-tiba saja ada di hadapan ku di antara banyak nya siswa siswi yang berlalu lalang.


Gery teman satu angkatan ku, namun berbeda kelas. Kita sering bertemu di organisasi OSIS dan dia kerap sekali melihat ku diam-diam lalu tersenyum ketika aku balik menatap nya.


“Oh Hay” sapa ku dengan manis dan tersipu malu.


“Nanti acara kelulusan, kamu sudah ada teman untuk prom?” Tanya Gery.


Sebenarnya Gery ini tidak kalah tampan nya dengan Nicko. Dia sering bermain basket di lapangan dan menjadi pusat perhatian seluruh siswa disana. Banyak sekali yang mengincar Gery,tetapi aku sering sekali melihat Gery malah mencuri pandang kepadaku.


Aku menggelengkan kepala dengan malu-malu.


“Belum” jawab ku dengan tersenyum tipis dan salah tingkah.


“Kalau gitu..”


“Fawnia pergi sama gue” Ucap Nicko menyambar pembicaraan kami.


Dia merangkul leher ku tanpa permisi. Dengan kesal aku menatap nya dengan malas.


Kenapa dia selalu tahu dimana aku berada. Fikir ku saat itu.


“Gue nanya Fawnia ya,bukan elo!” ucap Gerry dengan kesal.


“Apapun jawaban Fawnia, dia akan tetap pergi sama gue” dingin Nicko dengan begitu sinis lalu dia menarik tangan ku menjauh dari siswa itu.


Aku menatap Nicko dengan tajam,namun Nicko tak menghiraukan tatapan ku. Aku terus dirangkul Nicko dan berjalan menjauh dari Gery, aku memtuarkan kepala ku kebelakang menatap Gery yang hanya bisa terdiam di tempat nya menatap ku dengan wajah yang tidak bisa aku gambarkan,aku melambaikan tangan kepada Gery sambil tersenyum namun Nicko semakin mengeratkan rangkulan nya membuat ku hampir tercekik dan aku memukul mukul tangan Nicko.


Setelah cukup jauh Nicko menyeret ku, aku melepaskan tangan nya dari leher ku dengan kesal.


“Kamu tuh kenapa sih ?” Tanya ku kesal.


“Kamu ada masalah apa sama Gery?”


“Aku ga suka lihat Gery deketin kamu”


“Apa alasan nya?” Tanya ku berharap dia menjawab sesuai ekspetasi harapan hati ku.


Nicko terlihat diam menatap ku begitu dalam.


“Karena aku tidak suka dia”


Aku merenyitkan dahi ku dan tersenyum sinis.


“Kamu tidak suka Gery karna kamu belum kenal dia Nick. Kamu harus cari alasan lain untuk kamu tidak menyukai Gery”


Nicko memasukan kedua tangan di saku celana nya dan menatap ku dengan sinis.


“Dia terlihat menyebalkan”


Aku menggelengkan kepalaku, masih tidak puas dengan jawaban nya.


“Itu bukan alasan Nicko, itu hanya masalah mu dan masalah dia. Aku tidak ada ikut campur dengan pendapat mu terhadap orang lain” kesal ku.


Nicko menatap ku dengan kecewa lalu dia pergi meninggalkan ku begitu saja. Aku menatap dia dengan kesal juga bingung. Aku ingin dia mengutarakan perasaan yang sesungguhnya kepada ku, aku juga ingin mendengar dia juga mencintai ku, tetapi rasanya begitu sulit untuk dia terbuka kepadaku.


Kelulusan pun akhirnya tiba.


Acara kelulusan ini di meriahkan pada malam hari, dan mengadakan acara dansa,sehingga kami di haruskan memakai dress dan kemeja.



Mama Nicko membelikan ku dress yang bagus berwarna biru, dan jas Nicko juga ikut senada berwarna biru. Kami terlihat begitu serasi ketika melihat diri kami berdua di dalam cermin. Dress ku pendek selutut,dengan off shoulder membuat kedua bahuku terlihat indah, dan rambut bergelombang yang membuat ku tambah begitu cantik. Aku tidak pernah melihat wajah ku secantik ini di seumur hidup ku dan pasti Nicko pun baru kali ini melihat nya.*


__ADS_1


Kami berdua datang ke sekolah menggunakan mobil Nicko yang di hadiahkan Papa nya saat dia duduk di kelas 2 SMA sebagai birthday gift dari Papa nya. Dan Nicko melarang keras aku belajar mobil agar aku tidak banyak keluyuran sendiri dan hanya bisa di antar jemput oleh dia.


Kita berdua sampai di sekolah. Suasana malam di sekolah sudah begitu ramai,kelap kelip lampu sudah begitu mewarnai sekolah kami. Siswa siswi berlalu lalang memakai dress mereka dengan riuh nya orang-orang berbicara.


Aku dan Nicko berjalan menuju aula sekolah mencari teman-teman kami.


“Fawniaaa” teriak Keysa menghampiri ku.


Keysa memakai dress cantik berwarna pink dan rambut pendek di hiasi bandana pink.


“Hay Key”


“Cantik banget sih lo”


“Elo juga” balas ku.


“Elo juga tampan banget sih Nick” ucap Keysa dengan menatap kagum Nicko.


“Thank you” ucap Nicko dengan tersenyum tipis.


Aku hanya bisa mendelikan mata menatap begitu percaya dirinya Nicko.


“Ayo kelas kita duduk disana” ujar Keysa menarik lengan ku.


“Aku kesana ya” pamit ku kepada Nicko.


Nicko tidak menjawab, dia hanya menatap ku yang berjalan menjauhi nya, lalu dia pun berjalan menghampiri teman-teman sekelasnya.


Aku duduk dengan beberapa teman ku di salah satu meja besar dan langsung menyapa mereka satu persatu dan memuji mereka dengan baju bagus yang mereka kenakan. Setelah itu kami langsung berfoto bersama untuk kenang-kenangan. Tiba-tiba seseorang menghampiri ku.


“Hay Fawnia” sapa Gery yang sudah begitu tampan dengan kemeja hitam,dan jambul nya yang rapih.


“Hay Ger” sapa ku dengan senyum manis.


Aku menyingkapkan rambut ku kebelakang telinga dengan gugup.


Teman-teman ku yang memeperhatikan aku terlihat begitu senang dan menggoda ku membuat ku malah semakin canggung.


“Cantik sekali kamu malam ini” ujar Gery menatap ku dengan takjub.


“Terimakasih” jawab ku di ikuti suara riyuh ledekan dari teman teman ku yang begitu menyukai kedekatanku dengan Gery.


“Di dalam ada pameran lukisan anggota art teman-teman seni ku” ucap Gery menawariku untuk berjalan berdua dengan nya.


Keysa menyenggol lengan ku. Dia berisyarat dengan matanya,aku melihat apa yang ingin di perlihatkan Keysa kepadaku.


Nicko. Dia sedang duduk dengan teman-teman nya, namun posisi duduk nya menghadap lurus ke arah ku dengan matanya yang tajam terus mengawasiku seolah berkata ‘jangan macam-macam’


Aku tidak mengerti,kenapa aku jadi merasa takut dengan tatapan Nicko seperti itu.


“Mmhh.. Aku disini saja, bareng teman-teman yang lain” jawab ku dengan tidak enak hati menolak nya.


Aku terus melirik Nicko dengan mata ekor ku, memperhatikan dia apa masih mengawasi ku atau tidak.


Gery menganggukan kepalanya dengan kecewa.


“Oke. Kalau begitu aku ke dalam ya”


“Oke”


Gery pun pergi meninggalkan ku.


Aku menatap Nicko dengan sinis, dia masih saja mengawasi ku dengan tajam,lalu aku memutarkan bola mata ku dengan malas dan kembali berbincang dengan semua teman ku.


Keysa adalah satu-satu nya orang yang begitu tau tentang ku juga Nicko. Keysa juga tahu bagaimana posesif nya Nicko kepadaku, dia pun selalu mengatakan jika dia selalu merasa bahwa Nicko memiliki perasaan kepadaku, namun aku selalu menyangkal nya dan berdalih jika kita dirumah itu selalu bertengkar. Walaupun sebenarnya perasaan ku selalu tenang jika berada di sekitar nya, apa itu namanya jika bukan cinta ?


Acara dansa pun di mulai. Aku sudah bisa menebak dengan siapa aku akan berdansa malam itu.


Tangan Nicko sudah di sodorkan tepat di depan wajah ku. Dengan malas aku menggenggam tangan nya dan mengikuti dia untuk bergabung dengan semua siswa lain nya berdansa di tengah lapangan yang luas dan begitu romantis dengan lampu-lampu warna warni yang menerangi malam itu.


Nicko melingkarkan satu tangan nya di pinggang ku, dan tangan lain nya menggenggam tangan ku. Dia menarik ku melekat di tubuh nya sampai tidak ada jarak di antara kami, aku terus menatap dia dengan sinis nya. Aku dan Nicko mulai berdansa mengikuti alunan musik yang begitu lembut.


“Kenapa? Kecewa tidak bisa berdansa dengan Gery?” Tanya Nicko meledek ku yang terus saja menekukan wajah ku.


“Aku hanya heran. Kenapa di sekian banyak wanita disini kamu malah memilih untuk berdansa dengan ku?” Tanya ku kesal.


“Kamu tidak mau?”


“Bukan tidak mau. Tapi cobalah untuk menerima beberapa wanita yang ada di sekitar kamu, agar kamu bisa merasakan berpacaran di masa sekolah. Masa-masa sekolah kita sudah selesai,dan sekalipun kamu belum pernah mencoba untuk pacaran,bukan kah itu aneh?” Tanya ku dengan terus berbicara seperti bebek.

__ADS_1


“Bagaimana dengan kamu ?” Tanya Nicko menyindirku.


“Sampai sekarang pun kamu tidak pernah terlihat berpacaran dengan orang lain” ujar Nicko membuat ku membulatkan mata tidak percaya dengan apa yang di ucapkan nya.


Dia tidak sadar atau pura-pura tidak menyadari, bahwa aku begini karena dia.


“Gimana aku bisa dekat dengan laki-laki lain kalau kamu selalu ada di sekitar aku?” Ucap ku begitu tegas nya.


Nicko hanya menatap ku begitu dalam.


“Kamu bisa saja tidak mengacuhkan aku kan ?”ujar Nicko membuat ku berfikir.


“Dengan sikap keras kepala mu, seharsunya kamu bisa tidak memperdulikan aku”


ya Nicko benar. Jika aku mau, aku bisa saja memiliki seorang pacar sekarang tanpa menghiraukan Nicko yang selalu menggangguku. Tapi aku memilih untuk tidak melakukan nya.


“Kenapa Faw?” Tanya Nicko.


Aku masih diam menatap mata Nicko yang menunggu jawaban ku.


“Kamu sendiri apa alasan nya?” Tanya ku balik menyudutkan nya.


“Kamu pun sebenarnya bisa kan mencari pacar dengan wanita ideal seperti apa yang kamu mau?”


“Kenapa kamu tidak pernah mencoba mencari nya?”


Nicko diam untuk beberapa saat menatap mataku.


“Karena kamu sudah menutup pintu hati aku Faw” jawab nya, membuat mata ku tak berkedip menatap nya.


Pembicaraan kami sudah begitu terasa serius,di dukung oleh musik halus yang menenangkan. Suasana sekitar yang begitu tenang,juga dingin nya malam yang membuat kita ingin selalu melekat dan hangat seperti ini.


“Aku tidak pernah tahu kapan perasaan ini muncul. Tapi aku merasakan perasaan ini tumbuh setiap harinya”


Aku masih terdiam menatap Nicko mendengar setiap kata yang keluar dari mulutnya.


“Sejak kecil aku selalu bahagia berada di samping mu. Aku selalu tenang setiap kali kamu ada di sekitarku. Aku risau kalau aku belum bertemu dengan mu sehari saja. Dan aku kira perasaan ini hanya perasaan biasa saja, tapi ternyata aku salah”


“Semakin hari aku malah semakin senang melihat kamu tersenyum. Aku begitu bahagia bisa membuat kamu tertawa,aku sedih melihat kamu sakit, aku khawatir kamu tidak ada di samping ku, bahkan aku tidak terima ada lelaki lain yang mendekati kamu, perasaan ku semakin tidak karuan ketika aku melihat kamu mulai membuka hati untuk orang lain. Aku jatuh cinta Faw”


Mataku berinar mendengar pengakuan dari Nicko.


“Dan aku yakin,kamu juga memiliki perasaan yang sama denganku”


Ternyata Nicko bisa merasakan perasaanku selama ini. Dan ternyata apa yang aku rasa itu benar. Kita saling jatuh cinta selama ini.


Aku teringat dengan posisi ku sekarang, yang sudah sebatang kara dan hanya memiliki kedua orang tua Nicko yang telah bersedia membesarkan ku sampai sekarang. Bagaimana jadinya jika mereka tahu jika anak kandung mereka malah mencintai anak asuhan mereka.


“Nick. Ini akan sulit”


“Aku tahu. Tapi aku bisa menghadapinya” jawab nya dengan penuh percaya diri.


“Kamu tahu orang tua mu pasti tidak akan setuju dengan perasaan yang kita miliki. Mereka terlalu menganggap kita sepasang Adik Kakak”


“Aku tidak peduli dengan tanggapan orang tua ku. Yang memiliki perasaan ini hanya aku,aku yang berhak menentukan akan kemana perasaan ku adalah aku sendiri, dan aku memilih kamu”


“Nick ..” lirih ku.


Nicko memegang bibir ku dengan jari nya, dia meminta ku untuk diam jangan banyak bicara lagi.


Nicko mendekatkan wajah nya begitu dekat sampai aku bisa merasakan nafasnya.


“Jangan Nicko” ucap ku memperingatinya.


Aku menundukan kepala ku,berusaha untuk tidak terbawa suasana dan mengingat jika semua ini tidak akan berhasil.


“Aku mencintai mu Fawnia” lirih nya membuat hatiku begitu bergetar dan nafas ku terasa berat.


Aku kembali menatap Nicko, dan seketika lampu padam membuat gelap sekolah kami. Nicko langsung mencium bibir ku di tengah gelap nya sekitar kami dan riuhnya suara sorak semua siswa karena kepadaman listrik. Dia terus menempelkan bibirnya di bibir ku, memanfaatkan kegelapan yang ada dan tidak peduli dengan sekitar yang bisa saja melihat kami walaupun di dalam pekatnya malam. Kedua tangan ku sudah melingkar di leher nya dan kedua tangan Nicko sudah memeluk ku begitu erat. Dan sebelum lampu menyala aku sudah melepaskan ciuman itu.


Lampu pun akhirnya menyala. Aku dan Nicko saling menatap dengan senyum bahagia yang terpancar di wajah kami. First kiss. Ini adalah ciuman pertama untuk ku, dan aku tidak tahu ciuman yang keberapa ini untuk Nicko. Namun aku begitu bahagia bisa mendapatkan ciuman itu dari orang yang begitu ku sayang sejak lama sekali.


Sepanjang perjalanan pulang, Nicko tak henti-hentinya memegang tangan ku. Aku bisa merasakan betapa sayang nya dia kepadaku,karena aku tidak pernah melihat wajah nya seceria ini sepanjang hidupku.


“We still together?” Tanya nya sambil menjulurkan telunjuknya kepadaku di dalam mobil.


Aku tersenyum dengan bahagia lalu menyambut telunjuk nya dengan telunjuk ku. Aku menganggukan kepalaku dengan begitu yakin dengan ikrar janji ini dan kami berdua tersenyum bahagia lalu kembali berciuman.


...__****__...

__ADS_1


__ADS_2