
Lalu Nicko dan Zaydan masuk ke dalam ruangan ku dan terkejut melihat posisi pergelangan tangan Kirana yang sedang ada di dalam genggam ku begitu erat. Dia berusaha melepaskan nya namun aku mencengkram nya nya begitu erat.
“Aww Nicko,dia menyakiti ku” ujarnya begitu dramatis.
Aku melepaskan tangan nya dan menyingkapkan rambut ku ke belakang, untuk memberikan udara di sekitar leher ku yang berkeringat karena situasi panas ini.
“Ada apa ini?” Tanya Nicko terkejut melihat Kirana yang terlihat kesakitan memegang pergelangan tangan nya.
“Dia menyakiti tanganku Nicko”
Aku mengangkat satu halis ku mendengar omong kosong nya.
“Dia mau menamparku, aku hanya membuat perlawanan. Apa anda tidak sadar di sini ada cctv?” Ucap ku membuat dia langsung mencari cctv yang ku katakan.
Lalu dia mulai terlihat kikuk namun tetap menyebalkan.
“Tapi dia kurang ajar duluan Nicko,dia menghina kamu,dia bahkan merendahkan keluarga mu” ujar Kirana penuh dusta.
Aku menghela nafas lalu tertawa sinis mendengar kebohongan dia yang semakin tidak masuk akal sambil menggelengkan kepala ku melihat tingkah bodoh perempuan ini.
Bisa-bisanya Nicko mau bertunangan dengan wanita seperti ini.
Nicko hanya diam saja menatap ku dengan sinis. Entah apa yang sedang di fikirkan nya, akan keterlaluan jika dia bisa begitu saja percaya dengan omong kosong wanita jahat ini.
“Nicko. Kenapa kamu malah diam saja, dia sudah bertindak seenak nya bekerja di kantor ini,seluruh kantor sudah tahu status dia Nick,kenapa kamu tidak mencari sekertaris baru sih untuk kenyamanan kantor kamu” ujar Kirana berusaha mencuci otak Nicko.
Lalu Nicko menatap Kirana dengan dingin.
“Kamu fikir aku percaya dia bisa menghina ku dan keluarga ku?” Ujar Nicko membuat Kirana menatap nya terkejut.
“Dan aku yakin yang menyebarkan rumor itu pun, adalah kamu Kirana,aku tahu itu” ujar nya begitu yakin.
Dia diam menandakan apa yang di ucapkan Nicko itu benar adanya. Harusnya aku tahu itu.
Lalu Nicko menarik tangan ku keluar dari ruangan,dan berjalan menuju ruangan besar dimana para karyawan lain berada.
“Dengar semua!!” Semua orang yang tengah sibuk tiba-tiba berdiri dengan sigap menatap bos nya yang berteriak.
“Apapun yang kalian dengar di luar sana mungkin benar,tentang masa lalu nya,tentang dia yang di besarkan orang tua ku,lalu dia pergi entah kemana, sampai dia kembali kepada keluarga kami, itu semua memang benar adanya”
“Tapi ada satu hal yang tidak kalian tahu tentang dia” ujar nya membuat ku terus diam di samping nya.
__ADS_1
Semua karyawan disana hanya meantap Nicko dengan takut namun penasaran.
“Pak Jordy,nama pemilik perusahaan ini yang selalu Papa saya tulis di dalam struktur organisasi kantor ini,dan yang sering kalian lihat dan kalian tahu sudah meninggal. Dia adalah ayah kandung dari Fawnia!” Ucap Nicko membuat semua orang terbelalak terkejut dan saling melempar pandang,begitupun dengan Kirana dan Zaydan juga Bima yang ikut terkejut mendengar ucapan Nicko.
“Pak Jordy adalah orang yang pertama kali membuat perusahaan ini sampai 5 tahun lamanya,lalu dia meninggal dengan istrinya dan meninggalkan Fawnia sendirian di dunia ini. Apa kalian fikir Papa saya akan membiarkan Fawnia hidup sendirian sedangkan Ayah nya adalah orang yang pertama kali membuat perusahaan besar ini?”
“Dan saya tegaskan sekali lagi, jika ada yang macam-macam dengan Fawnia apalagi menyebarkan rumor yang tidak jelas fakta seperti ini. Berarti kalian sudah berurusan dengan anak pemilik perusahaan. Catat itu baik-baik!” ujar Nicko memberikan peringatan yang keras kepada mereka yang sudah membuat gosip tentang ku.
Ketiga wanita tadi yang menghadang ku pun ikut terkejut dan menatap ku menjadi takut.
Lalu Nicko pergi dari tempat nya dan masuk kembali ke dalam ruangan nya di ikuti Kirana yang sudah pasti sangat kesal karena mengetahui kebenaran yang sebenar-benar nya. Aku hanya bisa menatap dia dengan dingin,dan menatap semua karyawan yang masih saja memandang ku tidak percaya.
Aku mendelikan mata lalu pergi dari sana. Aku pergi menuju toilet wanita, masuk ke dalam salah satu pintu dan duduk di atas toilet yang sudah aku tutup. Aku bersandar kebelakang untuk menenangkan diriku. Nicko akhirnya membongkar semuanya. Dia memberitahukan semua kebenaran nya kepada seluruh karyawan kantor. Aku tidak tahu apakah ini akan menjadi masalah baru untuk ku disini atau tidak, tapi sisi baik nya, akhirnya seluruh karyawan ku tidak lagi memandang ku buruk.
Terdengar suara orang masuk ke dalam toilet.
“Gue ga nyangka ternyata si Fawnia itu anak Pak Jordy yang sering gue baca di struktur organisasi kantor ini” itu suara Vionna,dia sedang membicarakan ku dengan seseorang sepertinya,karena aku masih di dalam kamar toilet dan mereka berdiri di depan cermin wastafel.
“Iya. Mana si Kirana ga bilang lagi sama kita masalah itu. Duuuhhh mau taro dimana muka gue udah nyebarun rumor yang ga tepat”
Itu suara Davina.
Jadi mereka yang menyebarkan gosip itu. Dan ternyata mereka adalah teman yang Kirana maksud.
Aku langsung keluar dari toilet dan memandang mereka berdua dengan tajam.
Vionna dan Davina begitu terkejut melihat ku berdiri tepat di belakang mereka. Mereka saling melempar pandang terlihat bingung.
Aku hanya menatap sayu mereka secara bergiliran.
“Kalian juga jadi ikut gila kan karena punya teman gila seperti Kirana” ucap ku dengan ketus sambil melipat kedua tangan ku di dada.
“Bisa-bisa nya kalian sebarin rumor yang hanya kalian dari dari mulut Kirana” lanjut ku dengan kesal.
“Faw.. kita ga ada maksud buat bikin lo malu,kita hanya di minta Kirana buat..” ujar Davina menggantung.
“Buat bikin mental gue hancur di kantor ini?” Ucap ku memotong kalimat Davina.
Aku menghampiri mereka lebih dekat dan menatap mereka berdua dengan sinis.
“Perlu kalian tau. Gue udah pernah ngalamin hal yang lebih berat dari ini,dan menurut gue ini semua itu ga ada apa-apa nya. Jadi kalo kalian mau jatuhin gue, harusnya kalian harus tau dulu siapa orang yang sedang kalian hadapi” ucap ku dengan tajam.
__ADS_1
“Hal seperti ini ga akan bikin gue down,atau bikin gue drop. Menurut gue masalah ini terlalu kecil,terlalu gampang buat gue hadepin. Harusnya kalian bisa lebih pinter buat jatuhin gue,bukan malah dengan cara anak kecil yang sebarin gosip kaya gitu. Be smart,bilang itu sama temen kalian yang so pinter itu” ujar ku membuat mereka terus terpojok.
“Dan satu lagi. Sebenernya gue ga pernah mau status gue sebagai anak Pak Jordy itu terbongkar,gue tuh masih pengen lihat dengan jelas bagaimana prilaku dan tingkah seluruh karyawan disini. Tapi sayangnya,karena ulah lo berdua,akhirnya seluruh karyawan tau siapa gue sebenarnya,dan gue yakin mereka semua,termasuk kalian nih pasti akan bermuka dua di hadapan gue!” Ucap ku dengan sinis dan angkuh agar memberikan efek jera kepada mereka.
Dan mereka hanya bisa diam tidak bisa melakukan apapun selain tertunduk malu dan takut.
Lalu aku pergi meninggalkan mereka dengan perasaan yang masih saja kesal.
Hari ini adalah salah satu hari terberat dalam hidup ku. Aku harus banyak menghadapi manusia-manusia ular dan bermuka dua seperti mereka. Untung saja aku memiliki segenap kekuatan dan keberanian untuk menghadapi nya,belum lagi Nicko yang telah mau membantu ku untuk membungkam semua mulut-mulut jahat seluruh karyawan yang mau menghujat ku.
Nicko ada di dalam ruangan nya bersama Zaydan. Kirana sudah tidak terlihat disana,mungkin dia sudah pergi ketika semua yang telah dia dengar membuat dia malu sendiri.
“Jadi ternyata kamu anak pemilik perusahaan ini?” Tanya Bima yang tiba-tiba ada di samping ku, tanpa aku ketahui kapan dia masuk ke ruangan ku.
“Hay Bim” sapa ku tidak menjawab pertanyaan nya.
“Pantas saja kamu tidak mau menerima ku” lanjut nya lagi meledek ku.
“Sudahlah. Jangan terlalu di besar-besar kan,masalah perasaan mu tidak ada urusan dengan masalah pribadi ku” jawab ku dengan santai.
“Lalu kenapa?” Tanya nya masih saja penasaran dengan alasan ku.
Aku menatap Bima dengan dalam,lalu aku menyimpan dulu berkas-berkas ku untuk menjawab pertanyaan Bima dengan serius.
“Bim. Perkara hati itu tidak mudah untukku. Terlalu banyak pertimbangan yang harus aku fikirkan dengan matang sebelum aku memutuskan akan menerima cinta itu atau tidak”
“Terburu-buru itu suatu hal yang aku hindari,banyak sekali proses yang harus aku lalui Bim sebelum aku bisa mencintai orang lain. Jadi tolong,jangan memaksakan diri untuk menunggu ku apalagi mencintai ku tanpa kamu tahu bagaiman aku sebenarnya”
Bima mendengarkan ucapan ku dengan begitu serius nya. Dia menganggugkan kepala nya dengan perlahan.
“Baiklah” jawab nya dengan kecewa.
Aku memegang tangan Bima yang di letakan di meja.
“Kita akan selalu menjadi team yang baik kan? Karena disini aku tidak memiliki teman sama sekali Bim, tinggal kamu yang bisa aku percaya disini” ucap ku mengingat tentang Davina salah satu orang yang ku percayai sebagai teman di kantor ini juga ternyata bermuka dua.
“Baiklah. Asal kamu mau aku ajak makan malam dengan Kara” pinta nya meminta imbalan.
Aku mengangkat kedua halisku.
“Teman juga kan perlu menghabiskan waktu di luar bersama Faw” lanjutnya sambil tersenyum.
__ADS_1
Aku tertawa mendengarkan ocehan nya,dia masih saja berusaha mengajak ku untuk makan malam dengan nya.
“Baiklah” jawab ku akhirnya.