Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Kebenaran


__ADS_3

Malam hari nya. Aku sudah memakai baju rajut oversize berwarna lylac celana panjang ketat berwarna hitam dan menyelendangkan tas ku yang berwarna lylac


Aku keluar dari kamar ku dan mendapati Nicko sudah menunggu ku di luar kamar. Dia begitu tampan mengenakan baju berlengan panjang berwarna abu,celana jeans biru dan sepatu kets juga rambut yang di buat messy hair. Dia berdiri di samping pintu kamar ku lalu menatap ku saat aku keluar dari sana.


“Kenapa kamu belum pergi?” Tanya ku sambil mengerutkan kening dan menutup pintu kamar ku kembali.


“Aku menunggu mu”


Aku semakin mengerutkan kening ku.


“Aku kan bawa mobil sendiri”


“Tidak. Aku yang mengantar mu”


“Nicko. Bisa saja aku pulang lebih dulu dari kamu kan?”


“Kalau begitu aku bisa mengantar mu lebih dulu”


Nicko begitu menyebalkan sekali. Aku tidak bisa lagi menentang keinginan nya, aku harus menuruti nya, aku sedang tidak ingin banyak berdebat dengan dia.


Aku berdecak kesal dan berjalan lebih dulu ke lantai bawah. Aku menghampiri dulu Kara yang sedang menonton di ruang tv dengan Mama.


“Mama Papa mau pergi? Kok Kara ga di ajak?” Tanya Kara dengan cemberut.


Aku menatap Nicko dengan bingung yang berdiri tepat di belakang ku.


“Sayang. Papa hanya mengantar Mama, Papa mau kerja dan Mama juga mau kerja, Kara tunggu disini sama Oma ya” ujar Nicko membujuk Kara.


“Oh mau kerja lagi ya?” Tanya Kara.


Aku langsung tersenyum kepadanya.


“Kamu di antar Nicko kan?” Tanya Mama.


“Iya Ma”


“Kamu hati-hati ya. Pastikan Fawnia tidak pulang sendiri” pinta Mama memperingati Nicko.

__ADS_1


“Baik Ma”


Aku dan Nicko mencium punggung tangan Mama, lalu mengecup kening Kara.


“Mama pergi dulu ya”


“Iya Ma. Mama cepat pulang”


“Nanti Kara harus bisa tidur duluan ya”


“Iya Ma”


Lalu setelah berpamitan dengan orang rumah ,aku dan Nicko pun segera pergi memakai mobil sport hitam nya menuju caffe langganan ku dengan Keysa.


Setelah sampai di depan caffe Nicko memberhentikan mobil nya di depan lobby.


“Thank you” ujar ku dengan tergesa-gesa untuk membuka seatbelts dan membuka pintu.


“Tunggu” tahan Nicko membuat ku terdiam dan menatap nya dengan memegang handle pintu mobil.


Aku menatap Nicko dengan tatapan yang seolah bertanya ‘ada apa?’ . Nicko pun menatap ku begitu dalam dan terus melihat kedua bola mata ku dengan serius.


Aku tak menjawab hanya bisa diam dan terpaku. Tetapi keputusan ku untuk bisa bekerja di kantor Papa di Tangeran sangat aku inginkan, aku akan terus berusaha untuk bisa bekerja disana walaupun Nicko tidak mengijinkan nya.


Aku menganggukan kepala ku dengan semu. Lalu Nicko menyentuh pipi ku dengan tangan kiri nya dan dia menarik wajah ku mendekati wajah nya dan dia mencium bibir ku dengan lembut. Kami berciuman di dalam mobil dan tidak peduli ada orang yang memperhatikan kami atau tidak.


“I Love You” ucap nya dengan manis dengan wajah nya yang masih begitu dekat dengan wajah ku.


“I Love You too” jawab ku sambil tersenyum manis kepada nya.


Lalu aku turun dari mobil nya dan Nicko membuka jendela mobil nya dia menundukan kepala nya untuk bisa melihat wajah ku sebelum aku masuk. Aku pun membungkukan tubuh ku untuk memudahkan dia melihat ku.


“Kabari aku jika sudah selesai”


“Oke” jawab ku.


Nicko pun pergi dari caffe itu,dan aku segera menghampiri Keysa yang sudah menunggu ku cukup lama sekali disana. Keysa langsung berdiri menyambut kedatangan ku, aku langsung berlari kecil menghampiri Keysa dan memeluk nya.

__ADS_1


“Ih gue kangen banget” ujar Keysa.


“Lebay deh Lo baru beberapa hari kita ga ketemu” oceh ku sambil duduk di hadapan nya.


Aku melihat di meja sudah tersedia beberapa makanan ringan yang tampak nya sudah dingin karena terlalu lama di biarkan.


“Lo mau minum apa?” Tanya Keysa.


“Apa aja” jawab ku singkat.


“Oke gue pesenin ice lemonade ya”


“Ada apa? lo sampe ga mau cerita di telepon. Ini pasti ada hal penting.” Tanya ku dengan menebak raut wajah Keysa.


“Sebenernya gue ragu buat cerita ini sama lo Faw” ucap Keysa membuat ku menurunkan halis.


“Apaan si? Kalau sekira nya ini penting lo harus cerita sama gue, dan kalau engga pun ya lo tetep harus cerita,karena lo udah terlanjur bikin gue penasaran” oceh ku dengan kesal sambil memungut kentang goreng yang ada di atas meja kami.


Keysa tampak berfikir begitu kuat. Dia benar-benar terlihat ragu, seperti nya memang ada sesuatu yang penting yang akan di sampaikan Keysa.


“Kemarin gue abis survei tempat buat proyek baru gue. Sebenernya dari awal gue udah tahu tempat itu, tapi gue ga bilang sama elo” ujar Keysa dengan terlihat begitu hati-hati menceritakan nya.


Aku terus diam membiarkan dia menyelesaikan ceritanya.


“Proyek baru gue tempat nya di lahan rumah lo yang kebakaran dulu” ujar Keysa membuat ku masih diam.


“Lahan itu kan udah lama banget kosong dari semenjak lo memutuskan untuk jual,nah kemarin baru ada pembangunan sama kontraktor gue, dan kebetulan rumah nya di lahan lo dulu. Dan kemarin gue sempet ketemu sama satpam komplek yang nemenin gue buat lihat-lihat lahan kosong itu, dan gue kaget, satpam itu tau sesuatu tentang kejadian tragis itu yang menimpa rumah lo waktu itu” cerita Keysa dengan begitu pilu membuat ku kembali harus mengingat masa-masa menyakitkan itu.


“Apa yang satpam itu bilang ?” Tanya ku dengan wajah masih begitu penasaran mendengar cerita Keysa yang terus menggantung.


“Katanya dia sempet nemuin kejanggalan di kebakaran itu. Dia adalah orang yang ga percaya kalau rumah lo itu kebakaran karena korsleting listrik” ucap Keysa membuat ku tersentak seketika.


Karena memang benar, dulu pun ketika aku masih berumur 14 tahun saat kejadian kebaran melanda rumah ku, aku sangat tidak percaya jika kebakaran itu di karenakan kesalahan dari listrik, karena selama hidup ku, aku tidak pernah merasakan memiliki gangguan di saluran listrik di rumah besar itu.


“Satpam itu bilang. Katanya kalo dia nemuin jerigen di buang di kali dekat komplek ini. Walaupun letak nya bukan di dalam cluster,tapi satpam itu yakin jerigen yang dia temukan itu bekas bensin. Dan ada kemungkinan kalau ternyata rumah lo itu bukan korsleting listrik, tapi…” ujar Keysa menggantungkan ucapan nya dan menatap wajah ku dengan cemas.


“Ada orang yang udah sengaja buat ngebakar rumah lo Faw”

__ADS_1


Aku terkejut mendengar ucapan Keysa. Mata ku membulat hebat memikirkan apa yang baru saja Keysa ceritakan.


Apakah benar ada yang sengaja membakar rumah ku saat itu?


__ADS_2