
Setelah di perintahkan Nicko untuk segera menghubungi Keysa,saat itu juga aku langsung menelpon Keysa. Untunglah dia tidak sibuk dan bisa di ajak berbicara sebentar.
Aku menjelaskan kepada Keysa tentang keinginan Nicko bertemu dengan security perumahaan kami dulu. Tentu kami tidak bisa melakukan nya sendiri karena pasti security itu tidak akan semena-mena memberikan informasi tentang kejadian kebakaran rumah ku itu.
Keysa akhirnya mau menolong kami,dia meminta kami besok untuk menemui nya di perumahaan tersebut dan dia menjelaskan dengan skenario kami yang akan berpura-pura menjadi bagian pegawai perusahaan nya,demi keamanan kami dan juga keamanan Keysa sendiri.
Keesokan harinya aku dan Nicko pergi ke lokasi janji bertemu dengan Keysa. Kami memarkirkan mobil kami di luar perumahaan dan menemui Keysa di sebuah supermarket.
Aku melihat mobil Keysa terpakir disana,kami memarkiran mobil tepat di samping mobil Keysa. Aku keluar dari mobil bersamaan dengan Keysa yang keluar dari mobil nya.
“Hay Key” sapa ku sambil memeluk Keysa.
“Hay Faw” balas sapa Keysa.
“Apa kabar ?”
“Gue baik,lo gimana?”
“Gue amat sangat baik”
“Ya tentu baik,elo kan udah berhasil mengungkap kebusukan Ben” ujar Keysa sambil memegang kedua tangan ku dengan wajah yang begitu bangga.
Tentu Keysa tau hal itu. Karena sejak pertama aku memiliki rencana dengan Riri di Tangerang,aku sudah lebih dulu memberitahu Keysa. Sampai akhirnya aku telah berhasil pun,aku pasti langsung mengabari nya. Keysa tidak pernah terlambat dengan segala informasi penting tentangku.
“Hay Nick” sapa Riri dengan menyambut tangan Nicko.
“Hay” sapa balik Nicko dengan tersenyum kepada Keysa.
“Thank ya Key,udah mau bantu kita”
“It's Ok. Gue berharap sih ini ga akan jadi masalah buat gue sama kerjaan gue” sindir Keysa,yang ternyata dia mengkhawatirkan tentang itu.
“Kalo sampai lo di keluarkan di perusahaan elo,perusahaan kita akan selalu terbuka untuk elo Key” ujar Nicko dengan bersungguh-sungguh.
Keysa mengangkat satu halisnya menatap Nicko.
“Iya deh. Gue lupa kalo sekarang gue punya temen CEO besar”
Kami pun tertawa bersama mendengar ucapan Keysa.
“Ya udah. Pergi nya pake mobil gue ya,soalnya security itu udah kenal sama mobil dinas gue,biar ga ribet” ucap Keysa mengingat security perumahaan kita dulu begitu ketat dan disiplin.
Ya mungkin itu alasan kenapa security itu masih di pertahan kan di perumahaan kami.
__ADS_1
Aku dan Nicko langsung mengangguk dan menerima tawaran Keysa. Kami langsung masuk ke dalam mobil Keysa. Keysa tetap menyetir,aku duduk di samping Keysa dan Nicko duduk di belakang.
“Kalian dari kapan pindah dari sini?” Tanya Keysa setelah kami masuk ke dalam perumahaan itu dan telah berhasil melalui security gerbang utama.
Aku dan Nicko diam sejenak untuk menunggu siapa yang mau menjawab pertanyaan Keysa.
Aku melirik Nicko ke belakang,seperti nya dia enggan untuk berbicara tentang hal itu.
“Setelah kejadian kebakaran itu,kurang lebih satu taun gue dan keluarga Nicko pindah rumah ke tempat kami sekarang” jawab ku.
Keysa hanya mengangguk dan dia tidak lagi bertanya apapun sampai kami sampai di pos security kedua. Tepat dimana blok rumah ku dan Nicko berada.
“Eh neng Keysa” sapa seorang security yang terlihat sudah berumur dengan rambut yang memutih.
Bapak security ini sudah pasti tidak akan mengenali ku,karena aku sudah meninggalkan perumahaan ini sekitar 11 tahun yang lalu.
“Pa Diman” sapa balik Keysa di balik kemudinya.
“Sekarang sepertinya Neng bawa teman?”
“Iya Pak ini bagian analisis bangunan” jawab Keysa dengan amat sangat mengarang.
Tetapi Pak Diman ini sepertinya memang tidak mengerti dengan hal itu.
“Ayo masuk neng” ucap nya.
Bapak security itu tampak diam memikirkan pertanyaan Keysa.
“Bapak sih sepertinya tidak punya,karena itu sudah lama sekali neng sudah pasti cctv nya pun di hapus,kadang tidak sengaja,atau kadang terhapus oleh sistem” ucap mang Diman.
Aku dan Nicko langsung memasang wajah yang begitu kecewa.
Keysa pun tidak menjawab hanya diam.
“Tapi seperti nya Bapak menyimpan salinan cctv di komputer nya,kalau neng sangat membutuhkan Bapak akan cari dulu” ujat Pak Diman,seolah memberikan kita begitu banyak harapan.
Aku dan Nicko kembali ceria.
“Oh boleh Pak. Mohon di bantu ya Pak”
“Siap neng. Neng parkirkan dulu saja mobil nya,nanti setelah Bapak menemukan cctv nya Bapak langsung hubungi Neng Keysa”
“Baik Pak. Saya ke lokasi dulu ya”
__ADS_1
“Baik neng”
Lalu Keysa langsung mengemudikan mobil menuju lokasi rumah ku dulu berada. Kami sempat melewati taman bermain yang sekarang sudah sangat begitu berubah,dengan banyak nya tumbuhan cantik di sekitarnya,pohon-pohon yang besar membuat teduh sekitar taman,dan permainan lain yang tidak pernah kita temukan dulu semasa kita kecil disini.
Aku tersenyum mengingat betapa bahagia nya dulu aku dan Nicko bermain disini. Aku melirik Nicko yang ternyata dia pun sedang melihat taman itu di balik jendela,lalu Nicko melirik ku dan dia sedikit tersenyum dengan begitu manis. Aku membalas senyuman nya,seolah aku mengerti dengan apa yang ada di fikiran Nicko.
Lalu dari jauh aku melihat tanah yang begitu luas ada di ujung jalan. Dulu di atas tanah itu ada sebuah bangunan besar bertingkat,berwarna putih,dan gerbang yang berwarna hitam.
Ingatan ku kembali ke masa lalu. Aku kembali mengingat bagaimana aku di besarkan oleh orang tua ku disana. Bagaimana Mama selalu menyambutku di depan teras rumah ketika aku pulang bermain dengan Nicko. Dan aku pun teringat bagaimana terakhir kali aku memeluk kedua orang tua ku sebelum aku kehilangan mereka. Hati ku terasa kembali sakit,aku begitu merindukan suasana rumah ku dulu dengan penuh cinta dan kebahagiaan.
“Faw. Are you Okay?” Tanya Keysa memegang bahu ku dengan halus.
Aku tidak menyadari jika ternyata Keysa sudah menghentikan mobil nya tepat di depan tanah luas itu.
“Gue baik-baik aja kok”
“Kalau lo ga sanggup liat tanah kosong ini,lo ga perlu turun Faw”
Aku melirik Nicko yang sudah berada di luar mobil dan berdiri menunggu ku keluar mobil.
“Ngga. Gue bener ga apa-apa kok” ucap ku berusaha menegarkan diri.
Lalu aku keluar dari mobil dan menghampiri Nicko.
“Kamu kenapa?” Tanya Nicko dengan raut wajah yang begitu khawatir.
“Aku baik-baik saja” jawab ku dengan berusaha tersenyum kepadanya agar dia tidak terlihat khawatir.
Lalu aku berbalik memandangi tanah luas itu.
Sepertinya tanah itu tidak pernah lagi di bangun apapun karena terlihat tanah yang begitu kusam warna nya dengan ilalang yang baru saja di potong begitu pendek.
“Ini baru saja di bersihkan rumput liarnya” ucap Keysa seperti bisa membaca fikiran ku.
Aku teringat bagaimana aku berlari berusaha menerjang kobaran api untuk bisa masuk menemui orang tua ku yang ada di dalam rumah.
Kenangan pahitu itu,terus saja membayangi ku,padahal aku sudah mencoba untuk tidak kembali memikirkan nya.
Namun tetap saja,aku masih begitu mengingat bagaimana aku berteriak memanggil orang tua ku berharap mereka bisa mendengar dan keluar dari kebakaran itu. Papa Nicko menahan tubuh ku sebelum aku dapat menginjakan kaki di halaman rumah ku, tubuh ku di tahan begitu erat oleh Papa Rio dia berusaha menenangkan ku,namun aku masih begitu histeris ingin sekali bisa masuk ke dalam rumah,dan sekuat tenaga Papa Rio dia terus menahan ku demi menyelamatkan ku,namun aku terus berontak sampai akhirnya Nicko datang dan dia menenangkan ku dengan cara nya sendiri.
Tidak sadar air mata ku mengalir di pipi mengingat semua kenangan itu. Nicko menghapus air mata ku dan dia menarik ku ke dalam pelukan nya.
“It's Ok. Ada aku disini” ucap nya dengen mengusap kepala aku yang berada tepat di bawah dagu nya karena begitu tingginya badan Nicko ini.
__ADS_1
Aku menangis sejadi jadi nya di dada Nicko.
“Aku akan selalu menepati janji ku untuk selalu ada di samping mu” ucap Nicko lagi menenangkan ku dengan cara yang masih sama.