
Aku begitu sakit mendengar ucapan Mama.
“Ma. Apa Mama tidak sadar,jika aku dan Nicko sudah beranjak dewasa?” Tanya ku dengan menatap dalam mata nya.
Mama Nicko menatap ku dengan semu.
“Suasana rumah yang Mama rindukan itu adalah suasana yang sebenarnya sudah hilang sejak lama sekali. Selama ini keramaian dan kehangatan yang Mama saksikan di rumah itu hanyalah kesebuah pura-pura an untuk menutupi perasaan aku dan Nicko” ucap ku dengan menahan sedihku.
“Aku dan Nicko,sudah lama sekali memendam perasaan kami masing-masing Ma,tapi kami berusaha menutupinya satu sama lain,karena apa? Karena kami berdua menghormati Mama dan Papa yang terus menganggap kami seolah kami adalah Adik Kaka kandung” ucap ku mulai meneteskan air mata.
Mama nya terus menatap ku dengan sedih.
“Aku tahu Mama begitu menyayangiku,dan begitupun dengan aku,aku sangat menyayangi Mama sama seperti aku menyayangi Mama kandungku sendiri. Aku begitu menghormati kalian,karena orang tua lain belum tentu mau memperlakukan ku seperti anak kandungnya sendiri”
“Tapi kami pun manusia biasa Ma,tidak bisa luput dari kesalahan,aku pun tidak bisa menghindari kesalahan yang aku rasakan sejak aku tumbuh dewasa,yaitu mencintai Nicko. Aku pun tidak tahu sejak kapan aku sudah mencintainya,entah sejak aku kecil,sejak aku masuk sekolah,atau ketika aku dan Nicko selalu bersama dimanapun,aku juga tidak tahu kapan perasaan itu tumbuh. Tapi aku merasa itu sebuah kesalahan Ma, percayalah. Aku juga merasa jika tidak seharusnya aku mencintai Nicko. Aku berusaha memendap perasaan yang aku punya untuk Nicko, aku malah berusaha untuk membuang perasaan ini jauh-jauh”
“Tapi ternyata Nicko terlihat jauh mencintaiku kan Ma? Dia malah rela bertengkar dengan kalian hanya karena aku, dia depresi karena aku, dia kehilangan semangat hidup nya karena aku”
“Mama seharusnya jangan melihat aku dari sisi buruk nya saja. Aku pergi dari rumah selama 5 tahun itu untuk kalian. Aku meninggalkan Nicko selama 5 tahun itu karena aku ingin menghormati Mama. Saat Mama meminta tolong kepada ku agar bisa membuat Nicko menuruti keinginan Mama,yang ada di fikiran ku saat itu hanya pergi menjauh darinya. Mama tau sendiri watak keras Nicko seperti apa, jangan kan oleh aku , oleh Mama nya sendiri pun dia selalu membangkan kan Ma”
“Setelah 5 taun aku berusaha meninggalkan Nicko ternyata sampai sekarang pun Mama belum berhasil membuat Nicko menuruti keinginan Mama kan?” Aku benar-benar sudah tidak tahan lagi dengan semua ini. Aku harus membuat Mama sadar atas semua yang telah terjadi ini sepenuhnya bukan kesalahan ku.
Mama diam seolah membenarkan ucapanku.
“Iya ini salah Mama,harusnya Mama sadar jika bagaimanapun,kalian bukanlah saudara kandung, harusnya Mama tahu jika kalian akan tumbuh dewasa dan memiliki perasaan yang tidak bisa ter control,dan tidak seharusnya Mama menyatukan kalian seperti ini. Membesarkan kalian dalam satu atap, dan membuat kalian malah menjadi saling jatuh cinta” ucap Mama dengan penuh kepedihan.
Aku semakin sakit mendengarkan ucapan Mama seolah ada penyesalan dari kata-kata nya.
“Apa sekarang Mama menyesal telah merawat aku ?”
Tanya ku untuk memastikan pengertian ku atas ucapan Mama.
“Entahlah Mama hanya bingung,Mama pun tidak bisa mengecewakan Jenny yang sudah banyak membantu Mama”
Ucap Mama terlihat sekali bingung.
__ADS_1
“Kalau yang Mama lakukan selama ini hanya untuk membalas budi Ibu Kandungku,Mama sudah melakukan nya. Aku sudah besar,aku sudah di sekolahkan,mendapatkan pendidikan dan hidup yang layak selama hidup bersama kalian, dan sekarang aku sudah tumbuh dewasa,sudah bisa mencari uang sendiri dan bisa melangsungkan hidup dengan mandiri. Mama tidak perlu lagi bingung memikirkan kebaikan Ibu Kandung ku yang sudah tiada. Mama sudah melunasi nya”
Lalu tidak lama suara kode pintu terdengar dari dalam rumah. Seseorang berusaha masuk ke dalam apartemen ku dengan menekan kode pintu,dan pintu pun terbuka dengan lebar.
Nicko. Dia hanya memakai kemeja putih dan celana katun biru tua,sepertinya dia hendak pergi bekerja namun terburu-buru untuk datang kesini.
“Nicko” Mama begitu terkejut melihat kehadiran Nicko.
“Ada apa kamu kesini?” Tanya Mama sambil membalikan badan nya.
“Aku yang seharusnya bertanya,sedang apa Mama disini?” Tanya Nicko dengan tatapan tajam.
“Mama mau berbicara dengan Fawnia Nak,apa kamu tahu Mama datang kesini dari Bima?” Tanya Mama mencurigai Bima.
“Tidak” jawab Nicko.
Aku teringat tentang cctv yang di pasang Nicko kemarin,aku melirik Cctv yang ada di atas ujung ruangan ini. Ternyata cctv nya bekerja dengan baik untuk nya.
“Mama ada perlu apa kesini? Mau meminta Fawnia untuk pergi lagi?” Sindir nya dengan dingin.
“Mama tidak pernah meminta Fawnia untuk pergi, Mama hanya mau dia membantu keluarga kita Nicko”
“Membantu apa?! Membantu pernikahan ku dan Kirana?”
“Ini untuk kebaikan mu!” Ucap Mama dengan lagi dan lagi.
“Itu kebaikan kalian bukan untuk kebaikan ku!” Kesal Nicko.
“Mama tidak ingat aku pernah depresi karena hal ini? Ini semua bukan salah Fawnia,tapi salah Mama dan Papa!” ucap Nicko dengan emosi.
Aku melihat kamar ku memastikan pintu masih tertutup dengan rapat,aku harap Kara tidak mendengar perdebatan ini.
“Aku melakukan pertunangan ini,karena aku sudah lelah mendengar ocehan kalian yang seperti memanfaatkan ku untuk kepentingan perusahaan kalian. Aku bertunangan dengan Kirana hanya untuk membuat Mama diam,aku lelah terus-terus an di ceramahi dengan hal yang sama oleh kalian”
Mama nya terdiam merasa kesal dengan ucapan anak nya.
__ADS_1
“Aku tidak mau menikah dengan Kirana”
“Lalu dengan siapa kamu mau menikah? Dengan Fawnia?!” Teriak Mama seolah tidak terima.
Mama menatap ku dan Nicko secara bergantian.
“Kenapa kalian begitu egois dengan perasaan kalian? Apa kalian tidak bisa mementingkan kami yang hanya ingin terbaik untuk kalian?” Ucap Mama dengan pilu.
“Ini pun untuk kebaikan Fawnia Nicko,jika kita sukses suatu saat nanti Fawnia pun akan ikut merasakan hasilnya. Dan jika kalian malah mementingkan ego kalian dan memaksakan diri untuk mempertahankan rasa cinta kalian,perusahaan kalian tidak akan pernah maju. Dan apa kamu mau mengecewakan orang tua kamu yang sudah tiada Fawnia?” Tanya Mama menyinggung orang tua ku yang sudah tiada.
“Perusahaan yang di bangun mati-matian oleh Papa kamu,apa kamu mau menghancurkan nya begitu saja?”
“Tapi tidak dengan cara mengorbankan aku sebagai tumbal kalian kan Ma?” Tanya Nicko yang sudah mulai kesal.
Mama begitu terkejut dengan apa yang di katakan Nicko, begitupun aku yang langsung terbelalak mendengar ucapan nya yang terlalu berlebihan. Mama mendekati Nicko dengan ekspresi wajah yang begitu kesal.
“Jangan bicara sembarangan Nicko,Mama melakukan ini juga untuk kamu”
“Dengan mengorbankan kebahagiaanku?” Tanya Nicko.
Plaakkk
Dengan kencang Mama menampar pipi Nicko. Mataku dengan tidak sengaja tertutup karena suara tamparan Mama yang begitu keras mengejutkan ku.
“Mama sudah lelah terus berdebat seperti ini” ucap Mama dengan begitu sedih. Aku yakin Mama pun pasti tidak tega harus menampar Nicko,namun karena rasa kesal nya yang sudah memuncak akhirnya tangan nya pun melayang di pipi Nicko.
Nicko menatap mata Mama nya penuh dengan kemarahan. Dia memegang pipinya sambil terus menatap kedua mata Mama nya yang sudah sama-sama emosi.
“Ada suatu hal yang tidak mama ketahui selama ini” ucap Nicko membuat ku kembali membulatkan mata menatap Nicko.
Dari ekspresi wajah Nicko,aku takut jika dia akan membuka rahasia tentang Kara.
“Nicko!” Teriak ku memperingatinya.
“Ada sesuatu yang Fawnia sembunyikan dari Mama dan Papa selama beberapa tahun ini”
__ADS_1
“Nicko! Tolong!” Ucap ku begitu lirih dan memohon,karena ini bukan saatnya untuk berkata yang sejujurnya.