Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Pengumuman terbuka


__ADS_3

Plaaakkkk !!!!


Tiba-tiba saja tangan Kirana mendarat di pipi ku dengan kencang. Aku memegang pipi ku yang terasa begitu sakit, lalu menatap tajam Kirana.


Nicko segera menghampiri kami dan dia menarik Kirana dengan kasar.


“Apa yang kamu lakukan?!” Tanya Nicko dengan memelototi Kirana.


“Dia kan yang kamu maksud ! dia kan yang sudah menggagal kan pernikahan kita!” Teriak Kirana sambil menunjuk nunjuk ku.


Aku terus duduk di kursi ku dengan berusaha sabar dan tenang.


“Ya. Dia memang orang yang aku cintai, tapi dia tidak pernah menggagalkan rencana pernikahan ku dengan siapapun”


“Tapi jika bukan karena dia kembali ke kehidupan mu, kamu pasti akan bersedia menikahi aku”


“Kenapa kamu bisa seyakin itu? Kamu fikir aku akan mudah menikahi orang lain yang tidak aku cintai?”


“Buka mata kamu Nicko! Dia itu hanya seorang single parents, dia pernah menikah dan pernikahan nya gagal, apa kamu tidak akan takut jika pernikahan kalian pun gagal?”


Plakkkk!!!


Tamparan ku mendarat begitu mulus juga di pipi Kirana dengan kencang. Dia tidak menyadari jika aku telah keluar dari meja kerja ku dan berdiri di samping nya.


Kirana terkejut dengan balasan ku, dia memegang pipi nya dan menatap ku dengan terkejut. Mungkin dia tidak menyangka aku akan seberani ini kepada nya.


“Aku memang pernah menikah, tapi pernikahan ku tidak gagal. Hanya saja aku menikahi orang yang tidak di takdirkan untuk ku” ucap ku dengan tajam kepada nya.


“Aku menikahi pria yang salah, pria yang tidak bertanggung jawab dan tidak bisa menepati janji. Dan kamu mau tahu kenapa aku begitu yakin jika Nicko di takdirkan untuk ku ?”


“Karena sampai saat ini, kita kembali di pertemukan dengan perasaan yang masih sama seperti dulu,dan rasa sayang yang juga masih sama”


Aku menahan diriku agar tidak menceritakan tentang Kara. Aku tidak ingin Kirana tambah shock dengan hal itu.


“Kamu bukan lah wanita yang tepat untuk Nicko,kamu tidak akan pernah bisa menghadapi sifat Nicko yang sesungguhnya,aku bahkan sudah bisa melihat bagaimana akhirnya jika kalian menjadi pasangan suami istri,bisa saja hubungan kalian akan berakhir seperti ku kan,jadi, lebih baik pernikahan kalian tidak pernah terjadi. Berterima kasih lah kepada ku karena aku datang di saat yang tepat” ucap ku dengan keberanian yang sangat penuh.


Kirana tersenyum dengan wajah sinis, dia menertawakan ucapan ku.

__ADS_1


“Kamu mau mengatakan jika kamu lebih baik dariku?”


“Tentu tidak. Kamu begitu sempurna di mata laki-laki lain. Kamu cantik, berkarisma, pintar, juga kaya raya, semua laki-laki yang mengenal mu, pasti ingin mendapatkan kamu Kirana. Tapi sayang nya, bukan itu yang Nicko inginkan, dia hanya menginginkan aku, wanita yang begitu mengerti dia dan mengenal dia lebih dari sipapun” jawab ku dengan angkuh.


Nicko hanya bisa diam tak mau memisahkan kami.


“Kamu bisa mencari yang lain, dan yang sempurna seperti apa yang di inginkan orang tua mu” lanjut ku dengan begitu serius.


Kirana menggelengkan kepala nya dengan raut wajah yang emosi. Kirana menatap Nicko dengan kecewa.


“Kalian berdua..” ucap Kirana dengan begitu berat.


“Kalian berdua memang pasangan yang serasi” ujar nya dengan keji.


“Kalian berdua sangat jahat!” Ucap Kirana lalu dia pergi dengan menabrak bahu Nicko dengan sengaja.


Lalu dia keluar dari ruangan ku dan berjalan begitu cepat sambil menghapus air mata nya yang masih tersisa di pipi nya.Semua karyawan yang melihat Kirana pasti akan bertanya tanya, ada apa dengan dia?


Aku menghela nafas ku begitu dalam. Aku merasa begitu lega telah melampiaskan kekesalan ku kepada Kirana. Lalu aku membalikan badan ku untuk menatap Nicko dengan kesal, tetapi dia hanya menatap ku dengan dingin.


Aku mendelikan mata dan membuang wajah ku.


“Apakah hal seperti ini pun aku harus ikut menyelesaikan nya?” Tanya ku tak terima.


“Tentu saja, ini juga kan masalah mu, kamu harus ikut menjelaskan nya”


Aku menganggukan kepala ku menatap Nicko karena sesuatu baru saja masuk ke dalam fikiran ku.


“Oh. Jadi kamu sengaja bertengkar di hadapan ku agar aku bisa ikut andil dengan masalah mu dan aku ikut menyelesaikan nya?” Tanya ku menebak.


Nicko tampak berfikir.


“Kurang lebih seperti itu” jawab nya dengan menyebalkan.


Aku mengelus pipi ku dengan kesal. Nicko menyingkapkan rambut ku dan melihat pipi ku yang memerah.


“sini aku lihat” Nicko mendekatkan wajah nya dan melihat dengan serius pipi ku.

__ADS_1


“Apa ini sakit?” Tanya nya.


“Kamu mau mencoba nya?” Ucap ku dengan ketus.


“Jika itu bisa menggantikan rasa sakit mu, kamu bisa tampar aku” ujar Nicko begitu melas.


Aku melirik keluar jendela ruangan ku,tampak beberapa orang melewati ruangan ku dengan mengintip diam-diam,bahkan aku melihat mereka sengaja melewat ruangan ku untuk melihat drama apa yang baru saja terjadi.


“Nick. Kamu sadar jika kita sedang di perhatikan orang sekantor?” Ucap ku yang sudah melirik para karyawan tengah mencuri pandang ke ruanganku.


“Kenapa? Aku tidak peduli” jawab Nicko dengan tidak sedikit pun mencari tahu siapa yang sedang memperhatikan kami.


“Nicko mereka tahu kamu akan menikah, dan mereka belum tahu dengan siapa kamu akan menikah”


“Kalau begitu, aku yang akan mengatakan nya kepada mereka”


Nicko menarik tangan ku dengan cepat keluar ruangan. Para karyawan yang tadinya sedang mengintip kami, mereka jadi terlihat begitu serius bekerja.


“Perhatian semua nya!” Teriak Nicko di hadapan semua karyawan nya yang ada di lantai inti itu.


Semua karyawan nya langsung mengehentikan aktifitas mereka dan memperhatikan Nicko. Ada Bima juga dia sedang duduk di meja nya.


“Mungkin kalian sudah mendengar tentang issue ku yang akan segera menikah di awal bulan depan” ucap Nicko dengan ber sungguh-sungguh, sementara aku berdiri dengan takut di samping nya dengan tangan yang masih di genggam kuat oleh nya.


“Dan kalian bertanya tanya dengan siapa aku akan menikah kan?”


Nicko menarik ku ke samping nya dan dia merangkul ku dengan satu tangan nya, Nicko menarik bahu ku untuk merekatkan tubuh ku ke tubuh nya.


“Aku akan menikah dengan Fawnia”


Semua orang tercengang. Beberapa orang ada yang terpatung dengan mulut menganga, ada yang saling menatap tak percaya, bahkan ada yang langsung bergosip bersama. Bima pun tidak kalah terkejut nya mendengar pernyataan Nicko, mungkin dia tidak menyangka jika cincin yang telah di sematkan di jari ku adalah pemberian Nicko.


Aku hanya menunjukan sederet gigi ku kepada semua karyawan dengan kikuk. Aku begitu malu, kenapa Nicko membuat pengumuman terbuka seperti ini dengan adanya aku di samping nya. Padahal kita bisa membuat mereka terkejut nanti di acara pernikahan kita.


Lalu beberapa orang ada yang terdengar bertepuk tangan dan di ikuti oleh karyawan yang lain nya, mereka pun terdengar begitu riuh ada juga yang terlihat begitu senang dan bahagia mendengar pernyataan Nicko dan ada yang masih terlihat tidak percaya.


“Saya harap kalian akan bersedia datang ke acara pernikahan kami” ujar Nicko dengan tersenyum.

__ADS_1


__ADS_2