Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Alibi


__ADS_3

Kita sampai di kantor.


Kantor sudah ramai sekali dengan para karyawan. Aku dan Nicko bilang kepada Bima akan ada urusan kelurga dulu di luar sebelum pergi ke kantor,dan Bima percaya. Dia tidak tahu bahwa urusan keluarga yang kami lakukan ada sangkut paut nya dengan dia.


Nicko masuk ke dalam ruangan nya,dan aku juga duduk di meja kerja ku. Kita kembali ke habitat masing-masing pagi itu,mengerjakan pekerjaan kita di kantor. Ya beginilah pekerjaan kami sekarang,seperti tidak ada hentinya,namun kami menikmati setiap alur masalahnya.


Nicko menelepon ku dengan telepon kantor.


“Ya” sahut ku.


“Aku boleh minta tolong untuk ke ruangan zayden?”


“Boleh. Kenapa?”


“Tolong ambilkan berkas meeting kemarin yang di lakukan dengan PT.Inti aku mau melihat grafiknya”


“Oke”


Bagaimana pun Nicko disini adalah bos. Aku tentu harus menuruti nya, sebagai istri pun bukan kah memang seharusnya aku menuruti nya kan ?


Aku berdiri dari tempat duduk ku dan hendak pergi ke ruangan Zayden namun seseorang baru saja masuk ke ruanganku.


Bima.


“Hay” sapa dia dengan manis.


Ekspresi ku sedikit terkejut, namun aku bisa merubah ekspresi ku dengan seketika untuk menyapa nya balik.


“Hay Bim”


“Sudah selesai dengan urusan keluarganya?” Tanya Bima.


Aku mengangkat kedua halis ku, karena hampir saja lupa jika aku dan Nicko sudah berbohong kepada Bima tentang alasan kami terlambat ke kantor hari ini.


“Oh iya. Belum selesai, tapi kita sedang proses”


Bima mengangguk tidak lagi bertanya terlalu jauh lagi. Dia mungkin tidak ingin ikut campur dengan urusan keluarga yang Nicko katakan.


“Euh aku ke ruangan Pak Zayden dulu ya” ucap ku.


“Oh oke” jawab Bima sambil terus tersenyum.


Aku melewati Bima dengan terus tersenyum dan keluar dari ruangan ku. Bima mungkin terheran heran dengan tingkah ku yang sangat aneh, namun dia berusaha tidak memperdulikan itu dan segera masuk ke tujuan nya.yaitu ruangan Nicko.


Aku berjalan menyusuri lorong kantor dan masuk ke salah satu ruangan yang cukup jauh dari ruangan Nicko.


Zayden terkejut melihat kedatanganku. Dia sempat melirik ku dengan melotot sebentar, lalu menghembuskan nafas nya dengan kencang ketika melihat siapa yang datang keruangan nya.


“Gak laki nya,gak istri nya,seneng banget ya nyelonong masuk keruangan orang tanpa permisi dulu” oceh nya dengan wajah kesal.


Aku tak memperdulikan ucapan Zayden dan duduk di depan nya.


“Pak Zayden mau minta saya ketuk pintu dulu sekarang?” Tanya ku dengan nada sedikit meledek.

__ADS_1


Zayden menatap ku dengan kesal.


“Ya bukan gitu. Seengganya kan bisa ketuk pintu dulu,atau bilang permisi kek agak lembut gitu Faw biar orang tuh ga kagetan” aku tersenyum mendengar ucapan nya.


“Nicko minta data hasil meeting kemarin kan?” Tanya nya dentan wajah masih saja kesal.


Dia memilah milah berkas yang ada di meja kerja nya.


“Oh iya sekalian kasih tau dia,ada bachelor party minggu malem”


Aku mengertukan kening ku.


“Bachelor party? Siapa yang married? Pak Zayden ya?” Ledek ku.


Zayden berdecak mendengarku terus meledeka nya yang sangat sulit sekali untuk mencari pacar.


“Bukaann. Itu si Kenan anak marketing,minggu malem izinin Nicko ikut keluar ya?” Ucap Zayden memohon izin.


Aku menurunkan halis ku mentapa Zayden dan teringat tentang pesta bujang Nicko yang membuat kita berkelahi semalaman.


“Ya asal ga pake acara sita sita an handphone aja. Aku pasti ga izinin Nicko kalau acara nya buat dia susah di hubungin” ledek ku lagi.


Bima kembali menghela nafas nya.


“Iya iya iya gue minta maaf. Gue salah waktu itu,Nicko juga kan udah jelasin kalo gue gatau dia harus jemput elo”


“Iya tapi ga perlu pake sita sita an hp kan ? Kalo aja ga pake acara kaya anak kecil gitu,ga akan kejadian aku di anggurin di caffe selama 3 jam” omel ku lagi kepada Zayden ini.


Aku membulatkan mataku mendengar nama Bima di sebutkan nya.


“Bima?” Tanya ku.


Zayden menganggukan kepalanya.


“Dia yang minta hp Nicko disita?” Tanyaku lagi.


“Iya”


“Dan Nicko tau ngga kalo ini ide Bima?”


“Ya engga. Karena emang menurut gue itu ide bagus juga kan tadinya. Ya secara,pesta bachelor party itu kan hanya di adakan sekali seumur hidup, jadi gue ga mau dong acaranya di ganggu sama kerjaan kerjaan Nicko itu”


Aku menyipitkan mata menatap Zayden tajam.


“Iya dan biar bisa ngundang cewe cewe cantik juga kan ke acara bachelor itu” ledek ku lagi dan lagi.


“Eh tapi itu kita bener ga tau loh si Ayu dan si Cika dateng,mereka tiba-tiba dateng aja dan bilang mereka dateng karena di undang padahal kita bingug siapa yang undang mereka,ya secara kan itu pesta nya pesta bujang ga mungkin kita undang perempuan kan?” Ucap Zayden membuat alibi.


Aku befikir untuk sejenak. Apa yang di katakan Zayden ada benar nya juga. Selama ini aku hampir tidak pernah percaya jika teman-teman wanita Nicko dulu datang ke pesta bujang tanpa di undang. Tapi jika di fikirkan dengan seksama,ucapan Zayden ada benar nya juga. Mereka tidak mungkin mengundang wanita ke acara Bachelor Party nya Nicko.


Aku kembali mengingat kejadian di malam itu. Dimana Nicko pergi ke acara bachelor partynya dan aku ditinggalkan di caffe untuk bertemu dengan Keysa. Dan ketika pulang Nicko tidak dapat di hubungi lalu tiba-tiba Bima datang dan kebetulan sekali dia sedang berada dekat di caffe yang sedang aku kunjungi malam itu. Apa jangan-jangan semua ini perbuatan Bima? Dan yang sudah membuat skenario seperti ini?


“Woyy malah ngelamun” teriak Zayden dengan menepuk meja nya.

__ADS_1


Aku sedikit tersentak dan menatap Zayden dengan bingung.


“Oh sorry sorry. Ada apa?” Tanya ku kikuk.


“Ini berkas yang di minta Nicko ayo cepat kasih. Nanti kalo lo lama-lama disini,gue yang bakalan kena omel” ucap Zayden sambil menyodorkan berkas yang diminta Nicko.


“Oh iya. Thank ya” ucap ku sambil pergi dari ruangan Zayden dengan wajah masih saja bingung memikirkan Bima.


Aku berjalan terus dengan fikiran yang sudah kemana mana. Di otak ku sudah begitu banyak hal yang perlu di fikirkan,sepertinya kepalaku sudah mau meledak.


Ketika aku masuk ke ruangan ku,Bima juga baru keluar dari ruangan Nicko. Kita saling tatap dan tersenyum.


“Sudah ambil berkas nya?” Tanya Bima dengan manis.


“Sudah” jawab ku sambil menunjukan berkas itu kepadanya.


Aku terus terfikirkan apa yang di ceritakan Zayden tadi.


Bima hendak pergi meninggalkan ruangan ku juga,tapi aku menahan nya.


“Oh iya Bim. Ada yang mau aku tanyakan” ucap ku menahan langkah kaki nya.


“Sebenarnya masalah ini sudah lama,tapi aku masih terfikirkan hal itu” ucap ku dengan berusha menyembunyikan ekspresi kecurigaan ku.


“Tanya apa?” Tanya Bima penasaran.


Aku menelan ludah dulu sebelum aku menanyakan hal itu kepada bima.


“Malam itu,ketika aku sedang menunggu Nicko yang sedang di acara Bachelor party nya,kamu bilang kamu sedang kebetulan ada di sekitar caffe dan sedang diam di taman golf kan?” Tanya ku dengan hati-hati.


“Iya betul,kenapa?” Jawab Nicko dengan bingung.


“Kamu habis dari mana waktu itu?” Tanya ku lagi,walaupun sebenarnya aku masih ingat jika alasan dia adalah kebetulan akan pulang tapi aku ingin mendengar sekali lagi dari mulutnya.


“Oh waktu itu aku tidak sengaja lewat sana karena ada keperluan beli matras dimana itu..” jawab nya dengan sedikit terbata bata.


Aku menunggu dia menyelesaikan alibinya.


“Di taman veteran,iya. Lalu aku tidak sengaja lewat caffe yang sedang kamu kunjungi itu” jawab nya yang membuat aku semakin bingung.


“Tapi kamu bilang kamu mau sekalian pulang malam itu. Veteran kan jauh dari jalan Wijaya dan rumah mu Bim?” Tanya ku memperjelas semuanya.


Bima diam menatap ku dengan bingung.


“Oh iya memang,tadinya aku mau cari dulu makan malam,dan kebetulan lewat situ, lalu ada telepon dari client dan aku berhenti dulu di taman golf” jawab nya lagi dengan sedikit salah tingkah.


Aku menganggukan kepalaku seolah aku percaya dengan alasan nya.


“Ada apa memang nya?” Tanta nya.


Aku menatap nya dengan kikuk. Kali ini aku yang bingung mencari jawaban.


“Aku hanya bertanya. Karena malam itu aku jadi teringat Keysa yang ternyata sedang di taman golf bertemu dengan pacarnya. Mungkin saja kamu bertemu dia,karena saat pulang dari caffe dia bilang ada urusan tapi di lihat dari story nya di bertemu dengan pacarnya” jawab ku tidak kalah bagus nya untuk mencari alibi.

__ADS_1


__ADS_2