Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Keluarga yang sempurna


__ADS_3

Aku pergi ke lantai bawah untuk mencari Kara,lalu aku mendapati nya masih berenang bersama Opa nya dan di temani Oma di samping kolam dengan memegang sebuah handuk di lengan nya.


Aku menghampiri mereka di kolam renang.


“Belum selesai berenang nya?” Tanya ku kepada Mama yang sedang tersenyum bahagia melihat Kara dan suami nya di tengah kolam.


“Belum” jawab Mama sambil tersenyum penuh bahagia.


“Makasih ya Ma,sudah begitu baik kepadaku dan Kara,aku jadi merasa memiliki keluarga kembali” ucap ku sambil menatap Mama Nicko dengan haru.


“Nak. Kami akan selalu menjadi keluarga mu apapun yang terjadi. Mama dan Papa akan selalu ada untuk kamu saat kamu membutuhkan,jadi tolong, jangan pernah pergi lagi ya” ucap Mama Nicko.


“Iya Ma” jawab ku sambil tersenyum dan memeluk nya.


Kara dan Papa akhirnya naik ke permukaan,dan Mama segera memberikan handuk kepada suami nya,dan membalut Kara dengan handuk lain nya.


“Sudah selesai berenang nya?” Tanya Mama sambil mengusap badan Kara dengan handuk.


“Sudah Oma”


“Kara senang?” Tanya nya lagi.


Kara menjawab dengan anggukan kepala nya saja.


“Nanti Kara harus sering main kesini ya, dan nanti Oma dan Opa akan ajak Kara bermain ke taman hiburan”


“Taman hiburan?!” Seru Kara dengan membulatkan mata nya.


“Iya. Kara mau?”


“Mau Omaa” lalu Kara langsung memeluk Mama Nicko dengan bahagia.


Aku sangat senang sekali,melihat kebahagian mereka,andai saja situasi ini akan aku dapatkan juga di suatu hari ini ketika semua kebenaran akan terbongkar,namun,apakah itu mungkin?


“Bu permisi, den Nicko sudah mau pamit pulang” ujar seorang pembantu yang menghampiri kami.


Mama mengerutkan kening nya dan langsung berdiri lalu berjalan cepat menuju dalam rumah.


Aku bingung,kenapa Nicko pamit pulang? Apakah dia sudah tidak diam di sini lagi?


Lalu aku membawa Kara masuk ke dalam rumah dengan melilit badan Kara dengan handuk. Aku berjalan menuju ruang tamu dan mendapati Nicko juga Mama nya sedang berdebat di tengah ruang tamu.


“Setidaknya makan dulu Nak, Mama sudah siapkan untuk kita makan bersama” ujar Mama Nicko.


Aku dan Kara berhenti dulu untuk mendengarkan percakapan mereka dari jauh.


“Aku ada perlu penting Ma,aku bisa terlambat”


Lalu aku ikut mengingat kembali tentang jadwal Nicko hari ini.


“Nak. Makan lah dulu,sudah lama kamu tidak pulang”


“Nanti saja. Aku kembali kesini jika pekerjaan ku sudah selesai”


Mama nya ingin menahan nya namun seperti nya dia sudah tidak bisa, lalu Nicko hendak berjalan dengan tak menghiraukan keinginan Mama nya.

__ADS_1


“Nicko” panggil ku membuat Nicko berhenti berjalan dan menatap ku.


Aku berjalan mendekati Nicko dan Mama sambil menggendong Kara.


“Kita makan dulu, untuk jadwal meeting mu biar aku yang tangani, aku akan menemani meeting itu” ucap ku dengan dingin menatap nya.


“Tidak perlu,aku bisa pergi sekarang” ujar nya dengan hendak pergi.


“Nicko!” panggil ku sekali lagi dengan nada yang begitu menyeramkan.


Dia menghentikan langkah nya,dan membalikan badan menatap ku dengan begitu malas.


Nicko memalingkan wajah nya dengan kesal dan dengan wajah yang begitu terpaksa dia berjalan kembali ke dalam rumah dengan melewati ku dan Mama tanpa berbicara .


Mama terlihat tersenyum dengan pilu melihat Nicko yang mau mendengarkan ku seperti anak kecil.


“Lucu ya. Nicko kalau sudah bertemu dengan kamu dia terlihat kembali seperti anak kecil” ucap nya.


Aku hanya bisa tersenyum kaku mendengar ucapan Mama dan langsung pergi menuju kamar ku untuk memberi Kara pakaian.


Aku telah selesai mengganti baju Kara di kamar,aku dudukan Kara di atas tempat tidur, dan aku berlutut di hadapan nya untuk menyisir rambut Kara yang basah.


Kara memperhatikan dinding yang ada di belakang nya.


“Kok banyak fhoto Mama dan Om Nicko disini?” Tanya Kara.


Tiba-tiba aku bingung untuk menjawab pertanyaan Kara.


“Oh iya itu…” jawab ku berusaha mencari jawaban.


“Karena Mama dan Om Nicko itu teman baik sejak kita kecil”


“Iya sayang” jawab ku.


Lalu aku dan Kara kembali turun dan menuju meja makan untuk bergabung dengan yang lain nya disana. Aku melihat Mama,Papa dan Nicko sudah duduk di meja makan dengan saling diam.


“Hay sayang” sapa Mama dengan menarik sebuah kursi di samping nya.


“Sini duduk di samping Oma” ucap Mama kepada Kara.


Aku membantu Kara duduk di kursi yang telah di sediakan Mama lalu aku duduk di samping nya.


Nicko duduk di samping Papa yang berada tepat di hadapan ku.


“Ayo kita makan” ucap Papa segera memulai acara makan siang kami.


Aku mengalas kan Kara makanan dan lauk ke dalam piring nya,di ikuti semua orang yang di meja makan segera mengalas makanan ke piring mereka masing-masing.


“Nicko bagaimana dengan Kirana?” Tanya Mama Nicko yang membuat ku tersentak diam untuk sejenak.


Aku kembali melanjutkan mengambil makanan dan berpura-pura tak mendengar kan nya.


Nicko tampak melirik ku sebentar dan wajah nya berubah menjadi begitu terlihat malas.


“Kemarin aku sudah meeting dengan keluarga nya membahas tentang perumahaan Royal Choice”

__ADS_1


“Lalu?” Tanya Mama nya lagi.


“Semuanya berjalan dengan lancar” jawab nya dengan mulai memasukan makanan ke dalam mulut nya.


“Baguslah, mudah-mudahan kamu bisa meng-handle semua dengan baik”


“Ini juga berkat Fawnia” ujar Nicko membuat Mama dan Papa nya menatap ku bersamaan,dan membuat ku kikuk.


“Kemarin Fawnia ikut meeting dengan kami,dan Pak Handoko lebih setuju dengan keputusan yang di tentukan Fawnia” ujar Nicko terdengar seolah dia bangga dengan kehadiranku kemarin.


“Benarkah?” Tanya Papa dengan tak percaya.


“Aku hanya mengemukakan pendapat saja Pa,dan kebetulan Pak Handoko setuju dengan pendapatku” ucap ku meluruskan.


Aku tidak ingin terlihat menonjol di keluarga Kirana.


“Kamu memang pintar Nak,kamu menurunkan bakat dari Jordy, Papa mu” ucap Papa Nicko menyanjung ku.


Aku tersenyum begitu masam kepada nya. Dan aku pun melirik Mama ikut tersenyum begitu bangga kepadaku,lalu aku kembali makan dengan serius.


Aku tidak tahu, apakah Mama dan Papa tahu tentang gosip ku di perusahaan property? Tapi kelihatan nya mereka tidak mengetahui gosip miring ku tentang masalah perusahaan ku.


Setelah acara makan selesai aku dan Kara berpamitan pulang di luar rumah.


“Bye Ma,aku pasti akan selalu main kesini dengan Kara” pamit ku sambil memeluk Mama.


“Harus. Kamu harus sesering mungkin pulang kesini dengan Kara” ucap Mama.


“Iya” jawab ku sambil tersenyum.


“Pamit dulu sama Oma dan Opa sayang” pinta ku kepada Kara.


Lalu Kara mencium punggung tangan Oma dan Opa nya dengan manis.


“Oma,Opa Kara pulang dulu ya” pamit nya.


Lalu terlihat Nicko berjalan dari dalam rumah menghampiri kami semua.


“Ma,Pa. Aku pamit juga ya,aku mau segera meeting” ucap nya sambil mencium kedua pipi orang tua nya.


“Om Nicko mau pergi?” Tanya nya kepada Nicko.


Nicko langsung menggendong Kara.


“Iya. Om Nicko harus kerja dulu”


“Om Nicko kapan main lagi dengan Kara?”


Aku menatap Kara dengan resah.


“Iya. Nanti Om pasti main lagi dengan Kara ya,Om akan segera hubungi Kara”


“Janji?” Tanya Kara dengan mengacungkan telunjuk nya.


Aku terkejut dengan ikrar janji yang di minta Kara. Ikrar Janji telunjuk itu adalah ikrar janji yang selalu aku lakukan dengan Nicko sejak kami masih kecil dulu. Jika orang lain selalu memakai kelingking untuk mengikrarkan janji,aku dan Nicko malah memakai telunjuk kami agar terlihat berbeda.

__ADS_1


Nicko tersenyum melihat telunjuk Kara dan mengaitkan telunjuk nya di telunjuk mungil Kara. Nicko menatap ku seolah dia telah memergoki ku masih mengabadikan masa lalu kami dengan baik kepada Kara. Aku langsung memalingkan wajah ku agar wajah cemas ku tak di lihatnya.


“Janji” jawab Nicko sambil tersenyum kepada Kara.


__ADS_2