Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Satu masalah terpecahkan


__ADS_3

“Sheilla” bisik Mama Ben yang terlihat masih begitu mengenal Sheilla.


Seperti apa yang aku bilang. Sheilla adalah orang kepercayaan Ben dulu,dia juga begitu dekat dengan orang tua Ben karena dulu Sheilla pernah bekerja sebagai sekretaris Mama nya Ben sebelum akhirnya terjun membantu perusahaan Ben.


Sheilla mengangkat wajah nya dan menatap wajah satu persatu orang yang ada di ruangan itu dengan begitu gugup.


Papa terlihat seperti mengenal wanita itu,namun dia tidak ingat persis siapa Sheilla.


“Sheilla” panggil lagi Mama Ben kepada Sheilla karena dia masih tidak mengerti kenapa ada Sheilla disaat seperti ini.


“Ibu” jawab Sheilla dengan penuh rasa sedih mentap mantan Bos nya.


Aku melirik Sheilla dengan penuh rasa harap. Dan Sheilla balas menatap ku dengan tetap pada kesedihan nya.


Sheilla menghela nafas nya dulu dan dia menutup mata untuk mengumpul kan segala keberanian yang dia miliki.


“Saya minta maaf,karena dulu saya di minta Pak Ben untuk menghancurkan perusahaan yang di pegang Fawnia saat itu” ucap Sheilla tanpa basa basi dan tanpa keraguan.


Semua orang tampak terkejut,termasuk orang tua Ben,yang selama ini mengira bahwa kehancuran perusahaan Ben adalah murni kesalahan ku.


Ben tampak diam tak bicara,dia hanya bisa membuang wajah nya dan tidak menatap Sheilla.


“Lanjutkan” pinta ku kepada Sheilla dan kembali menatap Ben mengingat kembali semua yang sudah dia perbuat kepada ku.


“Dulu ketika mendengar kabar Pak Ben meninggal karena kecelakaan pesawat. Pada awal nya saya tidak tahu kalo itu hanya sebuah kebohongan,lalu setelah 1 minggu kabar Pak Ben meninggal, Pak Ben menghubungi saya. Dan saya di minta Pak Ben untuk membuat perusahaan yang di pegang Fawnia hancur,Pak Ben mengatakan jika dia takut terjadi sesuatu kepada Fawnia karena masih menjalan kan bisnis nya. Pak Ben takut Fawnia celaka seperti dirinya di Kalimantan. Dan dengan terpaksa saya memanipulasi data perusahaan seolah Fawnia berkorupsi uang client,dan saya meninggalkan begitu banyak kerugian yang besar di dalam perusahaan itu. Pak Ben meminta saya pergi dari Jakarta,dan meninggalkan Fawnia juga keluarga nya,dan setelah itu Pak Ben juga tidak pernah menghubungi saya lagi” ujar Sheilla dengan begitu sangat penuh keyakinan dan berani.


Orang tua Ben membulat kan mata lebar-lebar dan langsung menatap Ben dengan tak percaya. Mereka menunggu Ben untuk membuka suara.


“Maafkan saya Pak,Bu” ujar Sheilla dengan begitu sedih menatap kedua orang tua Ben.

__ADS_1


Papa dan Nicko sebelum nya sudah di beri tahu oleh Riri bahwa aku akan membuktikan sebuah kebenaran kepada semua orang. Dan Nicko juga Papa langsung di minta datang ke kantor Ben untuk mendengarkan langsung semua nya.


Aku mulai meneteskan air mata menatap Ben yang terlihat mulai tersudutkan. Ben tidak berani menatap mata ku,dia hanya terus diam dengan segala fikiran yang ada di kepala nya.


“Apa itu benar Ben?” Tanya Papa nya dengan nada yang sedikit tertekan.


Ben masih diam tak bicara.


“Bicara Ben” pinta ku dengan penuh kesedihan.


“Aku mau dengar pengakuan mu”


Ben akhirnya mau menatap ku dengan sendu. Dia menatap ku dengan penuh penyesalan.


“Aku minta maaf Fawnia, aku benar-benar minta maaf” ucap Ben akhirnya.


“Aku begitu bingung,aku benar-benar takut sesuatu terjadi kepada mu saat aku meninggalkan kamu sendiri di Jakarta. Aku takut seseorang akan mencelakai mu karena kamu masih menjalankan bisnis ku. Aku tidak pernah tau jika apa yang telah aku perbuat sudah membuat kamu menderita, aku juga tidak tahu ternyata orang tua aku dengan tega menelantarkan kamu Faw” ucap Ben menatap kedua orang tua nya dengan marah sekaligus sedih.


Papa dan Orang tua Ben saling melepar pandang. Orang tua Ben pasti telah merasa bersalah atas apa yang sudah mereka perbuat kepada ku selama ini.


“Saat aku tahu apa yang orang tua aku lakukan kepadamu, aku langsung marah kepada mereka dan terus menyalahkan kepergian kamu. Aku menyesal Faw,aku benar-benar menyesal. Tujuan ku saat itu hanya untuk memastikan kamu selamat dan jauh dari ancaman” ucap Ben.


“Dengan mengorbankan kebahagiaan ku Ben?” Tanya ku dengan sedih.


“Apa tidak ada jalan lain?” Air mata ku terus mengalir di pipiku mengingat semua kembali.


“Fawnia tolong…” ujar Ben yang sudah menyentuh pipi ku dengan begitu lembut dan wajah yang terus lemah menatap ku.


Lalu Nicko dengan cepat mendekati kami, dengan sekuat tenaga dia menghajar wajah Ben dengan kepalan tangan nya. Nafas Nicko begitu berat, seperti nya dia sudah menahan amarah nya begitu lama.

__ADS_1


Ben tersungkur menabrak meja nya. Dia tidak melawan dan hanya menatap sinis Nicko.


“Jangan pernah berani menyentuh nya. Jangan pernah muncul lagi di hadapan nya,dan jangan pernah berurusan lagi dengan keluarga ku jika tidak,kamu akan langsung berhadapan dengan ku” ucap Nicko dengan penuh peringatan.


“Ayo kita pergi” ajak Nicko sambil menarik tangan ku keluar ruangan.


Sebelum Papa keluar, Papa sempat menghampiri orang tua Ben.


“Pak Bowo, Ibu Iren, terimakasih karena sudah membatalkan kerja sama kita. Karena hal ini, saya tidak akan pernah merasa rugi tidak lagi bekerja sama dengan kalian” ucap Papa dengan begitu tegas dan sedikit nada menyindir. Lalu Papa ikut meninggalkan ruangan itu, di ikuti Riri dan Sheilla,karena tugas kami sudah selesai disini.


“Pak Rio,kita bisa bicarakan ini dulu Pak” ujar Pak Bowo sambil mengejar Papa.


Orang tua Ben tentu takut jika kebocoran tentang kebohongan Ben akan di muat di media, dan akan membuat balik nama mereka hancur. Mereka takut keluarga ku akan menuntut keluarga Ben karena sudah membuat aku mengganti rugi uang perusahaan yang di manipulasi oleh Sheilla atas perintah Ben.


Semua orang pergi terkecuali Mama Ben,dia menghampiri Ben dengan begitu sedih menatap anak nya yang terlihat begitu menyesali perbuatan nya. Dia memeluk Ben dengan sedih dan mengelus lembut punggung Ben untuk menenangkan anak nya itu.


Nicko terus menarik tangan ku keluar dari ruangan Ben. Seluruh karyawan Ben lagi-lagi melihat kami semua yang baru saja keluar dari ruangan Bos nya. Belum lagi seluruh karyawan melihat ada Pak Bowo sang presiden perusahaan berusaha mengejar Pak Rio. Mereka semua menatap kami dengan penuh tanda tanya.


Nicko menyeret ku keluar dari gedung menuju parkiran mobil. Sheilla dan Riri juga masuk ke mobil yang aku bawa tadi pagi, sementara Nicko membawa ku masuk ke dalam mobil nya. Papa belum terlihat keluar dari gedung itu,karena mungkin Papa masih mau membereskan masalah proyek nya dengan orang tua Ben.


Aku duduk di samping Nicko dengan terus menangis, Nicko masuk ke dalam mobil lalumenarik ku ke dalam pelukan nya, dia meminta ku untuk menumpahkan segala kesedihan ku di dada nya yang hangat.


“Semua sudah selesai Faw. Kamu hebat” ujar Nicko begitu bangga dengan apa yang sudah aku perbuat.


“Aku tidak pernah tau kamu sudah merencanakan ini. Aku tidak tahu kamu memiliki suatu misi rahasia untuk mengungkap suatu kebenaran yang amat begitu besar Faw. Kamu hebat, karena tidak memerlukan bantuan ku”


Aku mengusap air mata ku dan terus memeluk Nicko.


Ini belum berakhir Nick ini belum berakhir. Masih ada yang perlu aku lakukan. Aku perlu mengungkap kematian kedua orang tua ku. Aku masih harus mencari tahu apa penyebab kebakaran rumah ku. Aku harus mencari tahu semua nya.

__ADS_1


__ADS_2