Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Ini masalahnya


__ADS_3

Keesokan hari nya. Pagi hari sekali aku terbangun dari tidur ku dan melihat Nicko sudah bersiap untuk pergi ke kantor. Aku langsung tersadar dengan penuh dan duduk melihat nya dengan bingung.


“Jam berapa sekarang?”


Aku menatap jam di dinding ku. Ini sudah jam 08.30 aku sudah benar-benar terlambat.


“Kenapa kamu tidak bangunkan aku?”


“Aku sudah bilang, kamu berlibur dulu untuk beberapa hari disini temani Kara. Biar masalah kantor aku yang tangani”


“Tidak mau”


“Fawnia. Coba dengarkan aku untuk sekarang” pinta Nicko.


“Memang nya ada apa? Sejak kemarin kamu terus bilang ada problem di kantor tapi kami tidak mau memberitahu kan nya” tanya ku mulai kesal.


“Aku juga bagian dari perusahaan itu, aku berhak tau masalah apa yang sedang menimpa perusahaan kita” kesal ku kepada Nicko,tapi dia hanya bisa diam melihat ku yang keras kepala.


Aku turun dari tempat tidur ku dan berjalan cepat menuju kamar mandi tanpa menoleh kembali pada Nicko.


“Fawnia!” Panggil Nicko.


Namun aku tak mengacuhkan nya. Aku menutup pintu kamar mandi dengan rapat dan mengunci nya. Aku tidak peduli Nicko mengizinkan ku atau tidak, aku akan tetap pergi ke kantor walaupun harus sendiri.


Setelah selesai berpakaian dengan pakaian kantor ku, aku langsung turun ke lantai bawah dengan menuntun Kara yang juga baru bangun dari tidur nya. Kita berdua pergi ke meja makan menemui semua nya yang sudah lebih dulu makan. Nicko pun masih ada menunggu ku di meja makan dengan menatap ku begitu resah. Papa juga ikut terlihat bingung melihat ku yang turun dengan pakaian kantor ku dan menuntun Kara.


“Pagi Oma,Pagi Opa, Pagi Papa” sapa Kara setelah dia duduk di kursi makan nya.


“Pagi sayang” sapa balik Mama dan Nicko.


“Pagi cucu Opa”


“Pagi semua” sapa ku sambil duduk di samping Kara.


“Pagi Faw. Tumben bangun nya siang, kamu pasti lelah ya kemarin ?” Tanya Mama yang seperti nya tidak ikut andil dengan masalah kantor yang sedang di tutupi Papa dan Nicko.


“Iya Ma” jawab ku sambil melirik Nicko.

__ADS_1


Nicko balas menatap ku dengan dingin.


Setelah sarapan selesai, aku dan Nicko berpamitan kepada semua nya yang masih duduk di meja makan dengan tergesa-gesa.


“Sayang Mama sama Papa pergi kerja dulu ya” pamit ku kepada Kara.


“Iya Ma”


Aku mencium kening Kara.


“Kamu tidak lelah Faw. Langsung bekerja seperti ini?” Tanya Papa ketika aku berpamitan kepadanya.


“Tidak Pa. Aku mau menemani Nicko” jawab ku.


“Aku pergi ya. Bye Ma, Pa”


Lalu aku melambaikan tangan kepada mereka meninggalkan Nicko yang masih berpamitan kepada Mama dan Papa.


Aku mendekati mobil Nicko, dan terdengar suara alarm mobil telah di buka oleh Nicko. Aku langsung masuk dan duduk di kursi penumpang sementara Nicko duduk di balik kemudi. Aku terus menatap lurus ke depan tak ingin menatap nya, dan terdengar suara helaan nafas Nicko begitu dalam sebelum akhirnya dia mengemudikan mobil nya menuju kantor.


Sesampainya kami di kantor,aku dan Nicko langsung masuk ke ruangan kami. Aku menyimpan dulu tas Nicko di ruangan nya sebelum aku kembali ke ruangan ku.


“Oke” jawab ku dan langsung menuruti perintah nya.


Lalu tidak lama Zayden datang melewati ruangan ku dengan senyum yang begitu semu tidak hangat seperti biasa. Aku semakin curiga ada masalah apa sebenarnya selama kami tidak di kantor. Lalu aku membuka e-mail kantor dan membuka tentang jadwal pertemuan kami dengan perusahaan lain. Namun aku tidak menemukan kendala ataupun masalah serius tentang semua itu.


Aku melirik Zayden yang begitu serius menunjukan sesuatu kepada Nicko. Lalu Nicko membuka komputer nya, dan Zayden berdiri di samping nya. Aku semakin penasaran dengan apa yang sudah terjadi. Lalu aku teringat Riri.


Aku langsung mencoba menghubungi Riri dengan telepon kantor.


“Hallo” sapa Riri.


“Hallo Ri”


“Oh elo Faw. Udah pulang aja lo dari honeymoon” ledek Riri.


“Iya. Gua mau nanya sesuatu”

__ADS_1


“Nanya apa?”


“Kemarin-kemarin selama gue dan Nicko ga ada di kantor ada masalah apa? Kayak nya sesuatu yang besar udah terjadi kan?” tanya ku.


“Lo emang ga tau?”


“Ga tau apaan?”


“Yah. Emang ga tau berita nya ni anak. Lo udah cek grafik saham kita belum?”


“Grafik saham?”


“Iya. Belum kan? Mending lo liat dulu deh, kalo lo masih belom paham telepon gue lagi”


“Oke” jawab ku.


Lalu aku menutup telepon nya dan aku segera melihat grafik saham perusahaan kami. Dan benar saja,grafik itu membuat aku terkejut.


Saham kita turun secara drastis,dan itu berjalan baru beberapa hari kemarin, disaat kami sedang membangun sebuah proyek besar yang mengharuskan kita mengeluarkan biaya yang sangat besar.


Aku menatap Nicko di balik jendela ku. Pantas saja dia terlihat begitu tertekan selama berlibur kemarin, tetapi yang tidak aku pahami, kenapa Nicko merahasiakan ini dariku? Memang nya kenapa?


Lalu aku kembali melihat hal lain di dalam web rahasia kami. Aku berusaha masuk ke dalam situs pribadi Nicko, dan mencoba mencari tahu kenapa bisa saham kami turun drastis seperti itu. Dan lagi-lagi aku terkejut dengan apa yang aku lihat di layar komputer ku.


Di situ di katakan jika Pt. Prawira telah menarik semua saham dan aset yang mereka berikan di perusahaan kami untuk sebuah proyek besar ini. Keluarga Ben tiba-tiba membatalkan semuanya, dan membiarkan proyek yang sedang berjalan di pindahkan seluruhnya kepada perusahaan kami. Nicko pasti tidak dapat menghandle semua ini, kita pasti akan rugi besar jika proyek ini tidak di lanjutkan, dan akan sulit kembali mencari perusahaan yang mau bekerja sama dengan kita dengan nominal yang begitu besar.


Ben benar-benar keterlaluan. Apa tujuan mereka menarik semua saham di perusahaan kami setelah kemarin perusahaan kita menyetujui kerja sama dengan mereka? Apa ini ada masalah pribadi?


Aku sudah merasa begitu emosi. Aku merasa begitu kesal,lalu aku berdiri dengan cepat dan menerobos masuk ke dalam ruangan Nicko, membuat Zayden dan juga Nicko terkejut melihat ku yang berjalan begitu cepat ke arah mereka berdua.


“Kenapa kamu tidak bilang jika Ben menarik semua saham nya di perusahaan kita? Dan dia membatalkan seluruh kerja sama kita yang sedang berjalan?”


Zayden terlihat panik dan bingung, sementara Nicko menatap ku dengan khawatir. Nicko menghampiri ku dan menghadapi ku dengan tenang.


“Dengarkan aku. Aku juga tidak tahu kenapa Pt. Prawira menarik semua saham nya di perushaan kita dengan tiba-tiba. Yang pasti mereka memiliki alasan kuat untuk membatalkan kerja sama kita karena suatu alasan yang tidak bisa kita bantah, bahkan perjanjian di atas materai pun tidak bisa membantu. Mereka terlalu pintar mempermainkan kita Faw, aku juga tidak tahu kenapa tiba-tiba mereka mau menghancurkan kita dengan cara seperti ini”


Aku mulai gelisah mendengar ucapan Nicko.

__ADS_1


“Apa ini ada kaitan nya dengan aku?”


__ADS_2