
Kita benar-benar menghabiskan waktu bersama. Kara terlihat begitu bahagia saat kita menaiki boats yang berwarna putih dan besar. Ini juga adalah kali pertama Kara menaiki perahu, dan dia sama sekali tidak terlihat takut. Kara itu adalah anak pemberani, dan serba ingin tahu,dia anak pintar juga cerdas, sama seperti Papa nya.
Aku melirik Nicko yang duduk di samping ku. Tak henti-henti nya aku mengagumi ketampanan dan memuji segala usaha yang dia perbuat hingga membuat kita ada di titik ini.
Kara diam di ujung boats dan berpegangan kuat kepada besi penyangga yang ada disana. Aku menyandarkan kepala ku di bahu Nicko lalu menggenggam tangan nya dengan lembut,menununjukan betapa bahagia nya aku sekarang. Nicko melirik ku dan dia kembali memperhatikan Kara yang terus berdiri di ujung boats.
Setelah sampai di tengah laut,Kara berbalik ke arah kami semua.
“Kok berhenti Ma?” Tanya Kara dengan wajah bingung nya.
Aku menghampiri Kara dan duduk di hadapan nya.
“Kara mau berenang?” Tanya ku.
“Disini?”
“Iya”
“Kara ga akan tenggelam?”
“Ngga dong. Kan ada Mama sama Papa”
“Tapi Kara belum bisa berenang” ujar Kara dengan raut wajah yang cemas.
Nicko menghampiri kami berdua dan berusaha membujuk Kara.
“Kara mau lihat ikan Nemo?” Tanya Nicko mengingatkan Kara dengan kartun favorite nya.
“Nemo?”
“Iya ikan nemo. Di bawah banyak sekali ikan nemo dan ikan-ikan cantik lain nya”
“Mrs puff juga ada ?” Tanya Kara membuat Nicko bingung dan menatap ku meminta pertolongan untuk menjelaskan.
“Ikan buntal yang ada di film spongebob” ujar ku memberitahu nya.
“Oh” lalu dia tersenyum.
“Iya Mrs. Puff juga ada” jawab Nicko.
“Bener Pa?”
“Iya”
“Kalau begitu Kara mau” ujar Kara dengan bahagia.
“Ayo kita pakai dulu pelampungnya”
__ADS_1
Aku memberikan pelampung kecil kepada Nicko agar dia yang memasangkan pelampung itu kepada Kara dan aku memasang pelampung ku sendiri. Lalu aku memasangkan kacamata untuk Kara juga alat bantu pernafasan lewat mulut yang berbentuk seperti pipa menjulang ke atas.
Supir boats menunggu di atas kapal dan memperhatikan kami yang akan turun ke dalam laut lepas.
Aku mengajarkan Kara untuk mengambil nafas lewat mulut memakai alat bantu pernafasan itu. Lalu dengan cepat dia langsung belajar dan bisa mempergunakan nya, walaupun nafas dia begitu pendek dan banyak sekali mengambil nafas di permukaan tapi dia cepat sekali belajar dan memahami, bahkan dia tidak tampak sedikit pun terlihat takut berenang di laut lepas seperti ini.
Aku menunjukan Kara karang laut yang ada dasar laut. Lalu dia begitu senang dan terus memegang Nicko untuk berenang kesana kemari dengan pelampung nya. Aku juga menuntun Kara dan ikut berenang mengikuti dia.
“Maa ada ikan bagus lagi” ujar Kara memberi tahu ku.
“Mana?”
“Di bawah kaki mama”
“Coba Mama lihat”
Lalu aku memasukan kepala ku ke dalam air dan melihat apa yang di tunjukan Kara.
“Iya bagus sekali”
“Kara boleh ambil ga mah ikan cantiknya?”
“Tidak boleh sayang. Ikan itu rumah nya disini sama teman dan keluarga nya yang lain, kalau dia di ambil nanti dia kasihan kesepian di rumah”
“Kita ajak aja keluarga nya juga ke rumah Ma” ucap polos Kara membuat ku dan Nicko lagi-lagi tertawa.
“Tidak bisa sayang. Karena keluarganya sedang pergi jauh”
Lalu kami kembali melihat pemandangan di bawah laut bersama dengan bahagia. Setelah selesai kami kembali naik ke atas boats dan melepaskan pelampung kami.
“Kara senang?” Tanya Nicko sambil membantu melepaskan pelampung Kara.
“Senang dong Pa. kara senang sekali bisa bermain air di laut walaupun air nya banyak garam”
Nicko hanya bisa tersenyum mendengarakan ocehan anak nya yang mulai cerewet tapi menggemaskan.
Setelah selesai kami kembali ke Villa untuk mengganti pakaian santai kami dengan pakaian yang lebih formal dan rapih.
“Kita mau kemana Ma?” Tanya Kara yang bingung tiba-tiba dia di pakaikan dress berwarna peach yang lucu.
“Kita akan makan malam di luar sayang”
Nicko memakai kemeja lengan pendek berwarna peach labu dan celana jogger putih lalu di padukan dengan sepatu kets berwarna putih. Dia sudah beranak satu tapi tetap saja terlihat seperti anak muda. Sementara aku memakai dress berwarna peach panjang nya selutut ku agar senada dengan mereka.
“Maa tapi Kara tidak mau makan sayur”
“Papa juga tidak mau” timpal Nicko yang sedang menatap dirinya dalam cermin.
__ADS_1
“Iya hari ini kita tidak akan makan sayuran, tapi kita akan makan daging dan seafood”
“Seafood? Ikan cantik tadi Ma?” Tanya Kara dengan ekspresi wajah kaget.
“Bukan sayang” jawab ku sambil tersenyum.
“Tapi makan kepiting,udang, lobster,cumi-cumi. Kara mau kan?”
“Mau Maa” seru Kara.
“Kalau begitu ayok!”ajak ku sambil berdiri dan menjulurkan tangan kepada Kara.
Kara langsung menggandeng tangan ku dengan ceria.
“Ayo”
Kara memutarkan kepala nya dan melihat Nicko yang berdiri di belakang nya dengan santai.
“Ayo Pak. Nanti waktu liburan nya habis”
“Oh gitu” jawab Nicko sambil menggandeng tangan Kara yang satunya lagi sambil tertawa.
Kami bertiga berjalan keluar Villa dan menuju mobil kami. Kami menghabiskan waktu senja kami dengan berjalan-jalan dahulu melewati kota yang ramai sampai kami menemukan Restaurant tujuan kami yang cukup besar di pesisir pantai.
Kami bertiga duduk di meja bundar, dengan angin pantai yang berhembus begitu sejuh, suara ombak yang begitu terdengar walaupun cukup jauh, juga pemandangan laut malam yang sangat menakjubkan.
Aku dan Nicko mulai memilih makanan kesukaan kami. Dan seperti biasa Nicko memesan ikan kuah kuning favoritenya, sementara aku memesan kepiting besar, dan Kara memesan udang juga spaghetti untuk menemani makan nya. Setelah makanan nya selesai di buat, kami langsung makan dengan lahapnya.
Aku membantu Kara terlebih dahulu untuk makan. Aku bantu melepaskan buntut udang nya dan cangkang nya, lalu menaruhnya di atas piring Kara, setelah itu aku mulai makan sendiri dengan kepiting pedas yang terlihat sangat enak sekali.
Acara makan malam kami pun selesai. Kami harus kembali ke Villa dan kembali bersiap tidur.
“Ma. Besok kita akan kemana?” Tanya Kara setelah mencuci wajah nya dan duduk di atas tempat tidur, sementara aku sedang merawat wajah ku dulu dengan skin care di depan cermin.
“Coba tanya Papa?”
“Pa” panggil Kara sambil menatap Papa nya.
Nicko melirik Kara sebentar lalu kembali dengan laptop di pangkuan nya.
“Kita akan main ke tengah kota, kita akan bermain di kebun binatang sayang” jawab nya sambil menyempatkan untuk tersenyum kepada Kara.
“Kebun binatang Pa?”
“Iya”
“Kara mau!” Teriak Kara sambil loncat-loncat di atas tempat tidur nya.
__ADS_1
“Iya, tapi sekarang seperti biasa kita harus tidur dulu, agar bisa cepat besok” ucap ku sambil meminta Kara untuk berbaring, dan dia mengikuti perintahku.
Aku dan Nicko langsung bersiap di posisi kami masing-masing untuk tidur, dan akhirnya liburan hari kedua telah berlalu dengan tenang juga bahagia.