Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Bukti besar


__ADS_3

Aku,Nicko dan Keysa langsung pergi ke kantor kami. Keysa ikut bersama ku agar dia juga bisa melihat langsung hasil curian data yang telah ada di flashdisk ku.


Kami bertiga langsung pergi ke ruangan Nicko dan menyalakan komputer Nicko.


“Gila. Besar gini kantor lo” ucap Keysa dengan masih saja terkesima melihat isi gedung Nicko.


“Dulu kan gue cuma bisa liat bagian luar nya doang Faw” ucap Keysa mengingatkan ku dengan kejadian hilang nya Kara,dan akhirnya Kara di temukan oleh Nicko di samping gedung.


Aku tersenyum mengingat hal itu.


Nicko langsung memasukan flashdisk ke lubang komputer nya.


Nama file nya 'file Diman'. Ketika di klik isinya ada beberapa video cctv yang tersimpan di dalam nya,dan semua cctv ternyata barang bukti ketika kejadian malam kebakaran rumah ku,yang di ambil dari beberapa sudut.


Cctv yang pertama,di malam yang sama dan di jam yang berbeda,terlihat ada orang dengan memakai jaket hitam,memakai kupluk kepala,dan masker hitam terus menunduk menyembunyikan wajah nya dari cctv. Dia berjalan keluar dari Blok rumah ku dan terus berjalan menjauhi tempat kejadian. Memang tidak terlihat pasti dari mana dia awal nya,akan tetapi dia keluar begitu jelas dari arah blok rumah ku.


Lalu cctv lain mengarahkan kepada dia yang berjalan mendekati gorong-gorong. Dia terlihat semakin kecil dari layar cctv,karena dia berjalan menjauhi cctv nya,yang terlihat hanya punggung nya saja dan sebuah jerigen yang di pegang nya.


Walaupun dia terlihat sudah jauh,namun terlihat jelas dia masuk ke dalam gorong-gorong dan berusaha menyembunyikan jerigen yang sebelum nya di tenteng nya.


“Dia menyimpan jerigen di dalam gorong-gorong itu. Security mu benar” ucap Nicko.


“Lihat cctv bagian lain nya Nick”


Nicko menuruti keinginan ku. Dia melihat cctv bagian lain nya.


Tidak ada hal penting lain manapun,melainkan hanya video orang itu yang terus berjalan menjauhi perumahaan. Pak Diman hanya memiliki video itu.


Sayang sekali video nya begitu tidak jelas,wajah orang itu pun tidak tampak begitu terlihat karena situasi malam hari yang gelap dan wajah nya yang selalu menunduk.


“Kita akan simpan bukti ini sampai kita menemukan bukti lain nya” ucap Nicko.


Aku menganggukan kepala ku.


“By the way. Bima mana?” Tanya Keysa melirik kanan kiri ruangan Nicko seolah dia mencari Bima di sekeliling nya.


“Dia sedang cuti” jawab ku sambil berjalan dan duduk di sofa ruangan Nicko dengan begitu lelah nya. Keysa ikut duduk di samping ku sambil menganggukan kepala nya.


“Cuti liburan?” Tanya nya lagi.


“Kepo banget sih” ucap ku meledek nya dengan tersenyum tipis.


“Yee kan cuma nanya doang”


“Dia cuti pergi ke luar kota”


“Ooo ke Kalimantan itu ya” jawab Keysa membuat ku dan Nicko terkejut dan melempar pandang lalu menatap Keysa.


“Kok lo tau?” Tanya ku dengan masih saja terkejut.

__ADS_1


Keysa bingung menatap ekspresi ku.


“Iya Bima pernah cerita sama gue waktu dia maen ke apartemen lo” jawab Keysa membuat Nicko melirik ku dengan dingin.


Dia pasti teringat kejadian itu,saat Bima berani menghampiri ku ke apartemen ketika keadaan kami sedang tidak baik-baik saja.


Keysa menyadari tatapan dingin Nicko.


“Itu dulu kan,sebelum Bima tau semuanya”


“Iya iya iya” jawab ku dengan tidak memperdulikan hal itu.


“Terus?”


“Iya terus, waktu lo lagi ke kamar dan Bima ikut ke toilet gue ga sengaja baca chattingan dia di handphone yang dia tinggal di kursi apartemen lo. Isi chat nya ‘David titip salam,segera ke Kalimantan’ . Terus ga lama Bima dateng dan liat handphone nya, terus gue lupa dia cerita apa sama gue tapi yang pasti dia akhirnya cerita kalau keluarga nya di Kalimantan dan setiap bulan dia pasti pergi kesana” ucap Keysa berusaha mengingat semua kejadian itu.


Aku dan Nicko harus kembali berfikir dengan keras.


“Tadi lo bilang isi chattingan nya apa?” Tanya ku.


“ ‘David titip salam,segera ke Kalimantan’ “ jawab nya dengan ekspresi masih saja bingung.


Nicko langsung mengotak atik kembali komputernya, dan aku juga langsung berlari menghampiri kembali Nicko.


Keysa semakin terheran heran melihat tingkah kami berdua.


“Hello. Ada yang bisa jelasin ada apa ini?” Tanya Keysa. Namun aku ataupun Nicko tidak ada yang menjawab nya.


Keysa menghampiri ku dia berdiri di samping ku dan ikut melihat ke layar komputer Nicko.


Nama Kaka kandung Nicko adalah David Fradirik Wijaya.


“Berarti Nicko ke Kalimantan untuk menemui Kaka nya”


“Tapi kenapa di sebut nya Pak David ya?” Tanya ku.


“Ya bisa saja yang mengirimkan pesan adalah karyawan nya” jawab Nicko.


Aku menganggukan kepala ku.


“Eh eh tapi liat deh. Kok Nama belakang Papa nya beda dari yang lain ya?” tanya Keysa dengan terus membaca data diri Bima di layar komputer.


Nama data diri : Bima Ghali Wijaya


Nama ayah : Drs. Aryo Yanuarsah


Nama Ibu : Sarah Kania Wijaya


Nama Kaka : David Fradirik Wijaya

__ADS_1


“Ya maksud gue kan umum nya nama belakang keluarga itu di kasih nama belakang Bapa nya bukan Ibu nya” ujar Keysa memberi penjelasan.


“Coba kamu buka file MFP Nick” pinta ku ingin memastikan sesuatu.


Nicko langsung menuruti perintah ku. Dia membuka situs perusahaan pribadi dan membuka data lama tentang perusahaan MFP. Dia menekan scroll ke bawah untuk mencari nama yang menandatangani surat perjanjian itu.


Ttd, Drs. Indra Sucipto Mangkasubono Dharma.


“Sebentar” ucap Nicko.


Lagi-lagi sepertinya dia menemukan sesuatu.


Surat perjanjian ini terpotong menjadi dua halaman. Nama orang yang menandatangani ini tidak lengkap. Lalu Nicko melihat halaman lain dari surat perjanjian itu.


Dan terpampang lah suatu nama yang tertinggal di halaman pertama surat yang sudah di tanda tangani itu.


Wijaya


Aku dan Nicko terkejut. Wijaya adalah nama paling belakang pemilik perusahaan MFP. Dan nama belakang ini sama dengan nama belakang seluruh keluarga Bima. Apakah benar pemilik MFP dulu adalah Ayah Bima ? Tapi kenapa dia memalsukan data diri Ayah nya di perusahaan ini?


“Mitra Falcon Property?” Tanya Keysa masih tidak paham dengan situasi yang kami hadapi.


“Gue jelasin nanti. Kita ke ruangan Bima sekarang” ucap ku meminta Nicko ataupun Keysa untuk ikut ke ruangan Bima.


Aku berjalan lebih dulu untuk segera menuju ruangan Bima. Nicko keluar dari meja kerja nya dan menyusul ku, Dan Keysa walaupun dia masih saja bingung tapi dia mengikuti kemana aku pergi.


Kami bertiga sudah ada di dalam ruangan Bima. Aku langsung berjalan mendekati meja kerja Bima dan berjongkok untuk memeriksa laci yang terkunci di bawah meja.


“Laci ini terkunci. Aku yakin ada sesuatu di dalam sini” ucap ku menatap Nicko.


“Kita cari kunci itu semoga saja dia tidak membawanya dan menyimpan nya di ruangan ini” pinta ku.


Dan kami bertiga langsung menyisir ruangan Bima dengan teliti.


Nicko mencari di atas meja kerja Bima dengan mengangkat berkas-berkas di atas nya. Keysa mencari di dekat pot bunga di dekat jendela dan di atas lemari berkas, aku mencari di antara berkas-berkas yang berjejer di dalam lemari nya.


“Gotchaa” teriak Keysa.


Dia menemukan kunci itu tergeletak di atas lemari yang sama sekali tidak terlihat oleh orang-orang.


Nicko langsung mengambil kunci di tangan Keysa dan langsung memasukan kunci ke dalam lubang laci itu. Terbuka.


Nicko mengeluarkan beberapa kertas di dalam laci. Berkas itu adalah berkas yang aku lihat di tas yang Bima tinggalkan di atas meja ku.


“Ini berkas yang aku ceritakan itu” ucap ku kepada Nicko.


Lalu dia melihat sesuatu yang lain di dalam laci nya. Itu adalah sebuah fhoto.


Fhoto itu terlihat sudah usang sekali,dari warna nya yang sudah pudar,kertas yang sudah hampir rusak, dan ada beberapa robekan di samping nya sudah di pastikan ini fhoto lama. Dan di dalam fhoto ada 2 orang laki-laki yang sedang berjabat tangan di sebuah restaurant dengan wajah yang begitu bahagia. Yang satu nya berkumis tipis badan tipis namun tinggi,dan satunya lagi begitu tampan,berbadan kekar dan begitu tampan.

__ADS_1


Dan aku begitu mengenali laki-laki yang tampan di dalam fhoto itu.


Papa kandung ku.


__ADS_2