Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Bergairah


__ADS_3

Aku hanya menatap nya sebentar dan hendak mengambil kunci yang tergeletak di atas meja, Nicko dengan cepat mengambil kunci itu lebih dulu dan memasukan nya ke dalam saku celana.


“Aku sudah lelah terus di biarkan seperti ini oleh mu” ujar Nicko akhirnya.


Aku membuang wajah ku enggan berkomentar.


“Aku sudah berusaha menjelaskan sebaik mungkin dan sejujurnya kepada mu Faw. Aku tidak mungkin sengaja untuk tidak menghubungi mu. Handphone kami semua di sita oleh Zayden agar acara nya berjalan dengan seperti apa yang di harapkan. Zayden tidak tahu jika kamu telah menunggu ku di caffe, dan aku pun sudah terlanjur minum sedikit mabuk dan tidak sadar jika aku sudah melewatkan jam untuk menjemput mu. Aku juga langsung merasa bersalah dan segera pulang dari sana untuk menjemput mu”


Aku masih diam tak ingin berbicara.


“Dan wanita yang ada di dalam fhoto itu juga adalah teman kuliah ku. Kamu tidak mengenal mereka karena saat itu kamu sedang menghilang. Mereka hanya teman ku di kampus,dan kebetulan mereka ada waktu bertemu ku dengan Zayden,aku pun tidak tahu diam-diam Zayden mengundang mereka”


Aku masih diam karena benar-benar tidak puas dengan penjelasan Nicko.


“Mereka berdua sudah menikah Faw” ujar Nicko membuat ku terpatung,namun aku tetap berpura-pura tak acuh kepadanya.


Aku tidak mengetahui tentang hal itu. Namun aku tetap berpura-pura tak peduli.


“Dan suami mereka pun ada disana,karena suami mereka pun adalah teman dekat ku. Jika kamu tidak percaya,kamu bisa melihat sosial media mereka semua untuk membuktikan nya, atau jika perlu aku bisa menghubungi mereka untuk menjelaskan nya kepada mu”


Tiba-tiba aku jadi merasa bodoh karena tidak mencari tahu tentang itu sebelum nya. Ternyata dua wanita itu sudah menikah.


“Ayolah Faw. Tidak perlu seperti ini, aku sudah lelah terus di biarkan seperti ini” ujar Nicko dengan memelas.


Aku berfikir untuk sejenak memikirkan semua nya, dan malah terfikirkan tentang masalah-masalah yang tengah aku hadapi selama ini. Sebenarnya bukan karena ini saja aku merasa khawatir, tapi banyak sekali hal yang telah mengusik pikiran ku.


“Aku hanya takut, takut sesuatu akan terjadi kepada kita dan akan mengacaukan kebahagiaan kita Nicko” ucap ku akhirnya mengatakan ketakutan ku kepadanya.

__ADS_1


Nicko menatap ku dengan pilu.


“Kita sudah memimpikan kebahagiaan kita begitu lama. Aku tidak ingin ada orang lain yang tiba-tiba mengacaukan semua nya, kita tinggal selangkah lagi menuju pernikahan dan aku tidak ingin ada masalah yang berpengaruh buruk untuk kebahagiaan kita” ujar ku begitu jujur.


Tentu saja aku takut jika masalah ku akan mempengaruhi rencana kebahagiaan ku. Aku takut masalah ku yang tidak di ketahui Nicko akan menghambat segala nya.


Begitu banyak beban yang ku alami kali ini.


Nicko memegang kedua pipi ku dan menatap ku begitu tulus. Sementara aku menatap nya dengan penuh rasa takut.


“Fawnia. Jika yang kamu khawatirkan adalah wanita lain, itu tidak akan pernah terjadi. Karena aku hanya mencintai kamu,itu sudah di buktikan dan kamu menyaksikan nya. Tidak ada wanita lain yang bisa menggantikanmu” ujar Nicko mencoba memberikan pemahaman kepada ku.


Aku menundukan kepala ku untuk menyembunyikan rasa sedih ku.


“Lihat aku” pinta Nicko sambil terus mengatur kepala ku agar bisa menatap nya.


“Sejak kecil aku hanya mencintai kamu, di hati ku hanya ada kamu, dan yang aku pikirkan hanya kamu. Tidak pernah sekalipun aku bisa mencintai wanita lain walaupun aku sempat mencoba nya. Bahkan saat kamu pergi pun, perasaan itu masih ada, dan ketika aku tahu kamu sudah menikah dan memiliki anak yang sebelumnya aku tidak tahu itu anak aku, aku masih tetap mencintai mu. Aku tidak pernah tahu bagaimana cara nya membenci mu,bahkan untuk menyingkirkan kamu di dalam pikiran ku pun aku tidak pernah bisa”


“Aku tidak peduli dengan masa lalu mu, aku tidak peduli dengan status mu, aku tidak peduli apa kamu pernah mencintai orang lain selain aku atau tidak, yang aku pedulikan sekarang adalah impian ku untuk bisa bersama dengan mu selamanya segera terwujud. Aku selalu menunggu hal itu terjadi, aku ingin segera menikah dengan mu”


Air mata ku menetes dengan terus menatap Nicko begitu dalam.


“Nicko” lirih ku.


Nicko diam menatap ku dengan sendu.


“Aku pernah menyukai pria lain, tapi tidak pernah sama dengan apa yang aku rasakan kepada mu. Aku hanya menyukai nya dan tidak mencintai nya”

__ADS_1


“Selama aku menghilang dari mu, yang aku fikirkan hanya kamu. Aku rasa saat itu harapan ku untuk hidup bersama dengan mu hanya akan menjadi sebuah mimpi, aku merasa jika aku tidak akan pernah ada harapan lagi untuk bisa di samping mu selamanya, aku sudah hampir hilang keyakinan, namun akhirnya penantian ku tidak sia-sia. Kita akhirnya kembali bersama,dan pernikahan kita akan segera terlaksana. Aku begitu bahagia Nicko,sangat bahagi. Maafkan aku yang takut kembali kehilangan kamu” ucap ku sembari tersenyum mengucapkan kalimat terakhir.


Nicko terlihat begitu serius menatap ku dan mendengar haru setiap kalimat yang aku ucapkan. Dia terlihat sedih, dia diam dan menatap ku dengan bahagia lalu dia mencium bibir ku. Nicko menarik ku ke dalam ciuman nya, lalu aku melingkarkan tangan ku di leher nya dan menikmati setiap ciuman yang di berikan nya.


Nicko mencium ke dengan hebat, dia begitu bersemangat. Dia mendorong tubuhku sampai terhentak ke dinding di belakang ku. Dia terus mencium ku dengan mata yang tertutup, dia menggerakan bibir nya kesana kemari merasakan kehangatan di setiap cumbuan nya. Nicko memeluk ku begitu erat, dan aku memegang rambut Nicko dengan lembut .


Nicko mulai mencium leher ku membuat ku sesak.


“Nicko” lirih ku dengan merasakan geli di leher ku.


Nicko tak henti nya untuk mencium ku.


“Nicko” panggil ku untuk memperingati nya agar tidak melakukan hal yang terlewat batas lagi.


Dia tak mengindahkan peringatan ku, dia terus saja mengurung ku di dalam pelukan nya dan aku hanya bisa bersandar di dinding dengan terus menerima ciuman Nicko yang sudah mulai panas.


Tangan nya sudah menjalar masuk ke dalam baju ku. Dia memijat dengan gemas punggung ku, sambil terus mencium ku aku terus merasa terpancing dengan setiap sentuhan nya.


Nicko kembali mencium leher ku.


“Nicko” panggil ku lagi dengan lirih.


Lalu dia menghentikan ciuman nya. Dia menempelkan kening nya di kening ku. Mata nya masih tertutup dan dia terus menundukan kepala dengan nafas yang masih ter engah engah. Dia mengeluarkan tangan nya di balik baju ku, lalu dia memeluk ku. Tangan ku pun masih melingkar di leher nya dan aku juga ikut menutup mata ku untuk menahan diri dan mengatur rasa gairah ku.


“Aku tidak akan melakukan nya lagi hingga kita menikah nanti” ucap Nicko ketika dia sudah mulai tenang.


Aku menatap nya dengan haru dan kembali mengecup bibirnya kali ini dengan lembut.

__ADS_1


“I Love You” ucap ku.


“I Love You Too Fawnia” jawab Nicko lalu kami tersenyum bersama dengan penuh rasa cinta.


__ADS_2