Cinta, Biarkan Tersesat

Cinta, Biarkan Tersesat
Terusik


__ADS_3

Aku terus merenung memikirkan apa yang telah di ceritakan Mama Ben. Aku tidak tahu ternyata memang masalah yang di alami Ben juga begitu berat, selama ini pun dia berusaha menyembunyikan kematian nya demi selesai nya masalah yang di alami nya.


“Faw?” Panggil Mama Ben, karena aku terlihat bingung memikirkan sesuatu.


“Kamu mau kan memaafkan Mama juga Ben?” Tanya Mama Ben.


Aku menganggukan kepalaku dengan begitu risau. Mama Ben tersenyum dengan haru.


“Lalu kamu mau kan kembali dengan Ben?” Tanya nya lagi membuat ku terkejut.


“Kembali dengan Ben?” Tanya ku untuk memastikan pertanyaan nya tidak salah ku dengar.


“Iya Faw. Kembalilah dengan Ben, bahagia lah dengan nya, Mama dan Papa sudah sangat merestui kalian” ujar Mama Ben dengan tersenyum bahagia.


“Tidak Ma” jawab ku.


Kali ini dia yang terlihat terkejut dan menatap ku dengan bingung.


“Aku tidak bisa kembali dengan Ben”


“Kenapa? kamu sudah memaafkan kami kan?”


“Aku sudah memaafkan kalian, bahkan kemarin pun aku sudah bertemu dengan Ben dan mengatakan kepadanya jika aku sudah memaafkan semua kesalahan nya, tapi aku juga meminta Ben untuk tidak menemui ku lagi”


“Fawnia ,tolonglah. Kalian bisa bicarakan dulu baik-baik, Mama yakin kalian masih saling mencintai dan masih ada harapan untuk pernikahan kalian”


“Ma. Ketika aku tahu Ben benar-benar meninggal , perasaan aku pasti masih ada untuk nya bahkan sampai beberapa waktu lalu. Tapi setelah aku tahu dia ternyata masih hidup dan telah membohongi ku, perasaan ku kepada Ben sudah sangat hilang Ma. Aku tidak bisa lagi menumbuhkan perasaan ku kepada Ben”


“Fawnia Mama tolong dengan sangat, Mama ingin mengembalikan kebahagiaan Ben. Selama 4 tahun di kalimantan Ben sudah sangat menderita, dan Mama tidak tega melihat ketika dia kembali pulang kesini dia harus kembali menderita”


Di saat aku kesepian selama 4 tahun kemarin berjuang sendiri menghidupi Kara, ternyata Nicko dan Ben pun sudah menderita karena menunggu ku. Mereka berdua sama-sama sakit, mereka berdua sama-sama mencintai ku, tapi pilihan ku tetap kepada Nicko. Karena dia ayau kandung Kara, dan Nicko lebih layak untuk menjadi suami ku di banding Ben. Setidak nya Nicko tidak pernah membohongi ku.


“Aku mau menikah Ma”


Mama Ben terdiam, dia menatap mata ku dengan tak percaya.


“Aku mau menikah dengan Nicko atau yang Mama kenal dengan Pak Ferdy”


“Pak Ferdy? Bos kamu?”


“Iya Ma, cerita nya panjang. Inti nya aku dan Nicko sudah berteman semenjak kita kecil dulu, dan orang tua kami berteman begitu dekat, bahkan perusaan yang di pegang Nicko sekarang,itu adalah rintisan dari mendiang Papa ku”

__ADS_1


“Lalu kalian memutuskan untuk menikah”


“Iya” jawab ku dengan begitu berat.


Mama menghela nafas nya, lalu dia berfikir dengan keras. Dia begitu terlihat bingung dan cemas, tetapi aku tidak bisa berbat apapun untuk menenangkan nya.


“Fawnia, Ben sudah sangat begitu depresi, dia terlihat begitu sedih sekali di rumah, jika kamu melihat dia pun kamu pasti akan kasihan melihat nya”


Begitu pun dengan Nicko dulu Ma, dia sangat depresi ketika mencari ku, dan aku malah menikah dengan Ben. Ucap ku dalam hati.


“Keputusan ku tidak bisa di batalkan Ma, aku akan menikah di minggu depan. Kami sudah mempersiapkan semua nya. Dan lagi status ku sudah menjadi single parents di hukum negara, status ku di tinggal mati suami, walaupun ternyata Ben belum meninggal , tetapi status ku sudah sah sendiri”


Mama Ben tak lagi bicara dia terus terdiam entah apa yang sedang di fikirkan nya.


“Apapun yang Mama lakukan sekarang demi Ben sudah sangat terlambat Ma. Mungkin ini juga kesalahan kami berdua, karena tidak pernah mau jujur kepada kalian, aku juga tidak bisa menyalahkan sikap Mama yang buruk kepadaku, karena memang benar, aku adalah wanita sembarangan yang telah hamil oleh pria lain tapi malah menikah dengan Ben, anak kesayangan Mama”


Ucap ku menyinggung cacian nya ketika dulu.


“Aku yakin Ben pun akan menemukan wanita yang menerima Ben apa adanya” lanjutku.


“Yang menerima Ben tidak bisa memberikan anak?” Ujar Mama dengan kecewa.


“Ma. Akan selalu ada jalan,Ben pasti menemukan wanita yang tepat yang akan menerima dia dengan segala kekurangan nya. Dan menikah dengan ku, itu juga tidak bisa di benarkan Ma, karena pernikahan kita di dasari bukan dengan cinta, tapi karna kompromi. Bagaimana pun anak yang aku kandung masih memiliki seorang Ayah dan dia masih hidup”


“Aku yang tidak bertanggung jawab Ma, aku yang tidak pernah mengatakan kepada dia jika aku telah hamil anak nya, dan aku malah memutuskan untuk menyembunyikan nya dari dia”


“Dan kenapa kamu malah memilih Nicko untuk bisa bersama mu Faw, anak itu juga kan bukan anak nya. Padahal Ben sudah sangat menyayangi anak mu sepenuh hati, kenapa kamu malah menyia nyia kan Ben dan memilih orang lain?”


“Karena Nicko adalah Ayah kandung dari anak ku” ucap ku akhirnya.


Aku tidak bisa lagi menyembunyikan ini dari Mama Ben,dia pun seperti nya berhak tahu agar dia bisa diam dan tidak lagi memaksa ku untuk kembali dengan anak nya.


Seperti yang telah aku duga, Mama Ben pasti akan sangat tercengang mendengar pernyataan ku. Mata nya begitu membulat, mulut nya pun terbuka begitu terkejut, dia menatap ku dengan serius.


“Anak yang di kandung mu adalah anak Pak Ferdy?”


“Iya. Dan sejak awal aku tidak pernah memberi tahu Nicko atau pun keluarga nya tentang itu. Tapi sekarang akhirnya mereka tahu, dan meminta kami segera menikah”


“Aku minta maaf Ma, aku benar-benar tidak bisa kembali dengan Ben” ucap ku memnta maaf dengan begitu tulus.


Setelah pembicaraan yang begitu mendalam dengan Mama Ben selesai, aku pulang dengan memesan taksi online. Di perjalanan pulang di dalam mobil, aku terus merenung menatap keluar jendela memikirkan tentang segala hal yang telah terjadi kepadaku.

__ADS_1


Ternyata bahagia dengan Nicko tidak semudah yang aku bayangkan. Aku dan Nicko masih harus menghadapi masalah kami yang berasal dari orang lain.


Tiba-tiba ponsel ku bergetar di dalam tas. Itu dari Nicko, aku langsung mengangkat nya.


“Hallo”


“Kamu dimana?” Tanya nya tanpa basa basi.


“Aku di perjalanan pulang dengan taksi online”


“Apa kamu baik-baik saja?”


“Ya aku baik, baik sekali”


“Kara mau bicara”


Lalu terdengar suara ponsel berpindah tangan.


“Hallo Ma”


“Hay sayang”


“Mama dimana kok belum pulang?”


“Ini Mama di jalan”


“Mama sama Papa kok pulang nya ga barengan?”


“Iya Mama kan lagi ada kerjaan lain,jadi Mama minta Papa untuk pulang duluan”


“Mama cepat pulang ya”


“Iya sayang, sebentar lagi Mama sampai”


“Dah Mama”


“Bye Kara”


Lalu ponsel sepertinya berpindah tangan lagi.


“Aku tunggu kamu di rumah”

__ADS_1


“Iya”


__ADS_2